Diamku Hanyalah Sebuah Topeng

Diamku Hanyalah Sebuah Topeng
Diam bukan berarti tidak tau


__ADS_3

Di ruang bawah tanah Rania hanya bisa tersenyum, mendengar pembicaraan dari Veronica di lantai tiga.tepatnya berada di ruang kerjanya, Veronica tidak tau bahwa ada sebuah kamera kecil yang diselipkan di antara buku buku yang berada di rak yang berada tepat di sebelah meja kerja itu.


kamera cctv terbanyak berada di lantai tiga, sedangkan di ruang bawah tanah hanya ada beberapa kamera kecil memang pengoperasian seluruh sistem di ruang Rania berada di ruangan tersebut.


"Vero,aku diam bukan berarti tidak tau.tapi aku tau kau mencoba untuk melakukan yang terbaik untukku"ucap Rania sambil melihat layar komputer yang menampilkan seluruh bagian sudut rumahnya dan sisanya bagian cctv lain yang berada di kediaman chandresh.


"aku ikuti permainan kalian,tetapi sebagai pemain yang muncul paling akhir"sambungnya ketika melihat dari sisi layar yang mengarah ke kediaman chandresh.


Rania membiarkan rencana selanjutnya dilakukan keluarga Franziska sebagai awal serangan balik mereka, sisanya dia akan muncul setelahnya.


"The game begins, it's time for you to get out of this game old man"ucap Rania sambil tersenyum mengerikan.


...*****...


Beberapa hari kemudian mereka mengetahui bahwa perusahaan chandresh akan mengadakan pesta ulang tahun perusahaan satu Minggu lagi. Veronica mengetahui bahwa Ferry akan mengeluarkan kartu as nya hari itu juga.


"tidak sesulit dugaan ku,dia langsung mengerakkan rencananya hanya karena kabar Rania yang masih hidup, Daebak"ucap Veronica sambil tertawa menyeramkan.


"hentikan tertawamu itu,bukan malah indah malah terkesan mengerikan"gerutu Luis yang berada di sebrang meja kerja Rania.


"diam kau, selesaikan pekerjaanmu,dan satu lagi telepon suami Nia, agar papanya menerima undangan dari tua Bangka itu"sahut Veronica dengan tatapan tajam.


"oke,"jawab Luis sambil berbalik"punya kakak kok serem banget"gumam Luis sambil keluar dari ruangan itu.


"aku dengar Luis"sahut Veronica yang masih membaca dokumen, mendengar hal itu Luis langsung berlari kencang"gawat,mati aku"


Di sisi lain Rania keluar dari tempat persembunyian lewat pintu rahasia dan tentunya sudah ditunggu oleh Rayan yang baru saja sampai di indonesia.


selama ini mungkin yang mengikuti Rania hanya Kenan, sedangkan Rayan hanya mengikuti perintah jarak jauh.hanya dalam keadaan gawat saja Rayan keluar secara langsung mengikuti Rania.bahkan Veronica saja tidak bisa menghubunginya kalau tidak lewat Rania.


"ke Perusahaan chandresh sekarang"perintah Rania pada Rayan.


"baik tuan Baruna"Rania sekarang sedang menyamar sebagai laki-laki,tentu saja dengan identitas Baruna Alexander.tetapi kerja sama itu mengunakan perusahaan tyrion company.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit mereka akhirnya sampai di perusahaan chandresh.saat masuk ke dalam perusahaan itu Baruna sudah di sambut langsung CEO dan juga asistennya.


"selamat datang tuan Baruna, sebuah kehormatan bisa melakukan kerja sama dengan anda"ucap sang CEO.


Baruna hanya melirik ke arah Rayan,yang dilirik tau bahwa dia harus bertindak.


"terima kasih atas sambutannya tuan Andrian"

__ADS_1


Andrian chandresh ayah dari mendiang kakak ipar Rania yaitu Daniel chandresh.


mereka melakukan pembicaraan tentang kelancaran kerjasama hampir satu jam lamanya.saat di dalam ruangan itu Baruna selalu menatap tuan Andrian dengan tatapan tajam.ada perasaan mengganjal di hatinya karena melihat dia begitu mirip dengan Daniel dan juga ada sisi kebencian terhadapnya karena tidak berusaha mencari anaknya.


"tuan Baruna,tuan Rayan jika anda berdua berkenan untuk hadir di acara ulang tahun perusahaan tujuh hari lagi?"ucap tuan Andrian saat pembicaraan itu selesai sambil memberikan kartu undangan.


Rayan menoleh ke arah Baruna, sedangkan Baruna hanya mengedipkan kedua matanya tanda setuju.


