Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
keanehan


__ADS_3

...Nampaknya jelas dia tak perduli ,Namun kamu saja yang terlalu tinggi menganggap perasaannya ada, makanya sadar diri itu penting....


.......


.......


.......


"bilang saja kamu hanya memanfaatkan harta Rendy kan,dan kamu ngga bisa punya anak"sekarang bukan Bu mira yang berbicara melainkan via yang sudah terbakar api cemburu dan dalam hatinya masih menyimpan harapan besar untuk mendapatkan Rendy.


"kata siapa ngga bisa?ini buktinya ada"semua orang mengatakan pandangan ke depan pintu.ternyata Sasa dan juga papa dian sudah pulang,tentu saja dengan baby rhea yang berada di troli bayi miliknya.


terasa di tikam dua kali ke kokohan hati yang kembali dia stabilkan, namun pada akhirnya runtuh juga karena harapan yang awalnya hampir menjadi kesalahan fatal untuk memulai kembali.


"kalau ngomong itu lihat kenyataan dong, jangan cuma modal perasaan nanti jatuhnya sok tersakiti lagi"sindir keras Sasa lantaran sudah geram dengan dua orang itu yang selalu membuat mata dan telinganya sakit setiap ketemu di manapun itu.


"kan papa sudah bilang ma jangan terlalu baik sama orang kayak mereka"papa dian tentu tidak terima keluarga juga cucunya jadi bahan cemoohan.


di rasa sudah tidak memiliki muka di depan keluarga Franziska mereka berdua langsung pergi begitu saja dari kediaman tersebut.


"huh...modal nyinyir, kena mental langsung ngilang"teriak Sasa mengiringi kepergian kedua orang itu.


"udah Sasa, kalian dari mana saja sih kok ngga pulang pulang"mama Tia mencoba meredam amarah semua keluarga dengan mengalihkan pembicaraan.


"dari mall ma sekalian beliin baju buat semua cucu cucu opa yang paling ganteng,baru aja mau pulang eh ada Demian yang datang mau papa ajak duel ngga dibolehin sama Sasa"ucap papa dian dengan santai.


"papa sih aneh aneh,malu kan aku jadinya sama dia.lagian kenapa sih ngga boleh Deket sama Demian, kan dia tunangan aku gimana sih"ucap Sasa kesal dengan kelakuan papanya yang membuatnya malu di depan tunangannya.


Di antara keributan itu Rania hanya diam saja sambil melirik ke arah Elsa memberikan sebuah isyarat untuk melakukan sesuatu,lebih tepatnya perintah yang harus dijalankan olehnya dari rania.meskipun Rania kakak iparnya tetapi kalau di bekerja dia tetap bawahannya.


"kenapa Demian bisa ada di mall?"tanya Rania akhirnya membuka suara kembali.


"katanya sih ada urusan bertemu dengan klien sekaligus cariin aku padahal aku ngga nyuruh juga"jawab Sasa dengan nada senang.


tatapan mata Rania mulai tak karuan antara datar dan tajam berpadu jadi satu.


"kamu sama aunty dulu ya"Rania menurunkan Ald lalu menuju troli bayi dan menggendong baby rhea yang sedang tidur untuk dibawa ke kamar.


tentu Rendy pasti akan mengikuti Rania,tetapi dicegah oleh Adi iparnya yaitu Elsa.

__ADS_1


"kak Rendy di sini aja jagain Ald,aku lagi ada urusan sama kak ayya"Elsa langsung mengikuti Rania dari belakang sedangkan Rendy yang sedang menggendong Ald hanya menatap kepergian keduanya dengan cemberut.


"jangan kayak gitu deh Kak,aku jadi jijik"gurau Sasa sambil pura pura mual dan tertawa kencang bersama Lana kembarannya.


"memang ada apa sih Rendy kamu sampai ngga mau lepas dari ayya,sini cerita sama mama"sebagai seorang ibu pasti mama Tia tau kalau anaknya sedang tidak baik baik saja.


