Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
36.saling egois


__ADS_3

“sayang aku merindukanmu”ucap rendy langsung memeluk rania dengan erat.


“mas disini ada orang”rania melepaskan pelukan mereka.


"maaf,aku terlalu menghawatirkan kamu, apakah kamu baik baik saja?"tanya Rendy sambil melihat keadaan Rania.


"aku baik baik saja"jawab Rania dengan santai.


"lalu mengapa mereka ada di depan kamar yang kamu tempati?"tanya Rendy lagi menunjuk manajer dan anaknya.


"dia adalah seorang bajingan, yang cuma modal tampan buat ngerusak anak orang"jawab Rania dengan wajah datar sambil menunjuk laki laki itu.


"ini kan hotel milik perusahaan papa kan"ucap Rendy memastikan.


"iya,dia mengunakan hotel ini seenaknya karena ayahnya yang seorang manager di sini"jelas Rania padanya.


Rendy memperhatikan sekitarnya dilihat laki laki itu tidak bisa bergerak dengan posisi masih berlutut dan dengan luka memar di wajahnya.tentu dia tau itu ulah siapa,karena dia pernah melihat Rania menotok kedua orang yang menculik baby Ale saat itu.


Rania menarik Rendy untuk masuk dan membiarkan kedua orang itu.


"apa mas rendy punya uang cash?"tanya Rania.


"ada"jawab Rendy dengan cepat.


"pinjamkan padaku,aku tidak punya uang cash"Rendy segera mengeluarkan uang berwarna merah dengan jumlah 30 lembar.


Rania yang melihat uang yang diberikan Rendy menjadi melebarkan matanya.


"ini untukmu,ada seorang bawahan ku yang akan menjemputmu untuk bandara dan aku sudah memesankan tiket pesawat untukmu"jelas Rania pada Elsa lalu memberikan uang sebesar satu juta kepadanya.


"untuk apa ini semua nona?"tanya Elsa tidak mengerti.


"kamu membutuhkan sebuah pekerjaan bukan,aku akan memberikan mu pekerjaan"jawab Rania,tetapi Elsa masih diam di tempat tidak menjawab perkataan Rania dengan raut wajah yang terlihat ragu.


"tenang aku bukan orang jahat,aku hanya ingin membantumu"sambungnya dengan senyum tipisnya.


"baiklah, terima kasih banyak nona"ucap Elsa sambil meneteskan air matanya.


"sama sama, ingat kamu berhak bahagia dan jangan ulangi lagi kesalahan yang sama"nasihat Rania kepada Elsa dibalas anggukan dengan tangis yang mengharukan.


"bolehkah aku memeluk nona sebagai seorang kakak"pinta Elsa pada Rania.

__ADS_1


"boleh, panggil aku kakak"ucap Rania dengan nada lembut sambil merentangkan kedua tangannya.


grep


"kakak..hiks"Isak tangis Elsa terdengar samar,begitu juga dengan Rania yang meneteskan air matanya.


"kak Risti ayya rindu,ngga kerasa ya sudah 3 bulan kakak pergi, beginikah rasanya menjadi seorang kakak yang menenangkan adiknya yang sedang menagis"batin Rania menagis mengingat tentang kakaknya.


"sungguh baik dan mulia hatimu,aku merasa beruntung memilikimu sayang"batin Randy melihat pemandangan itu.


tok


tok


tok


mereka menyudahi acara pelukan itu dan menghapus sisa air mata yang berada di pelupuk mata.


"siapa?"tanya Rania dengan suara serak sehabis menangis.


"ini saya nona"ucap orang yang berada di luar kamar hotel itu.randy mengerti situasi itu langsung membukakan pintu.


terlihat seorang pria berpakaian serba hitam seperti seorang bodyguard.


"selamat sore nona"


"Hem, lakukan sesuai apa yang ku perintahkan"ucap Rania dengan wajah datar dan berwibawa.rania tadi sudah mengirimkan pesan kepada bawahannya yang berada di kota kelahirannya untuk menyelesaikan semuanya.


"pergilah"ucap Rania sambil memegang bahu Elsa lalu dibalas anggukan kepala olehnya.


"jaga dia baik baik,kau tau kan apa taruhannya"


"baik nona"setelah itu mereka pergi tinggal rendy dan Rania yang berada disana.


Rania berjalan ke arah rendy dan menyodorkan sisa uang yang diberikannya.


"ini terlalu banyak,aku hanya butuh sepuluh lembar saja"ucap Rania sambil mengembalikan uang sisanya.


