
"lepaskan dia, tangan kotor mu tidak pantas untuk menyentuhnya"ucap pria itu.pria itu semakin mendekat dan menghempaskan tangan wanita itu dengan keras.dengan itu rania langsung mengambil botol susu milik baby ale dan memberikanya agar menghentikan tangisannya.
"Tuan Demian,Tuan Luis"ucap Rania.
"halo nona rania"ucap Demian.
"halo kak rania"ucap Luis.semua orang yang menyaksikan kejadian itu tercengang,karena Rania bisa mengenal orang yang paling berpengaruh di LA dan juga italia.
“apa kakak mengenalnya?”tanya lana pada rania yang memang dari tadi yang menemani tamu tersebut adalah lana dan fera sekertaris rania.semua orang tidak kaget lagi jika rania dipangil kakak oleh atasanya karena gosip tentang rania adalah tunangan kakak ceo mereka sudah tersebar luas di seluruh penjuru kantor.
“ya begitulah”jawab rania singkat.wanita yang tadi mencoba mengusir rania berkeringat dingin karena ternyata dia adalah oreng penting di perusahaan tempatnya bekerja.
“hey kau,kemari!”ucap lana menunjuk wanita itu.
“i..ya tu..an”ucap wanita itu gugup.
“Siapa namamu?”
“na..ma say..a devi tu..an”
“devi apa kau tau yang kau usir itu adalah direktur di perusahaan ini dan kau dengan lancangnya berbuat tidak sopan padanya.mulai hari ini ka..”ucapan lana terpotong karena rania.
“tunggu sebentar lana”rania maju menyamakan posisi tepat di sebelah lana.sedangkan baby ale yang berada di gendonganya tertidur karena lelah menangis dan efek obat yang diberikan oleh dokter sebelum pulang tadi.
“ada apa kak?”tanya lana tidak mengerti.
“aku yang akan mengurusnya”lana hanya menganguk pasrah saja.seperti ucapan rania tidak bisa di bantah.”yang ceo sebenarnya siapa sih kok aku ngga bisa bantah,calon kakak ipar”
“jika kamu tidak ingin dipecat aku punya penawaran untukmu,satu kamu perbaiki cara berpakaian mu dan belajar bersikap sopan pada siapapun tidak memandang dari segi apapun,kedua kalau memang tidak mau maka surat pemecatan akan sampai padamu dalan 15 menit”ucap rania.
“saya ak..an mengikuti penawaran yang pertama nona”
“bagus,sekarang pulang ganti baju yang layak digunakan lalu kembali bekerja,jangan lupa sopan harus”ucap rania lalu berlalu dari hadapan devi.
“lihat apa kalian,kembali bekerja”ucap rania.
"sayang,kenapa dengan baby Ale?,apa kamu baik baik saja?"tanya Rendy mendekat kepada Rania.
“aku baik baik saja hanya ada sedikit kendala”mendengar jawaban dari rania akhirnya rendy bernafas lega.lalu rendy melihat ke arah lain.
"halo tuan Tuan Demian Alexander"sapa Rendy berjaba tangan denga Demian.
"tuan Rendy xavion kita bertemu lagi"ucap Demian.Antara perusahaan Rendy dan perusahaan Demian memiliki hubungan kerjasama sejak beberapa tahun terakhir.
__ADS_1
“maaf memotong pembicaraan kalian lebih baik kita ke ruangan ku saja” ucap rania.
“baiklah”
Di dalam ruangannya Rania, Rendy dan Demian berbicara tentang bisnis.sedangkan Luis dan juga sekertaris Rania berebut untuk menggendong baby ald dan lana mengendong baby ale yang sedang tertidur.biasalah lana sedang malas bergulat dengan bisnis,bahkan dia berencana untuk menyerahkan semua tanggung jawabnya kepada sang kakak.
"Luis itu anak orang bukan boneka, bisakah kalian berdua tidak berebut"ucap demian yang risih dengan sikap adiknya pun memarahinya.
"maaf"ucap Luis dan fera.
"dia sangat menggemaskan kak"sambung luis.mendengar jawaban Luis, Rendy terkekeh geli.lalu mereka bertiga melanjutkan pembicaraan.
"tidak masalah nona abay"ucap Demian.
"bisakah kamu tidak memanggilku nona abay?"geram dengan Demian yang selalu memanggilnya seperti itu.
"oh ayolah,aku tidak salah kan memanggilmu seperti itu"ucap Demian.
"ini beda situasi"ucap Rania santai,dia tidak sadar bahwa Rendy juga ada disana.
"apa yang kamu maksud,yang?"tanya Rendy.
"a.. itu.."sebelum Rania menjawab Luis sudah mendahuluinya.
"oh seperti itu"Rania bernafas lega karena rendy mempercayai ucapan Luis.
setelah pembicaraan yang panjang akhirnya rendy dan lana pergi keruangan ceo untuk berdiskusi sesuatu.luis sedang keluar mencari makan siang bersama fera sekertaris Rania.sedangkan Rania masih ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Demian.
