Diary Of A School : Marching Flower

Diary Of A School : Marching Flower
BAB 60 Where are You


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu setelah insiden Alya dengan Shei. Dan Shei sama sekali tidak masuk sekolah tanpa kabar sama sekali sampai hari ini pembagian raport semester berlangsung di kelas.


Semua orang khawatir dengan kondisi Shei. Mereka sudah mendengar penjelasan Alya setelah diminta penjelasan oleh Pak Satria dan yang lainnya bisa mendengar. Kini mereka sudah bisa memahami situasi saat ini meski hanya dari sudut pandang Alya.


Alya menceritakan semuanya mulai dari berteman dengan Shei sejak SMP dan setelah masuk SMA semuanya berubah. Dia pernah menjadi korban bullying dari geng di sekolah lamanya. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Shei termasuk dalam geng itu. Tapi untuk postingan video dia memegang rokok, itu karena dia dipaksa oleh komplotan yang mem-bully-nya. Mereka bertanya apakah Shei terlibat? Tentu saja jawaban Alya adalah tidak. Karena pada saat kejadian Shei belum bergabung dengan geng NHS dan Shei juga tidak pernah mem-bully orang sekejam itu dan tidak menyakiti orang.


Yang mereka pertanyakan adalah video itu diposting melalui akun Shei dan itulah pemicunya. Apakah Shei sengaja untuk alasan apa? Atau apakah bukan Shei yang melakukannya.


Alya juga memberikan penjelasan lain dimana Shei memberitahunya bahwa dia mendapat surat misterius yang berisi ancaman dan petunjuk.


Segera seseorang mengaku mengejutkan yang lain, dia adalah Rave, salah satu pelaku surat misterius itu. Rave memberikan pernyataannya bahwa dia menulis surat itu tetapi hanya untuk memberi petunjuk kepada Shei agar segera menemukan pelakunya dari orang yang menjebaknya di sekolah lama yang membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Tapi tidak untuk surat ancaman. Ketika yang lain bertanya pada Rave apakah dia tahu siapa pelaku sebenarnya. Tidak, itu jawabannya, Rave juga tidak tahu siapa yang melakukannya dia hanya memikirkan petunjuk kecil yang dia dapatkan kemudian dia berikan kepada Shei melalui surat yang disimpan di lokernya.


Meski Alya sendiri tidak tahu ancaman seperti apa yang dikatakan pelaku kepada Shei. Namun sebagian dari mereka beranggapan bahwa kejadian ini adalah contoh dari ancaman yang dialami Shei. Tapi mereka juga tidak terlalu yakin. Karena di mana kejadian itu terjadi, sikap Shei seolah membenarkan bahwa itu adalah perbuatannya.


Apakah dia bermaksud mengungkapkan siapa dia sebenarnya dan bahwa Alya adalah korban bullying ataukah sikapnya hanya alasan untuk menutupi atau melindungi seseorang. Dan orang yang dimaksud adalah Alya. Dengan adanya video aib Alya yang tersebar, di saat itu Shei segera mengatakan bahwa Alya adalah korban bullying nya tentu pikiran negatif yang awalnya kepada Alya beralih ke Shei. Mungkinkah Shei mengalihkan perhatian agar orang-orang berpikir negatif hanya pada dirinya seorang.


Alya berada di taman sekolah termenung dia tidak bisa berbohong kejadian yang dia alami terus dipikirkan sampai sekarang.


"Ay..." Joy sedari tadi menemani Alya, mencoba memberikan perlindungan.


"Kenapa dia tega sama aku?! Apa alasannya dia ngelakuin itu?? Hiks..."


"Ay...." Joy tidak tahu kalau Shei dan Alya sudah berteman sejak SMP. Tidak heran dia merasa ada yang ganjal dari ketika sesekali Shei bersama Alya.


"--Gimana kalau ini salah aku, Jonathan?! Hiks... Shei berubah kayak ginih karena aku,, dia berusaha lindungin aku dari mereka... Hiks...."


Jika benar Shei bergabung dengan geng NHS untuk melindunginya dari intimidasi, Alya sangat-sangat bersalah. Tapi jika pemikiran itu salah, Alya sangat kecewa pada Shei dan mungkin sangat membencinya.


