Diary Of A School : Marching Flower

Diary Of A School : Marching Flower
BAB 28 Saling Berpikir


__ADS_3

Berlanjut....


Rave duduk dengan tatapan kosong dengan tangannya memegang terompet. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Dan itu karena apa yang terjadi tadi malam.


"Boleh omah bicara sama kamu sebentar?"


Tatapannya menjadi pilu, saat nenek menatap Rave. Rave pun sama dia memandang perasaannya bertahun-tahun. Setelah mereka keluar dari kamar, tidak tinggal diam nenek Kartika segera memeluknya. Rave tidak membalas.


Meskipun wanita paruh baya ini sangat merindukan cucunya, sama sekali belum pernah melihatnya. Tapi saat itu satu tahun yang lalu, dia tidak sengaja bertemu dengannya di perumahan ini. Pertemuan pertama dimana Rave dan Nenek Kartika saling mengenal karena sebuah foto yang mereka lihat.


Dia adalah cucunya, dan dia adalah neneknya.


Nenek melepaskan pelukan.


"Ayah kamu udah cerita sama omah kalau kamu nemuin dia beberapa minggu lalu. Omah seneng dengernya."


Rave bisu.


"Tapi kenapa kamu nolak buat tinggal sama ayah kamu?"


"Saya,, belum siap tinggal sama orang yang masih asing buat saya."


"Tapi Kevin ayah kandung kamu, Nak."


"Saya tahu. Tapi bagi saya, papah pertama saya itu Jenderal Haris. Sosok papah yang udah ngelindungin saya dan ibu, sampai ibu saya...--" Rave menahan rasa sakit di dadanya. "Mengorbankan nyawanya, memilih untuk saya lahir ke dunia. Dimana ayah Kevin saat itu? Omah?!"


Nenek sedih tentang itu semua. Masa lalu anaknya yang memutuskan untuk bercerai dimana saat itu palu sudah diketuk. Pasangan yang masih muda resmi bercerai namun ternyata wanita itu tengah hamil dan anak yang sudah lahir itu adalah Rave. Tidak ada yang bisa disalahkan atas kejadian itu. Beberapa bulan dari perceraian anaknya menikah lagi dan wanita yang dinikahinya adalah Rosa, ibunya Shei.


"Kamu boleh benci sama ayah kamu. Tapi jangan sampai kamu memutuskan tali persaudaraan. Kamu masih darah dagingnya, dan Shei adik kamu."


Rave hanya mengangguk, dan akan selalu mengingat nasehat itu untuk tidak membenci sosok ayah kandungnya dan keluarganya, termasuk Shei.


Kleeek.


"Omah? Rave? Kalian... lagi ngobrolin apa?"


Kedatangan Shei menyudahi pembicaraan antara Rave dengan nenek Kartika. Shei sama sekali tidak tahu soal permasalahan ini.


Terdengar helaan nafas dari Rave, lelah dengan pikirannya. Juga mengingat permintaan nenek Kartika tadi malam kepadanya, soal menemani Shei.


Teeet!!!


"Aaargh..! Lo punya otak nggak?!" Benar-benar sakit. Rave terbangun dari lamunannya ditambah dengan rasa sakit di telinga kanannya akibat suara terompet Ello. Sangat dekat.


Ello cengegesan tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang ia lakukan terhadap teman kecilnya itu yang tengah melamun. "Punya lah makanya gue nyadarin lo sebelum kerasukan. Ampuh kan ni terompet, gue pinjem sama si Usman."


Kalau saja ini tidak di sekolah mungkin Rave sudah menghajar habis-habisan teman kecil yang menyebalkan ini.


Di bawah sana, pandangan Shei melihat ke atas ke arah Rave dan Ello berada. Namun yang ia pandang adalah sosok Rave.

__ADS_1


Kemarin omah sama Rave ngomongin apa? Waktu gue keluar, wajah omah sama Rave kayak panik gitu. Batin Shei bertanya-tanya soal kemarin malam.


Sementara di jarak yang agak jauh, ada seseorang yang juga sedang menatap Shei, yaitu Alya. Mengingat hari sebelumnya, di mana mereka berbicara satu sama lain sedikit dalam keributan. Tapi yang membuatnya penasaran adalah kata-kata Shei tentang surat.


"Surat yang dimaksud Shei, surat apa ya?" tanyanya pada diri sendiri.


Rave dan Ello masih sangat ribut di tribun sana. Sampai dimana kakak kelas mereka berteriak pada Ello.


"Oy El! Balikin terompet gue!" Pemiliknya meminta kembali terompet yang dibawa oleh Ello tanpa persetujuannya.


Tidak lama kemudian ada dua murid laki-laki dan dua murid perempuan yang merupakan kelas 12 menghampiri anak-anak marching band. Aji yang merupakan ketua ekskul jurnalistik, Nasrul ketua OSIS, Gina ketua MPK, dan Oni anggota Paskibraka. Mereka cukup terkenal di sekolah Baknus ini.


"Hallo guys...." sapa Aji yang selengkengan.


Anak-anak marching band bertanya-tanya mengapa murid penting Baknus berkumpul di sini. Namun ternyata mereka memiliki urusan dengan ketua kami, Feby.


"Gimana, Ji? Mau minjemin?"


