Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 39. Penolakan


__ADS_3

Semuanya panik melihat Natasya yang tiba tiba pingsan. Yongki segera mengangkat Natasya dan membaringkan di kursi yang ada di sana.


"Ini pasti karena Natasya terlalu kaget, kenapa Mama dan Kakek mengumumkan pertunangan kami tanpa sepengetahuan kami" ujar Yongki.


Melisa masih saja berusaha membangunkan Natasya.


"Kami hanya ingin kalian segera menikah," sahut Bambang.


Yongki memijit pangkal keningnya yang terasa sakit dengan jawaban Kakeknya. Sedangkan teman yang lainnya menutup mulut mereka tidak percaya. Dulu mereka hanya menggoda Natasya, ternyata beneran mau dinikahkan segera. Apa kabar dengan Natasya nanti.


"Lebih baik kita pulang saja Nak Cha Cha nya," ajak Melisa.


Melisa, Bambang dan Yongki memutuskan untuk membawa pulang Natasya. Sedangkan yang lain melanjutkan acaranya.


***


Pagi besok harinya Natasya baru bangun. Dia melihat kesekeliling, ini adalah tempat yang pernah dia tempati beberapa minggu lalu.


Natasya mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Dengan gemas Natasya menjambak rambutnya sendiri.


Rangga tiba tiba masuk ke kamar, dia melihat Natasya yang lagi menjambak rambutnya sendiri.


"Ngapain kamu jambak jambak rambut, kutuan," ujar Rangga.


"Rangga sini deh duduk," suruh Natasya setelah dia melihat Rangga beberapa detik.


Tanpa curiga Rangga segera duduk. Natasya yang melihat Rangga telah duduk segera bangun dan mendorong Rangga terlentang di kasur. Tanpa menunggu waktu Natasya segera menggulung Rangga pakai selimut dan melilitnya sebelum Rangga sempat berontak. Natasya segera duduk di atasnya biar Rangga tidak bisa bangun.


"Natasya apa apain, lepas tidak," teriak Rangga kesal.


Rangga kini hanya nampak kepalanya saja. Persis seperti kepompong.


"Kenapa kamu tidak cerita kalau keluarga kamu mau menunangkan kami semalam?" tanya Natasya sambil memberi pelototan buat Rangga.


"Ya mana aku tau, aku juga tidak menyangkanya, sudah ah kamu berat, menyingkir sana," usir Rangga.


"Tidak, pokoknya aku lagi kesal," ujar Natasya.


"Kalau kamu lagi kesal kenapa aku yang jadi sasarannya," ucap Rangga tidak terima.


Dengan geram Natasya menjambak rambut Rangga tapi tidak terlalu keras.


"Kamu ini ya, mana mungkin aku jambak rambut Mas Yongki apa lagi Mama kamu, jadi kamu yang menjadi tempat pelampiasannya," kata Natasya geram.


"Aduh ampun dong Natasya, ini tidak adil, bukan aku yang buat salah," protes Rangga.

__ADS_1


Rangga tidak bisa menghidar, karena sekarang dia tidak bisa bergerak.


"Aku tidak peduli."


Entah sudah berapa kali Natasya menjambak rambut Rangga sebagai pelampiasan.


Yongki dan lainnya tadi juga mau lihat keadaan Natasya. Begitu melihat Natasya yang menyerang Rangga, Yongki segera meraih pinggang Natasya dan menariknya dari atas tubuh Rangga.


"Rangga kamu apa apa mengerjai Natasya lagi," ujar Yongki tidak terima.


"Mas lepas Mas, biarkan Natasya tarik rambut Rangga lagi," ucap Natasya tidak terima.


Natasya meronta dari pegangan Yongki. Bahkan kakinya tidak menyentuh lantai.


"Kamu ini ya, selalu aja gangu menantu Mama," sambung Melisa.


"Ma, Mas lihat dong siapa yang jadi korban, Rangga di sini yang jadi korban, mana bisa Rangga kerja Natasya jika Rangga sendiri tidak bisa bergerak, Ma bantu Rangga lepaskan kain ini dan Mas Yongki pegang Natasya baik baik," ujar Rangga.


Melisa hanya menatap Rangga malas. Hartato segera membuka lilitan kain pada Rangga, dia merasa kasihan sama anaknya yang malang ini.


Natasya sudah menguasai diri. Dia kini sudah jinak. Yongki melepaskan Natasya melihat Natasya tidak akan menyerang Rangga lagi.


"Ternyata kalian di sini, pantesan Kakek cariin dari tadi tidak ada. Kamu sudah baik sayang?" tanya Bambang pada Natasya.


