
"Kamu nyariin Angel, Rangga?" tanya Donita.
"Iya tante, soalnya hari ini Angel tidak masuk ke sekolah karena sakit, jadi Rangga khawatir sama Angel"
"Owh, ayo duduk kembali ada yang mau tante omongin sama kamu"
Donita dan Rangga duduk di sofa kembali.
"Apa yang mau tante omongin sama Rangga?"
"Tante mau tanya, apa Angel ada masalah di sekolah, sejak pulang dari sekolah kemarin Angel menguncikan diri di kamar, tante takut terjadi sesuatu sama Angel, kamu juga tau Angel anak semata wayang tante"
"Maaf tante, mungkin ini salah Rangga, kemarin terjadi kesalah pahaman, makanya sekarang Rangga mau menjelaskan semuanya sama Angel"
"Jadi hanya kesalah pahaman"
"Iya tante"
"Tante harap kamu nggak menyakiti anak tante, anak yang sepuluh tahun tante tunggu dari pernikahan tante"
Ya Angel adalah anak semata wayang Donita dan sang suami Damian. Angel baru hadir setelah 11 tahun pernikahan mereka, anak yang selalu mereka tunggu dan hanya ada satu, karena kondisi rahim Donita yang sangat lemah, Angel bisa hadir saja mereka sangat bersyukur.
"Baik tante" jawab Rangga sangsi.
'Maafin Rangga tante, mungkin untuk sebulan ini Rangga nggak bisa bahagiain Angel, Angel akan terluka'
Tidak berapa lama Angel tiba di sana dengan memakai baju piyama. Mata Angel juga bengkak.
"Kalau begitu tante permisi dulu ya"
Donita berlalu dari sana memberikan kesempatan bagi mereka berdua untuk berbicara baik baik, agar kesalah pahaman itu cepat selesai.
Angel mendudukan diri di sofa single samping Rangga.
'Ngapain kamu kemari" kata Angel dengan nada tak bersahabat.
"Angel dengerin aku dulu"
"Dengerin apa hah, dengerin bahwa kamu sudah di jodohkan sama Natasya, pantas saja belakangan ini gelagat kalian berdua aneh"
"Angel semua ini hanya salah paham"
"Salah paham apanya, aku denger sendiri apa yang mama mu katakan kepada Natasya, anak menantu ku huh" Angel berdecak kesal.
__ADS_1
"Jadi kamu nggak mau denger aku bicara dulu, apa selama ini aku pernah bohongi kamu"
Angel akui bahwa Rangga nggak pernah berbohong sama dia apa lagi selingkuh. Malahan Angel dulu yang pernah dengan genit mendekati cowok lain. Rangga malah tidak marah dan memberi dia kesempatan, Rangga selalu bilang bahwa Rangga akan selalu percaya pada Angel.
Tapi Angel jangan kan percaya sama Rangga, memberikan waktu buat Rangga ngejelasin nya saja Angel menolak. Mengingat itu Angel jadi menangis lagi padahal matanya sudah bengkak.
Rangga mendekati Angel dan memegang tangannya.
"Maaf kan aku Rangga, aku memang egois tanpa memberikan kamu kesempatan dulu untuk membicarakan ini, padahal dulu, dulu...." Angel nggak sanggup lagi berbicara mengingat kesalahannya di masa lalu.
"Jadi sekarang boleh aku jelaskan semuanya?" tanya Rangga, Rangga mengabaikan apa mau di katakan Angel.
Angel menganggukan kepala.
"Sebenarnya mama aku memang mau menjadikan Natasya sebagai calon anak menantu"
Angel yang mendengar langsung dari Rangga tak kuasa menahan air mata. Dan Rangga sebenarnya nggak sanggup jika harus berbohong sama Angel tapi mengingat perkataan Natasya tadi pagi menguatkan Rangga untuk meneruskan kesalah pahaman ini.
