Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
34.musuh


__ADS_3

suara tembakan terdengar cukup keras di telinga keduanya, Untung saja mobil yang disiapkan sudah dirancang anti peluru dan terbilang cukup canggih.


dor


dor


dor


"sialan kenan kita keluar"


saat ini Rania dan Kenan sedang berada di depan para pria berbaju hitam dengan senjata lengkap ditangannya.rania keluar mengunakan masker hitam begitu dengan Kenan.dia menaikkan salah satu alisnya"what?"hanya itu yang diucapkan Rania tidak suka basa basi di depan musuh.


"kematian mu"ucap salah satu dari sepuluh orang berbaju hitam itu.


"punya nyawa beberapa kalian?"bukan Rania yang bertanya melainkan Kenan.kenan menanyakan pertanyaan tersebut karena seseorang di sebelahnya adalah orang yang terlalu berbahaya untuk mereka, karena setiap ada misi selalu menjadi pemimpin dari grup inti the devil yang hanya berjumlah 9 orang.tetapi sembilan orang itu memiliki kualitas untuk memenangkan misi hampir 95% berhasil.


"mungkin aku yang bakal puasa membunuh,kalau terjadi"batin Kenan.


"Kenan lakukan"perintah Rania.


akhirnya terjadilah pertarungan tidak seimbang yaitu 2 lawan 10.rania dan juga Kenan juga membawa senjata untuk berjaga-jaga.


bughh


bughh!!


dorr!!!


krekk


sreettt


dorr!!


bughh


Rania menyerang mereka dengan membabi buta,tetapi dia tidak kehilangan fokus keadaan sekitar.bisa saja ada musuh yang masih bersembunyi.dan benar saja di balik pohon ada anggota sniper.rania mendekatkan tubuhnya dengan Kenan dengan posisi saling membelakangi Rania mengkode beberapa kata.


"dua orang arah jarum jam 2 dan 10 sudut 45 derajat.hitam."tegas Rania.


"baik"


(hitam=mati)


Kenan melaksanakan apa yang dikatakan Rania langsung menembak kedua sniper itu tepat di jantungnya hingga tewas ditempat.perlengkapan senjata yang digunakan Rania dan Kenan adalah tembak jarak dekat dan jauh,pisau lipat.mereka hanya mengunakannya saat memang mendesak saja kalau tidak mereka akan melawan dengan tangan kosong.


"Kenan.ketua, dua orang kuning"teriak Rania pada Kenan karena akan membunuh ketua dari segerombolan penyerang itu.


(kuning=interogasi/lumpuhkan)


"baik nona"bagaimana tidak dari tadi Rania hanya melumpuhkan lawannya, sedangkan bagian membunuh adalah Kenan.rania tidak suka membunuh tapi akan melumpuhkan lawannya.


tak beberapa lama rayan datang dengan beberapa bawahannya.

__ADS_1


"bereskan,aku butuh ketiga orang itu"perintah Rania.


"baik"ucap rayan.


Rania kembali ke dalam mobil,lalu Kenan melajukan mobilnya kembali untuk sampai ke tempat tujuan yaitu apartemen Rania.


disisi lain Rendy sedang merasakan gelisah karena Rania belum menghubunginya sama sekali.bankan Nanda jadi kena imbas karena rendy yang sedari tadi tak kunjung membuyarkan lamunannya.alhasil Nanda yang mengerjakan pekerjaan kantornya.


"sampai kapan aku harus begini!!!"sindir Nanda.


"sampai ada kabar darinya"jawab Rendy.


"kalau sampai seminggu bisa masuk rumah sakit gue kalau begini"ucap Nanda.


"nasib"


"dasar bos gila"gumamnya.


"aku dengar"


drrt drrt drrt


pesan masuk ke ponsel rendy dan mengalihkan fokusnya.


sayang❤️:


assalamualaikum


maaf ya aku nggak bisa menghubungi mas rendy dari kemarin, karena memang setelah sampai aku langsung disibukkan dengan semua pekerja:)


me:


waalaikumsalam


iya,lain kali jangan diulangi lagi,tapi pulang harus dapat hukuman ya sayang �


sayang ❤️:


ha!!!iya terserah mas saja:(


sudah hampir satu Minggu Rania berada di los angeles, ternyata orang yang menyerang mereka kemarin adalah suruhan orang yang menyebabkan masalah di cabang perusahaan Franziska.mungkin kalau bukan Rania yang dikirim ke sana pasti sudah terluka parah atau bahkan nyawa melayang.


