
"Dari siapa Natasya?" tanya Angel kepo.
Natasya melihat kalau panggilan itu dari Mas Yongki.
"Dari Mas Yongki, bentar ya mau angkat dulu," kata Natasya.
Natasya segera mengangkat telpon itu.
"Hallo Mas," jawab Natasya.
Angel segera mendekat ingin mendengar obrolon mereka. Angel penasaran bagaimana Mas Yongki saat sedang menelpon, apa masih main diam diam juga, yang bikin Angel gemes.
"Iya hallo, Natasya lagi ada di mana sekarang?" tanya Yongki langsung.
Yongki bukan orang yang suka basa basi panjang lebar. Jika dia bisa menanyakan langsung kenapa harus putar putar dulu.
"Natasya lagi ada di kantin kampus Mas sama dengan teman teman yang lain," jawab Natasya.
"Owh, apa kamu ada waktu sekarang, itu jika kanu tidak sibuk?" tanya Yongki lagi.
Angel segera memberi kode tidak sibuk.
"Tidak kok Mas, Nataysa hanya nongkrong nongkrong doang, ada apa ya?" tanya Natasya balik.
"Mas sekitar lima belas menit lagi ke sana ya, kamu mau kan jalan jalan mumpung kamu dan Mas ada waktu," ajak Yongki.
Angel memberi aba aba lagi. Angel mengganggukan kepala dengan semangat.
"Em boleh Mas," jawab Natasya.
"Kalau begitu Mas jemput ke sana ya, kamu kirim aja lokasinya, sudah ya Mas tutup dulu telponnya," Yongki segera menutup telponnya.
"Akhirnya yang di tunggu nongol juga," ujar Angel.
"Ada apa sih?" tanya Rangga penasaran.
"Ini Mas Yongki nelpon," jawab Natasya.
"Terus?" tanya Rangga lagi.
"Itu Mas Yongki mau ajak Natasya kencan, Mas mu itu saat di cari tak ada, sekarang malah datang sendiri," sambung Angel.
"Jadi Mas Yongki sudah di sini, tumben dia cepat, biasanya lama baru balik," ujar Rangga.
"Udah Nat, kamu abaikan saja Rangga, sekarang kamu siap siap saja, sebentar lagi Mas Yongki mau sampai," ucap Angel.
Natasya segera memasukkan barang barangnya ke dalam tas. Tidak membutuhkan waktu yang lama Mas Yongki datang menghampiri mereka semua.
"Ayo Natasya," ajak Yongki.
__ADS_1
"Mas Yongki tidak capek baru pulang pergi lagi?" tanya Rangga.
Angel segera mencubit pinggang Rangga.
'Kenapa Rangga tidak peka sih'
Natasya melihat ke arah Mas Yongki, muka Mas Yongki memang kekuatan lelah.
"Mas apa sebaiknya kita pergi lain kali aja ya, Mas nampak capek," ujar Natasya.
"Mas tidak apa apa Natasya, sekarang Mas mumpung ada waktu. Karena Mas beberapa hari ke depan akan sibuk lagi," terang Yongki.
"Tapi...."
"Udah sana pergi," ucap Angel memotong omongan Natasya.
Angel dengan sengaja mendorong Natasya ke arah Yongki. Natasya yang tidak siap jatuh ke dalam pelukan Yongki. Untung saja Mas Yongki bisa menangkap Natasya, tapi mereka tadi hampir terjungkal kebelakang.
"Upsss maaf, tadi tidak di sengaja," ujar Angel pura pura minta maaf.
Natasya segera berdiri tegak. Dia mempelototi Angel. Di dalam hari Angel malah ketawa kegirangan.
"Udah sana pergi," usir Angel.
Akhirnya Natasya dan Mas Yongki pamit pergi juga. Angel segera duduk kembali di kursinya.
"Iya."
"Mau ke mana?" tanya Aura lagi.
"Ya mau kencalah Aura, emang mau kemana lagi, ngamen?" sahut Angel.
***
Natasya dan Mas Yongki memutuskan untuk pergi nonton di bioskop dulu baru setelahnya mereka akan pergi makan siang. Mereka memilih menonton film bertema keluarga.
