
pagi hari ini Rania memutuskan untuk pergi ke LA karena informasi yang diberikan oleh Kenan tangan kanan kepercayaan Rania yang berada dekat dengan demian.rania tidak bisa melakukan hal yang membuat Demian semakin dalam bahaya.sekarang saja dia susah sekali mendapatkan izin untuk pergi ke LA dari rendy.bahkan kemarin saja Rendy tidak mau pulang dari apartemen Rania.rania cukup pusing dengan sikap rendy yang sekarang semakin manja setelah kepalanya terluka waktu lalu.
mungkin minta dibenturin tembok aja biar sadar,tapi jangan deh kasian baby Ale dan baby Ald nggak punya Daddy nanti.
setelah mencapai alasan yang tepat Rendy baru mengizinkan,yaitu menyangkut perusahaan cabang Franziska cops yang berada di LA.beruntung papa Dian mengerti situasi Rania,dan memang perusahaan di LA sedang sedikit bermasalah jadilah dia mengutus Rania.di pagi ini juga Rania harus berangkat segera,kedua bayi itu dititipkan kepada omah opanya untuk sementara.tentu saja dengan senang hati mama Tia dan papa Dian mengizinkannya.bahkan saat kedua bayi itu berada di kediaman keluarga Franziska Sasa dan rendy sudah seperti anak tiri.
saat ini Rania sudah berada di bandara diantara oleh Rendy.sekarang Rania tinggal menunggu jam pemberangkatan kurang 20 menit.
"aku berangkat dulu ya mas rendy Daddynya si kembar"ucap Rania sambil mengelus kepala Rendy yang sedang bersandar di bahunya.
dari tadi rendy hanya diam tidak menangapi ucapan rania.yang dia lakukan hanya berada di dekatnya dan sesekali memeluk bahkan bersandar.rania dengan berjuta kesabaran mengeluarkan kata kata manis agar Rendy melepaskan pelukan dan sandarannya.tetapi tetap tidak dihiraukan oleh Rendy sekali pun.
"Sasa lama banget sih katanya cuma bentar"batin Rania.
tak lama kemudian orang yang dicari akhirnya muncul juga dan sedang bergandengan tangan dengan nanda.sedangkan di belakang mereka adalah Lana yang menjadi conge di dekat mereka.
"lama banget sih, pacaran Mulu"ucap Rania.
sedangkan Rania tidak sadar diri padahal sekarang sedang ada di pelukan Rendy.
"maaf maaf ni ya nona,kau nggak sadar diri mirror mbak"ucap Sasa.
"udah bertengkarnya?kak nggak takut ketinggian pesawat?"tanya Lana.
"lah gimana bisa berangkat,lihat ni kelakuan kakak mu"ucap Rania sedangkan Rendy tidak menghiraukan ucapan Rania tetap memeluk erat tubuhnya.
"ha!"mulut Lana menganga melihat kelakuan kakaknya itu.
"kakak jangan malu maluin deh, banyak orang tau"ketus Sasa sudah tau kelakuan kakaknya kepada sahabatnya itu.
lalu Lana menarik Rendy agar melepaskan pelukannya dari rania.dengan susah payah akhirnya mereka bisa lepas juga.rania hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Rendy yang manja ini.
"berangkat dulu ya"ucap Rania sambil mengelus pipi rendy.sedangkan pemilik pipi itu hanya mengangguk.
"duluan ya semua, assalamualaikum"ucap Rania sambil menarik kopernya."waalaikumussalam"ucap Lana,Sasa,Nanda,Lana,dan rendy.
sekarang Rania sedang berada pada pesawat,dan duduk merenung memikirkan sesuatu.
"kembali berubah seperti saat pertama"batin Rania sambil menyeringai.
tap
__ADS_1
tap
tap
seorang pria keluar dari bandara dan mencari tangan kanannya.
"selamat malam dan selamat datang prince"ucap seseorang yang datang mendekat berdiri di depannya.
"hmm,antarkan aku ke apartemen pribadi ku saja"ucap pria itu.
"baik prince"ucap orang itu lalu mengantarkan pria tersebut menuju mobil dan membukanya pintu lalu orang tersebut yang mengendarainya.
"los angeles aku kembali"batinnya sambil tersenyum misterius.
sesampainya di apartemen miliknya pria itu masuk untuk menemui seseorang di ikuti asistennya.
