Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
26.kalah cepat


__ADS_3

"yang boleh nanya ngga?"tanya Rendy.


"boleh"


"aku harus gimana sekarang, hatiku tidak bisa memaafkan.tapi kata mama semua itu tidak benar"ucap rendy.


"mama kamu benar mas yang kamu lihat dan dengar saat itu belum tentu benar.coba selesaikan dengan damai"ucap Rania.


Rendy melepaskan gengaman tangan mereka dan bangun,Rania mendekat kepada rendy"kenapa?"


"tapi aku tidak bisa,memori mengerikan itu terus berputar di kepalaku"ucap rendy putus asa.


"kamu harus bisa mencari kebenaran,jangan mudah terhasut, tidur ya aku temenin besok aku harus keluar kota.maaf tidak bisa menjagamu"ucap Rania.


"tidak apa, berapa lama hmm?"tanya Rendy.


"cuma 2 hari"jawab Rania.


"lama banget sih"ucapnya dengan wajah memelas.


"eh?"


"dosa ngga sih kalau dipukul lagi,kok tambah manja"batin Rania.


"cuma 2 hari buka seminggu mas"ucap Rania meyakinkan.


"ya kan sama aja,kalau gitu harus elusin kepalaku semalaman ngga ada penolakan.atau besok ngga bisa pergi"ucap Rendy.


"ha?"


"nanti kalau aku udah tidur ngga boleh pindah di sofa harus disini"ucap rendy memperingatkan.


"ha iya,mas harus janji gak boleh terhasut omongan orang lain, tunggu aku pulang baru selidik kebenaran"Rania hanya bisa pasrah, karena sekarang ada bayi besar.


"iya aku janji"


"sekarang tidur"ucap Rania sambil berbaring di brankas tersebut.disusul pelukan Rendy"iya selamat tidur sayang""selamat tidur juga"rania merasa beruntung bisa dicintai seorang rendy yang sifatnya tidak bisa ditebak.memang menurutnya lebih baik dicintai dari pada mencintai”semoga kamu bisa menghilangkan trauma mu bersamaku ku begitu juga aku” batin rania sambil mengelus kepala dan memandangi rendy sedang tidur.


saat Rendy sudah tertidur pulas Rania masih terjaga dengan lamunannya."dari semua penyelidikan ku ini ada yang tidak beres dengan kejadiannya.pelaku sebenarnya belum tertangkap"gumam Rania.


"seperti musuh yang mengincar perpecahan antara ayah dan anak.jangan sampai rendy percaya dengan sesuatu yang tidak benar"batin Rania.


setelah lelah dengan apa yang dipikirkan Rania tertidur pulas dengan posisi duduk dengan tanganya masih mengelus rambut rendy

__ADS_1


***.


di sebuah kamar hotel Rania sedang duduk di sofa mendengarkan perincian yang dibacakan sekertarisnya.sebenrnya Rania keluar kota ingin menangkap seseorang yang terlibat dalam konspirasi di kantornya.rania sudah menyelesaikan semuanya.tetapi saat menanyai beberapa tersangka mereka hanya berkata diajak bekerja sama oleh orang misterius dan dijanjikan kekayaan.akhirnya Rania lepas tangan dan diserahkan ke pihak berwajib untuk diadili.karena tindakan penggelapan dana dan pencurian file rahasia perusahaan.


"jadi mereka sudah ditangkap dan akan diberikan hukuman seberat beratnya tidak bisa dibebaskan dengan jaminan.mereka akan memberikan uang ganti rugi.sekarang semua sudah mulai stabil"jelas sekertaris Rania.


"baiklah kita akan kembali lebih awal"


"baik"


saat ditengah perjalanan pulang Rania mendapatkan telepon dari Sasa yang memberitahukan bahwa Rendy menuju perusahaan Franziska dalam keadaan marah.rania yang masih setengah perjalanan pulang meminta sekertarisnya untuk menambah kecepatan dan langsung menuju perusahaan.


tak lama ponsel Rania kembali berdering sang penelpon adalah dandi.dandi mengatakan beberapa saat sebelum Rendy menuju perusahaan Franziska cops dalam keadaan marah ada seorang laki-laki misterius memasuki ruang rawat rendy.karena saat itu hanya ada Rendy sendiri tidak ada yang menjaganya.Dandi bisa tahu karena dia selalu mengawasi Rendy sesuai perintah Rania.tentu saja melalui layar monitor agar tidak terlalu menonjol.


"sial,aku kalah cepat"umpat Rania dalam hati.


beberapa jam yang lalu.


seorang pria masuk ke dalam ruangan rendy.


"siapa kamu,kenapa masuk ke ruangan saya?tanya Rendy curiga.


"kamu ingin tahu yang sebenarnya tentang hubungan papa kamu dan orang yang menculik mu?"ucap pria itu.


