
1 tahun kemudian
hari hari Rania diisi penuh dengan hal baru.dari mulai dirinya yang harus berhenti bekerja untuk mengurus baby rhea dan mengurus ketiga anak tampannya yang sudah harus memasuki masa pendidikan.
anak pertamanya Arsene memasuki sekolah dasar dan kedua anak kembarnya memasuki taman kanak-kanak.hal itu menjadikan Rania ekstra sibuk menikmati menjadi ibu rumah tangga.masalah perusahaan sudah diurus oleh suaminya untuk sementara.
memulai hal baru memang bukan hal mudah untuk kedua pasangan muda itu.semua tak luput dari bantuan kedua orang tua dari mereka. seperti saat ini mereka sedang bersiap siap untuk urusan masing masing.
Rania harus bangun pagi untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk suami dan anaknya.setelahnya mengurus kelima laki laki tampannya.
"sayang bangun,tolong jaga baby rhea sebentar untuk ku"ucap Rania sambil menepuk bahu Rendy yang masih tertidur lelap.
"Lima menit lagi sayang"Rendy membalikan badannya dan langsung memeluk Rania yang saat itu sedang mengendong bayi kecilnya.
"mas Rendy, bangun.aku harus membangunkan anak anak"ucapnya berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.
"iya iya ini bangun,kamu kan bisa taruh baby rhea di tengah"ucap Rendy sambil beranjak duduk dan membuka matanya.
"aku tidak percaya,kemarin saja anakku hampir saja jatuh sedangkan kamu malah masih tidur nyenyak.untung saja aku langsung masuk kamar"omel Rania kepada Rendy yang masih setengah tidur.
"anak kita sayang,iya maaf kemarin aku lalai"jawab Rendy mengkoreksi ucapan istrinya.
"ya sudah aku tinggal dulu"Rania bergegas untuk pergi ke kamar anak pertamanya dan anak kembarnya.
setelah menyiapkan semua keperluan anak anaknya, Rania lalu memandikan baby rhea lalu kembali ke kamar untuk menyiapkan semua keperluan suaminya.menitipkan baby rhea kepada kakak kakaknya.
"sayang tolong pasangkan dasi ku ya"ujar Rendy dengan nada lembut dengan kata lain sambil memberikan senyum paginya sebelum berangkat bekerja.mengangat tangannya untuk memberikan dasinya kepada Rania yang baru masuk ke kamar mereka.
"sepertinya kemampuan kamu memasang dasi sendiri mulai luntur"sindir Rania sambil meraih dasi yang berada di tangan Rendy.
bukan malah merasa tersindir, Rendy malah tersenyum lebar dan membawa Rania ke pelukannya.
"karena memang harus seperti ini,kalau tidak istri ku pasti dimonopoli oleh anak anakku"dengus Rendy kesal karena waktu bermesraan dengan istrinya akan singkat saat keempat anaknya ada di dekatnya.
"cemburu sama anak sendiri ini ceritanya"goda Rania sambil menyelesaikan acara mengikatkan dasi ke leher suaminya.
"Iya lah, pingin banget berdua dengan istri ku tanpa diganggu oleh mereka"sahut Rendy sambil memeluk istrinya semakin erat dan menciumi leher jenjang istrinya.
"geli tau,udah ayo sarapan anak anak sudah menunggu"Rania melepaskan pelukan mereka, seketika wajah Rendy menjadi murung.
"ih.. sayang kamu mah gitu ayolah nanti anak anak kita titipkan ke papa mama kita honeymoon season dua ya..."rayu Rendy dengan nada manja kepada Rania.
"hahaha muka mu lucu sekali,tapi kan baby rhea baru berusia satu tahun masa mau ditinggal"selah Rania memberikan alasan kepada Rendy,dia pasti juga tau mengurus tiga perusahaan sekaligus itu tidak mudah.apalagi sekarang yang harus dipikirkan adalah harus bisa mengatur waktu bersama keluarga dan pekerjaan.
__ADS_1
ceklek
"mom,lama banget sih adik udah adek udah laper nih"Ald menyembulkan kepalanya dari balik pintu sambil memberikan tatapan lucunya.
"iya sayang,ini Daddy sama mommy mau turun"Rania mengabaikan Rendy dan membuka pintu dengan lebar agar dirinya bisa keluar lalu memulai sarapan bersama keluarga kecilnya.
selesai menyiapkan semuanya Rania mengantarkan ke depan rumah.
