Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
bertemu kembali


__ADS_3

...seberapa hebat pun dirimu,jika tidak mampu mengendalikan emosi.maka dihadapan mereka dirimu hanyalah sebuah kebodohan....


......Baruna Alexander......


pertemuan bisnis berjalan dengan lancar, mereka masih belum memulai rencana karena inti dari pertemuan belum dimulai.


"dimohon untuk perwakilan Al cops memberikan sambutan terlebih dahulu"ucap seorang MC yang berada di panggung.


"perkenalkan saya Joseph Alexander, penerus perusahaan Al cops.dan di sebelah saya adalah istri saya bernama Abela Ramsay...."belum selesai Joseph memberi sambutan lampu mendadak padam sehingga ruangan itu menjadi gelap gulita.


tak


lampu kembali hidup,tetapi dengan keadaan ruangan yang berbeda.Disana Joseph dan Abela sudah dibekuk oleh Mafioso yang diperintahkan Demian.


"apa apaan ini siapa kalian, berani beraninya kalian bersikap seperti ini kepada seorang pewaris Al cops"bentak Joseph tidak terima dengan perlakuan mereka.


plok


plok


plok


"wah hebat sekali, pewaris bisnis keluarga Alexander.lelucon macam apa ini tidakkah dirimu menjadi seseorang yang tidak tau diri"Kenan masuk terlebih dahulu untuk memulai memprovokasi.


"Kenan,kurang ajar kau hanya seorang bawahan dari Baruna jangan tidak tahu diri kau"teriak Joseph.


"Baruna akan mati, apakah kau tidak takut mati"Abela pun ikut bicara dengan nada keras.


"wow santai,masih ada dua orang pewaris Al cops yaitu Demian Alexander dan juga Luis Alexander"balas Kenan dengan santai.


"mereka sudah mati sama seperti Veronica, semua sudah menjadi milikku karena aku juga keturunan Alexander"ucapnya sombong.


"jangan sombong Joseph,kau hanya seorang anak tiri dari seorang ibu yang tidak jelas asal-usulnya.kalau dibandingkan dengan mereka kau tidak pantas"balas Kenan dengan telak.


"berani kau berkata dengan mulut kotor mu itu,kau hanya bawahan anjing gila itu"emosi Joseph sudah memuncak karena provokasi Kenan.


tap


tap


tap


terdengar suara sepatu menaiki tangga,itu adalah Demian dan Baruna yang masih mengunakan topeng.


"lost"satu kata terdengar dari mulut Baruna.


"kau pikir dirimu pintar"Baruna membuka topengnya lalu mengeluarkan tatapan tajam pada mereka.


"ba..baru..na"ucap Joseph terbata melihat Baruna ada di depannya dengan tatapan tajam.


"Abela Ramsay kau pikir bisa menyingkirkan ku melalui kekasihku.dirimu terlalu serakah akan semua hal"Baruna tersenyum menyeringai.


"dan kau Joseph,namamu tidak lebih dari seorang sampah"ucapnya lagi.


"brengsek kau Baruna"Joseph menekan tombol bantuan yang berada di tangannya.


hahahaha

__ADS_1


tawa Demian terdengar memenuhi isi ruangan.


"apa ku bodoh, mereka sudah tewas"ujar Demian lalu membuka topengnya dengan senyum mengerikan.


"de..de..mian"


.


.


.


"bawa mereka"perintah Baruna pada Mafioso yang berjaga.


"maaf atas keributan ini, perkenalkan aku adalah Demian Alexander pewaris sah Al cops...."Demian membuka pembicaraan dan meminta maaf atas segala yang terjadi.


Dor


terdengar suara tembakan yang diduga berada dari Joseph yang mencoba memberontak dan berhasil mengambil senjata api milik salah satu Mafioso,lalu menembak ke arah pebisnis lain.tetapi tembakan tersebut mengenai bahu bagian belakang Baruna karena berusaha menyelamatkan salah satu dari mereka.


setelah tertembak Baruna langsung mengambil tindakan nekat.


Dor


Dor


Dor


tiga tembakan tidak terelakkan mengenai bagian tubuh dari joseph.baruna sudah mencoba menahan rasa sakitnya,lalu membekuk Joseph dan membuat kedua pasangan suami istri itu tidak sadarkan diri.


