
"ma, pa Rendy tidak ke sana dulu ya"ucap Rendy kepada kedua orang tuanya.
"iya mama ngerti kok, tadi juga Lana sama Elsa juga sudah bilang mengerti kondisi kalian. pasti berat juga untuk istrimu"jawab mama Tia.
"bagaimana kondisinya sekarang? apakah adanya dokter psikiater membuahkan hasil?"tanya papa Dian.
"sudah agak membaik, tetapi kata dokter psikiater. waktu yang dibutuhkan untuk sembuh adalah dari dirinya sendiri. kalau dirinya masih tidak ingin selesai ya mungkin akan lama. tentu itu juga membutuhkan dukungan dari keluarga. kemarin juga aku memangil psikologi pribadi istriku hasil nya pun sama"jelas Rendy secara panjang lebar.
"Kita usahakan bersama ya sayang. ya sudah mama sama papa pulang dulu sekalian sama adikmu"ujar mama Tia sambil mengusap rambut putra sulungnya.
"Mama sama papa anterin aku ke rumah sakit ya"pinta Sasa.
"kamu ada kerjaan sayang?"tanya mama Tia.
"iya ma,dan juga mobilku kan ada di sana jadi sekalian"ucap Sasa.
"Nanti sampaikan salam mama ke istrimu ya"rendah mengangguk patuh. karena ini siang hari Rania pasti tidur karena pengaruh obat,di temani oleh para jagoannya, tadi juga Andra ikut bergabung karena kelelahan perjalanan di antara Oma opanya.
Makanya di ruang tamu hanya ada Rendy,Sasa dan kedua orang tuanya. Setelah mengantar kedua orang tua dan adiknya Rendy pun ikut bergabung ke alam mimpi. mereka terlihat seperti keluarga yang sangat sempurna. Dimana hanya ada satu ratu di tengah tengah raja dan para pangeran tampan.
Menjelang sore ponsel Rania yang diletakkan di atas meja rias terus saja berdering. Bahkan buka sekali,tapi berkali-kali. Mendengar hal itu Rania pun bangun dan langsung beranjak mengambil ponsel miliknya.
"halo!!ada apa?"tanya Rania langsung.
"apa dirimu sudah sehat?"tanya orang di sebrang panggilan telepon itu.
"hemm, sudah"jawab Rania.
"aku ingin memberitahumu bahwa kakakmu pergi dari rumah bersama anak dan istrinya. ada sedikit masalah beberapa hari yang lalu. karena itu aku menghubungimu"sang penelepon itu adalah Dandi tangan kanan Rania sekaligus sahabatnya makanya dia cukup mengenal keluarga Rania.
"apa!! apa yang terjadi sebenarnya?"pekik Rania dengan suara agak keras hal itu membuat Rendy yang terbangun.
"kemarin aku mengunjungi sepupuku yang tinggal di sebuah kos dekat taman kota. aku tidak sengaja melihat keponakanmu bermain di sekitar halaman kos itu." Dandi menceritakan bahwa dia hanya ingin menyapa keponakan sahabatnya sembari memberikan makana ringan yang tadi di belinya di supermarket.
__ADS_1
Tetapi dia terkejut ternyata di sana juga ada kakak Rania yang sedang mengawasi keponakannya di gazebo yang tersedia di tengah-tengah area kos.
"loh kak Fikri,kok ada di sini?"sapa Dandi.
"Dandi....oh itu.....,kamu juga ngapain di sini?"tanya Fikri untuk mengalihkan pembicaraan.
"oh itu aku sedang mengunjungi sepupuku yang tinggal di sini, biasalah anak muda pingin hidup mandiri kak"jawab Dandi.
"ya sudah kak, sepupuku sudah menunggu. dan ini kasih ke anakmu"sambung Dandi.
"iya makasih ya"
Dandi memilih tidak bertanya lebih lanjut karena sudah pasti bukan jawaban jujur yang di berikan karena bisa dilihat dari peralihan pembicaraan tadi. Dia pun langsung bertanya ke sepupunya tentang kakak Rania. Kata sepupunya mereka baru pindah ke kos ini sekitar lima hari yang lalu.
