Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
perjalanan bisnis bersama


__ADS_3

keesokan harinya Rania akan berangkat ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. tentu hal itu Rendy baru tau pagi ini saat Rania mengemasi beberapa barang dan di masukan ke dalam koper.


"sayang,kenapa aku tidak tau kalau kamu mau ke luar kota?"tanya Rendy membututi Rania yang sedang mengemasi beberapa berkas penting.


"aku juga baru tau tadi malam, kalau mereka memajukan pertemuannya"balas Rania tetapi tetap fokus pada beberapa dokumen yang di bukanya satu satu.


"kenapa tidak Dandi saja yang berangkat?"tanyanya lagi sambil memegang lengan istrinya.


"Dandi sudah berangkat ke los angeles tadi malam karena perpindahan nama pemilik saham atas nama mu pada perusahaan pusat"jawab Rania sambil melihat ke arah suaminya itu.


"baiklah aku salah kemarin,tapi aku tidak ingin dirimu dihina dengan pernyataan tidak masuk akal"jelas Rendy dengan panjang lebar sambil memegang kedua bahu Rania yang menghadap membelakanginya.


"jadi sekarang kamu harus tanggung resiko"ucap Rania berlalu keluar dari kamar mereka untuk berpamitan kepada anak anak dan lainnya.


huwaa ..... huwaaaa...


setelah beberapa lama berpamitan ternyata Reandra yang tidak ingin di tinggal oleh mommynya.


"sama Oma aja yuk sayang"bujuk mama Tia kepada cucu bungsunya itu, saat ini berada di gendongan Rania yang sudah lengkap dengan pakaian kantor dan kopernya berada di sebelahnya.


"kamu bawa saja ay...nanti dia sakit lagi seperti kemarin"usul Sasa yang berada di sofa ruang tamu.


memang benar kepergian Rania kemarin yang lumayan lama membuat Reandra sakit. hal itu menjadi rasa penyesalan Rania pada saat itu dan saat kehadiran mommynya Reandra sembuh dalam satu hari.


"Sasa kakak ipar mu itu kerja bukan liburan sayang"ucap mama Tia menasehati putrinya.


"siapkan keperluannya,aku akan mengajaknya "perintahnya pada pengasuh yang merawat anak anaknya.


"ajak salah satu dari mereka saja agar kamu tidak kerepotkan sayang"saran mama Tia kepada menantunya sebenarnya dia kasian tapi karena memang tugas mereka sebagai pekerja untuk melaksanakan kewajibannya.


"tidak usah ma biar aku ikut saja"dari belakang Rendy sudah siap dengan kopernya dan jasnya pun warnanya sama dengan Rania.


"kakak ikut? bagaimana kerjaan kakak?"tanya Sasa kepada kakak tertuanya.


"sudah di handel sama Nanda"ucapnya singkat.


pengasuh datang membawa tas yang berisi perlengkapan Reandra dan gendongan depan untuk menggendongnya.


"sini jagoan, Daddy gendong" Reandra langsung mau di gendong oleh Daddy-nya.


pemandangan tersebut malah menambah nilai plus pada ketampanan Rendy.

__ADS_1


orang lain yang melihatnya pasti mengira perfect Daddy. siapa yang tidak kecanduan dengan wajah tampannya di tambah mengendong Reandra, wajah tampan Reandra yang menurun dari Rendy yang note back nya adalah Daddy-nya.


setelah mereka berpamitan langsung menuju bandara untuk penerbangan menuju kota tujuan. tadinya Rania ingin menggunakan mobil meskipun sampainya agak lama tetapi karena membawa Reandra yang masih kecil jalan tercepat adalah menaiki transportasi udara.


setelah beberapa jam mengudara akhirnya mereka sampai dan ternyata mereka berada di kota kelahiran Rania.


awalnya Rendy ingin memesan hotel tetapi berubah pikiran karena Rania menyarankan untuk tinggal di rumah lamanya sekalian menghilangkan sedikit rasa rindu pada tempat dirinya di besarkan.


tetapi karena kliennya ingin hari ini pertemuannya di lakukan Rania langsung menuju tempat pertemuan meeting.


"maaf karena memajukan jadwal pertemuan, karena saya akan terbang ke Singapura malam ini"ucap klien itu dengan raut wajah sedikit penyesalan.


"tidak masalah tuan,mari kita lanjutkan pembicaraan"jawab Rania sambil menyerahkan berkas kerja sama di tangannya.


pembicaraan bisnis tersebut berlangsung hampir satu jam , hingga Rendy datang sambil mengendong Reandra.


"sayang...."panggilnya sambil tersenyum tipis.


