
Herry yang melihat Natasya membuka kerupuk langsung main ambil saja, dan segera duduk di samping Natasya. Natasya menyerahkan bungkusan itu pada Herry.
"Kenapa masih diam saja, apa ada iklan yang lewat," ujar Natasya.
"Hei Natasya, mereka lagi ribut sungguhan bukan main drama," Aura menjelaskan.
Aura gemes dengan tingkah Natasya.
"Tiap hari juga kerjaannya ribut, besok baikan lagi, teus ribut lagi baikan lagi, tidak konsisten banget, putus ya putus, clear, end, bye," sahut Natasya lagi.
Natasya mulai bosan dengan kelakuan Angel sama Rangga. Mereka tidak bosan putus nyambung melulu.
"Intinya aku mau putus, aku tidak mau berhubungan lagi sama kamu," ujar Angel marah.
Angel yang sudah tidak lagi terpengaruh sama ucapan Natasya tadi lanjut bicara sama Rangga.
"Kamu ini Natasya bukan mendukung aku tapi malah nambah masalah, Angel tunggu dulu sayang, kita bicara baik baik ya," pinta Rangga.
"Aku tidak mau tau lagi, pokoknya mulai sekarang kita putus."
"Yakin nih mau putus, nanti malam mewek lagi, besok baikan lagi," tambah Natasya.
"Aku serius mau minta putus sama Rangga, buat apa aku berharap sama hubungan yang sudah tau tidak ada harapan."
"Angel, aku mohon jangan putus ya, kita bicara baik baik oke," mohon Rangga.
"Aku tidak mau dengar apapun lagi dari kamu, jangan pegang pegang lagi."
Angel melepaskan tangan Rangga dari lengannya.
"Jadi kalian mau putus beneran bukan ngedrama lagi," kata Natasya tak percaya.
Natasya ikut berdiri lagi dan berdiri lebih dekat dengan dua sejoli yang lagi bertengkar.
"Natasya mereka dari tadi mau putus benaran bukan bercanda," ujar Aura.
"Tapi kenapa?, bukankah kalian baru dua hari kemarin baikan lagi," tanya Natasya minta penjelasan.
"Kamu tanya kenapa, kamu tau kan kalau Mamanya Rangga mau menikahkan kalian."
"Iya, itu semua kita juga tau, nanti setelah tamat sekolah aku dan Rangga akan berpisah kok, nantikan aku akan ambil kuliah beasiswa di luar Negeri," sahut Natasya.
"Kamu tidak usah bohong lagi Natasya, semua orang juga sudah tau, Mama Rangga akan menikahkan kalian siap kalian tamat SMA."
"Apaaa...," kaget Natasya.
Yang lain yang melihat Natasya berteriak jadi heran.
__ADS_1
"Natasya kamu belum tau tentang hal ini?" tanya Dimas.
"Tidak, aku sungguh tidak tau, dari mana kalian dapat berita ini?" tanya Natasya balik.
"Kata Angel, Angel mendengar sendiri Tante Melisa membicarakan ini sama temannya," Bimo mencoba menjelaskan.
"Rangga itu tidak benarkan."
Natasya melihat horor ke arah Rangga.
"Tante Melisa tidak mungkin berbohong, jadi mulai sekarang kalian tidak usah ngebodohin aku lagi."
"Sayang aku tidak mungkin menikah sama Natasya," bela Rangga.
'Walaupun Natasya benaran akan di nikahkan, maka akan nikah sama mas Yongki bukan sama aku'
"Sudah deh, jujur aja kalian puaskan mempermainkan aku."
"Angel, aku tidak pernah mempermainkan kamu, percaya deh sama aku."
Kepala Natasya kini jadi pusing, pusing mendengat berita yang baru saja ia ketahui, juga pusing perdebatan antara Angel dan Rangga. Natasya memijit kepalanya sebentar
"Aku bilang lepas Rangga."
Rangga mencoba menggapai Angel tapi segera di tepis sama Angel.
"Kalau kalian mau menikah tidak usah berpura pura lagi."
"Jadi apa yang Tante Melisa katakan sebenarnya?"
"Kemarin aku denger sendiri bahwa Tante Melisa bilang ingin sekali menikahkan kamu sama anaknya," jawab Angel
"Apa Tante Melisa ada menyebutkan nama Rangga," pancing Natasya.