Rania pun sudah menyiapkan rencana untuk membantu Demian, tinggal menunggu sadar dan musuh bergerak saja.rania sudah menuntaskan semuanya dan sekarang waktunya untuk pulang ke negara asalnya.


Ting Ting


pesan masuk ke ponsel Rania, dilihatnya Lisa yang sedang menghubunginya.


Lisa:


ay mau ikut nggak?ada reuni lusa di sekolah kita SMA dulu.aku ,Sheila sama Sasa ikut.


me:

__ADS_1


lihat nanti aku masih ada di LA pekerjaan baru kelar tinggal pulang .kalau berangkat, berangkat aja duluan aku langsung dari bandara ke tempat acara.


Lisa:


oke,kalau emang lelah nggak usah ikut aja


me:


oke aku usahain


"sebenarnya si alasan ikut mau menghindari hukuman dari mas Rendy"gumamnya.


"Kenan siapkan tiket pesawat aku ingin pulang"perintah Rania.


"baik"


setelah itu Rania mengotak Atik ponselnya untuk menghubungi seseorang.nama yang terpilih adalah rayan.


"rayan aku akan kembali,terus pantau perkembangan rencana,jangan sampai musuh tau tentang keberadaan Demian"Rania.


"baik nona,situasi masih terkendali mereka sedang bersenang-senang saat ini karena ada informasi yang menyatakan tuan Demian tiada"rayan.


"bagus ternyata mereka percaya akan kebenaran itu,apa rencana mereka selanjutnya"Rania.


"mereka ingin mencari tahu keberadaan pewaris tunggal dengan kata lain adalah tuan Luis Alexander.karena mereka ingin menguasai seluruh mafia yang berada dibawah naungan keluarga Alexander dan seluruh kekayaannya"rayan.


"baiklah lanjutkan pekerjaanmu"Rania.


"baik nona"rayan.


Tut Tut Tut


hari ini adalah hari dimana mereka sedang menghadiri acara reuni di sekolah lama mereka.sheila,Lisa dan Sasa berangkat lebih dahulu ke tempat reuni karena Rania masih berada di perjalanan menuju tempat acara.


mereka berangkat bersama dengan membawa si kembar karena perintah dari Rania,karena mungkin ibu Rania merindukan cucu kembarnya.kedua bayi itu sudah dititipkan kepada ibu Nina ibu dari Rania saat sebelum mereka berangkat ke tempat acara.saat ini mereka sedang duduk didekat taman sekolah,reuni tersebut diadakan di sekolah mereka dulu Karena ingin mengingat kembali masa masa indah saat SMA.


saat mereka sedang berbincang datang seorang pengangu ulung dan tiga antek anteknya yang tidak berhenti menyebabkan dosa alias gosip.


"aduh siapa nih yang datang,oh trio judes ya.aduh udah lama ya ga ketemu,gimana apakah masih miskin.lihat aku dong baju aja bermerek mahal tau.eh ngomong ngomong mana tuh temen kalian satu lagi yang kayak setan tatapannya serem ew.. kayak.."ucapannya terpotong karena ucapan Sheila.


"he kutilanak nggak usah julid deh,mending pergi Sono ngapain coba kau kesini"ucap Sheila kesal.


"ye...suka suka aku dong lagian tempat ini bukan milik Lo pada,sok ngusir ngusir"ucap penganggu ulung itu dianguki oleh antek anteknya.


"aduh udah deh jangan cari ribut,udah pada tua juga kelakuan masih nggak berubah aja.inget dosa jangan keasikan jadi tukang julid entar kena azab,baru tau rasa kau"ucap Sasa.


"he!!! siapa yang tua kau kali yang tua wajah cantik gini dibilang tua,rabun matamu"ucap salah satu antek-anteknya.


"cantik kaya pantat panci maksudnya hahah,muka kayak habis main tepung ya putih banget kayak mayat hidup"sindir Sheila sambil tertawa begitu juga Lisa dan Sasa


"apa apaan kau,hari ini juga aku bisa buat kalian menderita.Karena aku istri orang berpengaruh di daerah ini"ucap penganggu ulung itu dengan percaya diri yang sangat tinggi.


"diatas langit masih ada langit,apa yang kau banggakan... berubah bosen aku menghadapi orang tak bermoral sepertimu"ucap seseorang yang baru datang.

__ADS_1


"kau...


__ADS_2