Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
44.kehilangan semuanya(season 1 END)


__ADS_3

seorang perawat memasuki ruang ICU dengan hati hati.


"apa yang sedang kau lakukan di sini"tanya dokter Gery yang sedang memantau keadaan Rania.


"maaf dokter Gery saya di utus dokter Reno untuk memberitahu anda agar menemui beliau"ucap perawat itu dengan wajah menunduk.


"baiklah,tolong gantikan aku sebentar.aku akan segera kembali"ujar dokter Gery lalu berjalan keluar dari ruang ICU.


ceklek


beberapa orang berbaju hitam memasuki ruang ICU atas laporan dari perawat itu.


"kerja bagus,ini uang tutup mulut lalu pergilah dari sini"ucap salah satu orang itu memberikan amplop coklat berisi uang satu juta.


ceklek


salah satu orang berbaju hitam itu adalah wanita yang adalah ketua dari mereka.wanita itu maju mendekati brangkas Rania.


"tamatlah sudah riwayatmu,hahaha jangan mencoba sok jadi pahlawan dan aku tidak akan membiarkanmu merebut yang sudah seharusnya menjadi milikku"ucap wanita itu dengan nada angkuh.


"sayang sekali hidupmu harus berakhir di sini,selamat tinggal semoga kau bahagia di alam yang berbeda hahah"sambungnya dengan nada meremehkan.


"mulai rencananya,hanguskan ruangan ini hingga tak berbekas,owh kasihan sekali setelah ini dirimu pasti lebih tidak dikenali lagi hahah"perintah wanita itu lalu mencabut seluruh alat yang terpasang di tubuh Rania.sedangkan bawahan wanita itu memasang bom skala kecil di empat sisi ruangan itu lalu pergi dari tempat itu.cctv rumah sakit sudah di nonaktifkan dari satu jam yang lalu sebelum memulai rencana itu.


satu detik


dua detik


tiga detik


empat detik


lima detik


dan


Duarrrr


bunyi ledakan terdengar cukup keras, setelah ledakan ruang ICU terbakar dengan cepat para petugas rumah sakit mencoba memadamkan api yang berkobar semakin membesar.

__ADS_1


sedangkan di sisi lain seluruh keluarga Franziska dipaksa untuk kembali ke markas karena musuh masih mencari mereka sampai sekarang.dandi sudah berusaha mencari keberadaan dua anak kembar yang menghilang sejak tadi pagi belum ditemukan.penculik itu tidak memberikan cela sedikit pun.bahkan bagaimana bisa orang itu tau letak markas yang jauh dari keramaian dan dengan keamanan ketat,dia juga tau seluk beluk seluruh tempat di markas Avega beserta tatanan keamanannya.dandi sudah menduga bahwa ada seorang penghianatan di antara mereka.


"katakan siapa di antara kalian yang berjaga di dekat kamar kedua tuan muda?"tanya Dandi dengan nada tegas.dia sudah mengumpulkan seluruh anggota yang berjaga dari pagi sampai hari ini.


"maaf ketua mereka tidak ada di sini sekarang"jawab salah satu anggota pengawasan lingkungan.


"bagaimana kalian bisa melepaskannya begitu saja"bentak Dandi yang sudah di puncak kemarahan.


"mereka sudah menghilang bersamaan dengan menghilangnya kedua tuan muda"balas anggota pengawasan lingkungan yang lain.


"akh.. sial bagaimana aku bisa kecolongan seperti ini"ucap Dandi frustasi.


"kakak...kak Rendy...jangan gegabah"


"Rendy...nak..Rendy dengerin papa"


"Rendy..hiks.. berhenti sayang"


"kak Rendy.."


terdengar suara gaduh dari dalam markas, keluarlah Rendy dengan keadaan kacau dan tergesa gesa di ikuti keluarga Franziska yang lain dengan keadaan panik.dandi tentu juga ikut merasa panik, dilihatnya Rendy berlari menuju ke arahnya.


"ada apa ini?"tanya dandi tidak mengerti.


"apa kau tidak meletakkan penjaga di dekat tunangan ku ha...kenapa bisa terjadi ledakan di ruang ICU"bentak Rendy di depan wajah Dandi.