......................


Orang tua murid berdatangan karena akan mengambil raport anak-anaknya. Di kelas Flower pun sama. Beberapa orang tua telah menerima raport anaknya dan setelahnya pergi.


Seorang pejabat negara datang untuk mengambil raport dari kedua anaknya yang bersekolah di sini, yaitu orang tua Alvin kelas 11 dan Gadis kelas 10. Djani Mahendra adalah nama ayah mereka. Ia menatap bangga Alvin karena Alvin mempertahankan posisi pertamanya di kelas.


"Kita bicarakan ini lagi di rumah. Papah harus ke kelas adik mu dulu."


Alvin mengangguk. "Makasih, Pah." Lalu sebelum pergi, ayahnya menepuk pundaknya pelan sambil mengisyaratkan bahwa dia bangga padanya.


Rave dan Ello berada di dalam kelas, keduanya menjadi pendiam akhir-akhir ini, meskipun sebelumnya Rave tidak banyak bicara. Dan keduanya memikirkan orang yang sama, yaitu Shei.


Ello sebenarnya sudah selesai dengan urusan pengambilan raport tapi dia tetap ingin tinggal di kelas dan tidak pulang bersama orang tuanya. Tentu saja posisi peringkatnya sekarang bergeser karena siswa baru di kelas ini dan juga Rave, dia bersama Paman Retno selaku walinya masih mengobrol bersama Pak Satria, wali kelas di depan sana.

__ADS_1


Meski Ello dan Rave tidak terlalu mempedulikan peringkat. Mereka masih berada di lima besar. Alvin berada di posisi pertama, yang di posisi kedua adalah Alya, lalu Rave, lalu Ello, dan terakhir ada Fay.


"Permisi. Ini kelas F1?"


Rave segera menoleh, begitu juga dengan Alvin dan Ello terkejut melihat kedatangan nenek Kartika di sini.


"Ibu Kartika.. Silahkan masuk," ujar Pak Satria.


Rave segera berdiri memberi salam kepada nenek Kartika dan memberikan tempat duduk kepadanya. Dan yang duduk disebelah Paman Retno sekarang adalah Nenek Kartika.


"Ini raport milik Sheila. Silahkan bisa dilihat oleh ibu." Nenek Kartika segera membuka raport cucunya. "Nilai harian, dari tugas dan kuis dan ujian. Semuanya bagus. Sheila telah mencoba yang terbaik sampai dia berada di peringkat delapan besar. Namun, jika perilakunya sedikit saja... bisa berubah menjadi lebih baik lagi, seperti tidak membolos, bisa saja Sheila masuk lima besar, Ibu Kartika." Nenek Kartika merasa bangga sekaligus sedih terhadap cucunya. "Sheila anak yang pintar, dia berbakat. Mungkin karena pergaulan di sekolah lamanya yang membuat prilakunya seperti sekarang ini. Saya sendiri merasa menyayangkan, dan prihatin pada cucu ibu."


Ello, Alvin dan Rave mendengarkan percakapan ini.


"Saya sendiri juga tidak tahu kenapa cucu saya menjadi seperti ini. Tapi yang orangtuanya ceritakan pada saya... Yah. Sheila menjadi nakal. Dia sudah salah pergaulan."


"Biasanya dalam keadaan perubahan sikap seperti usia Sheila. Pasalnya, ia memiliki masalah, baik itu masalah dengan keluarga, sekolah maupun dengan lingkungan sekitarnya. Jika boleh saya bertanya, apakah Sheila pernah memberi tahu ibu tentang masalah pribadinya?"


Nenek Kartika menggelengkan kepalanya sedih. Dia tidak tahu apa-apa tentang masalah yang menimpa cucunya di masa lalu dan sekarang, karena Shei sekarang memutuskan untuk meninggalkan rumah neneknya.


Saat itu nenek Kartika baru saja pulang, sekaligus melihat cucunya pulang dalam keadaan tidak sehat, dia menangis dan mengunci diri di kamarnya. Namun tidak lama kemudian, Shei keluar membawa koper memaksa neneknya untuk mengizinkan dirinya meninggalkan kota ini dan kembali ke tempat asal.


