Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
Berkumpul bersama


__ADS_3

..."Terima kasih Tuhan telah mendatangkan seseorang yang merubah segala isi pikiranku yang salah. Dan karena kehadirannya pula aku merasakan kata harmonis sesungguhnya."...


.........


........


.......


...by_Ay 111122...


...****************...


Malam hari


Perayaan yang di adakan hanya makan malam dan berbincang di taman dengan beberapa cemilan yang sudah di siapkan oleh para pelayan.


Rania dan anak anaknya sudah berada di ruang tengah untuk menyambut keluarganya yang belum datang.


Ting


pintu lift terbuka dan Rendy keluar dari sana dan menuju ke arah mereka.


"sayang..."panggil Rendy saat mendekat ke arahnya dan mengecup kening Rania kemudian mengusap kepala keempat anak laki lakinya.


Tidak lupa tangannya tertuju pada perut datar Rania yang sudah ada calon anak selanjutnya yang tumbuh di dalam sana dan berkata"semoga saja perempuan, karena sekarang sudah banyak yang menjagamu" Rendy berjongkok menghadap perut istrinya. lalu...


cup


Satu kecupan mendarat ke arah perut datar Rania, tentu hal itu membuat rasa haru tersendiri bagi Rania.


Dia sudah berkali kali merasakan tidak pernah menyangka akan mendapatkan semua hal indah yang terjadi di hidupnya sekarang.


Rasanya seperti baru saja kemari dirinya menangis merasa bahwa tidak pantas menjadi seorang ibu, tapi sekarang dirinya di titipkan satu lagi calon anak yang tumbuh dalam perutnya.


Apalagi dirinya merasa nyaman dengan suaminya, dilihat dari mana pun Rendy termasuk idaman semua wanita, suami siaga ,suami posesif, suami romantis, masih banyak lagi. mungkin kalau ada penghargaan suami terbaik dalam segala katagori pasti Rendy sudah memborong semua mendali.


"maaf menganggu tuan dan nyonya, semua keluarga sudah datang dan sebentar lagi akan sampai di pintu utama" ucap kepala pelayan Tan.


mereka pun langsung menuju pintu depan untuk menyambut keluarganya dan Rania juga mengundang sahabat sahabatnya yang lain dan saat ini pun Sheila sedang berada di kota yang sama.


para pelayan sudah berjajar rapi dan membantu menyambut keluarga majikannya. kalau ditanya mengapa ada banyak pelayan jawabannya tentu Rendy yang merekrut kepala pelayan Tan dengan sekaligus lima belas pelayan.


"kenapa ada banyak sekali pekerjaan di sini?"kedatangan mereka di sambut tanya oleh mama Tia.


"masa mama tidak tau ini kerjaan siapa?"Sasa yang berada di belakang mamanya langsung ikut bicara.

__ADS_1


"biar semua stabil dan istriku tidak kelelahan"jawab Rendy sambil mendekati mama tia dan memeluknya.


"bagus, itu baru suami siaga"sahut mama Dian yang berada di samping Istri dan anak sulungnya yang sedang berpelukan.


"dari dulu pun aku selalu jadi suami siaga"jawab Rendy menyahuti ucapan papanya.


" tidak percaya, umur pernikahan kakak aja baru dua tahun"selah lana yang tiba tiba ada di samping mama Tia sambil menggandeng tangan istrinya yang sedang hamil besar.


"sudah, kita berbincang di dalam saja, anak anak sudah menunggu di dalam"ucap Rania.


Mereka melakukan makan malam dengan khidmat dan di lanjutkan dengan pesta BBQ di taman.


sebagian dari mereka memutuskan untuk menginap ada juga yang memilih pulang. sahabat sahabat Rania memilih menginap untuk menikmati me time.


terjadi masalah besar bagi para suami yang tidak bisa tidur karena istri istri mereka memutuskan untuk tidur bersama seperti masa masa kuliah dulu.


lebih parahnya lagi anak anak di titipkan kepada para laki laki yang jelas akan angkat tangan jika para bayi itu menginginkan ibunya.


tok


tok


tok


"by...by....ini Sean menangis terus...."panggil dandi . Lisa keluar dari balik pintu ruangan tersebut yang note back nya adalah kamar tamu yang dekat kamar anak anak Rania.


"kamu kok gitu,terus aku tidur sendiri"gerutu Dandi sambil menunjukkan wajah cemberut.


"kamu kembali ke kamar saja"bujuk Dandi.


