
Berlanjut....
Hari ini sudah larut. Sekarang Shei dan Ello sedang menunggu makanan yang mereka pesan. Mereka cukup lelah tetapi kesenangan lebih mereka rasakan dengan perjalanan ini.
"Shei."
"Hum?" Shei melihat ke sebelah kanan memandangi keindahan malam dengan lampu yang bersinar di sini, ketika Ello memanggilnya dia langsung menoleh untuk melihat dia yang duduk di depannya.
"Lo seneng gue ajak kesini?"
Shei angguk. Dia tidak berbohong untuk menyangkalnya. "Makasih. Karena lo, gue bisa nikmatin hari yang gue pengenin. Gue udah lama nggak pernah liburan kayak ginih."
"Kalau gituh. Nanti gue ajak jalan lo lagi. Tempat ini belum seberapa, masih ada tempat lain yang harus lo liat."
Shei tersenyum hangat. Biasanya mereka berkelahi satu sama lain. Biasanya Shei yang selalu membalas ketus dengan sikap Ello yang menyebalkan. Padahal Ello setidaknya sudah banyak menolong Shei dengan caranya. Namun kali ini tidak. Ello sudah membuatnya melupakan hari-hari yang buruk, untuk melupakan masalah sekolahnya sejenak.
"Permisi, Mas, Mbak." Pekerja itu membawa pesanan milik Ello dan Shei.
"Makasih, Mas."
"Makasih."
Makanannya tidak mewah. Ini seperti makanan di tempat tongkrongan anak muda. Tapi ini juga tempat makan untuk keluarga. Shei dan Ello menikmatinya.
"Gue nggak tahu lo tetanggaan sama Si Al," ujar Ello membuka obrolan sambil menikmati sajian disini.
"Hem.. Ya gituh." Shei tidak tahu menjawabnya seperti apa.
"Rumah omah udah dari dulu disitu?"
Shei angguk. "Dari dulu. Gue juga dari kecil pernah tinggal disana sama omah kalau lagi ditinggal sama mamah sama papah gue."
"Emang nyokap bokap kemana?"
"Ke Australia ngurusin kerjaan."
"Wih mantap. Keluarga ada juga yang disana?"
Shei menganguk kembali. "Keluarga besar mamah gue tinggal disana. Gue ada turunan sana juga."
"Ohh pantesan... Wajah lo emang agak ke bule-bulean kalau gue liat. Cantik." Gombalannya tidak mempan untuk Shei, Ello yang melihat reaski Shei tertawa kecil. "Lo kenapa nggak ikut sama mereka? Nggak kepikiran pengen sekolah di luar negeri?"
Ternyata dari obrolan ke obrolan lain terus mengalir membuat Ello semakin tertarik, dan ingin mengenal lebih dekat dengan kehidupan gadis didepannya ini, Shei.
"Sebelum mereka pergi gue sempet mohon-mohon pengen ikut. Tapi yah... malah akhirnya ginih. Disuruh tinggal sama omah lagi." Shei masih tidak terima, orangtuanya tidak membawanya ikut dengan mereka.
Dalam hati, Ello sangat berterimakasih kepada orangtuanya Shei karena tidak membawanya ikut ke Australia.
"Bagus, deh."
"Kok bagus?" heran Shei.
"Kalau mereka bawa lo kesana. Lo sama gue belum tentu bisa kayak ginih. Boleh gue bersyukur?" godanya.
"Ihs... Gue yang nggak bersyukur," cicitnya.
"Hahahaha...." Ello tertawa renyah. Namun tidak dengan Shei yang tampak sedang kesal. "Ohiyah lo bilang dari kecil udah pernah tinggal sama omah?" Shei menjawab dengan dehamnya. "Udah kenal Si Alvin dari dulu, dong?"
"Yah..." balasnya sedikit tidak yakin karena ingatan pertemanannya dengan Alvin belum sepenuhnya muncul. "Waktu kecil gue pernah maen sama Al sama adiknya juga Gadis."
Mendengar perunturan tersebut, Ello lebih mengetatkan kewaspadaannya terhadap kedekatan Shei dengan Alvin.
"Ch. Harusnya lo yang tinggal disebelah rumah gue. Biar lo yang jadi masa temen kecil gue, bukan Rave."
Mungkin jika Rave mendengar itu, Ello akan habis ditangannya. Shei ingat tentang Rave dan Ello yang bertetangga. Karena ketika Shei datang ke sekolah, pada hari pertama sekolah, dia telah disuguhi banyak cerita tentang kelas dan sekolah dari Ghesa sebelum rumor Shei dari sekolah lamanya menyebar.
