Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
29.kelulusan


__ADS_3

beberapa hari kemudian keadaan keluarga Rendy semakin membaik, hubungan mereka sudah semakin dekat dan sekarang tinggal bersama di rumah besar kediaman keluarga Franziska.untuk sementara rumah milik Rendy dibiarkan kosong jika Rendy sudah berkeluarga baru ditempati kembali.


selama beberapa hari ini juga Rania masih mendiamkan Rendy hingga membuat rendy frustasi membujuk Rania dengan segala cara tapi tetep tidak mempan.


seperti saat ini Rendy sedang berada di perusahaan Franziska cops.lebih tepatnya berada di ruangan CEO yaitu ruangan Lana.


"aduh kak berhentilah berjalan kesana kemari aku pusing tidak bisa mengerjakan pekerjaanku"ucap Lana frustasi karena kakaknya dari tadi berdiri didepannya sambil berjalan kesana kemari seperti orang kebingungan.


"Lana jangan hanya berkomentar saja berikan aku solusi untuk membujuk calon kakak iparmu"ujarnya.


"kenapa harus aku,aku kan baru mengenalnya beberapa bulan.kakak tanyakan saja pada kembaran ku Sasa dia yang sudah lama berteman dengannya.mungkin dia tau cara membujuknya"jelas Lana.


"aku harus apa Sasa juga mendiamkan ku"ucap rendy.


"aku juga tidak tahu,jalan satu satunya kakak coba bujuk Sasa dulu.kasih uang untuk shopping mungkin dia akan luluh"ucap Lana memberikan saran.


"baiklah aku akan mencobanya, kenapa aku tidak kepikiran hal itu padahal kalau Sasa diancam tidak dikasih uang pasti patuh"ucap rendy.


"itu kakak tahu, mungkin kakak tidak memikirkannya karena terlalu memikirkan cara membujuk kak ayya saja"ucap Lana.


Lana dan papa Dian akan memanggil ayya seperti panggilan orang terdekatnya yang lain.


"oke pergi dulu ya, assalamualaikum"ucap rendy sambil keluar dari ruangan Lana.


"kenapa nggak dari tadi sih,bikin pusing orang aja.untung kakak"gumam Lana. lalu menyelesaikan pekerjaannya yang tertuda karena kakaknya Rendy.


***


sebelum membujuk Sasa, Rendy menyempatkan diri untuk mampir ke ruangan rania.biasalah biarpun tak bicara yang penting ketemu.sesampainya didepan ruangan Rania, Rendy menghentikan sekertaris Rania yang ingin memberitahukan kedatangannya.rendy masuk dengan pelan agar tidak menggangu pekerjaan Rania.


Rania yang sedang menyelesaikan pekerjaannya merasakan ada yang datang ke dalam ruangannya.lalu matanya yang sedang membaca berkas mengalihkan pandangannya kedepan.nampak Rendy sedang berjalan kearahnya dan duduk di kursi di depannya.


"yang udah ya marahnya,aku kangen sama kamu, baby Ale dan baby Ald.plis ya nanti malam aku ke apartemen kamu"ucap rendy.


"tuan muda Rendy silahkan keluar saya masih banyak pekerjaan"ucap Rania datar.


"yang,ayolah sayang.."

__ADS_1


"keluar"


akhirnya rendy yang tidak bisa membantah akhirnya keluar dari ruangan itu.


***


hari ini adalah hari istimewa para sahabat Rania,hari dimana mereka lulus dan melakuka wisuda.saat ini adalah saat yang bahagia bagi Sasa karena di hari kelulusannya dia bersama keluarga yang lengkap.begitu juga dengan Sheila kedua orangtuanya datang dari kampung untuk menemaninya.sedangkan Lisa hanya ditemani sang ibu dan adiknya yang masih duduk di bangku SMA.


