Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
marah?


__ADS_3

Kediaman keluarga Franziska


malam hari pun tiba Rendy dan Rania memutuskan untuk tinggal di atap yang sama dengan orang tua Rendy selama beberapa Minggu agar Rania bisa fokus kembali pada kegiatannya dan mama tia dengan senang hati membantu menjaga cucu cucunya.


"sayang..."panggil Rendy saat memasuki kamarnya mencari kebenaran Rania.


"iya mas,ada apa?"teriak Rania yang saat ini berada di walk in closet sedang berganti pakaian.


Rendy langsung masuk ke walk in closet pada sumber suara di mana istrinya berada.


Grep


Dengan cepat setelah melihat istrinya di depan matanya langsung menabrak tubuhnya dan memeluknya dari belakang.


"lepaskan aku dulu, aku belum mengenakan pakaian"ucap Rania yang saat ini hanya mengenakan pakaian dalam saja.


"sayang kamu di kamar saja ya"pinta Rendy dengan nakalnya bibir miliknya mengecup leher Rania dan terus berlanjut hingga sampai pada pundak.


sedangkan tangannya sekarang mengusap usap perut rata Rania yang pernah menjadi tempat tinggal buah hati mereka yang pertama.


"nanti saja ya,aku sudah berjanji kepada anak- anak setelah makan malam akan menemani mereka"jelas Rania sambil menghentikan tangan suaminya yang berada di perut ratanya.


entah mengapa setelah pulang tadi dia ingin sekali menghindari suaminya itu. apa yang di perbuat olehnya tadi sore membuat Rania selalu termenung.


"Sayang apa kamu marah padaku?"tanya Rendy tangannya bergerak membalikkan badan Rania menghadap ke arahnya.


"Tidak, buktinya aku masih mau bicara padamu"jawab Rania sambil menunjukkan senyum yang tidak bisa di artikan oleh Rendy.


Hal itu malah membuat Rendy semakin tidak percaya perkataan istrinya itu, dia tau betul sifat istrinya.


"itu saat di tanya saja"sahut Rendy merengek seperti anak kecil lalu melepaskan pelukannya dan Rania malah memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenakan pakaian tidurnya.


"nanti aja,aku mau bantu mama bentar"ucap Rania dan langsung keluar dari walk in closet dengan segera langsung menuju dapur.


"ma, Sasa boleh ambil puding buah ya?"tanya Sasa memohon kepada mama Tia yang saat ini berada di dapur.


"kamu tadi udah habis banyak sayang,itu tinggal bagian kakak kamu sama ponakan kamu"balas mama Tia dengan nada lembutnya.


"ada apa ma?"tanya Rania yang baru saja sampai di dapur.


"ay jatah mu buat aku aja ya?"kalau untuk merayu sahabatnya ini dia pasti maju karena tau sifatnya.

__ADS_1


"ha?"Rania tidak mengerti arah pembicaraan yang mama dan Sasa lakukan.


"aduh Sasa, besok mama buatin lagi puding buahnya"ucap mama Tia.


"oh puding ambil aja, tapi sisain buat anak anak"sahut Rania.


"yeyh berhasil , makasih sahabatku yang tersayang"Sasa melompat lompat saking girangnya dan langsung memeluk Rania.


"ma,masih ada yang bisa Rania bantu?"tanya Rania sambil mendekat ke arah mama Tia sedangkan Sasa langsung mengambil puding buah jatah Rania untuk di makan di ruang tamu.


"udah semua kok sayang,tinggal ditata aja di meja makan"jawab mama Tia.


makan malam pun berlangsung dengan hikmat,dimana Rania yang sibuk makanan untuk anak anaknya dan tinggal Rendy saja yang harus mengambil makan sendiri.


"sayang nasinya tambah dong"ucap Lana yang duduk berhadapan dengan Rendy di depannya dan piringnya sudah bersih.


"memang kurang ya?"tanya Elsa sedikit heran padahal itu sudah porsi makan suaminya.


"ngga jadi deh sayang aku udah kenyang,tadi aku cuma kasian ada yang ngambil makan sendiri"sindir Lana sambil melirik ke arah kakaknya.