"Walaupun Tante Melisa tidak menyebutkan namanya pasti itu Rangga," jawab Angel.
"Jadi menurut kamu anak Tante Melisa hanya Rangga seorang?" tantang Natasya.
Natasya melipatkan kedua tangan di depan dada menunggu reaksi Angel.
"Kalau bukan sama Rangga sama siapa la...."
Angel memproses pertanyaan Natasya.
"Jangan bilang kalau yang mau di nikahkan sama kamu itu mas Yongki bukan Rangga," kata Angel horror.
"Apaaa...," teriak lainnya yang tidak kalah kaget.
__ADS_1
Minus Melati yang sudah tau apa yang terjadi.
Natasya hanya memutarkan matanya. Dia sudah yakin akan begini respon teman temannya. Padahal rencana awal Natasya akan menceritakan hal ini setelah tamat SMA. Tapi belum tiga hari saja masalahnya makin ribet.
"Na Natasya kamu ser seriuuus?" tanya Aura gugup, mewakili yang lain bertanya.
"Apa muka aku lagu bercanda."
"Tapi bagaiman bisa?" Bimo juga ikut bertanya.
Ini adalah sungguh hot news menurut mereka. Jika saja para Wartawan tau masalah ini maka Natasya akan terkenal mendadak melebihi artis papan atas.
"Makanya aku tidak mau kalian semua tau dulu, sebenarnya aku akan menceritakan masalah ini setelah kita lulus, boro boro mau lulus, baru tiga hari aja hubungan Angel dan Rangga mau kandas di tepi kelas."
Natasya mencoba mencairkan suasana dengan leluconnya tapi diabaikan sama teman temannya.
"Jadi selama ini, yang mau dijodohkan sama Natasya bukan Rangga, tapi malah Mas Yongki?" tanya Angel.
"Iya sayang, seperti yang Natasya katakan, kami hanya menutupi hal ini saja, yang kamu pikirkan selama ini hanya salah paham saja."
"Tapi kenapa kalian menutupi masalah ini dari aku, gara gara kesalahpahaman ini kita hampir saja putus."
"Jadi kita tidak jadi putus kan sayang?" tanya Rangga bahagia.
Angel menganggukkan kepalanya, karena dia merasa malu setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Wah gila, berita ini sungguh gila," ucap Aura yang masih tidak percaya.
"Bagaiman bisa kamu bisa dijodohkan sama Mas Yongki Natasya, padahal Mas Yongki itu tipe yang susah sekali didekatin, bahkan sepupu aku juga pernah ditolak mentah mentah saat dijodohkan sama Mas Yongki?" tanya Bimo.
"Semua itu idenya Tante Melisa, padahal aku sudah mau menolaknya, tapi ternyata Tante Melisa ada penyakit jantung, jadi dengan terpaksa aku mau menerima perjodohan ini."
"Natasya kayaknya cuma kamu yang menolak dijodohkan sama orang seperti mas Yongki, cewek lain pada mengejar ngejar Mas Yongki tapi kamu sudah di kasih lampu hijau tetap menolak," ujar Dimas.
Dari tadi Melati hanya diam saja tidak ikut bicara, buat apa dia bicara jika dia sudah mengetahui apa yang terjadi. Sedangkan Herry sudah duduk manis di meja Natasya sambil makan bekal buatan Natasya dengan lahap.
"Yah mau bagaimana lagi, Mas Yongki bukan tipe aku," kata Natasya.
"Bukan tipe kamu bagaimana, cowok sekeren dan setampan Mas Yongki gitu masak kamu tidak tertarik, aku aja ni kalau dijodohkan sama dia pasti tidak akan menolaknya, kalau perlu langsung bawa ke KUA," kata Aura.
Dimas segera menjewer telinga Aura yang mulai ganjen, Aura hanya bisa ketawa tidak jelas.
"Jika cowok semapan dan setajir Mas Yongki tidak kamu lirik juga, pasti mata kamu sudah katarak Natasya," sambung Aura lagi.
"Kayaknya aku pernah denger deh kata kamu barutan belakangan ini, tapi di mana ya?" kata Natasya.
Bersambung....
__ADS_1