"Baik kek," sahut Natasya.


Natasya mengangguk sebagai jawaban. Yang laki laki semuanya keluar, kini tinggal Melisa dan Natasya di kamar. Melisa segera menyuruh Natasya mandi dan dia sendiri pergi ke kamar Yongki buat mengambil pakaian buat Natasya.


Setelah Natasya siap mereka segera menuju ke ruang makan dan lanjut sarapan pagi.


***


Siap sarapan pagi, Natasya mau pamit pulang tapi di cegat sama yang lain. Mereka tidak rela jika Natasya pergi meninggalkan mereka.


Akhirnya Natasya duduk di ruang keluarga bersama mereka.


"Kakek, kenapa Kakek mendadak mengumumkan pertunangan kami. Padahal Natasya sama Mas Yongki belum akrab," ucap Natasya mulai membahas topik semalam.


Kebetulan ini saat yang pas untuk membicarakan masalah ini.


"Kakek sangat ingin kalian segera bertunangan dan secepat mungkin untuk menikah," jawab Bambang sambil mengelus kepala Natasya.


"Tapi Kek, kami ini belum mengenal lebih jauh, kami belum saling suka, bagaimana kami bisa menikah jika kami belum bisa menerima satu sama lain," ucap Natasya meyakinkan.


Natasya tidak mau jika kedepannya Yongki tidak menyukainya dan memilih wanita yang lain. Natasya hanya ingin menikah sekali seumur hidup.

__ADS_1


"Sayang, nantikan kalian bisa kenalan dulu sebelum pernikahan kalian dua bulan lagi," bujuk Melisa.


Natasya tambah syok mendengarnya, apa dia tidak salah, dua bulan lagi mereka akan menikah.


'Aduh aduh kepala aku.'


Natasya menekan pelipis kepalanya yang terasa berdenyut.


"Mama tidak serius kan?" tanya Natasya.


'Ayo Ma jawab, kalau Mama cuma bercanda.'


"Mama sangat serius sayang," jawab Melisa berbinar.


"Mas Yongki ayo dong bilang sesuatu, kita ini belum dekat, masak main nikah aja, ntar kalau Natasya mengecewakan Mas gimana atau malah sebaliknya. Natasya tidak mau menikah jika kita tidak mengenal satu sama lain," pinta Natasya kepada Yongki.


Karena merasa tidak ada harapan meminta pada yang lain, akhirnya Natasya meminta bantuan Mas Yongki. Natasya berharap Mas Yongki mau membantunya.


"Ma, seperti yang di katakan Natasya, apa ini tidak terlalu terburu buru, Mas sama Natasya masih butuh waktu untuk saling dekat," ujar Yongki.


"Kalian kan bisa mengenal dari sekarang sampai dua bulan kedepan. Waktunya juga masih lama sampai kalian menikah," sahut Bambang.


'Lama dari mana Kek, dua bulan itu hanya sebentar untuk saling mengenal,' teriak Natasya dalam hati.


"Lagian pernikahan ini tidak mungkin di batalkan lagi, Mama, Kakek dan keluarga kita lainnya sudah menyiapkan segalanya, kami sudah memesan tempat untuk acara resepsi dan tempat honeymoon kalian," tambah Melisa.


"Natasya mau kemana?" tanya Melisa yang melihat Natasya tiba tiba berdiri.


Natasya yang merasa diabaikan permintaannya lebih memilih untuk pulang.


"Buat apa Natasya di sini lagi Ma, jika pendapat Natasya tidak ada pengaruhnya sama sekali, lebih baik Natasya pulang saja," pamit Natasya tanpa menunggu jawaban yang lain.


Yongki segera pergi mengejar Natasya.


"Ma, Kakek, aku rasa kalian kali ini sudah bertindak keterlaluan, kalian tidak pernah sedikitpun memikirkan perasaan Natasya. Jika Rangga yang ada di posisi Natasya mungkin Rangga akan menolak mentah mentah," ujar Rangga.


Rangga juga pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Apa kita sudah bertindak terlalu berlebihan ya?" tanya Bambang.


"Tidak kok Ayah, Melisa yakin mereka akan menerima pernikahan ini, apalagi Ayah tidak lihat jika hanya Natasya yang protes," kata Melisa sambil tersenyum lebar.


"Benar juga, Yongki sama sekali tidak protes, selama Yongki tidak protes maka akan berjalan dengan aman," sambung Hartato.


Mereka bertiga melanjutkan pembicaraan mereka. Karena mereka yakin keduanya akan setuju.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2