"kenapa kalian tidak mencariku di markas malah kesini?"tanya Rania.
"aku sudah mencarimu ke markas,tapi tangan kananmu bilang dirimu sudah beberapa hari tidak kesana"ucap Demian.
"to the point"ucap Rania datar.
"Luis akan tinggal disini beberapa bulan, karena disana ada yang mengincar nyawanya"jawab Demian.
"maksudnya?"
"ini sebenarnya masalahku, tetapi targetnya adalah Luis"ucap Demian sudah cukup dia kehilangan seluruh keluarganya,dia sudah tidak mau kehilangan lagi.
"baiklah,untuk sementara dia akan tinggal di markas lebih aman"ucap Rania.
"baiklah"Luis berumur 20 tahun sedangkan Demian sebaya dengan rendy.alasan Demian menitipkan Luis ke Rania karena dia adalah rekan terpercaya setelah tangan kanannya.sebenarnya kedatangannya kesini secara diam diam,dia memutuskan hal itu karena beberapa hari belakangan Luis sering diintai dan sudah diserang 2 kali tetapi masih bisa diatasi anak buah Demian.hal itu membuat hati Demian sangat tidak tenang, mungkin 2 kali masih bisa diatasi tapi tidak untuk ketiga kalinya.karena musuh yang dihadapinya sangat berbahaya dan tidak main-main.
__ADS_1
"apakah dia muncul kembali?"selidik Rania.
"haa"Demian menghela nafas berat"benar dia kembali,kali ini aku harus segera bertindak.karena dia memiliki rekan yang juga ingin menghancurkan ku"jelas Demian.
sore hari adalah waktu yang tenang bagi Rania dan rendy,karean kedua bayi itu sedang tidak rewel.saat ini mereka sedang duduk di sofa sambil memandangi baby Ale dan baby Ald yang sedang tidur pulas di kasur.
"akhirnya mereka tidur juga"ucap Rendy sambil bersandar di pundak Rania.
"hemm,cukup melelahkan"bagaimana tidak setelah pulang dari perusahaan Franziska cops kedua bayi itu kembali rewel, beruntung ada dua babysitter jadi pusingnya bisa dibagi bagi berempat.setelah memandikan dan memberikan obat kepada mereka akhirnya bisa tenang juga disore hari.
"sayang apa yang kamu bicarakan dengan tuan Demian?"tanya rendy.
"hanya masalah bisnis"jawab Rania.
"mengapa tidak langsung ke papa ataupun Lana sih"kesal Rendy.rania hanya geleng-geleng kepala karena sikap Rendy, Untung saja Rania tidak mengatakan Luis tinggal disini karena permintaan demian.kalau sampai tahu bisa makin cemburu nih si Rendy.
"sudahlah jangan berburuk sangka,mas tidak bekerja?aku ingin menyelesaikan beberapa pekerjaanku"ucap Rania.
"tidak aku hanya ingin bermanja-manja denganmu,sudah ada nanda"ucap Rendy dengan nada manja.
malam hari tepatnya pukul 22.00 seorang gadis seluruh pakaiannya serba hitam.keluar dari apartemennya dengan menggunakan motor sport hitam.dengan motor sport itu dia menelusuri jalan yang sepi.setelah beberapa menit berkendara akhirnya sampailah di tempat tujuannya.dia memarkirkan motor sportnya di garasi khusus dan masuk ke dalam.
"selamat datang nona abay"ucap setiap orang yang Rania lewati.ya itu adalah Rania,dia menyelinap keluar para babysitter sedang tidur bersama kedua bayi itu.sedangkan Rendy sudah pulang sejak pukul 20.00 selesai bermanja-manja dengan Rania..entah itu sahabatnya, Rendy bahkan keluarganya pun tidak ada yang tahu.
Luis yang tahu Rania sedang berada disini langsung menghampirinya.
"kak Rania,tidak adakah tempat lain untukku selain di markas?"tanya Luis dengan wajah cemberut.
"jangan protes,turuti saja demi keselamatan mu"jawab Rania dengan wajah datar.karena memang disekitarnya banyak bawahannya yang menyambut kedatangannya.
"dimana Dandi?"tanya Rania pada mereka.
"tuan Dandi sedang ada urusan hari ini"jawab salah satu dari mereka.
"baiklah"ucap Rania sambil menjentikkan jari satu kali.mereka semua yang ada di ruangan itu segera pergi.
Rania menuju ruangan khusus untuk dirinya diikuti oleh Luis dibelakangnya.saat sampai Rania langsung terjun dengan beberapa berkas ditangannya.
"kenapa masih disini? tidur"perintah Rania kepada Luis.
"tapi kak ..."belum selesai bicara Rania langsung memotong pembelaannya"T I D U R"Luis langsung keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai.
Brakk
__ADS_1
“ada apa?”tanya rania saat melihat dandi masuk dengan kringat membasahi seluruh wajahnya.