Mengingat Ghesa. Setelah kejadian itu, dia tidak pernah lagi datang untuk sekedar mengajak ke kantin atau berkumpul bersama. Meski sapaan masih diberikan Ghesa sesekali kepada Shei. Shei sadar, mungkin Ghesa takut padanya seperti yang lain. Menghindari.
Oke. Kembali pada obrolan tentang Rave dan Ello yang merupakan teman masa kecil. Shei akan memanfatkan kesempatan ini untuk bertanya.
"Lo bilang... lo sama Rave temenan dari kecil, kan? Berarti lo tahu semua tentang Rave, dong."
"Jelas. Rave itu gue. Gue itu Rave. Semuanya gue tahu. Dari hal kecil yang sering dia lakuin gue tahu. Nih,, kalau dia lagi gugup pasti deh pegang lehernya."
Shei mendengarnya tapi tidak terlalu mempedulikannya. Yang dipedulikan Shei adalah alasan kenapa Rave mau menerima permintaan Nenek untuk tinggal sambil menemani Shei yang sendirian di rumah. Shei masih tidak bisa mempercayai anak itu.
"Kalau gitu, gue mau tanya sesuatu sama lo. Apa lo tahu alasan Rave nerima permintaan omah buat nemenin gue?"
Ella terdiam sejenak. Tentu saja dia tahu alasannya karena itu adalah rumah nenek Rave, alias nenek Shei juga. Kalian adalah saudara. Dia ingin mengatakannya, tetapi dia telah berjanji pada Rave untuk tidak ikut campur karena Rave sendiri yang akan menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
"Kenapa lo nggak tanya sama Rave nya aja? Kenapa malah ke gue?" Ello mencoba mengulur waktu.
"Gue udah tanya. Tapi dia malah jawab nggak ada alasan apapun. Cuman mau bantu omah aja."
"Ya.. berarti alasannya itu."
"Nggak semudah itu gue percaya sama Rave. Gue yakin bukan itu alasannya," ketus Shei. "Ah kenapa gue malah cerita sama lo!"
Ello malah tertawa. "Berarti lo nyaman sama gue."
"Dih nggak juga," lirih Shei.
"Nggak mau ngaku," sindir Ello yang tersenyum jahil.
"Pulang yuk. Udah selesai juga makannya. Udah malem," ajak Shei sambil bersiap-siap. "Besok gue harus bangun pagi-pagi."
"Ada acara?" tanyanya.
"Mau jemput omah ke bandara."
"Oh omah udah mau pulang."
"Iyah. Ayok El nanti kemalaman pulangnya..."
"Oke oke sebentar." Ello sibuk dengan ponselnya sebelum beranjak pergi dan menyusul Shei yang sudah meninggalkannya. Tanpa menunggu.
...****************...
Ting!
Rave yang sedang duduk manis mendapat notifikasi pesan, ia langsung mengeceknya, ternyata Ello yang diberi nama kontaknya Elmo baru saja membalas pesannya yang sudah dikirim beberapa jam yang lalu.
Elmo 🐊
^^^Lo lagi sama Shei?^^^
^^^(19.24)^^^
| Sorry baru bales
(20.33)
(20.33)
| Ga usah khawatir gituh adiknya belum pulang 🤣
(20.33)
...Read...
Rave menghela kasar membacanya pesan dari Ello itu. Ello mencoba mengoloknya.
| Kenangan buat lo sama adik Shei
(20.35)
...Read...
Foto dirinya bersama Shei saat masih tidur di ruang tengah, yang Ello coba kerjai dengan mencoret-coret wajah mereka. Ternyata Ello sempat mengabadikan kejahilannya tersebut.
"T'ck. Kenangan..." Rave sedikit terkekeh dengan pesan singkat dari itu.
"Siapa?"
Suara anak laki-laki terdengar, Rave menoleh sambil tersenyum kecil.
"El," jawab Rave singkat.
Alvin ber'oh. Setelah Rave berlatih tembak bersama Paman Retno. Dia bertemu dengan Alvin, hanya mengobrol di depan rumahnya.
"Katanya El sempet ke rumah, kan?"
"Iyah. Mungkin karena itu Shei nggak ada di rumah. Diajak keluar sama El," sahut Rave memberitahunya. Karena tadi Alvin sempat berkunjung ke rumah nenek Kartika, tapi tidak ada siapapun disana.
Tidak lama kemudian ada dua anak remaja lain yang lebih muda dari mereka, tiba menghampiri.