"masa semua sahabatku ada di sini aku pergi sih, katanya tadi boleh sekali kali me time sama mereka"ucap Lisa.


Dandi pun mengalah dan kembali ke kamar tamu, Lisa kembali masuk sambil menggendong Sean.


"rewel"tebak Sheila memang di antara anak anak mereka anak Lisa masih berumur lima bulan.


Sebaliknya, anak Sheila lengket dengan ayahnya karena memang anak perempuan yang selalu di manja oleh ayahnya.


sementara itu Rania hari ini di beri keleluasaan untuk bersama mereka karena Arsene dan si kembar bersama pengasuhnya dan Reandra bersama Rendy suaminya, meskipun Rendy tidak bisa tidur tanpa Rania.


Dan satu lagi anak perawan yaitu Sasa, melihat sahabatnya yang lain ribet segala macam dia hanya diam dan bersantai karena belum memiliki tanggung jawab tersebut.


Bahkan sekarang dirinya sedang mendiamkan Demian karena pergi tanpa pamit.


"guys... gimana sih rasanya punya suami dan anak?"tanya Sasa dengan begitu polos. ketiga sahabatnya langsung menoleh ke arahnya secara bersamaan.

__ADS_1


"beneran kamu tanya ini?"tanya Sheila balik dengan senyum julid ,hal itu membuat perasaan Sasa tidak enak.


"yah begitulah rasanya ada enaknya ada tidaknya"jawab Lisa dengan nada tenang sambil menimang anaknya.


"kenapa? kamu mau menikah sekarang dengan Demian?"tanya Rania menaikan satu alisnya tanda bertanya.


"aku hanya bertanya saja, karena penasaran dari tadi kalian ribet sana sini"jawab Sasa sambil memasukkan cemilan ke mulutnya.


"sudahlah jangan bahas itu kita bicara hal lain saja, mungkin mengenang masa remaja kita"usul Sasa mengalihkan pembicaraan.


mereka pun menikmati me time sampai pagi hari pun mereka memutuskan melanjutkannya dengan jalan jalan ke taman kota bersama sekalian dengan suami dan anaknya.


Sekarang hanya ada satu orang yang merasa di abaikan yaitu Sasa. karena yang lain bersama keluarganya dia serasa nyamuk di samping kakaknya.


"Tadi papa telpon akan ke sini"ucap Rendy yang berada di sebelahnya.


"sudah tidak usah di pikirkan"sambungnya melihat adiknya melamun.


"sayang....."panggil Rendy kepada Rania.


"apa?"tanya Rania yang saat ini sibuk menyuapi makanan bayi ke Reandra.


"memang Demian kemana?"Rania langsung menatap ke arah Rendy karena menurutnya sangat jarang sekali dia atau bahkan Demian menanyakan keberadaan satu sama lain.


"ini karena Sasa"Rania mengerti arah pembicaraan yang suaminya tanyakan dan beralih ke arah Dandi yang ada di sebelahnya sedang mengendong anaknya.


"dimana tuan mu?"tanyanya dengan wajah datar.


"ha? kenapa kau bertanya padaku? aku ini asisten mu bukan asisten Demian"jawab Dandi dengan wajah bingung.


"jangan terlalu menutupi permintaannya, apa kau mau saat ini juga ku kirim ke los angeles?"ancam Rania dengan tenang sambil sesekali menyuapi Reandra.


sedangkan Dandi merasa terkejut bukan main dengan ancaman Rania. dia saja baru pulang dari luar kota kemarin lusa sekarang mau pergi lagi.


"Di tempat biasanya, dia sedang banyak masalah jadi tidak ingin di ganggu"Rania mengangguk paham, sedangkan Rendy menatap istrinya dan Dandi secara bergantian karena bingung dengan arah pembicaraan yang mereka lakukan.


"Dimana sayang?"tanya Rendy sekali lagi.


"Tidak usah di cari,biarkan ini menjadi urusan mereka. dan satu lagi minta papa untuk tidak ikut campur karena ini sebagai penentu hubungan mereka"balas Rania.


saling bertemu memang hal yang baik atas sebuah hubungan. Akan tetapi mereka juga harus beristirahat sejenak untuk tidak bertemu dan merenungkan bagaimana kebenaran pada hubungan yang belum teratasi. karena semua adalah sebuah arti sesungguhnya dalam rindu yang tidak berkesudahan.


.


.

__ADS_1


.


*Happy reading*


__ADS_2