
"AAA! KAK ELLO SEMANGAT!!"
"ELLLLLLL....!"
"ELLO RAYYAN ALTAIRRRRR!"
"KYAA! EL SEMANGAT!"
"EL! LOVE YOU SO MUCH!"
Semua pandangan langsung tertuju pada Fay yang ikut berteriak. Semua siswa tahu bahwa Fay adalah salah satu gadis yang terang-terangan menyukai Ello. Yang tidak suka langsung mencibir. "Napa?! Nggak suka?! Sirik bilang!"
Namun teman yang sekelas dengan Fay tertawa ngakak melihat tatapan sinis dan jijik semua orang tertuju pada Fay.
"Dihh kayak El yang suka aja sama dia!" gumam gadis-gadis itu dan kembali menyemangati Ello di lapangan dengan spanduk dan teriakan mereka.
Shei tersenyum melihat tingkah-tingkah para penggemar Ello. Shei tidak menyangka Ello memiliki penggemar. Hari ini Dies Natalis resmi dimulai membuat seluruh penjuru sekolah lebih ramai dari biasanya. Berbagai perlombaan telah dilaksanakan seperti sekarang ini, lomba futsal putra. Shei tengah menatap pertandingan futsal di depannya.
"AAA! GOL....!"
"GOL WOY GOL!"
"FLOWER CLASS! FLOWER CLASS! FLOWER CLASS!"
Shei memperhatikan Ello di lapangan yang mencetak angka untuk timnya. Ello berhasil memasukkan bola ke gawang lawan dan setelahnya dia menatap ke arah Shei. Shei sedikit salah tingkah karena tatapannya disana.
Suara peluit terdengar bertanda istirahat.
Ello semakin dekat ke arah sini. Tentu dia berhenti di depan Shei memakai jersey futsal berwarna hitam dengan tubuh dipenuhi keringat menambahkan kesan maskulinnya.
"Boleh minta minumnya?"
Shei mengangkat alisnya kebingungan karena salah tingkah. Tingkahnya terlihat bodoh, tampa sadar dia memberikan botol minum kepada Ello.
Semua pandangan orang termasuk teman-teman sekelasnya tertuju pada princess and prince yang merupakan murid populer di sekolah. Semua orang bertanya-tanya pada hubungan mereka.
Istirahat berakhir peluit terdengar. Kedua tim futsal kembali ke lapangan termasuk Ello yang tersenyum sembari mengembalikan botol minum.
"Woah! Gue nggak salah lihat?!"
"Mereka pacaran?! Sejak kapan?!"
"OH MY GOD!"
"GILA!!"
"WHAT?! NO!!"
Kali ini pandangan semua orang terhadap Shei. Tampak ada yang cemburu buta, sirik, sangat terkejut, dan ada pula yang mendukung. Cibiran dan gumaman mereka tentu dapat Shei dengar dari sini.
__ADS_1
"Joy gue ke kelas dulu," kata Shei.
"Ngapain? Balik lagi, kan?"
Shei tersenyum angguk lalu pergi ke kelas setelah memberitahu teman terdekatnya di sekolah ini.
Sekolah sangat ramai penuh dengan semangat semua orang dan lebih hidup sebagai murid sekolahan. Shei merasakan kesenangannya juga dapat sekolah disini. Meski banyak masalah yang ia dapat di sekolah ini tapi tidak lebih dari sekolah lamanya.
Shei juga sangat menyukai kaos yang ia pakai. T-shirt kelasnya meskipun kaosnya simple, putih polos dan untuk anak laki-laki warnanya hitam tapi ada yang menarik di bagian kiri atas kaosnya. Yaitu logo bunga. Setiap orang memiliki logo bunga yang berbeda-beda sesuai dengan keinginannya masing-masing. Dan itu menjadi ciri khas dari Flower Class (F1) dan orang yang memakainya.
Kelas sudah terlihat, Shei masuk ke dalam tentu saja sangat sepi tidak ada orang disini karena mereka semua ada di lapangan untuk mendukung tim futsal kelas ini. Dia berjalan ke loker untuk mengambil jepit rambut karena poninya yang sudah mulai panjang telah mengganggu daerah matanya.
Deg!
Shei sangat gugup untuk mengambilnya, dan membukanya karena yang dia takutkan adalah isi surat itu adalah ancaman bukan petunjuk. Perlahan ia membuka surat itu dengan cemas. Tak hanya kertas berisi tulisan tapi juga foto yang membuatnya semakin terkejut.
...✉️...