"Baruna,kau tidak apa?"tanya Demian yang akan mendekatinya tetapi Baruna hanya memberikan isyarat tangan untuk melanjutkan dan dirinya akan pergi dari ruangan itu.


flashback on


ketika memperhatikan sekitarnya dia tidak sengaja melihat orang yang dicintainya berada di sini sebagai tamu.ya itu Rendy xavion Rahadian franziska.itu membuat Rania salah fokus tetapi ketika mendengar suara tembakan membuatnya mencari asal suara itu dan ya target tembakan Joseph adalah Rendy.Dengan cepat Rania mencoba berlari lalu menghadang peluru itu agar tidak mengenai Rendy.


flashback off


"prince dokter akan datang sebentar lagi"ucap salah satu Mafioso yang menjaga Baruna.


"baiklah kau boleh pergi"Baruna berada di sebuah ruangan khusus yang disiapkan untuk istirahat.


tok


tok


tok


"prince,ada beberapa orang yang ingin menemui anda"ucap seorang Mafioso yang berada diluar.


"biarkan mereka masuk"sahut Baruna.


"baik prince"


ceklek


terlihat tiga orang pria dewasa masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"selamat siang tuan Baruna"sapa salah satu dari mereka kepada Baruna.


"siang,ada perlu apa anda sekalian menemui saya?"


tanya Baruna dengan wajah datarnya.(anggap aja pakai bahasa Italia)


"kami hanya ingin berterima kasih kepada anda karena telah menyelamatkan kami"jawabnya.


"hem,tapi itu memang tangung jawab kami sebagai pembuat kekacauan"balas Baruna dengan tegas.


"jika berkenan,kami ingin berkenala dengan ada tuan Baruna"baruna hanya menganggukkan kepalanya.


"perkenalkan saya Reivant celio Erlangga dari keluarga Erlangga"ucap pria yang biasa dipanggil Rei itu.


"perkenalan saya Virendra Nash Rajendra dari keluarga Rajendra"ucap pria yang biasa dipanggil vir itu.


"perkenalkan saya Rendy xavion Rahadian Franziska dari keluarga Franziska"ucap Rendy dengan nada datar.


Deg


jantung Baruna seakan berhenti berdetak mendengar nama terakhir.rasa tiga tahun yang lalu tidak pernah hilang dari hatinya.baruna mendongakkan kepalanya melihat wajah Rendy.dan ya mata mereka bertemu, menatap satu sama lain.


"aku seperti pernah melihat tatapan itu"batin Rendy.


"kamu masih sama seperti dulu,aku sangat merindukanmu"batin Baruna/Rania.


khem


Baruna menyudahi kontak mata mereka dengan cepat.


ceklek


"maaf menganggu, dokter sudah datang"Mafioso tersebut masuk bersama dokter perempuan.


"kalau begitu kami permisi"pamit mereka dibalas anggukan oleh Baruna.


...*****...


sedangkan di Singapura sedang terjadi keributan komplit dengan kekacauan sekaligus karena ulah bocah kembar Rania.


"huaaa...nda,Ade au mommy....mom ana(huaaa .. ngga,adek mau mommy...mom kemana)"tangis baby Ald semakin kencang.


"huaaa...hiks..hiks aka uga au mommy...mom ana(huaaa... hiks... hiks kakak juga mau mommy...mom kemana)"tangis baby Ale juga tidak kalah kencang dari adiknya.


"aduh kak ini baru ditinggal udah nangis kejer kaya gini, apa lagi sebulan"ujar Luis frustasi tidak bisa membuat kedua bocah itu diam karena mencari mommynya.


"Diem Luis kakak juga pusing, gimana nenangin mereka ini sudah malam"Sahut Veronica


Arsene mendekati kedua adiknya yang dari tadi menagis mencari sang mommy.


"baby, mommy lagi tangkap penjahat.nanti kalau sudah selesai pasti pulang"ucap Arsene dengan lembut.


"ener angap aat,ade uma a anti di ulik(bener tangkap penjahat,adek di rumah aja nanti di cilik)"sahut baby Ald menghentikan tangisnya.


"aka uga(Kakak juga)"jawab baby Ale yang juga menghentikan tangisnya.


"pintar sekarang tidur sama kak sen ya, nanti Mommy pulang"bujuk Arsene.

__ADS_1


__ADS_2