"untukmu saja sayang,toh aku juga belajar untuk menafkahi mu calon istriku"goda Rendy sambil mengedipkan sebelah matanya.


"jangan bercanda deh mas"kilah Rania sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena godaan dari Rendy.

__ADS_1


"aku serius sayang,aku datang kemari bersama orang tuaku meminta izin kepada orang tuamu untuk menjadikanmu pasangan hidupku"ucap Rendy dengan serius sambil menggenggam tangan Rania.


Rania menatap Rendy dengan tatapan yang sulit diartikan.rendy pun sama menatap Rania dengan serius dan harapan yang sudah terbaca jelas.


Rania melepaskan tautan tangan Rendy"apa apaan semua ini mas,aku masih belum siap"ucapannya dengan ekspresi yang sedikit kecewa.


"tapi aku ngga mau kehilanganmu,jadi aku ingin melamar mu.hanya lamaran kita menikah masih 5 bulan lagi"ucap Rendy mencoba meyakinkan Rania.


"tapi kamu jangan egois dong,aku juga perlu waktu"bantah Rania.


"iya aku adalah orang yang egois!!! karena aku ngga mau kehilanganmu.kamu butuh waktu sampai kapan?ha?Jawab aku!!apa sampai rasa cintamu hilang dan pergi dariku"bentak Rendy sambil mencengkram bahu Rania tetapi tidak sampai menyakitinya.


Rania menatap nanar wajah Rendy yang berada hanya sepuluh Senti saja dengannya."aku ngga tau"teriak Rania di depan Rendy lalu mendorongnya dengan keras.


amarah Rania hampir meluap,dia tetap menahannya dengan memejamkan mata dan menarik nafasnya dalam-dalam.sekilas bayangan masa lalu menghampiri Rania dimana kedua orang itu saling membentak.dia menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"ngga...akh..."amarah Rania meluap kembali dan cara satu satunya adalah memukul tembok.langsung saja Rania mendekat ke arah tembok,tetapi ketika dia ingin memukul lebih dulu Rendy memeluk Rania dari belakang.lalu menggenggam tangan Rania agar bisa meredam emosinya.


"tenangkan dirimu sayang,aku hanya ingin mengikatmu dalam hubungan ini agar kamu tidak pergi dariku.ku mohon jangan lukai dirimu sendiri hatiku sakit"ucap Rendy lirik hingga terdengar Isak tangisannya.mendengar hal itu hati Rania menjadi lemah,andai saja dia tidak memiliki jalan hidup yang serumit ini mungkin dia akan bahagia.tapi apalah dayanya nasi sudah menjadi bubur.dia hanya bisa terus menjalani saja.


Rania berbalik memeluk tubuh Rendy,lalu menghapus air mata yang ada di pipi Rendy.


"maafkan keegoisanku,bukan kamu yang egois tapi aku"Isak tangis Rania terdengar dan menyembuhkan raut wajah sedihnya di dada bidang Rendy.


"ngga sayang,aku tau yang kamu alami di masa lalu itu berat.mungkin tidak seharusnya aku membentak mu tadi"Rendy mengusap pucuk kepala Rania dan sesekali menciuminya.


"sudah ya,ngga papa kok,kamu ngga mau aku lamar sekarang.tapi kamu jangan tinggalkan aku ya"


"aku terima mas"ucap Rania lirih.


Rendy yang mendengar hali itu merasa senang, senyum serasa tidak ingin luntur dari bibirnya.


"terima kasih sayang"


...*****...


akhirnya Rendy dan Rania melakukan pertunangan denga sederhana di rumah rania.mereka hanya mengundang kerabat dekat karena memang persiapannya singkat dan cepat tanpa rencana sejak awal.tetapi masih diwarnai kebahagiaan semua yang hadir.


kedua orang tua Rania bersyukur akhirnya anak mereka ada yang menjaga, mungkin ada rasa bersalah yang sangat besar di hati pak Malik karena gagal menjadi seorang ayah yang baik.dimana ayah itu orang yang membuat anak perempuannya tersenyum dan tertawa di ingatan kecilnya,namun dia malah hanya memberikan ingatan yang pahit untuk putri satu satunya itu.


Rania tidak mengerti dengan alur cerita hidupnya, tetapi dia merasa akan terjadi suatu hal besar yang akan merubah hidupnya.dia bahkan bertanya tanya apa kebahagiaan ini akan bertahan lama.

__ADS_1


__ADS_2