Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
38.sikap waspada 2


__ADS_3

malam itu semua orang di kediaman Franziska bergegas untuk keluar.rania sudah memikirkan rencana agar tidak diketahui oleh seseorang yang memantau dari cctv dan juga alat penyadap yang terpasang di seluruh penjuru rumah.


Rendy dan Rania keluar terlebih dahulu membawa anak anak mereka karena ingin pulang ke apartemennya.lalu yang kedua adalah kedua orang tua Rendy dengan mengunakan pakaian formal seolah ingin menghadiri pesta.disusul Lana dan juga Sasa yang ingin pergi bertemu dengan teman temannya.


setelah sudah agak jauh dari kediaman Franziska Rania langsung turun dari mobil membawa kedua anaknya dalam gendongannya.di sana sudah ada bawahannya yang sudah menunggu.Rendy yang baru saja turun diminta Rania untuk meletakkan kedua anaknya itu di mobil yang lain.


"mana"Rania mengadahkan tangannya seolah meminta sesuatu.


"ini nona"salah satu bawahannya memberikan Rania pistol,Rendy yang melihat hal itu membulatkan matanya.


"yang"Rania maju ke depan mobil Rendy"diam disitu"ucapnya masih fokus dengan target yang menganggu.rania membuka pintu mobil bagian depan dan...


dua tembakan terdengar cukup keras, sasaran Rania adalah alat penyadap dan juga cctv kecil yang berada di dalam mobil Rendy.


"apa yang kamu lakukan tadi?"tanya rendy masih dengan wajah syok.


"sudah aman, karena aku tidak bisa mengambil kedua alat itu dengan tangan kosong dan tanpa program.jadi cara satu satunya adalah menghancurkannya"jawab Rania.


"kalian bereskan semuanya, lakukan seperti rencana awal"tegasnya kepada para bawahannya.


"baik nona"


"masuklah akan ku jelaskan nanti"ucapannya dengan senyum tipisnya.rendy hanya bisa mengangguk mengerti,dia hanya bisa pasrah karena tidak tau situasi sebenarnya.


akhirnya salah satu bawahannya membawa mobil Rendy pergi, karena memang yang tersisa adalah alat pelacak.tidak lama setelahnya mobil papa dian tiba di sana dengan mengambil jalur yang berbeda agar tidak di curigai.sama seperti yang Rania lakukan seperti di mobil Rendy yaitu merusak kedua alat pengintai.


Mama Tia dan papa dian juga kaget apa yang dilakukan oleh Rania barusan.mereka tidak percaya bahwa gadis di depannya yang memiliki sifat yang tenang dan baik berubah menjadi orang yang kejam dan bringas dalam sekejap saja.tatapan mata Rania berubah menjadi sangat tajam dan tidak ada sedikit pun senyum di wajahnya.


"papa dan mama tunggu di mobil saja,aku akan menunggu Sasa dan Lana"ucap Rania dengan tegas dan datar.


setelah menunggu akhirnya mobil Lana dan Sasa tiba dengan keadaan ada yang membuntuti mereka.


"sial mereka curiga"umpat Rania pelan.


"rubah rencana awal"perintah Rania kepada yang lain.


"baik nona"


Rania mencoba mengecoh orang yang mengikuti kedua adik rendy.dengan begitu seseorang bisa membawa Lana dan Sasa ke mobil yang di tempat oleh yang lain.lali membawanya pergi dari tempat itu sesuai perintah Rania.


setelah menembak dua alat pengintai itu Rania langsung melawan orang yang mengikuti mobil Lana tadi.tidak lupa Rania mengunakan penutup wajah meskipun tidak berganti baju serba hitam.

__ADS_1


"siapa kalian?"teriak orang yang berada di hadapan Rania.mereka berjumlah 3 orang, sedangkan Rania Rania hanya membawa satu bawahannya saja.


"seharusnya aku yang bertanya siapa kalian?"ucap Rania dengan nada datar.


"kau itu hanya seorang perempuan lebih baik diam"ucap salah satu dari mereka.