Rendy yang merasa tersindir menatap Lana dengan tatapan tajam, sedangkan Rania berusaha untuk bodoh amat dengan sindiran dari adik iparnya itu dan memilih fokus menyuapi baby rhea.


"mamm....aaa...."baby rhea berceloteh lucu mencoba meraih mangkuk yang berisi makanan miliknya yang di bawah oleh mommynya.


"uncle dedek bayi kapan keluar dari perut onty Elsa"tanya ale yang baru saja selesai makan lalu di bantu cuci tangan oleh pengasuhnya.


"nanti ya sayang masih tiga bulan lagi"jawab mama Tia.


"mom,habis ini jangan lupa ke kamar sen ya"ucap Arsene.


"iya, sayang nanti sekalian kalau adik kamu udah tidur"jawab Rania yang masih sibuk menyuapi anak bungsunya.


memang di sini mereka satu kamar bertiga karena memang masih kecil kalau nanti sudah besar ya dapat kamar sendiri.


semua yang ada di meja makan hampir menyelesaikan makan mereka kecuali satu orang yaitu Rania. karena sibuk dengan anak anaknya dia jadi lupa makan untuk dirinya sendiri.


Rendy menyadari hal itu dan mengambil nasi dan lauk ke piring miliknya. setelahnya menyuapkan nasi beserta lauknya kepada Rania.


Rania melihat ke arah Rendy saat sendok berada di depan mulut lengkap dengan nasi dan juga lauk.


"makanlah,kamu belum makan"akhirnya dia membuka mulutnya juga dan aksi menyuapi yang di lakukan oleh Rendy di lihat oleh seluruh keluarga yang masih berada di ruang makan.

__ADS_1


bahkan Sasa sampai mengambil foto dan juga video untuk di kirim di grup chat yang beranggotakan sahabat lainnya termasuk Rania.


'kyut banget,aaaa kan aku jadi pengen' itulah komentar yang di berikan Sasa.


setelah makan malam semua penghuni kediaman keluarga Franziska berkumpul di ruang keluarga. minus Rania, Arsene,Ale,ald dan juga Sasa.


Sasa tadi ada panggilan operasi mendadak setelah makan malam, sedangkan Rania menemani anak anak tidur karena besok bukan akhir pekan pasti mereka sekolah.


berbeda dengan baby rhea yang masih lebar matanya, padahal sudah waktunya tidur.


sekarang saja masih asik bermain bersama Oma dan juga opanya.


"mereka udah tidur sayang?"tanya mama Tia kepada Rania yang baru sampai di ruang keluarga.


"sudah ma"jawab Rania lalu duduk di samping Rendy yang sedang membaca dokumen di ponselnya.


"baby rhea hari ini tidur sama mama aja ya"ucapan dari mama mertuanya itu membuatnya menoleh ke arah Rendy yang sedang fokus kepada ponselnya lalu melihat ke arah putra bungsunya.


"kyaaa...ma..ma...."baby rhea sibuk berceloteh dengan menangapi beberapa gurauan dari opanya.


mama Tia tau mereka sedang ada sedikit masalah, dengan kata lain pasti baby rhea di jadikan alasan untuk tidur di kamar Rendy dan Rania.karena biasanya baby rhea ikut tidur di kamar para kakak dan di awasi oleh pengasuh.


"gimana sayang?"tanya mama Tia lagi.


"em..itu terserah mama saja kalau tidak merepotkan"jawab Rania sedikit tidak enak hati.


"tenang saja,mama malah seneng tidur bareng cucu mama yang gembul ini"sahut mama Tia sambil mencubit pelan pipi gembul baby rhea.


"mama kalau bilang gitu di depan si kembar, pasti mereka ngambek hahah"ucap Lana yang berada di sebelah papa Dian.


huwaa.....


suara tertawa Lana membuat baby rhea terkejut dan Sampai menangis karenanya.


'Lana'


semua orang memberikan tatapan tajam kepada Lana sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tengil seperti tidak ada dosa.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading.


__ADS_2