"Eh... ada Kak Rave," ucapnya girang dari pemilik suara manis itu, yaitu Gadis. Adik perempuan Alvin.
__ADS_1
Rave tersenyum menyambut pelukan Gadis. Meski tampak dingin, tapi Rave begitu perhatian dengan caranya sendiri.
Tapi di sini, Gadis tidak datang sendiri. Alvin mengenali teman adiknya itu, yaitu Zidan. Adik kelas dan anggota Osis juga. Jadi Alvin mengenalinya.
Rave tidak sedikit pun gugup karena adik kelas itu bisa melihatnya di sini, di rumah ini. Karena adik kelasnya sama dengannya, dingin dan acuh tak acuh. Rave percaya Zidan, dia bukan tipe orang yang menyebarkan gosip.
"Katanya ngerjain proposal di sekolah tapi kok malah sama Zidan?" goda Alvin kepada adik perempuan ini.
"Ih kakak! Aku emang ngerjain proposal kok nggak bohong. Tanya aja sama Zidan. Iyah kan Zidan?" Meskipun begitu Gadis tampaknya salah tingkah.
Rave dan Alvin senang melihatnya seperti itu. Adik yang dikerjai.
"Iyah, Kak. Tadi saya sama Gadis ngerjain proposal festival yang harus direvisi di sekolah," tuturnya.
"Tuh.. kan... Gadis nggak bohong," racau Gadis kepada saudara laki-laki, Alvin.
"Tapi itu tadi, Kak," lanjut Zidan membuat ketiga orang di sini langsung menatapnya. Terutama Gadis, yang terlihat gugup tentang apa yang akan dikatakan teman ini selanjutnya. "Sebelum pulang saya ajak Gadis makan di luar dulu sampe kemalaman. Maaf Kak saya nggak minta izin dulu."
Alvin tersenyum jahil. Dalam hati Gadis, setelah ini dia pasti digoda terus sama kakaknya.
"Iyah nggak papa," sahut Alvin. "Daripada kamu kena omelan Gadis. Gadis kan kalau udah laper cerewetnya minta ampun," lanjut dengan sindiran.
"Ihhh kakak!!" rengek Gadis malu.
Sementara Rave hanya senyum melihatnya.
"Iyah, Kak. Emang," ungkap Zidan dengan pengakuan yang tiba-tiba. Gadis pun menatapnya tajam. Zidan terlihat tersenyum kecil. "Yaudah, Kak. Kalau gitu saya pamit pulang dulu."
"Iyah. Makasih udah nganterin Gadis." Pengucapan Alvin sedikit berbeda karena orang yang diajak bicara begitu formal dan sopan, Alvin terbawa suasana.
Zidan pun pergi setelah berpamitan.
"Cieee... dianterin sama Zidan." Ternyata Alvin belum puas untuk menggoda adik perempuannya ini.
"Ihs apaan, sih! Awas ah.. Gadis mau masuk," tangkisnya cemberut.
"Hahahaha... ciee...." Alvin terus menggodanya padahal Gadis sudah masuk ke dalam.
"Udah, Al," ujar Rave kepada Alvin.
"Heheh iyah. Lucu kalau digodain soalnya," jawab Alvin.
"Iyah aku tahu."
Rave juga ingat di mana dia menggoda Shei, dan mengerjainya beberapa hari yang lalu ketika dia pertama kali tinggal di rumah nenek Kartika. Dan itu sangat menyenangkan sebagai hiburan baginya dari saudara.
"Udah malem. Aku pulang juga."
"Aku anter."
"Nggak usah. Aku kan naek motor. Nanti kalau tiba-tiba Shei sama Ello pulang gimana?"
"Iyan juga ya. Hati-hati."
"Iyah."
"Rave, besok omah udah pulang ya? Kamu ikut jemput?"
"Iyah."
"Yaudah, Al. Aku pulang dulu."
Alvin mengangguk mengizinkan Rave untuk pulang. Rave pun pulang sebelum Shei dan Ello tiba lebih dulu.
...🌸...
...Cieeew... siapa nih Gadis sama Zidan?...
...Kalau Gadis sih adik perempuannya Alvin. Nah kalau Zidan?...
...Author sedikit bocorin, deh. Gadis dan Zidan salah satu tokoh di Diary Of A School Series 3 yang akan datang nanti....
| Kapan thor?
| Kapan?
^^^^^^Tunggu aja deh ^^^^^^^^
^^^Kapan-kapan dikasih tahunya^^^
__ADS_1
...✨...