Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
hilangnya kesempatan emas


__ADS_3

"Daddy.."teriak Reandra senang karena bertemu dengan Rendy.


"wah....jagoan merindukan Daddy ya"ucapnya sambil mengambil anaknya dari gendongan Rania.


"what?? Daddy....."


Semua yang berada di sana menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"siapa dia? kenapa orang asing bisa masuk ke ruangan ini seenaknya?"tanya Rendy kepada Nanda yang yang tadi bertujuan menjemput Rania.


"saya tidak tahu menahu tentang orang tersebut "ucap Nanda karena tadi sudah diperingatkan oleh Rania untuk tidak membicarakan kejadian sebelumnya.


"bagaimana bisa dia sepertinya ikut satu lift dengan kalian"sangkal Rendy dengan nada datar, tapi memang benar bahwa ruangan tersebut tidak bisa di masuki oleh sembarang orang kecuali klien penting atau sekertaris dan asisten CEO sisanya adalah keluarga Franziska yang bisa ada di sana.


"ada apa kak?" tanya Lana yang baru saja keluar dari ruangan meeting dengan dua orang laki laki yang memakai pakaian formal sepertinya.


"darling apakah kau sudah selesai?"Dewi dengan tidak tau malunya mendekat ke arah salah satu laki laki yang tadi bersama Lana.


"mengapa dirimu bisa ada di sini"ucapnya dengan nada datar.


"mengapa tidak bisa aku kan kekasih mu"jawabnya dengan nada manja.


"tuan Fardhan tolong lain kali jangan membawa orang sembarang masuk tanpa memberi tahu terlebih dahulu"terang Rendy yang dari tadi sudah jegah dengan orang asing yang memasuki lantai khusus itu.


"mohon maaf tuan Rendy saya benar benar tidak tau kalau dia bisa sampai kesini"sangga tuan Fardhan dengan nada datar dan menghempaskan tangan Dewi yang bergelayut di lengannya.


"saya juga kesini sebagai teman lama Rania"sahutnya dengan wajah kesal karena Fardhan yang menolaknya.


" hei...nona tadi saja kau menghina nyonya Rania dan mengatakan yang tidak tidak. mengapa sekarang malah berbalik arah mengaku teman .... lucu sekali lelucon mu itu"protes Nanda karena dari tadi sudah menahan unek unek-uneknya agar tidak keluar tetapi semua sudah di luar batas kekesalannya.


Protes Nanda mendapatkan tatapan tajam dari Rania tentu dia menyadari hanya saja mencoba untuk bodoh amat. karena saat ini pasti lebih mengerikan kemarahan dari Rendy.


"bodoh amat,yang penting aman dari Rendy saja bersyukur aku"

__ADS_1


"Apakah benar apa yang dikatakan oleh Nanda sayang?"tanya Rendy kepada istrinya yang menatap asistennya dengan kesal.


"sudahlah mas,ayo kita makan siang anakmu sudah tertidur dari tadi"tanpa sadar bahwa Reandra malah tertidur di gendongan Rendy tidak mendengarkan perdebatan yang ada.


"baiklah,aku masih ada urusan sebentar,kamu ke ruangan Lana saja duluan"Rania menganggu menyetujui ucapan Rendy dan berlalu pergi.


"perlihatkan masalah tadi Nanda" Nanda yang mendengar sahabat sekaligus atasannya itu pun langsung mengotak Atik ponsel miliknya dan mengeraskan rekaman suara yang tadi dia rekam saat perseteruan itu terjadi.


Hal tersebut membuat darah Rendy mendidih karena mendengar perkataan Dewi yang tidak tidak tentang istrinya.


"nona anda jangan berbangga hati bisa sampai keluar negeri dan merendahkan istriku. perkataan anda sangat tidak cocok dengan wibawa pasangan anda" ucap Rendy dengan tatapan tajam.


"mengapa tidak, pasti Rania bisa ada di sini karena menikah denganmu"meskipun terdengar sedikit bantahan dari Dewi tapi sebenarnya dia juga takut dengan tatapan Rendy.


"walaupun aku tidak menikahinya sekalipun dia akan tetap menjadi wanita yang sukses dan memiliki nama yang melambung tinggi"balas Rendy tangannya sudah mengepal menahan amarahnya.