Rania datang bersama dengan Rendy karena dari pagi Rendy sudah menganggu rania.dari sehabis sholat subuh sampai saat ini dengan mengunakan alasan bertemu si kembar.rania tidak bisa melarang karena mereka sudah terbiasa.rendy yang menjadi figur seorang ayah bagi kedua bayi itu dan Rania yang menjadi figur seorang ibu bagi mereka.rania tidak bisa dengan kejam memisahkan mereka karena sedang marah pada rendy.


alhasil mereka berangkat berdua dengan di kembar digendong mereka.sedangkan papa dan mamanya berangkat terlebih dahulu bersama Sasa dan lana.


sesampainya diparkiran kampus mereka keluar dari mobil.rendy keluar terlebih dahulu untuk mengambil baby Ale dari gendongan Rania.mereka berjalan dimana para sahabatnya berada karena sudah ditelpon sebelum turun dari mobil.jangan tanya lagi kenapa Rania bisa langsung tahu posisi mereka,itu karena Rania juga berkuliah disana dulu bersama mereka tetapi Rania dan Sasa lebih dulu lulus,sedangkan Sasa kembali melanjutkan kuliah S2 dan sekarang lulus bersama Lisa dan Sheila.


sedari tadi semua mata tertuju kepada Rania dan Rendy.bagaimana tidak mereka mengunakan baju yang serasi.terlihat Rendy mengunakan jas berwarna silver,bayi kembar itu juga mengunakan jas ukuran mini dengan warna yang sama seperti daddynya.rania mengunakan dress panjang berwarna silver.bayu yang mereka kenakan semua dipilihkan oleh mama Tia


"bukankah itu Rania abaya lulusan terbaik tahun lalu"


"mereka serasi sekali"


"aaa lucu sekali mereka"


"pengen punya anak kembar"


"adu cute banget sih mereka,jadi pengen bawa pulang deh"


begitulah kira-kira apa yang diucapkan oleh orang yang melihatnya.


"eh kalian sudah sampai, aduh cucu omah tampan sekali"ucap mama Tia sambil mengambil baby Ale dari gendongan Rendy.


"cucu kita memang tampan,ma bawa pulang nanti kita Carikan baju yang bagus lagi"ucap papa Dian sambil mengambil baby Ald dari gendongan Rania.


"kalau itu mama selalu setuju,pasti cucu omah tetap tampan memakai baju apapun"ucap mama Tia sambil mengecup pipi gembul baby Ale.


"mama ini gimana sih mereka itu masih kecil sudah dijadikan model aja"ucap Sasa protes.


"apa sih kamu, sekarang mama sama papa sudah menyerahkan semua tanggung jawab kepada kalian kami ingin pensiun menikmati masa tua kami bersama cucu"jelas mama Tia.

__ADS_1


"mama kamu benar sayang segeralah menikah supaya papa bisa dapat cucu lagi"ucap papa Dian yang sedang asik bermain dengan baby Ald.


Sasa mendengus kesal"papa sama Mama kenapa sih,yang harus nikah duluan tuh kak Rendy bukan aku"


"kan kakak udah kasih cucu buat mama sama papa"ucap Rendy.


"sama aja,atau nggak Lana aja suruh duluan"ucapannya sambil menunjuk Lana yang sedang asik bermain game online di ponselnya.


"kenapa aku dibawa bawa kan aku paling muda yang lebih tua duluan"ucap Lana.


"kita ini cuma beda 5 menit nggak ada kata tua diantara kita"ucap Sasa tak terima.


"ya kan dimana mana perempuan yang harus menikah terlebih dahulu"ucap Lana.


"itu nggak harus kan"bantah Sasa.


"bisa diem nggak,udah pada besar masih pada berantem.malu sama yang kecil tuh diketawain sama si kembar"ucap Rendy sambil menunjuk ke arah bayi kembar itu.semua yang ada disana ikut tertawa karena kelakuan kembar beda jenis kelamin itu.


"udah udah jangan berantem terus"ucap Rania melerai pertikaian.


"btw selama ya para sahabatku atas kelulusannya"sambungnya sambil berjalan kearahnya ketiga sahabatnya dan memeluk mereka secara bersamaan.


mereka sudah seperti Teletubbies yang sedang berpelukan."makasih ya ay udah datang"ucap mereka secara bersamaan.


"iya sama sama"


mereka melepaskan pelukannya,dan Rania menghampiri para orang tua sahabatnya yang dari kampung.rania mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


***


sekedar info:


Sasa=jurusan kedokteran


Lisa=jurusan manajemen


Sheila=jurusan akuntansi

__ADS_1


__ADS_2