"bagaimana ya ma?,sebenarnya aku mau egois buat ngga bolehin ayya ke los angeles karena pasti sangat berbahaya baginya.tapi aku sadar ini semua aku yang mulai jadi mau tidak mau aku harus tanggung resikonya"ucap Rendy dengan raut wajah sedih.


"kapan ayya berangkat kak?"tanya Sasa karena dia akan berangkat ke Italia bersama Demian dan Arsene.


"tiga hari setelah keberangkatan mu ke Italia"jawab Rendy singkat.


"kayaknya ngga ada yang salah deh kak,kan kak tau ayya berangkat mungkin tuntutan pekerjaan. kakak tau sendiri kan dia harus mengurus perusahaan peninggalan orang tua Arsene di los angeles"Lana memberikan sebuah jalan karena logika yang muncul.


"tapi kan kau juga tau di sana pasti masih ada mafia yang mengenalnya, bahkan tidak bisa menjamin kalau dia tidak terluka"tiba tiba suara Rendy naik satu oktaf mendengar pernyataan dari adiknya itu.


"sudah Rendy,Sasa bawa anak anak ke meja makan,nanti mama nyusul"pinta mama Tia agar bisa meredam amarah bayi besar Rania itu.


"Rendy ingat yang memilih jalan ini kamu sendiri,kamu tidak bisa mengubah begitu saja jalan awal jati diri miliknya. dia berpendidikan tinggi dan pemilik mimpi yang besar,jika kamu egois bisa saja dia lepas darimu"ucap mama Tia sambil mengusap pundak anak sulungnya.


"apa yang dikatakan mama kamu itu benar, semua butuh pengorbanan. papa dulu juga sama seperti mu ingin mama mu selalu ada di dekat papa, jangan sampai kamu seperti papa yang kehilangan mama mu di masa lalu"papa Dian tentu merasakan kehilangan sosok yang sangat berkesan di hari harinya. tentu saja hal itu membuatnya hampir gila mencari kesaan kemari.


...*****...


"hapus seluruh keturunan Alexander terutama kepala keluarganya.jika mungkin buat mereka saling menodongkan senjata satu sama lain"ucap orang yang berada di sebuah lapangan golf dengan suasana malam hari yang mencekam.


"siap tuan,semua sudah sesuai rencana, sekarang hanya tinggal menunggu reaksi dari mereka"ucap tangan kanan orang itu.


"membubarkan mafia mu bukan berarti kau selamat dari maut Demian Alexander dan Baruna Alexander ah maksudku Rania abaya"tatapan tajam menuju pada gelas kaca yang berisikan minuman berakohol sambil tersenyum misterius.


"ternyata wujud aslimu adalah seorang perempuan yang memiliki lima orang laki laki penting dalam hidup mu.menarik, bagaimana kalau ku rebut dia hahaha"perkataan orang itu membuat tangan kanannya menjadi merinding bahkan saat tawanya pecah bukan harmonis yang ditawarkan tapi tawa kematian.


"semakin aku memandangi wajah cantik ini semakin aku ingin memilikinya, lihatlah wajah yang jarang tersenyum ini memang memiliki karisma yang berbeda"sambungannya sambil mengusap layar tablet yang tergambar foto Rania yang sedang berpose layaknya seorang CEO muda yang elegan.


"tuanku terlalu terobsesi dengan kecantikan"


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


happy reading ๐Ÿ˜Š


halo......ngga terasa udah hampir satu tahun author berkarya disini tentu banyak kesalahan yang harus diperbaiki. author hanya berharap bisa berkarya terus dan terus belajar supaya di masa depan bisa menjadi yang terbaik dalam versi author.


terima kasih sudah menjadi pembaca setia semua karya saya dan......


.


.


.


.


.


.


dengan segenap hati author mengucapkan.....


๏ฟผ


mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

__ADS_1


__ADS_2