
1 bulan telah berlalu
pagi hari ini Rania sedang pusing kala kedua anaknya sedang sakit.dari tadi malam kedua bayi itu terus menangis.rania dan kedua babysitternya tidak sanggup menenangkan mereka.mereka aku tidur saat berada di gendongan Rania sedangkan saat diletakkan di tempat tidur beberapa menit kemudian akan menangis.karean hal itu Rania harus begadang dan hari ini dia akan membawa mereka untuk periksa kerumah sakit bersama Rendy.
mengenai para sahabat Rania,Lisa dan Sheila memilih bekerja di tempat yang sama seperti rania.mereka berdua diterima kerja di divisi yang berbeda.lisa masuk di divisi pemasaran sedangkan Sheila di divisi keuangan.dan untuk sahabat Rania yang satu ini sudah menjadi dokter spesialis syaraf di rumah sakit terbesar di kota itu.rumah sakit itu dibangun oleh kakaknya sendiri dan dikelola oleh mama Tia yang sebentar lagi akan diambil ahli oleh Sasa sepenuhnya.
kembali kepada Rania.
saat ini semua orang di apartemen itu sedang sibuk mengurus si kembar.kedua bayi itu rewel saat ditinggal oleh mommynya.rania pusing harus bagaimana, terpaksa dirinya menunggu Rendy untuk datang.
Rania pun meminta izin untuk tidak masuk hari ini,langsung kepada sang CEO yaitu Lana.
*ngga papa lah kan minta izinnya sama calon adik ipar eak*
10 menit berlalu
akhirnya Rendy sampai di apartemen Rania.saat memasuki kamar Rania, rendy disuguhkan dengan pemandangan yang sangat langka.dimana Rania tidur dengan posisi duduk dengan mengendong si kembar.seketika hati Rendy menghangat,dia lalu mengambil ponselnya dan mengabadikan momen tersebut.lalu beralih untuk mendekati mereka dan membelai pipi mommy kedua bayi itu.
Rania yang merasa ada seseorang yang membelai pipinya pun membuka matanya.
"mas Rendy sudah datang"ucap Rania.
"iya,siniin si kembar pasti capek ya"ucap Rendy mengambil ahli kedua bayi yang sedang tidur itu.
saat dipindahkan kepada Rendy kedua bayi itu sedikit terganggu,itu yang membuat Rania berkeringat dingin takut mereka bangun lagi.setelah memindahkan kedua bayi itu orang tua muda itu bernafas lega.
"aku mandi dulu ya"ujar Rania yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rendy.
"kalian lucu sekali saat tidur,cepat sembuh ya anak anak Deddy"batin Rendy sambil mengecup pipi baby Ale berpindah ke pipi baby Ald.
mungkin ini memang Aneh,tapi memang saat berada di gendongan Rania dan rendy kedua bayi itu tidur dengan tenang.tetapi saat di gendongan kedua babysitter atau diletakan di tempat tidur mereka akan bangun dan menangis.disisi lain Rania yang sudah menyelesaikan acara mandi pagi itu kebingungan karena lupa membawa baju ganti karena takut si kembar menangis.
"aduh bodoh sekali,di kamar juga masih ada mas Rendy lagi"batin Rania.
hampir 10 menit Rania terus mondar mandir di dalam kamar mandi tak berkeinginan untuk keluar.pikiranya serasa buntu tidak ada cara yang bisa digunakan.rendy yang menunggu Rania merasa aneh,kenapa dari tadi belum selesai juga pikirnya.akhirnya Rendy mencoba untuk memanggil Rania.
"yang lama sekali di kamar mandi,apa kamu butuh sesuatu?"ucap Rendy sedikit berteriak.karena memang jaraknya cukup jauh dan juga dia kesulitan untuk merubah posisinya karena mengendong dua bayi sekaligus.