"papa kamu berselingkuh dengan perempuan yang menculik kamu yang bernama gea.kamu diculik karena gea sakit hati karena dicampakkan oleh rahardian papa kamu.mama kamu tahu hal itu dan mereka mencoba menyelesaikan semuanya.tetapi setelah Gea menculikmu dan menyiksamu dia menculik adikmu Lana untuk mengancam mama kamu.jadi yang salah disini adalah papamu tuan rahardian yang selingkuh dan menimbulkan masalah bukan"jelas pria itu.


"itu tidak benar,mama ku tidak mungkin berbohong padaku"bantah Rendy.


"terserah kamu percaya padaku atau tidak yang penting aku sudah mengatakannya.tapi mungkin saja mama kamu menyembunyikannya semua kenyataan itu agar kamu tidak marah pada papa kamu"ucap pria itu.


"apa tujuanmu memberitahu semua itu padaku?"tanya Rendy curiga.


"aku hanya kasihan padamu,dan selamat tinggal"ucap pria itu dan pergi meninggalkan ruangan rendy.sebelum pergi dia menyerahkan amplop berwarna coklat kepada Rendy.


lalu rendy membuka isi amplop berwarna coklat itu.matanya melebar melihat foto papanya bersama Gea wanita yang menculiknya beberapa tahun yang lalu begitu berpelukan mesrah.dia tidak akan pernah lupa bagaimana wajah wanita itu karena itu yang terus menghantuinya saat ingatannya kembali.


"apa ini,aku sudah berjanji pada ayya agar tidak terhasut oleh orang lain"batin rendy.


Ting Ting Ting


tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya.saat Rendy membukanya matanya langsung melebar tak percaya apa yang dilihatnya.


pesan itu berupa video pak dian bersama Gea sedang bercumbu mesra di sebuah bar.dan video yang kedua adalah tentang pertengkaran tuan dan juga mama Tia.

__ADS_1


+62898*******


"apakah ini belum cukup bukti"


"apakah kamu tidak ingin membalas sakit hati mama kamu"


"pikirkan baik-baik saat ini Rahardian sedang ada di perusahaannya apa kamu tidak ingin menemuinya disana juga ada mama tersayang mu"


Rendy tahu sebelumnya Rahadian tidak ada di sini dia sedang di luar negeri sedangkan perusahaan Franziska cops dipegang oleh adiknya Lana.pikiran Rendy sedang kacau dan tidak karuan.hatinya ingin marah dia harus percaya.akhirnya dalam keadaan marah Rendy mengambil keputusan yang terburu buru.kepala rendy seperti mau pecah karena memikirkan semua itu.


dia melepaskan selang infus dari tangannya dan membuangnya ke sembarang arah.terlihat dari tangannya mengeluarkan darah.lalu keluar dari ruangannya.belun sampai jauh perawat sudah menahannya agar tidak pergi.tetapi yang namanya Rendy tetap melawan dan berontak.


perawat mulai kewalahan tak lama datanglah Sasa yang langsung membantu menenangkannya.


"kak tenanglah,kakak mau kemana.lihatlah tanganmu berdarah"ucap Sasa.


"aku tidak perduli,aku ingin menemui seorang tak tahu diri itu di perusahaan Franziska cops"ucap Rendy sambil berteriak.


"apa maksud kakak?"tanya Sasa.


"sudahlah aku ingin pergi"jawab rendy.melihat kondisi yang sedikit lengga Rendy mengambil keputusan itu untuk melarikan diri.


"kakak"teriak Sasa,Lisa dan Sheila yang sedang mengendong baby Ale dan baby Ald.sebenarnya mereka kesini bertujuan untuk menghibur Rendy agar tidak minta pulang karena Rania sedang ke luar kota.tetapi kenapa bisa jadi seperti ini pikir mereka.


"sa telpon Rania agar cepat pulang kalau tidak dia akan membuat keributan"ucap Lisa.


"baiklah"Sasa akhirnya menghubungi Rania setelah itu mengejar kakaknya.


***


"lebih cepat sedikit"


"tenanglah sebentar lagi kita sampai perusahaan nona"


rania dari tadi gelisa akan hal apa yang terjadi di perusahaan.


setelah sampai Rania langsung keluar dari mobil.dan masuk ke dalam perusahaan.benar saja disana sedang ada cek Cok antara ayah dan anak.dugaan Rania benar musuh mereka mengincar perselisihan antara ayah dan anak.disana ada pak Dian,mama Tia,Lana,Sasa,Lisa, Sheila dan juga si kembar.


"aku tidak pernah percaya dengan laki-laki pengecut sepertimu tuan Rahardian Franziska"teriak Rendy.


"bukankah kamu harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu sebelum menuduh.rendy Rahardian Franziska.mana janjimu untuk tidak terhasut"ucap Rania dengan tegas dan lantang.


"aku paling tidak suka ketika kata janji berubah menjadi kata maaf,dengarkan dulu baru marah"sambungnya dengan tatapan kecewa.

__ADS_1


"sa..sayang....


__ADS_2