"man mungkin dia hanya gadis desa yang mencari perhatianmu"bantahnya lagi namun sedikit lebih keras ucapannya.


"jangan lupakan jati dirimu sendiri yang juga berada dari desa yang sama dengannya. oh ya... tanya saja pada kekasihmu siapa CEO RA crop"tungkas Rendy dengan penuh penekan.


"maaf tuan apakah istri anda bernama Rania abaya?"tanya Fandi adik Fardhan yang menjadi asistennya.


"Tepat sekali"to the point Rendy lalu beranjak pergi menyusul istrinya yang berada di ruangan adiknya.


Fandi dan Fardhan saling bertatapan mata sedikit terkejut.


"apa maksudnya darling?"tanya Dewi meraih tangan Fardhan.


"bodoh sekali dirimu.... kau tau siapa Rania abaya itu dia....dia... akh... aku bahkan tidak bisa mengatakannya. dia adalah orang yang memegang dua perusahaan sekaligus dan yang kau hina tidak bisa tadi itu mampu menaklukkan arus bisnis di Italia bodoh sekali kau Dewi...."bentak Fardhan dan menghempaskan tangannya sekencang kencangnya.


"bagaimana aku tidak mengenalinya,aku sangat ingin bertemu dengannya "gumam Fandi.


"kau tau dengan keduanya menikah bisnis itu akan bersatu dan menjadi kerajaan bisnis besar"sambungnya lalu pergi dari tempat tersebut karena merasa kehilangan kesempatan emas.

__ADS_1


"tuan Lana kami permisi,maaf atas keributan yang terjadi "ucap Fandi dengan sopan dan mengejar Fardhan dan Dewi yang pergi duluan.


"salah siapa cari masalah" batin Lana lalu kembali ke ruangannya.


ceklek


"oh kau sudah kembali,ayo makan siang aku bawa banyak tadi"ucap Rania yan sedang menyuapi Rendy makan.


"aaiis...manja sekali dirimu kak"gerutu Lana melihat pemandangan di depannya.


"jangan banyak bicara,cepat makan dan selesaikan pekerjaan mu setelah ini aku akan membantu. Reandra ada di kamar dekat ruang kerjamu" jawab Rendy dengan santai menerima suapan selanjutnya dari istrinya.


"hah... lebih baik aku di bantu oleh kakak ipar dari pada olehmu karena dia lebih pengertian darimu"sahut Lana dengan nada mengejek.


"kenapa memangnya?"tanya Rania penasaran sedangkan Rendy tengah menatap tajam ke arah adik laki lakinya itu.


"tidak,hanya saja aku kan lebih dulu di ajari oleh kakak ipar lebih dulu dari pada kakak ku"balas Lana.


"aku bisa memban....."belum selesai Rania memberikan jawaban Rendy sudah memotong ucapannya.


"tidak ... tidak boleh... kamu lagi hamil. aku saja membatasi mu dari pekerjaan mu sekarang kenapa malah ingin membantu si tengil ini"omelnya kepada istrinya.


"dan kau, kau kan juga tau ibu hamil tidak diperbolehkan memiliki beban pikiran. apa lagi istrimu juga sekarang sedang hamil tua bukan, jangan mengada ada ikuti saja "sambungnya berbalik mengomeli adiknya.


huwaaa....


Dari Omelan Rendy menjadi suara tangisan yang terdengar dari kamar milik Lana yang berada di ruang kerjanya tersebut.


Kejadian itu membuat Rania yang tadi diam saja di karena perkataan suaminya menjadi menatap tajam ke arahnya. mungkin karena suara Rendy yang cukup keras membuat Reandra bangun terlalu cepat.


"sudah makan sendiri, Reandra pasti menangis karena bingung"ucap Rania lalu pergi ke kamar tersebut.


Rendy yang mendengar perkataan itu wajahnya menjadi pias dan menatap ke arah adiknya.

__ADS_1


sedangkan sang adik mengisyaratkan dengan tangan di arahkan ke leher seperti memotong sesuatu.


dengan kata lain dia berkata mampus..rasakan itu....


__ADS_2