
Sepulangnya Yongki dari minimarket, Natasya sudah tertidur pulas. Yongki meletakkan barang yang dia beli di dekat meja. Yongki tidak mau membangunkan Natasya yang tertidur lelap. Yongki menatap Natasya dengan pandangan yang dalam. Yongki menjulurkan tangannya untuk mengusap rambut Natasya.
Yongki takut jika kedatangan Amanda menganggu hubungan dia sama Natasya. Yongki bisa merasakan hal buruk akan terjadi. Padahal dia sudah memulai hidup tetapi mantannya malah muncul kembali. Bagaimanapun Amanda adalah masa lalunya dan Natasya adalah masa depannya sekarang.
Yongki memutuskan untuk ikut tidur bersama Natasya. Yongki membaringkan tubuh nya dibelakang tubuh Natasya yang membelakangi Yongki. Yongki melingkarkan tangannya pada Natasya dan memeluknya dengan erat.
***
"Bagaimana? apakah kamu sudah memiliki apa yang aku minta?" tanya Amanda pada salah satu pelayan yang bekerja di tempat penginapan Yongki dan Natasya.
"Sudah Mbak."
"Jadi apa yang mau dapatkan?" tanya Amanda lagi sambil meminum teh yang tersaji.
Amanda membelakangi pelayan tersebut sambil melihat ke arah penginapan yang ditempati oleh Yongki dan Natasya.
"Begini Mbak, mereka menginap disini selama tujuh hari untuk bulan madu mereka. Tadi saya juga sempat melihat apa yang dibelikan oleh Tuan Yongki, seperti dia membeli pembalut Mbak."
"Pembalut," guman Amanda.
Amanda mengetukkan jarinya pada meja.
"Apa maksud kamu kalau istrinya itu sedang datang bulan?"
"Sepertinya begitu Mbak, tidak mungkin jika Tuan Yongki membelinya jika bukan untuk istrinya."
Amanda tersenyum mengerikan, dia senang jika bulan madu Yongki dan Natasya gagal.
"Sekarang kamu boleh pergi, tetap awasi dan lapor pada aku," usir Amanda.
Pegawai itu segera pergi dari sana. Amanda berdiri dan berjalan dekat ke arah balkon.
"Yongki, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi. Sekarang kamu sudah menjadi orang tersukses, hanya aku yang boleh bersanding sama kamu. Kamu lihat saja, selama kamu di sini, aku akan terus mengganggu hubungan kalian berdua. Apalagi sekarang istrimu tidak bisa melayani kamu dengan baik. Kamu pasti akan merasa bosan," kata Amanda sambil tertawa keras.
"Kamu lihat saja Yongki. Pertunjukan akan segera dimulai dengan kamu dan aku adalah tokoh utamanya."
***
Pada Keesokan siangnya, Natasya dan Yongki memutuskan untuk makan di luar. Mereka pergi setelah Yongki bisa memastikan kalau Natasya sudah baik-baik saja. Hari ini suasana restoran cukup ramai dengan para pengunjung karena ini memang waktunya makan siang.
"Yongki," panggil Amanda.
Amanda segera mendekati Yongki dan Natasya.
__ADS_1
Natasya hanya melihat kedatangan Amanda. Setelah Amanda berdiri di depan mereka, Yongki sama sekali tidak berbicara, dia hanya terdiam.
Natasha yang merasa ada yang aneh dia mulai penasaran sama perempuan yang berdiri di depan Yongki sambil menatap Yongki. Bahkan perempuan itu tidak melirik Natasya sama sekali.
"Siapa dia Mas," tanya Natasha kepo.
"Dia adalah…," ucapan Yongki dipotong sama Amanda.
"Perkenalkan, nama aku Amanda. Aku adalah mantan Yongki," kata Amanda dengan Pede.
'Sekarang kita lihat bagaimana reaksi kamu. Aku pasti tidak akan kalah dari gadis kampungan seperti kamu,' batin Amanda meremehkan Natasya.
Amanda dengan pedenya menggandeng tangan kanan Yongki yang tidak dipegang oleh Natasya. Natasya tadi masuk mengandeng tangan kiri Yongki. Natasha mengerutkan keningnya saat melihat kelakuan Amanda yang tidak tau malu. Natasya merasa geram dengan tingkah Amanda.
Yongki berusaha menolak gandei tangan Amanda dengan menarikan tangannya kembali. Tetapi Amanda memegangnya dengan erat. Natasya tahu jika Mas Yongki merasa risih.
'Apa ni Mbak-Mbak mau main panas-panasan, oke aku ladenin."
