
satu bulan kemudian setelah pencarian panjang.apa yang ditemukannya adalah sebuah bukti bahwa dia diancam oleh Gea wanita gila itu lagi.gea yang mengancam kalau dia tidak pergi jauh dia akan melukai anaknya kembali.dia mengerutuki kebodohannya tidak bisa melindungi istri dan anaknya. akhirnya dia sudah sangat marah dan melaporkannya ke polisi.lalu Rahardian mendatanginya bersama polisi ke rumah Gea, tetapi saat sampai disana ternyata wanita itu sudah kabur entah kemana.tetapi dia tidak akan berhenti sampai disitu dia menghubungi anak buahnya untuk mencari wanita itu.
beberapa hari kemudian anak Buah Rahardian menghubungi dan memberitahukan bahwa Gea sedang berada di sebuah apartemen tempat dia berbunyi.saat mendatangi apartemen itu dengan anak buahnya Gea langsung berlari keluar dari apartemen lalu menaiki tangga.rahardian memerintahkan anak buahnya untuk mengejarnya, Karena sebentar lagi polisi akan tiba.anak buah Rahardian mengejar sampai lantai atas dan menampilkan sebuah pemandangan gedung menjulang tinggi.
"berhenti disana"teriak Gea.
"menyerahlah anda sudah menjadi buronan"ucap salah satu dari mereka.
"hahaha aku bukan buronan apakah aku tidak boleh jatuh cinta,aku sudah gila karena mencintai Rahardian aku gila"
Gea semakin mundur dia tidak tahu dibelakangnya sudah tidak ada jalan lagi.
"majulah atau anda akan jatuh"
"aku tidak perduli kalau aku tidak mendapatkan cinta dari Rahardian maka orang lain tidak boleh"
tak beberapa lama Rahardian datan bersama polisi.
"tangkap wanita itu pak"
"berhenti disana"ucap Gea semakin mengambil langkah mundur.Gea semakin mundur dan dia terjatuh dari lantai 15 gedung itu.
***
setelah kejadian itu dia terus menerus mencari kebenaran istri dan anaknya.tidak tahu siang atau malam.dunianya seakan berhenti berputar,Lana sudah Rahardian titipkan kepada sang mama untuk menjaganya.
10 tahun kemudian dia menemukan di mana jejak keberadaan istrinya dan dia mendatangi perkampungan tersebut tetapi apa yang dia dapatkan?diserang oleh sekelompok preman karena melewati jalan sepi karena dia pergi tanpa anak buah.
Saat itu sudah kewalahan karena serangan tersebut Rahardian tidak bisa melawan lagi.tetapi ada seorang gadis yang membantunya. gadis itu melawan segerombolan preman itu sendirian setelah itu dia membantu Rahardian untuk mengobati luka akibat dikeroyok sang preman tadi.lalu sedikit bercerita bersama gadis itu.
setelah mendengarkan apa yang diucapkan gadis itu hati Rahardian kembali sakit.benar kata gadis itu mungkin sekarang dia dan Tia berpisah tetapi suatu saat nanti pasti akan bertemu kembali.dia ingat bahwa dia masih memiliki lana.dan dia bukan menyerah tetapi menanti untuk kembali.
FLASHBACK OFF
tuan Rahardian mengingat kembali semua kenangan pahit yang terjadi 19 tahun silam.sekarang istrinya kembali dihadapannya sedang memeluk putranya.
"apa sudah selesai acara sedihnya"ucapan tuan Rahardian membuat Lana dan mama Tia melepaskan pelukan.
"sudah"jawab Lana dan mama Tia kompak.
tuan Rahardian hanya tertawa kecil"dasar mama dan anak sama saja"ucapnya.
"Lana keluar sebentar papa ingin berbicara dengan mamamu"ucap tuan Rahardian.
"baiklah"ucap Lana.
akhirnya Lana keluar untuk memberikan ruang bagi mama dan papanya meluruskan kesalahpahaman.lana bosan menunggu didepan ruangannya akhirnya memutuskan untuk keruangan Rania.
saat berjalan menuju ruangan Rania salah satu staf di departemen tersebut menghampirinya.
"permisi tuan muda ,maaf sebelumnya apakah anda mencari nona Rania?"tanya staf tersebut.
"iya benar, apakah dia ada didalam?"tanya Lana.
"maaf tuan muda,nona Rania sedang berada di luar kota bersama sekertarisnya"ucap staf itu.
