Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
9.terkejut


__ADS_3

"wah wah apa ini seorang wanita dari kelas rendah mencari CEO dari perusahaan besar ini.kamu tidak tahu malu ya dasar ja**ng.seharunya kau berkaca dirumah"ucap wanita itu.


"apa maksud nona?"tanya Rania tidak mengerti.


"kau itu nggak usah sok polos deh,kau kesini hanya untuk merayu tuan Rendy kan selaku pemilik dan CEO disini.biar bisa naik ke atas tanpa susah payah.lo itu seharusnya sadar diri udah miskin tapi penampilan kok di bagus bagus in apa bagusnya coba.ih nggak level"


Rania yang mendengar dari tadi hanya diam dan melihat penampilan wanita tersebut dari atas sampai ke bawah. dilihat penampilan tersebut kalau bisa dibilang kurang sopan.pakaian ketat dan baju bagian atas agak terbuka.


"maaf ya nona tapi saya kesini hanya untuk mengantarkan berkas penting"ucap Rania masih dengan nada sabar tapi hatinya sebenarnya terbakar ingin menyumpal mulutnya dengan sambal.


"Halah nggak usah banyak alasan itu berkas kan bisa dititipkan kepada resepsionis itu ngapain pakai acara ketemu segala"ucap wanita itu menyepelekan.


wanita tersebut seperti tidak punya urat malu padahal sudah menjadi tontonan para staf kantor.


"maaf nona tapi ini penting karena itu nona jangan mempersulit tugas saya!"ucap Rania dengan senyum misteriusnya.


"udah taruh saja dimeja resepsionis dan kau pergilah"ucap wanita itu.


"memang siapa nona yang berani beraninya mengusir saya pergi?"tanya Rania amarahnya hampir mau meledak.


"aku Sinta Liana,anak dari menejer keuangan di perusahaan Franziska cops dan juga calon pacarnya Rendy pemilik perusahaan ini"ucap Sinta sombong.

__ADS_1


para staf dibuat kaget oleh pernyataan sinta.lantaran memang tidak ada yang bisa mendekati sang CEO karena sifat dingin, datar dan tak mau disentuh wanita sembarang.


Rania yang mendengar hal tersebut malah tersenyum sinis."hanya anak seorang manajer saja nona Sudah bangga,ingat nona di atas langit masih ada langit"ucap rania menekankan kata terakhirnya


"tau,tapi apa kau tau bahwa itu perusahaan besar yang sangat sulit menerima staf baru, beruntung ayah bisa diterima,orang sepertimu mana bisa masuk ke sana"ucap Sinta sombong.


bukan malah mendapatkan pujian malah gujikan yang dia terima.


"sombong sekali dia baru seorang anak menejer saja bangga banget"


"mentang mentang ayahnya bekerja pada perusahaan besar"


"sok sokan ngaku calon pacarnya pak CEO pula"


bisikan itu keluar dari mulut staf yang melihatnya.


"udah pergi.."ucapan Sinta terhenti karena Rania mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya.dan semua orang yang melihatnya dibuat melongo termasuk Sinta yang dari tadi menyombongkan jabatan sang ayah.


"kenapa diam lanjutankan,kebetulan saya tangan kanan dari ceo mungkin saya kenal dengan ayah anda nona"ledek Rania dengan pandangan tajam dan senyum sinis.


ternyata yang dibawa oleh Rania adalah tanda pengenal yang berkedudukan sebagai tangan kanan sang CEO perusahaan Franziska cops.memang di perusahaan Franziska cops tidak hanya tangan kanan CEO saja yang memiliki tanda pengenal itu tapi juga para staf.itu adalah andalan khusus perusahaan itu dan sudah didengar dikalangan perusahaan lain.bahwa mereka memiliki tanda pengenal khusus setiap jabatannya.tanda pengenal itu tidak bisa dimiliki dimiliki sembarang orang karena menmang pembuatanya khusus.

__ADS_1


"ti...ti...tidak mungkin kau pasti nyuri kan,itu adalah tanda sebagai tangan kanan kepercayaan CEO"ucap Sinta tak pernah. sebagai anak menejer Sinta paham akan tanda itu sebab setiap ada acara perusahaan banyak yang membawa keluarga mereka.


belum sempat Rania menjawab datanglah seseorang dari luar.


"ada apa ini"suara itu membuat semua orang menoleh kearah sumber suara itu.


betapa terkejutnya semua orang yang ada disana, ternyata yang datang adalah Rendy sang CEO sekaligus pemilik perusahaan tersebut.


sesaat kemudian Rendy beralih melihat Rania dan mendekatinya diikuti oleh Nanda.


"nona Rania ada perlu apa kesini?"ucap Rendy.


Rendy terkejut dengan kedatangan Rania.dia mencoba bersikap profesional di depan para stafnya.


"maaf tuan Rendy,saya hanya mengantarkan berkas anda yang tertinggal tadi.tuan Lana berpesan bahwasanya berkas ini tidak boleh diantara sembarang orang maka dari itu saya yang mengantarkan"ucap Rania sopan bersikap profesional.


"dan juga tuan Rendy mohon untuk tamu anda tidak mempersulit pekerjaan saya"sambung Rania sambil mengarahkan pandangannya ke arah Sinta.


Rendy melihat ke mana arah tatapan mata rania dan dia terkejut siapa itu.rendy ingin bahwa itu adalah wanita yang selalu mencari perhatian Rendy saat masih kuliah dulu. dan Rendy mengerti apa yang diperbuat oleh wanita itu.jawabannya pasti keributan.


"saya mohon maaf atas kekacauan yang terjadi, sejujurnya dia bukan tamu saya"ucapan Rendy membuat semua orang kaget.

__ADS_1


__ADS_2