"baiklah tuan Andrian,kami akan hadir di acara tersebut"jawab Rayan.


setelah menandatangani kontrak kerja sama mereka bergegas pergi dari perusahaan chandresh untuk kembali ke persembunyiannya.


seminggu kemudian akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba.seluruh anggota keluarga Franziska menghadiri acara itu bersama Veronica dan luis. sedangkan Dandi dan organisasi Avega hanya berjaga jaga saja.


saat acara tersebut dimulai situasi masih baik baik saja.tetapi ketika pertengahan acara Ferry sudah mulai bergerak.


"ada apa Ferry?"tanya tuan Andrian bingung melihat adik tirinya yang mendekatinya.


"kak aku sudah menemukan salah satu anakmu yang hilang"ucap Ferry.


"benarkah dimana?"tanya tuan Andrian lagi.


Para tamu pun merasa terkejut dengan kehadiran Dayyan chandresh kembaran Daniel chandresh.


"Tidak semudah itu Ferry"ucap Veronica sedikit berteriak.


Tak


lampu mendadak mati,dan munculah layar tancap kejadian penculikan Dayyan, kejahatan dari Ferry,hubungan gelap Ferry dan masalah kecelakaan yang menimpa Daniel serta dalang dibalik itu semua.


"Tidak itu semua tidak benar,itu pasti hanya settingan"teriak Ferry karena memang seluruh rencananya terbongkar begitu saja.


lampu kembali menyala seperti semula, semua tamu berbisik bisik tentang kebusukan Ferry.


"jadi selama ini kau memiliki dendam padaku dan kau limpahkan kepada anakku ferry.ayahku membesarkan kau dengan baik apa ini balasanmu haa"bentak tuan Andrian melihat kejadian itu.


"itu ti..dak benar kak,..."belum sempat Ferry melanjutkan ucapannya tangannya sudah dibekuk oleh dua orang berbaju hitam.


"hei lepaskan aku"teriak Ferry meronta ingin dilepas.


"jadi selama ini paman hanya memperalat diriku dan mengadu domba aku dan adikku"sahut Dayyan sedikit terpancar wajah menyesal karena bisa termakan omongan Ferry.

__ADS_1


"itu tidak benar Dayyan, lepaskan aku"teriak Ferry.


"kau tidak bisa menyangkal tuan Ferry"suara seseorang yang berada di kerumunan.


tak


tak


tak


suara langkah kaki mendekati ke arah panggung,tentu itu Veronica karena Rania masih ingin menikmati pertunjukan itu.


"berapa banyak lagi orang yang mau kau korbankan karena keegoisan mu"Veronica mencengkeram kuat dagu Ferry.


"siapa kau? aku tidak mengenalmu"ujar Ferry lirih.


"apa kau tidak ingat dengan peringatan tiga tahun lalu,lewat sebuah pesan rahasia"ucapan sambil memunculkan seringainya.


"kau..kau.."Ferry sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi karena ancaman itu benar benar terjadi.


pesan rahasia itu hanya tertulis beberapa kalimat saja tetapi bisa disimpulkan sebagai ancaman.


"Dirimu akan kehilangan semuanya dalam tiga tahun lagi, dan semua kebusukan mu akan terbongkar hitungan dimulai dari sekarang"


^^^secret message.^^^


begitulah isi dari pesan rahasia itu,yang dikirim Veronica saat akan terbang ke Singapura.


"Dan kau Dayyan,kau adalah.."Veronica tidak menyelesaikan ucapannya tetapi melanjutkan dengan pukulan di wajah Dayyan.


Bugh


"...manusia bodoh dan brengsek, karena dirimu kedua keponakanku lahir tanpa diasuh oleh kedua orang tuanya"bentak Veronica.tiga tahun hidup bersama kedua bayi kembar itu membuatnya sadar bahwa dirinya masih beruntung bisa merasakan pelukan hangat kedua orang tuanya sedangkan mereka tidak bisa merasakannya.


"acara sudah selesai, semua tamu dipersilahkan untuk pulang kecuali seluruh keluarga chandresh"ucap Veronica penuh penekanan.


semua tamu meninggalkan tempat tersebut dengan cepat.


"Veronica Alexandre, apakah sekarang giliran ku"semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara itu.mereka melihat seseorang dengan posisi menunduk, duduk di salah satu kursi paling belakang dengan santai memainkan gelas.


"Tentu saja tuan Baruna Alexander yang terhormat,aku tau kau pasti datang"jawab Veronica dengan senyum misterius.

__ADS_1


__ADS_2