"oh jadi begitu, baiklah kembalilah bekerja"perintah Lana.
__ADS_1
"baik tuan muda saya permisi undur diri"dibalas anggukan oleh Lana.
"astaga pasti kak Rania sedang menangani kasus waktu itu,aku sampai lupa karena terus memikirkan tentang mama.ya tapi enak juga ya kalau sedikit santai Untung ada kak Rania"ucap Lana sambil kembali ke lantai atas.
saat sampai di lantai atas Lana melihat kedua orang tuanya sudah keluar dari ruangannya.
"kamu dari mana sayang?"tanya mama Tia.
"dari ruangan kak Rania"jawab Lana.
"bukankah ayya sedang ke luar kota selama 2 hari?"ucap mama Tia.
"iya,aku baru saja tahu ma"ucap Lana.
"papa benar benar hebat bisa memilih kak Rania aku bisa Santai sebentar karena pasti saat dia pulang masalah kemarin pasti sudah selesai"ucap Lana dengan tatapan lega.
tuan Rahardian yang mendengar hal tersebut dari mulut anaknya merasa jengkel.lalu pak Dian memukul lengan Lana."dasar kau ini ingin enak saja, jangan terlalu tergantung pada Rania nanti kau tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa ada dia disampingmu.lagi pula memang rania sudah melapor padaku kemari"ucap tuan Rahardian memberikan nasihat panjang lebar kepada Lana.
"iya iya pa,kan aku baru lulus dan memimpin juga sedangkan kak Rania sudah lama kerja disini"ucap Lana dengan wajah kesal.
"itu tidak bisa dijadikan alasan"ucap tuan Rahardian.
"sudahlah jangan bertengkar terus apa kalian tidak malu dengan sekertaris kalian"ucap mama Tia.mereka tidak sadar jika disana ada asistennya dan sekertarisnya.seketika mereka menjadi dingin dan datar.mama Tia hanya menggelengkan kepalanya.sifat itu sama aja dengan Rendy.
"dasar ayah dan anaknya sama saja"batin mama Tia.
beberapa saat kemudian telpon di meja sekertaris berdering.setelah sekertaris mengangkat telepon tersebut lalu memberitahukan sesuatu kepada tuan Rahardian.
"tuan baru saja resepsionis menelpon bahwa ada seseorang yang mencari anda dan mengamuk didepan.sekarang sedang ditahan oleh security"ucap sekertaris itu.
saat mereka sampai kebawah mereka terkejut ternyata yang membuat keributan adalah rendy.disana juga ada Sasa yang baru datang bersama kedua sahabatnya yang mengendong si kembar.
"kak sudahlah ayo kembali lihatlah di tanganmu masih ada darah"bujuk Sasa.
"tidak aku ingin bertemu dengan tuan Rahardian Franziska pemilik perusahaan ini.kembalikan mamaku aku tidak ingin mamaku terkena tipu muslihat nya lagi"teriak Rendy.
"tidak sayang itu tidak benar"ucap mama Tia kepada rendy.semua orang menoleh ke arahnya.
"mama ayo kita pulang sekarang aku tidak percaya padanya"ucap Rendy sambil menarik tangan mama Tia.
"tunggu Rendy sepertinya papa harus menjelaskan kesalahpahaman kepadanmu"ucap tuan Rahardian sambil mencekal tangan Rendy yang akan membawa mama Tia pergi.
"aku tidak percaya kepadamu,aku sudah ingat semua yang telah aku lupakan dan aku pun mempunyai bukti penghianatanmu"ucap rendy.
"percayalah pada papa, papa tidak pernah melakukan semua itu itu hanyalah sebuah kebohongan"ucap tuan Rahardian.
"aku tidak pernah percaya dengan laki-laki pengecut sepertimu tuan Rahardian Franziska"teriak Rendy.
"bukankah kamu harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu sebelum menuduh.rendy xavion Rahardian Franziska.mana janjimu untuk tidak terhasut"ucap Rania dengan tegas dan lantang.semua mata tertuju kepadanya dan mereka semua yang ada disana kaget.terutama para staf kantor itu bagaimana bisa Rania ikut campur dalam urusan keluarga.
"aku paling tidak suka ketika kata janji berubah menjadi kata maaf,dengarkan dulu baru marah"sambungnya dengan tatapan kecewa.