...LO UDAH MENGABAIKAN PERINGATAN DARI GUE DAN LO MASIH GABUNG SAMA MARCHING BAND!!!!...
...KALAU LO MASIH PEDULI SAMA SAHABAT LO! KELUAR SEKARANG JUGA!! GAGALIN PENAMPILAN MARCHING BAND SAAT DIES NATALIS NANTI!...
...KALAU NGGAK! LO TAHU PERSIS APA YANG AKAN GUE PERBUAT DENGAN VIDEO YANG SAMA DI FOTO INI!...
Ting!
Notifikasi dari ponselnya berbunyi, karena notifikasi tersebut berasal dari chat Dm Instagram yang tidak mengetahui akunnya. Dia membukanya dengan cemas.
| Gue tunggu sampai acara tiba nanti, Sheila!
Bola mata Shei seakan keluar karena terkejut, dia melihat sekeliling dengan gelisah. Orang tersebut sangat salah! Akun itu mengiriminya pesan bersama dengan surat yang diterimanya. Tentu saja itu memberinya petunjuk. Bahwa pelakunya ada di sini, di sekolah ini, sedang mengawasinya sekarang.
Shei buru-buru keluar, melihat ke kiri dan ke kanan untuk melihat orang-orang di lorong kelasnya mencari orang-orang yang tampak mencurigakan, memeriksa mereka satu per satu sampai ia memeriksa kelas lain.
Dia terus mencarinya tapi dia tidak melihat ada orang yang mencurigakan atau mungkin dia pandai bersembunyi dan berakting. Dia menuruni tangga dengan tergesa-gesa sampai dia tersentak, membeku.
Pada saat yang sama ternyata pertandingan futsal telah berakhir. Teman-teman sekelasnya datang dengan heboh bersama tim futsal yang hendak menaiki tangga menuju kelas tanpa sengaja melihat Shei yang turun begitu panik.
Tatapan Shei langsung tertuju pada orang di balik foto yang diterimanya yang membuatnya panik seperti ini. Seseorang itu adalah Alya yang ada di depannya sekarang.
"Alya! Muka lo pucet. Lo sakit?"
"Nggak."
"Beneran? Kita ke UKS aja yah."
"Nggak usah. Aku nggak sakit. Ya.. cuman belum makan dari tadi heheh..."
"Ih lo mah! Ayo cari makan biar lo nggak pingsan."
__ADS_1
Alya berseri namun Shei tahu bahwa Alya tengah berbohong kepadanya.
Shei sangat mengkhawatirkan Alya saat itu. Dimana keduanya baru masuk SMA dan telah menyelesaikan Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Nusantara High School. Mereka sudah tiga minggu menjadi siswa Nusantara High School. Tapi beberapa waktu Shei melihat Alya merasa tidak nyaman sekolah disini. Tingkah Alya juga sedikit aneh dan terkadang menghindar. Shei juga pernah menemukan luka di tubuh Alya seperti kaki atau lengan yang diplester dan jawaban Alya ketika ditanya mengapa karena dia jatuh atau tidak tergores oleh sesuatu. Shei sedikit curiga mengapa Alya sering terluka.
Dimana ada sekelompok anak-anak yang semua orang tahu mereka adalah anggota geng NHS di sekolah ini dan terkenal di luar sana karena kelakuan buruk mereka terutama anggota perempuan yang terkenal suka melakukan bullying.
Saat itu mereka datang ke Shei otomatis bertemu Alya dan pernah juga bertemu dengan Lisa karena Shei selalu bersama dua temannya itu apalagi Alya. Sejak pertama kali Shei masuk sekolah ini, mereka mengincar Shei untuk bergabung dengan geng mereka, NHS. Tentu saja Shei terus menolak dan tidak mau karena dia tahu mereka adalah geng yang tidak benar dan untuk apa geng itu. Berteman lebih baik. Shei juga sudah mengenal pergaulan sekolah. Kebanyakan temannya hanya ingin kepopuleran darinya kecuali Alya, sahabat terbaiknya.
Kecurigaan Shei semakin besar saat dirinya didatangi oleh mereka saat sedang bersama Alya. Shei melihat ekspresi khawatir di wajah sahabatnya. Mengapa Alya begitu gelisah dan enggan melihat mereka. Shei pun mencari tahu tentang itu.
Biasanya Alya pulang dengan Shei tapi kali ini dia tidak dan ini kesempatan bagi Shei untuk mencari tahu apa yang disembunyikan sahabatnya dan mengapa kondisi Alya terlihat tidak baik-baik saja.
"Katanya pulang tapi kenapa ke arah belakang sekolah?"