"Angel aku harap kamu nggak minta pisah sama aku, aku dan Natasya janji akan mencari cara agar pejodohan ini nggak terjadi, dan Natasya juga berencana setelah lulus sekolah dia akan masuk ke universitas luar jadi dia ingin menjauhi aku dan keluarga aku. Aku janji akan tetap mempertahankan kita, aku dan Natasya tidak ada hubungan apapun lagi" terang Rangga.
"Tapi bagaimana dengan mama kamu Rangga, mama kamu nggak pernah ngelirik aku sedikit pun"
"Untuk itu aku minta maaf Angel, mama aku sangat ingin punya calon menantu yang bisa masak, tapi kamu sendiri jarang masuk ke dapur"
"Karena apa Angel"
"Yah kerena itu"
"Karena itu apaan?" tanya Rangga nggak mengerti sama sekali.
"Karena dulu aku pernah mau belajar memasak"
"Terus apa hubungannya"
"Itu.... Itu... Aku hampir membakar dapur aku, maksud aku, aku membakar seluruh isi dapur aku, semua barang ikut ke bakar, jadi saat itu mama dan papa aku termasuk bibi jadi trauma jika aku masuk ke dapur, papa bahkan harus membuat dapur yang baru"
Angel rada malu sih sebenarnya menceritakan ini sama siapapun, yah mau gimana lagi, hanya Rangga lah orang yang mau menerima Angel apa adanya.
"Memang apa yang kamu masak sampai kamu membakar dapur kamu"
"Aku hanya mencoba memasak mie rebus doang"
"Kenapa bisa cuma gara gara masak mie rebus doang bisa heboh begitu" heran Rangga.
__ADS_1
"Aku nggak sengaja menaruh plastik pembungkus di dekat kompor jadi mungkin saja ke tiup sama angin, pas aku balik api sudah membesar tau tau aja semua isi dapur kebakaran, untung aja papa sama mama baru pulang dan segera minta tolong sama seluruh pembantu di rumah kalau tidak bisa jadi seluruh rumah ikut kebakar".
Rangga yang mendengar cerita Angel syok berat, masak gara gara rebus satu bungkus mie instan Angel hampir membakar seluruh isi rumah. Rangga janji mulai sekarang, Angel dan dapur harus di pisahkan apa pun yang terjadi. Rangga tidak mau nanti Angel melukai dirinya sendiri dan membakar dapur lagi apalagi membakar rumah. Itu baru masak mie rebus bukan masak makanan yang ribet lain lainnya.
"Oh begitu" hanya itu respon yang bisa di berikan sama Rangga.
"Jadi kamu janjikan tidak akan ninggalin aku"
"Iya Angel, aku janji nggak akan meninggalkan kamu, tapi kamu harus sabar sampai kita lulus ya"
"Iya, aku akan sabar, tapi kamu juga nggak boleh genit genit sama Natasya, aku nggak suka"
"Apa kamu cemburu ya" goda Rangga.
"Iya , aku cemburu masak pacar aku genit sama orang lain aku nggak cemburu"
"Iya iya, aku janji nggak akan genit sama Natasya atau sama cewek lainnya, karena cinta aki hanya untuk kamu" rayu Rangga lagi yang membuat Angel tersipu malu.
"Karena ini sudah selesai aku pamit pulang dulu ya"
"Kok kamu pulang terus sih, nggak mau temani aku di sini"
"Aku sudah senang lihat kamu baik baik saja, aku harus pulang terus, takutnya nanti mama nyariin aku"
"Baiklah kalau begitu, ayo aku antar sampai ke depan"
"Ayo"
Angel mengantar Rangga sampai mobil yang Rangga pakai menghilang.
"Aduh anak mama yang senyum senyum sendiri" Donita menggoda anak gadis nya yang lagi kasmaran.
"Apaan sih ma"
"Gimana sudah baikan sama Rangga"
"Angel nggak lagi berantem sama Rangga kok ma"
"Terus siapa kemarin yang mengurung diri di kamar"
"Ah mama"
"Mama senang anak mama sudah ceria lagi" Donita senang, Rangga bisa membuat Angel tersenyum lagi.
__ADS_1
Bersambung....