Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
21.permintaan tuan rahardian


__ADS_3

sore hari adalah jam pulang bekerja bagi semua pekerja di segala bidang termasuk Rendy dan Rania. saat ini Rania sedang berada di mobil bersama Rendy. tetapi yang dilakukan Rania dari tadi hanya melamun memikirkan apa yang sedang terjadi tadi. sungguh Rania tak habis pikir apakah memang sebuah kebetulan atau memang sudah takdir.


"ada apa yang?kok dari tadi diem Mulu" tanya Rendy sambil menggenggam tangan Rania.


"ngga papa mas fokus aja nyetirnya"ucap Rania.


"kalau dipikir-pikir memang ada kemiripan antara mas Rendy dan juga tuan Rahardian"batin Rania saat memperhatikan wajah rendy.


Rania kembali memikirkan apa yang diucapkan oleh pak Dian tadi.


FLASHBACK ON


"sebentar, apakah mereka adalah orang yang anda cari?"tanya Rania.


"benar"jawaban itu membuat Rania membulatkan mata sempurna.


"what!!"teriaknya dalam hati.


"lalu apa yang akan bapak lakukan setelah tahu tentang semua ini? apakah besok akan menemui mereka dan meminta maaf?"tanya Rania.


"sejujurnya saya ingin menemui mereka tetapi kau tahu kan sikap Rendy terhadap mamanya"Rania tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.


Rania tahu apa yang dimaksud oleh tuan Rahardian dia pun juga merasakan sikap Rendy yang overprotektif kepada orang yang dia sayangi.


bahkan Sasa sempat mengeluh karena bodyguard yang ditempatkan kakaknya untuk menjaganya selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. akhirnya Sasa merayu sang kakak agar bodyguard itu mengawasinya dari jauh. dan meyakinkan itu butuh extra sabar dengan penantian pengabulan.


sedangkan Mama Tia hanya memaklumi kalau anaknya ingin menjaga dirinya.asisten pribadi mama tia adalah orang yang dipilihkan oleh Rendy yang merangkap dua tugas sekaligus.


"jadi saya punya cara sendiri untuk kembali mendekati Tia, tolong jangan beri tahu ini kepada siapapun. termasuk Rendy dan Sasa, kalau mama mereka saja masih tidak percaya pada saya bagaimana dengan anak-anakku"jelas tuan Rahardian.


"baiklah saya mengerti"ucap Rania.


"kak apakah kakak bisa mempertemukanku dengan Sasa?"tanya Lana.


"bisa tapi tidak sekarang,dia akan lulus beberapa Minggu lagi mungkin dia akan sibuk"ucap Rania.


"baiklah tidak apa-apa, Kakak atur saja"ucap Lana.


"baiklah,kalau tidak ada kepentingan lagi saya permisi"pamit Rania.


"silakan"


FLASHBACK OFF

__ADS_1


Rendy yang merasa ditatap oleh Rania akhirnya menoleh kearahnya dan berkata"lihatnya biasa saja dong,aku tampan kan?"


setelah mendengar ucapan dari Rendy, Rania langsung sadar dari lamunannya.


"nggak kok aku tadi lihat ke luar jendela di samping mas"kilah Rania.


wajahnya sudah memerah seperti tomat karena ketahuan memandangi wajah Rendy.


"beneran nggak bohong kan, tapi kok wajahnya merah. ih gemes deh pengen cubit,sayangnya masih di mobil"goda rendy.


ucapan dan yang barusan semakin membuat Rania salah tingkah."ih apa sih sana fokus menyetir,nyebelin deh"


"iya siap nyonya xavion"ucapan rendy membuat mata rania melotot kearahnya tetapi si pelaku hanya cengengesan.sudah hilang karisma dingin dan datarnya di depan rania,dasar bucin.


setelah sampai Rendy tidak langsung pulang, melainkan sehingga untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang Daddy dan untuk lebih dekat dengan Rania. Karena Mama Tia tidak memperbolehkan Rendy untuk mengajak Rania keluar saat malam hari.


ceklek


Rania membuka pintu apartemennya dan terlihat di ruang tamu kedua babysitter si kembar menggendong baby Ale dan Baby Ald untuk menyambutnya pulang.


"selamat datang nona,tuan"ucap kedua babysitter itu.


"hmm"hanya itu jawaban dari Rendy dan juga Rania dasar dua kurub es utara dan selatan.ya begini kalau dua orang yang sama-sama kutub bertemu. nggak jadi hangat malah jadi makin dingin.


"bagaimana apakah mereka rewel"tanya Rania sambil mengambil ahli untuk menggendong baby Ale. sedangkan baby Ald digendong oleh Rendy.


tentang baby sitter itu, mereka adalah kakak adik. sang kakak bernama Lidia dan sang adik bernama Lily.