Rania yang mendengar suara rendy sedikit membuka pintu kamar mandi, dilihatnya posisi Rendy belum berubah sama sekali.rendy yang melihat Rania mengintip dari balik pintu kamar mandi merasa bingung.
"ada apa yang kenpa tidak keluar?"tanya Rendy.
"aku lupa membawa baju ganti,bisakah mas keluar sebentar?"tanya Rania.
"nggak bisa yang,kamu lupa aku lagi gendong si kembar"jawab Rendy.
"kalau begitu mas Rendy harus tutup mata"ucap Rania.
"iya ini tutup mata"Rendy menurut saja karena dari tadi tangan sudah lelah mengendong baby Ale dan baby Ald.kedua bayi itu sekali tidak nyaman langsung bangun.
"jangan ngintip ya"ucap Rania.
__ADS_1
"iya iya ngga nginep cepat ya,nintip juga ngga papa langsung ku bawa ke kua"ucap rendy melontarkan candaan.
“mas”
Rania keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk yang dililitkan ke tubuhnya.dia langsung berlari menuju almari pakaian.setelah selesai dia langsung menghampiri Rendy untuk membantu mengendong si kembar.
"udah buka matanya aku udah selesai"ucap Rania sambil mengambil ahli mengendong baby Ale.
"udah,ayo berangkat"ucap rendy sambil bangkit dari duduknya.
mereka keluar dari kamar Rania,kedua babysitter sudah menyiapkan keperluan kedua bayi itu.rania dan rendy segera berangkat menuju rumah sakit.hari ini Rendy membawa supir,jadi dia bisa menjaga si kembar bersama Rania.setelah sampai di rumah sakit Rendy dan Rania langsung menuju poli anak, karena rendy sudah lebih dulu membuat jadwal lewat mama Tia.
saat mereka sampai di depan ruangan dokter poli anak,disana ternyata sudah ditunggu mama Tia.
"kalian sudah datang,ayo masuk"ucap mama Tia mengambil baby Ald dari troli bayi yang dibawa rendy.
semua pemeriksaan kedua bayi itu berjalan lancar.baby Ale dan baby Ald tidak perlu dirawat di rumah sakit.setelah semua selesai mama Tia mengajak mereka untuk makan siang di kantin rumah sakit.
"ayya kamu makan saja ya,biar mama yang menjaga baby Ale dan baby Ald"ucap Mama Tia.
"tidak apa ma biar aku saja,mama da mas rendy saja yang makan"tolak Rania.
"tidak kamu harus makan,dari tadi pagi perutmu belum terisi apa apa"ucap rendy.
Rendy tahu Rania belum makan sejak pagi karena memang kedua bayi itu tidak bisa ditinggal lebih dari 3 menit.tadi Rendy juga bertanya kepada babysitter si kembar.
Rania hanya menurut saja,mungkin karena tidak mau berdebat.disaat Rania dan rendy sedang menikmati makanan mereka ponsel Rania berdering.
"assalamualaikum ada apa menghubungi ku?"Rania.
"waalaikumsalam,ini ada klien penting yang ingin bertemu denganmu.katanya kamu dan dia saling mengenal.dia akan kembali ke LA malam ini dan sekarang ingin bertemu denganmu"fera.
"berapa orang?,aku kan sedang cuti mana mungkin aku bisa bekerja"Rania.
"dua orang,dia hanya ingin bertemu denganmu tidak membuatmu bekerja kan.ini sangat penting tolonglah tidak apa tidak mengenakan pakaian formal masalah anakmu aku akan membantu menjaganya"fera.
"baiklah,aku akan kesana dalam 20 menit"Rania.
"baiklah, terima kasih assalamualaikum"fera.
"iya waalaikumussalam"Rania.
Tut Tut tut
setelah selesai Rania kembali ke meja yang ditempati oleh Rendy.
"mas,ma aku harus kekantor sebentar"ucap Rania.
"apa? bukankah kamu sudah mengambil cuti yang?"tanya Rendy.