"nanti malam dandan yang cantik ya"bisik Rendy sebelum memasuki mobil sambil tersenyum dengan tatapan genit kepada Rania. Rania hanya terkekeh dengan sikap Rendy yang ingin selalu di manja olehnya dan selalu menang dari anaknya.
setelah semua berangkat Rania masuk ke dalam rumah menunggu mama Tia dan Bu Nina yang ingin berkunjung hari ini. lebih tepatnya bukan rumah tetapi mansion besar dan megah, setelah kelahiran anak keempatnya Rendy memboyong keluarga kecilnya untuk pindah ke tempat yang lebih besar ,hal itu akan menjadi kediaman utama keluarga xavion.
...*****...
siang harinya setelah menitipkan anaknya kepada kedua ibunya Rania langsung masuk ke ruang kerjanya sebentar untuk mengecek sesuatu yang memang sedang genting.
brakk
suara gebrakan meja terdengar begitu jelas memenuhi ruang kerja itu.
"sial,terlalu lama aku lalai dengan pergerakan mereka.malah mereka semakin meraja Lela"batin Rania sambil memijat keningnya.
Rania mengambil ponselnya di sebuah meja di samping meja kerjanya dengan segera untuk menghubungi seseorang.
"mereka mulai bergerak,di sini keadaannya sudah tidak stabil sepenuhnya.apakah sekarang kita harus bergerak? karena di sini sudah banyak korban jiwa yang terkena imbasnya"jelas orang di seberang.
"jangan aku belum bisa mengeluarkan Mafioso inti, cobalah kendalikan situasinya.kalau kita bergerak sekarang mereka akan tau dan waspada"selah Rania dengan nada tegas dan dingin khas miliknya.
"why? kita hanya perlu bergerak diam diam saja.kalau tidak makin banyak anggota yang terkena serangan"protes orang di seberang telpon dengan nada naik satu oktaf.
"tutup mulutmu,aku tidak mendengar bantahan.laksanakan perintah karena aku yang memimpin"ucap Rania penuh penekanan setelah itu mematikan sambungan telpon.
"terlalu terburu buru, terkadang kita butuh menjadi bodoh untuk mengecoh musuh"batinnya sambil menunjukan smrik khas miliknya.
tok
tok
tok
"mommy sen boleh masuk ngga?"suara Arsene terdengar di luar pintu dengan sangat kencang.
"boleh sayang"balas Rania dengan nada lembut.
__ADS_1
ceklek
"ada apa sayang?"tanya Rania kepada anak sulungnya itu.
"mommy sen boleh iku liburan sama aunty Sasa dan uncle Dami tidak?"Arsene mengatakan hal itu dengan wajah memelas.
"boleh aja,memang berangkatnya kapan? liburannya kemana"
"lusa mom, katanya mau ke Italia sekalian sama mengunjungi rumah uncle Dami"Rania terkejut dengan ucapan anak sulungnya itu.
"ap..apa?"tanya Rania terbata.
"kenapa mom kan memang liburannya ke sana.apakah tidak boleh"ucap Arsene dengan nada bicara sedih.
"nanti saja ya tunggu Daddy pulang,baru mommy beri tau.oke"jelas Rania dengan nada lembut sambil mengelus rambut halus anaknya itu
"sekarang kakak harus ganti baju lalu makan siang"
"baik mom"
ceklek
"hufff...kenapa harus ke Italia?,kalau seperti ini aku tidak bisa bergerak sekarang"Rania menyandarkan kepalanya di kepala kursi kerja miliknya sambil memejamkan mata mencoba berpikir jernih.
drrrt
ponsel Rania berdering,sang penelepon adalah orang yang diharapkan saat ini untuk membicarakan hal penting.
"kenapa kau mengajak dia ke Italia tuan Demian Alexander yang terhormat"tanya Rania dengan nada geram.
"santai Bu bos,besok datanglah ke markas aku ingin berbicara empat mata dengan mu"jawab Demian lalu mematikan sambungan telepon dengan segera.
"agghhrr sial,awas kau besok"
...*****...
hai hai para pembaca "diamku hanyalah sebuah topeng"
author kembali dengan cerita season tiga setelah pertimbangan panjang,dimana cerita ini mungkin akan menjadi penyokong/pelengkap cerita lanjutannya"tunangan pengganti" .oke.
author mencoba untuk bisa up sesering mungkin kalau memang sengang, karena memang kegiatan lainnya ngga bisa dikompromi.
happy reading semuanya
__ADS_1
bay bay di bab berikutnya;)