"baguslah, kalian beristirahatlah sejenak aku yang akan mengurusi mereka"perintah Rania.


"baik nona,kami permisi"ucap kedua babysitter itu.


"hmm"


"baby Ale udah wangi,nggak ngantuk sayang?"ucap Rania sambil mengecup pipi gembul baby ale.tidak seperti baby Ale, baby Ald masih nyaman dengan tidurnya.


"adiknya tidur kok baby Ale ngga"ucap Rania mengajak baby Ale berbicara sambil tangannya digenggam oleh baby Ale.


Rendy yang melihat pemandangan itu rasanya seperti memiliki keluarga kecil yang bahagia. dengan adanya kedua bayi itu hubungan Rendy dan Rania semakin lama semakin dekat. tak jarang Rendy selalu menghubungi Rania saat malam hari. karena dia tahu kalau bayi selalu mengajak untuk begadang jadi dirinya tidak pernah absen untuk ikut begadang.ingat cuy sultan tidak pernah kehabisan paket data bahkan handpone ada 5 buah.


dan waktu itu pula Rendy selalu menyelesaikan pekerjaannya saat malam hari rania pun juga begitu.


ceklek

__ADS_1


terdengar pintu terbuka dan memperlihatkan tiga orang gadis yang masuk ke dalam apartemen.


"assalamualaikum"


Rania dan Rendy mengalihkan pandangannya ke arah pintu."waalaikumussalam"


"baby Ale,baby Ald aunty datang"ucap Sasa sambil mendekat pada mereka begitu juga dengan Lisa dan Sheila.


"hai ay,kak Rendy"ucap mereka bertiga.


"hai juga"jawab Rania


"hai juga trio rusuh"ucap rendy meredam rasa kesalnya dalam hati.


"ih kakak kok trio rusuh sih, apaan coba bilang aja pengen berduaan nggak pengen diganggu. pakai bilang kita rusuh segala lagi"protes Sasa.


"iya nih"ucap Sheila.


Rania dan Lisa hanya tertawa kecil.


memang di antara mereka yang paling cerewet adalah Sasa dan juga. dan di antara mereka yang paling kalem adalah Lisa. sedangkan Rania itu barang yang tidak bisa ditebak bisa jadi dingin dan juga datar, bisa juga jadi orang yang galak, kalau dia berlagak sok kalem para sahabatnya pasti menyangkanya habis kerasukan.


"udah sana pulang ditungguin Mama di rumah, kamu bertiga mau nginep di sini malam ini.hus hus hus"ucap Sasa sambil mengusir rendy.


"awas ya nanti minta uang jajan"ancam Rendy.


"masih ada mama, dan dengan aku mengawasi kak Rendy dan juga ayya aku dapat uang double dari mama"ucap Sasa sambil mengejek Randy.


"udah mas pulang aja, besok baru ke sini lagi"ucap Rania.


"tapi kan aku masih mau di sini yang, sebentar lagi ya ya please!"ucap rendy merayu Rania.


"udah kak Rendy pulang aja, kuberitahu ya ay itu tugas kantornya tuh numpuk banyak. kak Nanda yang memberitahukannya pada ku"ucap Sasa.


mendapatkan tatapan tajam dari Rendy tetapi Sasa biasa-biasa saja karena dia sudah terbiasa."kenapa menatapku begitu memang fakta kan"ucap Sasa sambil menjulurkan lidahnya mengejek Rendy. dia ingin mengerjai kakaknya,dia tau bagaimana garangnya Rania kalau sedang marah.


sedangkan Rania yang mendengarkan aduan dari Sasa merasa sangat kesal kepada rendy."mas sekarang pulang selesaikan pekerjaanmu, kalau tidak selesai jangan berharap kamu bisa ke sini"ucap Rania dengan aura kemarahan.


melihat aura yang dikeluarkan Rania Rendy salivanya dengan kasar."ya aku pulang yang, akan ku selesaikan semuanya tapi jangan marah ya"ucap rendy.


"cepat pulang sana"ucap Rania menatap Rendy dengan tatapan tajam.


"iya yang, assalamualaikum"ucap Rendy sambil berjalan menuju pintu.

__ADS_1


saat berjalan di dekat Sasa Rendy terdengar mengucapkan sesuatu"awas saja nanti kau"gumam rendy tetapi masih didengar oleh Sasa.


Sasa meneguk saliva dengan kasar"aduh nggak enak nih perasaanku"sepertinya dia sudah salah cari lawan”oh tidak sumber duitku”teriaknya dalam hati.


__ADS_2