"aku sudah meletakan penjagaan ketat dan Luis juga ada di sana, bagaimana bisa terjadi.......apa ledakan bagaimana bisa?!!!"pekik Dandi kaget akan apa yang didengarnya.


mereka semua bergegas menuju rumah sakit dimana Rania dirawat.dengan perasaan yang kacau Rendy tidak diperbolehkan menyetir mobil sendiri alhasil Lana lah yang mengemudikannya.


"cepatlah kau ini lama sekali"bentak Rendy karena memang hatinya sedang gelisah.


"ini sudah cepat kak, tenangkan dirimu"jawab lana dengan nada yang sedikit membentak.


"bagaimana aku bisa tenang,kedua anakku menghilang dan sekarang Rania berada dalam bahaya.aku tidak mau kehilangan dirinya"lirih Rendy dengan tatapan sendu.


setelah sampai di depan rumah sakit sudah ramai petugas pemadam kebakaran dan pemindahan ruangan untuk pasien yang berada di dekat ruang ICU.


Blemm

__ADS_1


Rendy keluar dari mobil dengan cepat berlari masuk menuju ruang ICU yang terbakar diikuti yang lain.


"ha?ini tidak mungkin"ucap Rendy tidak percaya melihat ruangan yang ditempati oleh tunangannya terbakar habis.


"bagaimana keadaan tunangan ku yang berada di dalam sana? apakah dia selamat?jawab aku!!"tanyanya pada dokter Gery yang baru saja tiba.


"maaf tuan Rendy,pasien tidak berhasil kami selamatkan karena seluruh alat yang berada di tubuhnya dilepaskan dan juga akibat kebakaran itu pasien tidak bisa dikenali wajahnya.kami turun berduka cita nona Rania telah tiada.aya permisi"jelas dokter Gery lalu membungkuk sedikit badannya.


"ngga itu pasti bohong,gak mungkin akh.."Rendy menyelenggarakan kepalanya kuat,dia menjadi sangat frustasi karena mendengar berita meninggalnya rania.sedangkan mama Tia dan Sasa jatuh pingsan karena syok.


...*****...


semua berada di rumah besar keluarga Franziska untuk acara pemakaman rania.bahkan keluarga Rania yang berada di kampung dijemput oleh kedua sahabat Rania yaitu Lisa dan juga Sheila.


ibu Nina sudah pingsan dua kali karena syok yang berat karena mendengar anak perempuan satu satunya meninggalkannya selamanya dan juga kedua cucunya yang menghilang.sedangkan yang paling terpukul adalah Rendy hanya melamun dan menatap kosong ke arah depan.


dia merasa sudah kehilangan semuanya, semua yang dibangunnya tinggal setengah jalan harus berakhir selamanya.


"selamat tidur bintangku,aku berjanji akan menjadi kuat dan mencari kedua anak kita"batin Rendy sambil memegang tangan Rania yang terbalut kain putih.


"selamat tidur sahabat ku pergilah dengan tenang"ucap ketiga sahabat Rania.


...*****...


"saatnya kita berangkat,mari kita buat mereka senang dulu lalu kita habiskan sampai ke akarnya"ucap orang yang menemui Rania beberapa hari yang lalu.


"nona Veronica pesawat akan lepas landa lima belas menit lagi"ucap pilot itu kepada teman lama Rania yang dianggap mati oleh musuhnya ternyata masih hidup.dia hanya memalsukan kematiannya untuk melindungi keluarganya yang masih ada.dia adalah Veronica Alexandre anak kedua dari tiga bersaudara sekaligus putri satu satunya dari keluarga Alexander.


mereka melakukan perjalanan ke Singapura tempat bersembunyi Veronica selama dua tahun ini mengunakan jet pribadi keluarga Alexander yang diambilnya tanpa sepengetahuan Demian dan para penghianatan keluarga Alexander dibantu orang kepercayaan Rania yaitu rayan.


saat ini Rania dan Demian berada di dalam ruangan khusus media di dalam jet pribadi tersebut.di ruangan lain ada Luis yang masih pingsan karena ulah Veronica sebelum musuh melakukan rencananya.sedangkan di ruangan satu lagi ada Veronica yang sedang menjaga kedua anak rania.ya memang yang menculik kedua anak Rania adalah Veronica atas permintaan Rania sebelumnya.


"mari buka lembaran baru di tempat tinggal yang baru"


.........


........


.......

__ADS_1


...Season 1 End...


__ADS_2