
pagi hari ini diisi dengan kebisingan suara ponsel Rania yang terus saja berdering tanpa henti.rania yang saat itu menikmati tidur setelah menghilangkan rasa mulanya menjadi tergganggu.
"ay cepat bangun dan dengarkan aku, Ferry dan Lola melarikan diri dari penjara berkata bantuan dari Nala selingkuhan dari ferry.sekarang para Mafioso yang dikirim oleh tuan Demian sudah berada di rumahmu.seluruh keluarga mu harus tetap di rumah, organisasi Avega sudah mencari keberadaan mereka"
Dandi saat ini sedang berada di markas Avega.sedangkan yang memberitahu dirinya tentang semua itu adalah Veronica.sekarang tiga bersaudara itu sedang berpencar untuk melindungi setiap keluarga.
Luis pergi ke rumah keluarga Rania, Demian pergi ke kediaman Franziska dan Veronica pergi ke kediaman chandresh.sedangkan rumah Rania sudah di datangi lebih dari dua puluh Mafioso yang dikirim Demian.
tok
tok
tok
"ada apa?"tanya Rania.
"itu nyonya di halaman rumah ada banyak orang berbaju hitam"Ucap pelayan itu.
"biarkan saja itu bawahan ku"jawab Rania.
"baik nyonya"pelayan itu pun pergi, Rania melanjutkan pembicaraan dengan Dandi.
"coba kau retas cctv jalan mungkin ada petunjuk,disini aku tidak bisa membuat banyak kau tau kan Lisa sudah mendekati waktu kelahiran anak kami.aku harus jadi suami siaga sekarang"
"kau boleh cuti, karena salah satu tangan kananku akan menggantikan mu.masalah ini biar menjadi urusanku,jaga sahabat ku dengan baik"ucap Rania lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak.
Tut Tut Tut
ceklek
"sayang kenapa di depan banyak Mafioso?"tanya Rendy yang baru saja kembali dari kamar anaknya.
"Ferry dan Lola melarikan diri dari penjara"jawab Rania kemudian pergi ke ruang kerjanya diikuti oleh Rendy di belakangnya.
setelah sampai Rania langsung memakai kaca matanya lalu membuka laptop miliknya untuk meretas dan mencari keberadaan mereka.
"sayang makanlah terlebih dahulu,kamu tadi malam sudah muntah berkali-kali"setiap malam Rania selalu muntah dua sampai tiga kali.rendy yang tidak bisa berada dekat dekat dengan Rania hanya bisa memangil pelayan untuk membantunya.
alhasil setiap pagi dirinya selalu merasa lemas dan malas untuk bangun pagi.rendy menyuruh Rania untuk istirahat dan sekarang Rendy mengurus empat perusahaan dibantu oleh Lana ,Luis , Nanda,dan juga Kenan.sedangkan Rayan mengantikan Dandi untuk sementara waktu.
"aku akan makan di ruang kerja saja, sekarang mas rendy urus anak anak sebentar, bilang pada Arsene untuk tidak sekolah hari ini"pinta Rania.
__ADS_1
"baiklah yang penting kamu makan ya"Rendy keluar dari ruang kerja untuk mengambil makanan untuknya dan istrinya.
sebelum itu tentu dirinya harus mengurus anak-anaknya terlebih dahulu.dia tau istrinya tidak bisa lepas tangan begitu saja tentang kejadian ini.
...*****...
*tuk
tuk
tuk*
suara ketukan di meja membuat suasana menjadi serius seketika.
"pengecut, bermainlah sepuas mu. karena tidak akan ku biarkan permainan kalian selesai sebelum aku bermain"ucap Rania dengan nada datar dan dingin.
"jadilah kuat sayang jangan rewel ya, mommy harus menyelesaikan masalah dulu"ucapnya mengelus perutnya yang masih datar dengan nada bicara yang berubah menjadi lembut.
setelahnya Rania kembali memulai aktivitas sibuknya, hingga tidak tau waktu sudah menunjukkan pukul satu siang.
ceklek
"sayang kamu harus istirahat, pikiran kesehatan mu dan bayi kita"bujuk Rendy sambil menutup layar laptop dan berkas Rania.