"sa..sayang,aku bisa menjelaskan padamu"ucap Rendy sambil mendekatinya.semua orang terkejut dengan panggilan yang dilontarkan oleh Rendy kepada Rania.
"kamu sudah berjanji untuk tidak terhasut, apalagi orang yang tidak kamu kenal yang memberitahukan semua itu"ucap Rania.
"tapi yang aku.."ucapan Rendy terpotong oleh ucapan Rania."sudah tidak perlu dijelaskan sekarang ada 2 pilihan pertama kita keruangan ku lalu mas Rendy kembali ke rumah sakit,kedua kalau mas rendy tidak mau aku tidak mau berbicara padamu dan tidak kuperbolehkan bertemu anakmu"
__ADS_1
"baiklah aku pilih pilihan pertama"ucap rendy pasra bagaimanapun dia terlalu gegabah mengambil keputusan.rendy berjalan ke arah si kembar mencoba mengendong baby ale dari Sheila.rania pun sama dia mengambil baby Ald dari Lisa.
"apa yang kalian lihat, cepat kembali bekerja"ucap Lana tegas.semua orang yang ada disana menjalankan perintah Lana untuk kembali bekerja.
mereka semua menaiki life untuk menuju ruangan Rania.sesampainya di ruangan itu Lisa dan Sheila pamit untuk ke toilet.
selama setengah jam itu keluarga Franziska meluruskan semua kesalahpahaman yang ada.rania hanya diam mendengarkan sambil menjaga si kembar.
"jadi kapan kalian akan menikah"karena ucapan yang dilontarkan oleh tuan Rahardian membuat Rania tersedak ludah sendiri.
karean ucapan tuan Rahardian,mama Tia langsung menepuk pundaknya lalu mengelengkan kepalanya agar tidak melanjutkan pembahasan itu.
"oh iya Rania apakah masalah kemarin sudah selesai"ucap tuan Rahardian mengalihkan pembicaraan.
"sudah tuan sekarang semuanya sudah beres,tapi"ucap Rania ragu.
"tapi apa?"
"dalang dibalik ini semua belum terungkap, karena mereka yang melakukan ini tidak tahu Latar belakang dan wajah orang yang mengajak mereka berkeja sama"jelas Rania.
"begitukah?"tanya tuan Rahardian.
"benar tuan sepertinya kejadian hari ini juga direncanakan orang yang sama orang yang membuat masalah kemarin"ucap Rania.
"baiklah sekarang giliran mu Lana menyelidiki semua ini, jangan mau enaknya saja"ucap tuan Rahardian.Lana hanya mengangguk pasrah."terimakasih atas kerja kerasmu"sambungnya.
"sama sama tuan"
"jangan panggil tuan dong,pangil papa saja seperti Sasa,Lana dan rendy"ucap pak Dian.
"ba.. baiklah pa..papa"
Lalu tuan beralih pada bayi kecil yang ada digendongnya."siapa nama panggilan mereka"sambil mengelus pipi baby Ald yang ada di gendongan Rania.
"nama panggilan mereka baby Ale yang bersamaku dan baby Ald yang bersama ayya"ucap Rendy.
"mereka tampan sekali, akhirnya aku punya cucu"ucap tuan Rahardian sambil mengendong baby Ald.mama Tia juga tak mau kalah lalu mengendong baby Ale.
"Rendy kembalilah kerumah sakit bersama Rania,aku ingin bermain bersama mereka berdua.ayo istriku biarkan mereka kita bersenang senang bersama kedua bayi kecil ini"ucap tuan Rahardian menarik istrinya keluar dari ruangan itu.
"Lana urus semuanya"ucap tuan Rahardian sebelum pergi.
"baik papa ku sayang"ucap Lana sambil tersenyum jengkel.
akhirnya Lana ditingalkan sendiri,Rania dan rendy kembali ke rumah sakit sedangka Sasa dan yang lain ikut tuan rumah kerumahnya.
***
•pagilan Rahardian Franziska akan diganti dari tuan Rahardian menjadi papa dian.
•nama Rendy xavion berubah menjadi rendy Rahardian xavion Franziska.
•nama panjang Sasa=larisa acintya Franziska.
•nama panjang mama Tia=listianti isvara Franziska.
disini saya hanya mengingat bahwa alur cerita ini agak ringan agak rumit juga.jadi semua tergantung pada para pembaca.
__ADS_1