Nenek Kartika telah meninggalkan kelas setelah mengambil rapor dan mendiskusikan cucunya dengan wali kelasnya sebelumnya. Tak lama kemudian, Rave segera menyusul neneknya dia datang bersama Paman Retno.


"Langsung pulang?" tanya Jaka kepada Nenek Kartika. Nenek Kartika hanya memberi anggukkan sebagai jawaban.


"Omah..." panggil Rave membuat langkah Nenek Kartika berhenti.


"Maafin omah. Omah jadi kurang merhatiin kamu." Kartika merasa bersalah karena terlalu fokus pada cucunya yang lain dan melupakan cucu di depannya.


"Nggak papa. Saya paham dengan kondisi, Omah," kata Rave, Nenek Kartika tersenyum membelai rambut cucunya yang begitu dewasa. "Omah. Kenalin ini Paman Retno. Wali Rave."


"Terima kasih sudah merawat cucu saya dengan baik. Saya bersama anak saya Kevin, ayah kandung dari Rave. Sangat berhutang budi pada bapak juga Pak Haris."


"Tidak masalah, Bu. Saya malah senang, dan tidak terbebani untuk merawat Rave. Rave sudah seperti anak saya sendiri."


"Saya sangat berhutang budi kepada bapak. Jika berkenan, Pak Retno punya waktu luang, bisakah kita bertemu lagi? Saya tidak bisa diam saja hanya mengatakan terima kasih."


"Baik, Bu. Dengan senang hati."


Kartika sangat bersyukur karena orang-orang yang merawat cucunya begitu baik dan menyayanginya seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Paman harus balik ke kantor," katanya kepada Rave.


"Iyah. Makasih Paman udah nyempetin kesini buat Rave," sahut Rave.


Paman Retno tersenyum lalu kemudian berpamitan juga kepada Nenek Kartika dan dia telah pergi.


"Kalau gitu, omah pulang juga, Nak," sambung Nenek Kartika.


"Tunggu, Omah. Omah tetep nggak mau ngasih tahu Shei dimana?" tanya Rave penuh dengan harapan. Pasalnya nenek Kartika tidak mau memberitahukan keberadaan Shei saat Shei menghilang tidak ada kabar, tidak masuk sekolah, dan meninggalkan rumah.


Tidak lama Ello dan Alvin datang setelah akhirnya Rave membahas tentang Shei kepada nenek Kartika.


"Omah... Mohon kasih tahu kita dimana Shei. Saya sama yang lainnya bener-bener khawatir sama kondisi Shei," tutur Ello sama halnya dengan yang lain berharap.


"Iyah omah tolong kasih tahu kita dimana Shei?" sambung Alvin.


"Maaf, Nak. Omah sudah janji sama Sheila. Sheila ingin sendirian dulu tidak mau diganggu."


"Kita janji kok omah. Kita nggak bakalan gangguin Shei. Kita cuman pengen tahu dimana Shei, apa dia baik-baik aja. Selama tiga hari Shei nggak ada kabar sama sekali. Kita khawatir omah. Omah, yah..."


Melihat keseriusan mereka benar-benar menunjukkan kepedulian mereka terhadap Shei. Mungkin tidak salah untuk mengatakan di mana Shei berada. Karena mereka juga telah berjanji untuk tidak mengganggu Shei untuk sekarang ini.


"Omah bakal kasih tahu dimana Shei. Tapi kalian janji beri waktu buat Shei untuk sendiri dulu."


"Iyah, Omah. Kita janji."


"Sheila sekarang ada di Jakarta. Dia pulang ke rumahnya," ungkap Nenek Kartika.


Wajah mereka segera lebih bersinar seolah-olah mereka telah menemukan harapan. Berharap Shei baik-baik saja setelah kejadian itu.


...🌸...


...Hallo temen-temen!...


...Author berniat menyelesaikan cerita ini hingga 60 chapter tapi ternyata perhitungannya salah... Hehehe......


...Jadi masih ada beberapa chapter lagi, masalahnya belum selesai jadi jangan khawatir guys, nikmati cerita ini oke?...


...^^...


...✨...

__ADS_1


__ADS_2