"s.u.d.a.h sayang,di luar anak buah mu ingin melapor setelah itu i.s.t.i.r.a.h.a.t"final keputusan Rendy dengan penuh penekanan.
"baiklah, suruh dia masuk"Rania akhirnya mengalah, dia tau ini juga demi kebaikannya.
"hanya lima menit selesai"peringatan sudah diberikan kepada Mafioso tersebut oleh Rendy.
"baik tuan"Rania terkekeh melihat sikap posesif Rendy kepadanya.
sedangkan Mafioso itu merasa aneh melihat Rania terkekeh.
"apakah ini prince Alexander yang kami kenal?"ucap Mafioso itu bertanya tanya dalam hati.
"apa yang ingin kau katakan"Rania mengubah raut dan Nada bicaranya menjadi datar dan dingin.
"nah ini baru yang kami kenal"batin Mafioso itu lagi.
"begini prince situasi sekitar aman dan kami belum menemukan kejanggalan apa pun.sesuai perintah king kami akan tetap disini sampai situasi aman"jelas Mafioso itu.
__ADS_1
"baiklah,apa yang menurut Demian benar ikuti saja perintahnya,aku sudah bukan bagian pemimpin kalian lagi"sahut Rania dengan nada tegas.
bruk
Mafioso itu berlutut sambil bertumpu satu kaki memberikan penghormatan kepada Rania.
"sampai kapan pun anda tetap pemimpin kami,kalau bukan karena anda mungkin keselamatan seluruh keluarga Alexander bisa terancam.kami merasa nyaman dan tentram berada di bawah kepemimpinan prince,saya rela mengikuti organisasi Avega dan berada di bawah kepemimpinan anda"ucap Mafioso itu dengan semangat.
"berdirilah,aku kagum dengan niat baikmu.kamu boleh mencari ku nanti saat situasi Demian sudah berubah"ucap Rania tetapi masih tidak dimengerti oleh Mafioso bahkan Rendy tidak mengetahui arti ucapannya.
"pergilah atau suamiku akan marah"ancam Rania.
"baik prince,saya undur diri"akhirnya Mafioso itu keluar dari ruang kerjanya.
"ayo kita tidur"Rania langsung mengandeng tangan Rendy untuk ikut bersamanya.
"kamu sudah tidak mual dekat dengan ku?"tanya rendy dengan wajah berbinar.
"aku juga tidak tau,tapi setelah hampir setengah hari bekerja aku tidak merasakan apa apa"ucap Rania.
"akhirnya aku bisa tidur nyenyak lagi,ayo kita tidur"Rendy mengendong Rania ala bridal style menuju kamar mereka berdua.
...*****...
"akhirnya aku bisa balas dendam lagi, Rania abaya tunggu saja hanya aku yang pantas menjadi nyonya xavion. hahaha"teriak wanita itu di sebuah gedung kosong.
"sudahlah sayang kita akan bermain sebentar lagi.papamu ini juga ingin membuat hancur keluarga Franziska milik pengecut itu"sahut seorang laki laki di sampingnya.
"aku tidak perduli papa ingin menghancurkan siapa,tapi jangan sampai orang yang aku cintai terlibat karena aku tidak bisa hidup tanpanya, kalau tidak papa lihat saja nanti yang akan ku lakukan"ancam sang anak kepada papanya.
"tenang putriku yang cantik,aku sangat menyayangimu oleh karena itu....."laki laki itu mendekati wanita itu.
dan...
jleb
"pa..pa apa yang ka..u la..ku....kan"ucap wanita itu terbata.
"kau hanya penghalang seluruh rencana ku,hanya dengan kau menghilang dari dunia ini aku bisa balas dengan damai hahaha"ucap laki laki paruh baya itu dengan nada tertawa.
"Lola dirimu hanyalah alatku saja untuk mencapai tujuanku,tapi sepertinya dirimu tidak berguna lagi bagiku.kaubtau kau butuh kedamaian"ucap Ferry semakin menancapkan pisau itu ke perut anaknya
__ADS_1
tidak ada rasa penyesalan sekalipun dia membunuh anaknya sendiri.sedangkan Nala ibu dari Lola syok saat mengintip di balik pintu salah satu ruang kosong.dia hanya bisa menagis melihat apa yang dilakukan orang yang dicintainya kepada buah hati mereka.