"Oh kamu MANTANnya Mas Yongki ya. Perkenalkan nama saya Natasya ISTRI sah Mas Yongki," ujar Natasya dengan nada keras supaya bisa didengar sama pengunjung lain.
Para pengunjung melihat ke arah mereka bertiga.
"Senang berkenalan dengan kamu MANTAN dari SUAMI aku," sambung Natasya lagi.
Natasya sengaja menekankan kata mantan, istri dan suami biar bisa didengar jelas sama Amanda dan pengunjung lainnya.
"Dasar perempuan tidak tahu malu ya."
"Iya, masa sudah jadi mantan tapi nekat gandeng mantannya yang sudah menikah."
"Dengan seenak jidat dia menempel begitu."
"Iya ya, kalau aku jadi dia aku pasti punya malu."
"Sekarang sudah banyak pelakor yang merebut suami tanpa tau malu."
"Apalagi jika suaminya ganteng dan berada pasti langsung ditikung."
"Kalau aku bertemu sama mantan suami aku dan terus kelakuannya seperti itu, pasti sudah aku jambak sampai botak."
Amanda yang terus mendengar suara bisikan dia merasa malu dan geram. Amanda menatap Natasya dengan tatapan tajam.
'Awas aja kamu, hari ini kamu berani mempermalukan aku. Lihat saja, aku pasti akan membalas kamu berkali-kali lipat daripada ini '
__ADS_1
Amanda segera meninggalkan tempat itu tanpa berkata lagi, dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri lebih dari itu. Yongki takjub melihat sikap Natasya, dia memang tidak salah memilih. Biasanya jika cewek lain beara di posisi Natasya, sasti cewek itu akan ngamuk dan saling jambak-jambakan.
"Ayo Mas kita lanjut makannya, tadi ada lalat yang mengganggu," ujar Natasya dengan gerakan seperti mengusir lalat di udara.
Natasya segera menarik Yongki setelah mengusir angin. Yongki tersenyum simpul dengan sifat Natasya yang cuek dan tidak cepat emosi.
***
"Jadi kamu tidak cemburu?" tanya Yongki setelah mereka telah memesan makanan.
"Cemburu kenapa?" tanya Natasya balik sambil memasukkan makanan kedalam mulut.
"Tadi kamu sangat cuek satu ketemu sama mantan Mas."
"Hanya mantan kan?"
Yongki menganggukkan kepalanya.
"Kalau cuman mantan kenapa harus bikin pusing jika bisa diabaikan. Mas pasti punya masa lalu begitu juga Natasya Mas. Natasya tidak masalah jika Mas bertemu sama Amanda atau mantan Mas yang lain. Asalkan Mas tidak bersikap berlebihan sama mereka. Takutnya dikasih hati minta jantung, paru-paru, limpa dan lainnya"
Yongki tersenyum mendengar perkataan Natasya yang unik.
"Iya Mas janji, Mas tidak akan merespon mereka berlebihan. Karena bagi Mas sekarang hanya kamu wanita satu-satunya," ujar Yongki dengan menggenggam tangan Natasya yang ada di atas meja.
Natasya tersipu malu dengan perkataan Yongki.
"Mas bisa aja ngombalnya," kata Natasya sambil menarik tangannya kembali karena merasa malu.
"Tapi bener ya Mas, awas aja jika Mas berani selingkuh, maka Natasya akan…."
Natasya menghentikan ucapannya dengan menusuk daging pakai pisau dengan keras. Sangking kerasnya meja ikut bergoyang. Yongki menelan ludahnya dengan kasar.
"Mas kan tahu jika Natasya sekarang memiliki banyak pendukung. Jika Mas berani macam-macam maka Mas bisa habis."
"Kenapa kamu mengancam Mas," kata Yongki sambil terkekeh.
"Yah, siapa tahu aja Mas mau niat selingkuh, nanti Natasya akan bilang pada Mama, Papa dan Kakek, biar mereka yang menghadapi Mas Yongki digaris depan jika Mas berani selingkuh. Jadi Mas jangan macam-macam," ancam Natasya dengan nada bercanda.
"Sekarang kamu sudah bisa memanfaatkan situasi dengan baik ya," balas Yongki dengan terkekeh kembali.
"Iya dong Mas, kesempatan bagus jangan dilewatkan. Kapan lagi Natasya bisa bermanja-manja sama keluarga" ucap Natasya.
"Mas tidak masalah jika kamu bermanja sama keluarga Mas. Mas senang asal kamu bahagia, tapi jangan sampai kamu lupa sama Mas juga," kata Yongki.
__ADS_1
Mereka terus makan siang sambil berbicara kecil dengan bercanda ria seakan tanpa beban.
Bersambung….