
..."orang tidak akan tau arti kepedihan sebelum mereka merasakan nya sendiri"...
..."lebih dari siapapun cintai dirimu sendiri terlebih dahulu itu karena kamu harus berdiri kokoh diatas kaki sendiri sehingga orang-orang disekitarmu bisa mencintaimu"...
pagi ini di perusahaan Ra company sedang terjadi kericuhan karena membujuk Rania untuk hadir di meeting dengan perusahaan Franziska cops.
"Nia, ayolah tidak apa waktunya kau muncul sekarang"ucap Veronica meyakinkan Rania.
"aku tidak mau Vero, berapa kali ku bilang kau saja bersama sekertaris ku"bantah Rania yang tidak mau pergi karena hatinya masih berat untuk kembali muncul di hadapan Rendy.
"bagaimana pun ketiga anakmu ada bersamanya,apa kau akan diam saja"ancam Veronica kepada Rania karena sudah lelah berdebat dengannya.
"apa kau bila,sejak kapan anak anakku bersamanya?"tanya Rania dengan nada suara naik satu oktaf.
"kemarin Rendy datang saat kau sedang tertidur"Veronica menjawab dengan sangat santai,Elsa yang berada di sana saja sudah merinding melihat Rania.
"ini pasti ulah mu kan Vero?"tanya Rania lagi sambil menahan emosinya.
"iya kenapa"jawab Veronica dengan memainkan kukunya dan tidak memperdulikan tatapan tajam Rania, dia sudah kebal akan hal itu.
"Elsa siapkan berkasnya kita berangkat sekarang!"perintah Rania lalu keluar dari ruangan.
"ba..baik kak"Elsa menjadi gugup dengan nada bicara Rania.
"Yesss berhasil"Veronica berteriak kegirangan sedangkan Elsa masih melongo melihat itu"adik kecil kau tidak perlu khawatir aku bersamamu,ayo"Veronica mengambil berkas di tangan Elsa lalu mengikuti Rania.
beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di perusahaan Franziska cops.dengan perasaan yang sangat bersalah harus mau untuk menghadapinya.
"ayo turun Nia"Veronica turun dari mobil membuka pintu bagian belakang lalu menarik Rania agar segera keluar dari mobil.
"aku bisa turun sendiri"Rania turun dari mobil mengunakan kacamata hitam.berjalan memasuki gedung perusahaan Franziska cops dengan wajah yang datar.
"selamat datang nona, perkenalkan saya Nanda asisten dari tuan Rendy"ya begitulah Rendy sudah mempersiapkan semua, sampai Nanda pun harus menunggu Rania sampai.
"aku sudah tau,dimana atasanmu itu aku ingin bertemu dengannya"tukas Rania.
"maaf..."belum selesai ucapannya sudah terhenti karena Rania membuka kacamata hitam miliknya.
"Ra..Rania ini beneran kamu Rania"Nanda sempat tidak percaya apa yang dilihatnya, karena dia hanya disuruh menjemput CEO dari RA company.seketika menjadi ricuh karena Nanda yang menyebutkan nama Rania agak kencang.
__ADS_1
"nona"teriak dua orang wanita berlari kearahnya.
"nona masih hidup"wanita pertama itu adalah Vera sekertaris lama Rania saat menjabat menjadi direktur di perusahaan itu.
"nona, syukurlah nona masih hidup"wanita kedua adalah Devi resepsionis yang pernah bermasalah dengan Rania tetapi masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.
nama Rania abaya paling terkenal di perusahaan Franziska cops.sampai seluruh staf yang bekerja dengannya merasa kehilangan.rania selalu memberikan peraturan-peraturan yang menurut mereka masuk akal untuk diterapkan dan bersikap adil tanpa memandang status.
poin penting yang masih teringat adalah Rania tidak suka orang sombong dan melampaui batas.dan juga mereka merasa nyaman dan terlindungi dalam bekerja karena Rania.
"kalian.."Rania sudah tidak bisa menyangkal lagi,dia sudah berdiri disini dan disambut oleh tatapan haru orang yang berada di sekitarnya.
"ada apa ini kenapa semua berkumpul,kembali bekerja"Rendy datang dari arah lift, mereka yang berada di sana hanya bisa kembali.
"tuan Rendy ada yang perlu dijelaskan"ucap Rania dengan tatapan mata tajam.
"tenang anak anak kita bersama opa dan oma nya"jawab Rendy mendekati ke arah Rania.