"Yoi. Lo sama anak-anak marching band boleh pinjem."


Feby merasa senang. "Thank you. Lo yang paling the best deh, mau minjemin kita drum elektrik. Nggak papa nih? Serius?"


"Serius. Lagi nggak dipake juga. Nanti ke rumah gue aja, ambil."


Feby angguk dengan senang. "Guys... kakak kelas kalian mau minjemin drumnya buat nanti festival."


"Woaaah.... Bang Aji makasih nih."


"Makasih, Ji."


Anggota marching band segera berterima kasih padanya. Dan Aji yang mendengar banyak terima kasih untuknya, tersipu malu.


"Kalian kemari...--" tanya Feby kepada ketiganya yang datang bersama Aji.


"Ah kita nggak sengaja papasan sama mereka, Feb. Jadi ngikut aja. Apalagi dia," sahut Gina sekaligus menyindir Oni.


"Lo mau ngapain kesini, On? Nggak ada Ahmad nya juga," goda Feby.


"Ya kali gue kesini buat Si Buruk Rupa," sungutnya. "Gue kesini itu cuman pengen liat latihan anak-anak MB. Katanya mau diaktifin lagi yah?"


"Iyah. Berkat adanya Shei. Sekolah ngepercayain lagi."


Dan mereka berempat segera melihat ke arah Shei berada. Shei yang memperhatikan itu memalingkan wajahnya, pura-pura tidak melihat. Ternyata benar, murid baru bernama Shei itu sangat cantik. Tak heran jika kedatangannya sangat heboh seperti tahun lalu ketika saudara kembar Fauzan Fauzi yang merupakan murid baru juga membuat heboh di sekolah ini.


"Kita ikut seneng dengernya. Gue sama anak-anak lain juga berharap, marching band bisa sukses nampilin di Dies Natalis nanti," kata Nasrul sebagai ketua OSIS.


"Pasti."


"Yaudah, Feb. Kita pergi dulu. Sukses ya kalian."

__ADS_1


"Iyah makasih, Gin."


"Semangat kalian..."


"Oke, Kak."


"Oy Usman Bin Mail. Melek dikit napa," ejek Oni. "Kalian kasih suara simbal sama si Usman noh, biar sadar."


Orang yang diejek tampak kesal dengan ejekan dari teman sekelasnya itu. "Nyebut bapak gue terus, dasar Olla Binti Ollaf!"


Ternya Oni ikut kesal juga, dia terpancing. Sebelum ada keributan dari mereka berdua. Gina segera melerai Oni, menariknya sampai keluar. Diikuti oleh Aji dan Nasrul yang ikut menyeretnya.


Dan yang lainnya, tertawa melihat kejadian ini.


Setelah kepergian keempat kakak kelas. Tatapan Shei tak sengaja bertemu dengan Alya yang masih tertawa. Tatapan mereka bertemu satu sama lain, tawanya menghilang dari Alya dan langsung memutuskan pandangan terhadap Shei, namun Shei masih terjaga.


Ghesa ya. Dalam hati Shei mengingat perkataan Ello kemarin. Bahwa Ghesa salah satu orang terdekat Alya semenjak kepindahannya.


......................


Di kelas, Joy benar-benar kesepian, teman-temannya tidak ada dan dia hanya terus bermain game di ponselnya. Di bangku sedikit di depannya di sebelah kanan, ada Ghesa di sana. Joy memutuskan untuk datang.


Sepertinya Ghesa tidak memperhatikan kedatangan Joy karena posisi duduk Joy dari belakang membuat Ghesa tidak melihat dan menunduk dengan sangat serius. Joy penasaran dengan apa yang Ghesa lakukan begitu serius menulis.


"Lo lagi ngapain?"


Deg!


Ghesa terkejut, segera menoleh ke belakang untuk menemukan seseorang ada di sini. Ia pun langsung menyembunyikan apa yang baru saja dilakukannya. Dengan pena.


"L-lo dari tadi disitu?"


Joy nampak berpikir. "Mmm mungkin sekitar tiga puluh detik. Lo lagi ngapain sih serius amat."


"Nyatet materi, ketinggalan," putusnya.


Joy ber'oh lalu kemudian segera menarik kursi untuk lebih dekat mengobrol, duduk disitu. "Ghes, lo tahu sesuatu nggak tentang Shei dari Alya?" Ghesa menyipitkan matanya heran. "Bukannya gue kepo tapi gue pengen bantuin Shei dari semua rumor itu. Mungkin Alya ngasih tahu sesuatu tentang Shei karena mereka satu sekolahan dulu. Hem?"


"Sebenarnya...."


"Ghesa," panggil seseorang membuat percakapan Ghesa dan Joy terganggu. "Mau ikut ke kantin nggak? Kita udah kelaparan."


"Oh? Iyah yah. Gue ikut, tunggu." Sebelum beranjak, Ghesa merapihkan bangkunya. "Sorry, Joy. Gue ke kantin dulu laper juga. Lo mau ikut?"


"Mm nggak deh. Lo aja."


"Oke. Bye."


...🌸...

__ADS_1


...Ada Cameo dari Diary Of A School Series 1 nih... Masih inget nggak kalian ? ^^...


...✨...


__ADS_2