Hal itu langsung di selidiki oleh Dandi, mengingat dia butuh tau karena Rania pasti belum bisa menangani masalah ini karena harus di rawat kemarin. dan setelah semua di selidiki dia langsung menelpon Rania.
"Oke,thanks sudah memberitahu dan membantuku. kau bisa libur dua hari besok"Rania langsung menutup telpon itu.
"ada apa sayang?"tanya Rendy karena melihat raut wajah istrinya yang bisa dibilang sangat tidak baik.
Sejak berakhirnya panggilan telpon dari Dandi Rania jadi melamun dan tidak bisa fokus akan satu kegiatan.
"hey....sayang....kamu kenapa?..."Rendy yang dari tadi bertanya soal makan tidak ada jawaban sama sekali oleh Rania.
"eh...aku ngga papa, tadi kamu bilang apa?"tanya Rania balik kepada suaminya.
"ayo makan malam,habis ini kamu harus minum obat"ucap Rendy lagi.
Akhirnya mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam. Semua anak anaknya sudah duduk dengan tenang di meja makan menunggu mereka di sana.
"mommy kenapa lama turunnya?"tanya ald.
"mommy masih sakit?"di susul pertanyaan dari Arsene.
__ADS_1
"mommy ngga papa kok sayang"jawab Rania cepat.
Seminggu kemudian Rania akhirnya bisa beraktivitas seperti sedia kala dan juga mereka sudah mengunjungi Lana dan Elsa untuk melihat bayi mereka.
Masalah kepergian kakaknya dari kediaman untuk Rania di diamkan begitu saja.Rania sudah menawari kakaknya untu tinggal di apartemen. Awalnya Fikri menolak tetapi Rania membicarakan soal anaknya yang masih bayi perlu perhatian Ekstra jadi lingkungan kos kurang cocok untuk bayi. Akhirnya mereka mau pindah ke apartemen milik Rania.
Rendy pun sudah tau masalah keluarga Rania, dia tidak bisa berkata ataupun menasehati karena memang itu kurang berkenan. Rendy hanya bisa menenangkan dan menyemangati istrinya.
"selamat siang,Tuan Fardhan. Silakan duduk"sapa Rania kepada kliennya siang hari ini.
"siang nyonya xavion. Terima kasih sudah mau menanggapi permintaan pertemuan ini. Saya sangat ingin meminta maaf atas semua kejadian beberapa Minggu yang lalu. Kalau saya tidak mengajukan wanita ular itu mungkin semua tidak akan terjadi, sekali lagi saya minta maaf
"ucap Fardhan dengan panjang lebar.
"Anda tidak perlu meminta maaf ini sudah jalan yang diberikan. Saya sudah menerima semua yang terjadi dan menerima semua ini"ujar Rania dengan nada tegas.
"Anda tenang saja,saya sudah melakukan pencarian agar wanita itu ditangkap dan saya pastikan dia tidak memiliki kesempatan untuk menghirup udara segar selama sisa hidupnya"tekad Tuan Fardhan.
"Tidak perlu tuan, dia sudah kami temukan. Anda hanya perlu merelakannya untuk kami hukum"selah Rania.
"Tentu saja,saya bahkan dari dulu sudah tidak perduli dengan. Hanya saja dia yang selalu mencari kesempatan untuk terus menempel pada saya"jawabnya.
Akhirnya pembicaraan tentang kejadian yang menimpah Rania dihentikan,dan diganti dengan pembicaraan kerjasama antara kedua perusahaan tersebut.
Derttt....derrrtt....
Menjelang malam ponsel Rania berdering menandakan ada pesan masuk ke ponsel miliknya.
Suami.
'Sayang, tadi ibu telpon cariin kamu. Katanya ibu mau ketemu kamu besok tadi telpon kamu katanya ngga di angkat. Cepat pulang ya sayang atau mau aku jemput'
^^^'Aku udah selesai,ini mau pulang ngga usah jemput tadi aku pakai supir'^^^
__ADS_1
Setelah menyampaikan pesan itu, Rania langsung bergegas menuju basemen untuk pulang.