"siapa anak anakmu, mereka milikku"bantah Rania atas pernyataan Rendy.
"kita akan menikah, otomatis mereka juga anak anakku"kukuh Rendy terus menerus.saat ingin menggenggam tangan Rania,Rania lebih dulu melewatinya.
"mari kita selesaikan kerja sama kita"saat Rendy akan memegang tangannya, Rania langsung berjalan melewati Rendy untuk memasuki lift.rendy hanya bisa tersenyum tipis melihat sikap Rania berlalu mengikutinya.
selama beberapa saat meeting berjalan dengan lancar tanpa kendala.di kesempatan terakhir saat keluar dari ruang meeting Rendy langsung mengendong Rania secara paksa membawanya ke dalam ruangannya.
"lepaskan....turunkan aku.... tuan Rendy"Rania memberontak di dalam gendongan Rendy.
"panggil aku seperti biasanya"ucap Rendy tidak perduli dengan teriakannya.
"tidak akan terjadi tuan Rendy"Rania masih kekeh dengan jawabannya.
ceklek
pintu ruangan Rendy dibukakan oleh Veronica.
"selamat bersenang-senang"lalu menutupnya kembali dan menguncinya.
"terima kasih nona Vero"ucap Rendy.
__ADS_1
"Veronica Alexandre"teriak Rania sebelum pintu itu tertutup.
Rendy menurunkan tubuh Rania di atas sofa dengan dirinya berada di atasnya,hal itu membuat Rania seketika bungkam.
"kita menikah besok"ucapan Rendy membuat Rania seketika tersadar.
"itu tidak akan terjadi"ucap Rania mendorong tubuh Rendy mencoba untuk kabur,tetapi sayangnya pintu sudah dikunci dari luar.
"buka pintunya"teriak Rania sambil menggedor-gedor pintu.saat Rania berbalik badan rendy sudah berada di depannya.
Rendy mendekati Rania dan menyudutkannya di pintu dengan kedua tangan menahan Rania agar tidak kabur.
"apa yang kau lakukan?"tanya Rania saat Rendy menyudutkannya.
"aku akan tetap menahan mu di sisiku sampai kita menikah besok.kamu pikir hatiku menyerah begitu saja, tidak itu tidak mungkin bahkan sampai ke ujung dunia pun aku pasti mencari mu.sekalipun aku harus mengurung dirimu berada di sampingku selamanya" jelas Rendy dengan tatapan dingin yang tidak pernah dilihat oleh dia sebelumnya.
"aku tidak ingin kamu dalam bahaya saat berada di dekat ku,dosa ku terlalu banyak"ucap Rania dengan lirih.
"aku pun tidak perduli entah dalam bahaya atau apapun itu.kamu tetap milikku selamanya dan harus menikah denganku"kukuh Rendy.
Dia tidak perduli Rania seorang mafia atau bukan,tetapi dirinya sudah tidak mau untuk ditinggalkan untuk kedua kalinya oleh Rania.
...*****...
keesokan paginya semua dihebohkan dengan menghilangnya rania.tetapi Rendy tidak ambil pusing karena ketiga anaknya masih bersama Rendy.
mereka tetap melaksanakan ijab Kabul meskipun tidak adanya pengantin wanita.karean disana sudah ada keluarga dari Rania,maka pernikahan itu tetap terlaksana.
selesai mengucapkan ijab Kabul di depan semua keluarga sebagai saksi,Rendy langsung bergegas untuk mencari Rania yang kabur entah kemana.tetapi semua yang hadir disana merasa tercengang dengan mahar yang diberikan oleh Rendy.
bagaimana tidak kaget, Rendy memberikan dua puluh persen saham Franziska cops, lima puluh persen saham xavion cops,uang sebesar satu miliar dan satu mansion di Jakarta sebagai maharnya.
"fiks nia tajir melintir"ucap Veronica yang masih tercengang.
"definisi udah kaya tambah kaya karena mahar"Fikri rasanya ingin pingsan ditempat mendengar mahar yang diberikan kepada adiknya.
"edan sekali kakakku"ucap kedua adik kembar Rendy.
"begini nih kalau kutub udah bucin,ngga ngotak bawaannya"ucap Nanda.
__ADS_1
"papa bangga sama kamu Rendy"di antara yang lain hanya sang papa yang tidak terkejut.
"memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya"sahut mama Tia saat mendengar ucapan papa dian.