Rania pun menoleh mengenali suara yang jelas memanggilnya.


"apakah sudah selesai?"tanyanya lalu duduk di sebelah Rania.


"maaf mengganggu, silahkan di lanjutkan"ucap Rendy tetapi sang klien menatapnya dengan intens.


"iya benar"jawabnya singkat.


"saya merasa sedikit terkejut ternyata anda adalah istri dari tuan xavion"ungkap klien tersebut.


"memangnya kenapa?"tanya Rendy sedikit tidak puas dengan pernyataannya.


"tidak ada tuan,Saya hanya kurang beruntung tidak mengetahuinya padahal beberapa bulan yang lalu istri saya ngidam ingin bertemu istri anda karena menurutnya dia berkarisma dan ingin anak kami nantinya bisa memiliki hal tersebut "jelasnya dengan mimik wajah yang bahagia membicarakan keluarga kecilnya.


memang Rendy tidak mengumumkan kepada publik kecuali orang kantor tentang siapa istrinya dan anak anaknya karena dia ingin melindungi keluarga kecilnya.


tentang desir kabar istri Rendy xavion adalah perempuan dengan karisma yang luar biasa dan salah satu pemilik perusahaan ternama juga. hal itu sudah banyak muncul di majalah bisnis.


mereka pun sedikit berbincang tentang anak setelah urusan bisnis sudah selesai bahkan klien tersebut mengajak mereka bertiga untuk makan malam di kediamannya dan menunda keberangkatannya hingga tengah malam.


klien tersebut bernama Wisnu vernando dan istrinya bernama Fera vernando keluarga tersebut memiliki nama yang cukup terkenal di kota yang didudukinya.


"terima kasih sudah menyempatkan datang kemari, akhirnya keinginan ku tercapai"Vera menjadi sangat antusias dengan kedatangan Rania dan sering kali mengelus perutnya yang saat ini dirinya sedang mengandung delapan bulan.

__ADS_1


"mengapa harus mirip dengan ku dia kan anakmu?"tanya Rania dengan mengunakan bahasa non formal


"aku ingat dia sukses seperti mu,kamu tau aku dulu hanyalah seorang pekerja kasar, tetapi setelah suamiku datang dia terus saja menganggu ku dan memintaku menikah dengannya entah apa yang di sukai dari ku"jelasnya dengan sedikit menyelipkan sedikit cerita masa lalunya.


"karena aku mencintaimu sayang"sahut vernando.


"aa...so sweet"mereka berdua sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta.


"oh iya apakah kalian akan pulang atau menetap di sini beberapa hari?"tanya vernando.


"kami akan di sini mungkin tiga hari dan akan kembali secepatnya"jawab Rendy dengan santai karena menurutnya menemukan teman ngobrol yang sefrekuensi karena dari temanya yang lain hampir semua menetap di luar negeri bahkan Nanda yang dekat dengannya belum menikah jadi belum tau dunia per bapak bapakan.


"sebenarnya aku berangkat ke Singapura sendirian karena Vera sedang hamil tua tidak bisa perjalanan jauh, jadi aku ingin dia punya teman ngobrol mungkin istrimu bisa membantuku"ucap vernando sedikit membuat kata kata Rendy sulit keluar antara ya dan tidak.


"berapa hari?"tanya Rendy sedikit was was.


"sekitar dua Minggu"jawabnya.


"kayaknya ngga bisa,kau tau kan dia juga harus bekerja dan anak kami tidak hanya satu"pernyataan Rendy membuat vernando berfikir ulang.


"sayang....."pekikan Vera dan Rania membuat kedua bapak dan calon bapak menoleh ke arah mereka.


"lihatlah Reandra menyentuh perutku dan bayi kita menendang"ucap Vera kegirangan melihat anaknya menendang dengan mengikuti arah tangan Reandra yang berada di perutnya.


"ini tidak adil"ucap vernando.


"kenapa?kau takut tersaingi dengan anakku"sahut Rendy.


"dia tidak pernah menendang saat ku usap,tapi kalau wajahku yang di dekatnya dia akan menendang"gerutunya membuat yang lain tertawa mendengarnya.


"sepertinya mereka cocok, kalau mereka sudah besar nanti kita jadi besan saja"tawar Vera hal itu membuatnya pekikan terdengar dari suaminya.


"tidak sayang, kenapa harus di jodohkan?"protesnya.


"kalau itu aku tidak bisa bilang setuju, karena mereka yang memiliki hak untuk memilih pasangannya kelak"jawab Rania.


.


.


.

__ADS_1


happy reading


__ADS_2