"mama....ups sorry...papa"panggil seorang bocah laki laki berusia 3 tahun itu.
"jangan sampai salah bicara boy itu semua secret"ucap pria itu.
"kemari"bocah laki laki itu mendekat ke arah pria tersebut lalu memeluknya"kenapa tidak tidur ini sudah tengah malam"
"aku hanya ingin menunggu papa pulang, uncle Ken bilang papa hari ini pulang"ucap bocah itu dengan polos.
"baik pa""baik prince"
•••••
pagi hari di sebuah ruangan yang gelap dan hanya ada hanya sedikit cahaya mentari yang bisa masuk di sana.seorang perempuan sedang duduk santai di kursi kebesarannya dan menunjukkan senyum mengerikannya.
"bagus,aku suka cara kerja mu"ucapannya.
"aku akan menetap disini selama 1 Minggu kedepan rayan urus masalah perusahaan cabang Franziska cops dan Kenan aku membutuhkan lebih banyak informasi tentang orang itu"sambungnya.
"baik Miss abay"ya orang itu adalah Rania abaya gadis itu sedang berada di basecamp milik Demian yang hanya diketahui sedikit orang saja.mengapa dia tidak pergi ke markas pusat saja? jawabannya ada seorang penghianat dan para bawahannya di adu domba satu masa lain.
"sudah cukup bermain mainnya,kau akan segera berakhir teman lama"batin Rania sambil tersenyum mengerikan.bahkan rayan dan Kenan merinding saat dia menampilkan senyum mengerikannya.
"Kenan ikut denganku ke kantor cabang"
"baik Miss abay"
__ADS_1
pukul 11.35 Rania baru sampai di kantor cabang Franziska cops.rania sedang mengamati gedung pencakar langit itu yang diketahui adalah kantor cabang Franziska cops.jarak tempuh dari basecamp milik Demian dengan kantor cabang Franziska cops sangat jauh sehingga membutuhkan waktu berjam-jam untuk sampai.karena basecamp itu terletak jauh dari pemukiman dekat dengan hutan sedangkan kantor cabang berada di pusat kota.
sebelum Kenan membukakan pintu mobil untuk Rania pandangan semua orang sudah jatuh kepada kenan.bagaiman tidak paras kenan yang tampan dan gagah membuat semua kaum hawa yang ada disana tak bisa berkedip.setelah Rania keluar barulah semua orang merasa kecewa karena mereka mengira kalau Rania adalah kekasih Kenan.
Rania dan Kenan langsung menuju ke lantai paling atas yaitu ruangan untuk CEO.rania sudah mengetahui pokok permasalahannya saat Kenan memberikan laporan yang dimintanya tadi.
"Kenan kumpulkan semua direktur dan petinggi yang ada di sini"perintah Rania.
"baik nona abay"
"no,Kenan jangan panggil aku nona abay panggil Rania"ucap Rania.
"baik Rania"
•••
"haa"suara Raina menghela nafas terdengar di seluruh ruangan itu.hari semakin malam tetapi Rania masih saja bekerja.dia harus menyelesaikan dua pekerjaannya dalam satu Minggu dan target pertama adalah menyelesaikan masalah perusahaan cabang terlebih dahulu.
sedangkan di lain tempat, Rendy hatinya sedang gundah gelisa merana karena Rania belum menghubunginya sama sekali bahkan kedua adik kembarnya dibuat pusing oleh pertanyaannya.
sekarang di kediaman keluarga Franziska sedang semua orang sedang sarapan pagi dan si kembar sedang asik dengan mimpi mereka masing-masing.
kedua bayi itu dirawat oleh mama Tia karena mama Tia meminta Rania untuk meliburkan babysitter untuk sementara.bahkan sekarang mama Tia dan papa Dian tidak bekerja hanya menemani kedua cucu mereka.
kembali ke Rania
gadis itu membereskan semua pekerjaannya lalu beranjak dari meja kerjanya untuk pulang ke apartemennya.
sekedar info Rania pernah belajar di LA selama 6 bulan dan rahasia besar Rania ada di negara tersebut.
setelah itu dia menuju basemen,lalu masuk ke dalam mobil itu sudah ada Kenan yang menyetir.
"jalan"pintarnya dibalas anggukan oleh Kenan.
saat di tengah perjalanan tiba-tiba mobil mereka dihadang beberapa orang.
dorr
dorr
dorr
__ADS_1
"sialan kenan kita keluar”