Rania mulai menampakkan senyum seringainya"serendah itu pandangan kalian tentang perempuan"Rania tersenyum sinis.


bugh


Tampa banyak drama lagi Rania langsung menyerang mereka dibantu oleh satu bawahannya.


"j*l*ng"teriak mereka.


bugh


bugh


krekk


bugh


tiga tembakan itu membuat mereka terkapar.rania hanya menembak bagian kaki mereka agar tidak bisa kabur.


"ikat mereka,bawa ke mobil kita kembali ke markas"perintahnya kepada bawahannya.


"baik nona"


......***......


mobil milik keluarga Franziska yang masih terdapat alat pelacakannya di bawa oleh anak buah Rania ke suatu tempat sesuai perintah Rania.sedangkan keluarga Rendy sementara Rania bawa ke markas untuk keamanan mereka.


Rania tidak mau kecolongan lagi sekarang,sudah cukup sampai disini dia harus mencari celah untuk jalan keluarnya.


mengenai kabar Demian masih sama tidak ada perubahan selama dua Minggu ini.rania bahkan ingin membawanya ke luar negeri,tetapi karena situasi tidak bisa dikendalikan yang membuatnya harus waspada.luis terus saja menanyakan kabar kakaknya hingga membuat Dandi kewalahan untuk mencari alasan.


kembali ke keluarga Rendy, awalnya mereka bingung di mana mereka berada.setelah dijelaskan Dandi yang memang ada di markas akhirnya mereka mengerti.


"Dandi,kenapa kamu berada di sini?ini di mana?"tanya Sasa mewakili kebingungan semuanya.


"tenanglah,kalian semua aman berada di sini,ini adalah tempat miliki Rania dan tentunya semua yang ada di sini tidak akan menyakiti kalian"jawabnya dengan nada tegas dan terkesan datar.

__ADS_1


"kamu tidak sakit kan dan?"tanya Sasa bingung, karena biasanya Dandi akan bersikap ramah dan murah senyum.


"situasinya berbeda, di sini aku pemimpin kedua setelah Rania,jadi wajar aku bersikap seperti ini"jawabnya lagi dengan senyum tipis.


tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Rania sampai di depan markas.mereka yang berada di dalam ikut keluar untuk melihat apa yang terjadi.


blemm


Rania keluar dari mobil dengan wajah yang datar dan dingin.semua bawahan yang berada di markas berdiri untuk menyambut kedatangannya.


"selamat datang nona abay"ucap mereka dengan serempak dibalas anggukan kepala olehnya.ucapan semua orang yang berada di sana membuat keluarga Rendy menjadi terkejut.


"bawa ketiga orang yang berada di mobil itu untuk di interogasi"perintah Rania dengan nada tegas.


"baik nona"


"sayang"panggil Rendy saat Rania berjalan mendekatinya.


"akan aku jelaskan nanti, sekarang kalian istirahatlah terlebih dahulu ini sudah malam"jelas Rania.


"kalian semua tidak apa kan berada di sini untuk sementara waktu"sambungnya.


"ngga papa kok ay,ini kan demi keselamatan kita iya kan ma"jawab Sasa.


"iya ay,mama percaya kok sama kamu"mama Tia membenarkan ucapan Sasa.


"Dandi antarakan"perintah Rania.


"baik nona,oh iya ay bayi Demian ngambek ngga mau ngomong"ucap dandi santai.


"biarkan jadi urusanku"rendy yang mendengar hal itu meyeritkan dahi bingung.


"bayi siapa yang?,si kembar kan lagi tidur"tanya rendy penasaran.


"nanti kamu juga tau"jawab Rania.


mereka semua diantarkan oleh Dandi ke kamar masing-masing,kini di luar markas hanya ada sepasang kekasih yaitu Rendy dan Rania, juga anak buah Rania yang sedang berjaga.kalau tentang si kembar tentu sudah di ambil Kakek dan neneknya.


"kak di mana kakak ku,kenapa semua orang tidak mau menjawab ku"ucap seseorang yang baru datang merusak suasana damai sepasang kekasih itu.


"ka..kakak"Rendy yang mendengar ucapan dan melihat orang tersebut merasa terkejut.

__ADS_1


__ADS_2