"iya,tapi ada klien yang ingin menemuiku sekarang karena mereka akan kembali ke LA malam ini"jawab Rania.
__ADS_1
"baiklah aku akan ikut kesana"ucap rendy.
"apakah perlu kamu titipkan saja mereka kepada Mama?"tawar mama Tia.
"tidak perlu ma,aku hanya sebentar lagi pula mereka juga rewel saat ditinggal"jawab Rania.
"oh baiklah, habiskan makanannya isi dulu tenagamu"ucap mama Tia.
"iya ma"
***
setelah melakukan perjalanan selama 15 menit akhirnya mereka sampai di perusahaan Franziska cops.lalu Rania turun terlebih dahulu membawa baby Ale , sedangkan Rendy masih di mobil karena ada telpon dari nanda.biasalah sibuk, meskipun dia sedang tidak bekerja di kantor, Rendy masih menyempatkan diri untuk bekerja bila ada waktu.
saat berjalan menuju lift suara seseorang yang menghentikan langkahnya.
"berhenti,kau siapa? kenapa masuk kedalam kantor ini senaknya"teriak orang tersebut.
Rania langsung menoleh ke sumber suara,lalu menunjuk dirinya sendiri"saya?"
"iya kau, siapa lagi disini"ucap orang itu.rania yang melihat penampilan dari wanita tersebut sedikit risih, bagaimana tidak dengan dandanan bedang berlapis lapis dan lipstik yang berwarna merah terang.apalagi baju yang dikenakan dari bagian atas saja sudah nampak belahan dadanya.
"kamu ini mau kerja di kantor atau di klub sih?"tanya Rania dengan wajah datar.
"apa kau bilang? jangan cepat pergi dari sini sebelum aku panggilkan satpam"Rania diam tak bergeming dan hanya menatap wanita itu dengan dingin.
"dimana resepsionis lama?"tanya Rania.
"sedang cuti melahirkan,kenapa Lo tanya mau cari alasan?"ucap wanita itu sombong.
di lobi kantor sedang tidak banyak orang Karena sedang jam bekerja.hanya ada beberapa yang lewat karena memiliki urusan diluar kantor.
"itu orang nggak ada etika ya, padahal didepannya itu jabatannya lebih tinggi darinya cuma lagu pakai pakaian kasual doang.cari mati nih orang"
"iya tuh, kayaknya nona Rania sedang cuti dan punya urusan mendadak makanya datang ke kantor"
"baru kerja sehari aja udah seenak jidatnya"
"ngga guna banget sih tuh orang"
itulah yang diucapkan para staf yang berada disana saat ini.bahkan ada seorang staf yang ingin mengingatkan tetapi berhenti karena ditatap rania.Rania tidak menghiraukan ucapan resepsionis itu dan juga para staf yang lain yang sedang berbisik-bisik.rania langsung menuju lift karena mungkin sudah ditunggu terlalu lama oleh klien."hei berhenti disana,siapa yang mengizinkan masuk,kau juga ngapain bawa bayi kesini kalau mau minta sumbangan di tempat lain aja"teriak wanita itu menarik tangan Rania.
karena teriakan wanita itu baby Ale yang ada di gendongan Rania menagis.rania langsung menghempaskan tangan wanita itu dan mencoba menenangkan baby Ale.
"kamu ini kenapa sih, seharusnya kamu itu sopan terhadap siapapun karena itu tugasmu"ucap Rania.
"Halah cepat pergi ,kalau nggak tunjukun kartu pengenal"ucap resepsionis itu.
"saya lupa tidak bawa,saya buru buru klien saya sedang menunggu"ucap Rania.
tetapi wanita itu tidak mendengarkan Rania sama sekali malah terus menarik Rania untuk keluar dari kantor itu.tangis baby Ale semakin kencang karena merasa tidak nyaman dan kaget, sedangkan Rania menahan diri untuk tidak menyerang wanita itu.
__ADS_1
"lepaskan dia...