Shei terus mengikutinya sampai dia terheran melihat geng NHS disana dan Alya mendekati mereka. Shei segera bersembunyi di balik dinding sambil mengintip apa sedang terjadi disana.
Plak!
Sontak mata Shei sangat terkejut melihat sahabatnya ditampar oleh salah satu dari mereka yaitu Kak Yura selaku ketua geng anggota perempuan NHS.
Shei menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena shock, ia sangat marah, sakit melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu. Dibully. Sampai-sampai mereka memaksa Alya untuk mensembat rokok.
Dia ingin menghampiri mereka untuk membalasnya dan menolong temannya, tetapi pikiran dan tubuhnya menolak untuk melakukannya. Dia tidak bisa berpikir jernih, tubuhnya membeku seolah dia tidak bisa berjalan ke sana untuk bertemu orang jahat seperti itu dan sebaliknya pergi ke arah yang berlawanan dengan perasaan bersalah meninggalkan sahabatnya yang tengah dibully.
Setelah mengetahui kebenarannya, Shei bahkan tidak bisa berbicara dengan Alya sama sekali dan mulai menghindarinya bukan karena dia takut akan diganggu jika dia bersama Alya tetapi dia merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan sahabatnya. Namun sebelum rencana itu tercapai. Seseorang memberitahunya bahwa Alya sedang dikurung di gudang sekolah, tentu saja Shei segera bergegas membantu sahabatnya itu.
Tapi yang terjadi di gudang disana sangat sepi, gelap, tidak ada orang disekitarnya. Tak lama dengan keterkejutan Shei, pintu gudang tertutup membawa masuk geng NHS, mereka yang telah menggertak sahabatnya.
Seorang gadis yang masih polos, namun dikelilingi oleh anak-anak muda yang mengenal dunia luar. Gadis itu sangat tertekan di tengah-tengah mereka, perasaan takut dan cemas yang dia rasakan saat ini. Dia ingin lari dari lingkaran ini, tapi dia tidak bisa. Tubuhnya mati rasa. Kutukan, lelucon menyakitkan, sentuhan, dan hinaan mereka membuatnya semakin takut. Matanya tidak bisa menutupi rasa takutnya pada mereka. Benda bundar di ujung baton, alat yang sering ia gunakan sebagai mayoret berguling ke arahnya, setelah alat itu dilempar ke arahnya dengan keras menimbulkan rasa sakit oleh dia.
Gadis itu adalah Shei. Korban selanjutnya. Yang telah mereka jebak dengan alasan sahabatnya dikurung di gudang.
"Gu-gue bakal masuk!" gugup Shei dengan ketakutan. "Gue... bakal masuk geng kalian asalkan Alya jangan kalian bully lagi!"
Mereka tersenyum senang atas jawaban yang diberikan Shei setelah mereka menunggu kedatangan Shei untuk bergabung dengan geng NHS ini. Tepat sasaran. Sahabat Shei yang mereka bully mampu mempengaruhi Shei. Dan mereka mendapat ide ini dari 'seseorang'.
"Hah.. Dari kemarin kek! Biar kita nggak capek-capek ngegertak lo dulu! Salah sendiri, kan? Sakit yah pasti."
"Lo nggak bakalan nyesel masuk geng NHS. Lo nggak usah takut lagi sama kita."
Beberapa hari setelah Shei bergabung dengan geng NHS, mereka bersikap baik kepada Shei dan tak jarang mereka selalu meremehkan Shei. Apa yang dia minta dikabulkan, mereka tidak lagi menggertak Alya dan Shei juga terpaksa keluar dari ekstrakurikuler marching band yang selama ini dia nikmati dan merubah sikapnya menjadi nakal. Tentu saja ini bukan akhir. Dia berpikir bahwa suatu hari mereka akan melanggar janji mereka dan menggertak Alya lagi. Shei memutuskan untuk berpura-pura membenci sahabatnya Alya dan mempercayakan Alya sebagai Babu, satu-satunya pelayannya agar dia bisa mengawasinya.
Dan sampai sekarang, Shei selalu merasa bersalah terhadap korban bullying yang dilakukan oleh gengnya, sahabatnya sendiri, apalagi dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri. Ia malu untuk jujur mengakui kesalahannya pada Alya. Ia merasa tidak pantas lagi menjadi sahabatnya dan pantas dibenci.
...🌸...
...Chapter Spesial nih!...
...Bagaimana perasaan/ pendapat kalian setelah membaca chapter kali ini?...
__ADS_1
...✨...