Film sudah mulai di putar, Natasya menonton dengan sangat fokus. Lima belas menit menonton Natasya melihat ke arah Mas Yongki, ternyata Mas Yongki tidak menonton film tapi malah ketiduran.
"Mas," panggil Natasya pelan.
Natasya tidak mungkin memanggil dengan keras, nanti bisa di tegur sama penonton yang lainnya.
"Mas," panggil Natasya untuk yang kedua kalinya.
"Ah iya apa, apa filmnya sudah habis?" tanya Yongki yang belum sadar.
"Mas ngantuk ya, kalau ngantuk ayo kita pulang saja, kita nontonnya lain kali saja" ajak Natasya.
"Ah maaf Natasya, Mas tadi pagi baru sampai, jadi masih sedikit capek dan tidak sengaja ketiduran. Tidak apa apa kok, ayo kita lanjutkan nontonnya," ujar Yongki sambil membenarkan duduknya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan menonton film, tapi 10 menit kemudian Yongki kembali tertidur. Natasya melihat raut wajah Yongki dengan lekat. Sangat jelas jika Yongki sangat kelelahan.
Natasya merasa senang jika Mas Yongki mulai perhatian gini, mas Yongki bela belain mau ajak dia nonton dan makan siang nanti padahal dia sudah sangat lelah. Padahal mas Yongki sendiri sudah sangat lelah dan capek.
Natasya sepanjang film berjalan tidak lagi memperhatikan film. Dia lebih memilih memandang raut wajah tidur Yongki yang tenang.
"Masih tidur aja tampan gini, apalagi kalau bangun," ujar Natasya malu malu.
Film sudah usai, Yongki segera terbangun karena suara berisik orang yang keluar.
"Udah selesai ya," ujar Yongki yang baru bangun.
"Udah Mas, ayo mas kita pulang," ajak Natasya.
Natasya kasihan melihat Mas Yongki yang sangat capek. Mungkin lain kali saja mereka jalan jalannya, Natasya tidak tega melihat kondisi Mas Yongki.
"Mas kan sudah janji mau ajak kamu makan siang, kenapa kita harus pulang sekarang" ujar Yongki.
"Bagaimana kalau kita makan di kontrakan Natasya saja. Nanti saat Natasya masak Mas bisa tidur sebentar. Nanti Natasya akan panggil anak anak di samping kontrakan Natasya agar kita tidak hanya berdua saja, jadi tidak ada fitnah," tawar Natasya.
"Baiklah," jawab Yongki pasrah.
Yongki memang membutuhkan istirahat yang cukup, dia sudah seminggu tidak tidur dengan benar. Sepertinya tubuhnya sudah ada di ambang batas.
Mereka berdua langsung menuju ke kontrakan Natasya dengan Yongki yang membawa mobil dengan pelan pelan agar tidak membahayakan mereka berdua atau orang lain.
***
Natasya mempersilahkan Yongki masuk, sedangkan dia sendiri berjalan ke arah pintu di samping kontrakannya. Natasya mulai mengetuk pintu.
"Eh Nak Natasya, ayo masuk," ajak Ibu itu.
"Tidak usah Bu, apa Miko sama Gea ada Bu?" tanya Natasya.
"Ada tu mereka lagi nonton, mereka lagi ngambek karena Ibu larang main diluar. Jaman sekarang anak anak main di luar tanpa pengawasan kan sangat berbahaya," resah Ibu itu.
"Bu Natasya mau ajak mereka main ke kontrakan Natasya boleh Bu, kebetulan ada teman cowok Natasya yang datang, biar kami tidak hanya berdua saja," ujar Natasya.
"Apa pacarnya Nak Natasya?" tanya Ibu itu.
"Bukan Bu bukan pacar," bantah Natasya segera.
"Aduh tidak usah malu malu gitu, Ibu juga pernah muda kok."
"Bentar ya ibu panggilkan mereka, mereka pasti senang main sama kamu," sambung Ibu itu lagi.
Gea adalah anak yang sudah berumur 11 tahun sedangkan Miko baru 3 tahun. Mereka sering bermain sama Natasya, mereka sangat senang jika di ajak main ke rumah Natasya, karena Ibu mereka sering melarang mereka keluar rumah.
Bersambung....
__ADS_1