Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 54. Mantan


__ADS_3

"Mas," panggil Natasya.


"Hemm," sahut Yongki dengan mengusap rambut Natasya.


"Natasya boleh minta tolong tidak?" pinta Natasya malu. 


"Apa yang ingin kamu minta, kita sekarang sudah menikah, jadi kamu jangan sungkan sama Mas," ujar Yongki dengan senyum yang tak lepas di bibirnya. 


Natasya menarik selimut untuk menutupi wajahnya permintaan kali ini mungkin bisa membuat Yongki malu sebagai seorang laki-laki. 


"Jadi gini Mas, karena Natasya lupa jika Natasya akan datang tamu bulanan, jadi Natasya lupa membawa pembalut. Apa Mas bisa bantu Natasya untuk belikan pembalut," nada Natasya semakin lama semakin mengecil.


Kalau boleh memilih, Natasya ingin pergi sendiri untuk membelinya, tetapi karena kondisi dia yang tidak memungkinkan maka dia tidak sanggup pergi sendiri. Jangankan untuk pergi untuk bergerak saja tidak sanggup.


Senyuman Yongki luntur mendengar permintaan Natasya. Yongki tidak mungkin juga membiarkan Natasya pergi sendiri dengan kondisi Natasya yang sakit seperti itu. Yongki akhirnya mengalah karena ini sudah termasuk tanggung jawab dia.


"Baiklah, biar Mas yang belikan. Kamu tunggu sini ya, di sekitar sini ada minimarket jadi tidak akan lama," ujar Yongki lemah. 


"Iya Mas, terima kasih ya," kata Natasya.


Yongki menganggukkan kepala dan segera memakaikan bajunya untuk mencarikan pembalut untuk Natasya. 


***


Yongki memasuki minimarket, dia berjalan menyusuri rak untuk mencari apa yang diminta oleh Natasha. Yongki sudah ada di bagian yang menjual pembalut, dia bingung ingin memilih yang mana karena banyak sekali merek dan tipenya. Ketika ada ibu-ibu yang lewat, Yongki segera pergi dari sana karena dia merasa malu. Yongki berpura-pura membeli barang yang lain, setelah ibu itu tidak ada, dia kembali ke sana lagi. 


Yongki kembali menimbang mana yang ingin ia beli, tapi saat ada pengunjung perempuan lain yang datang Yongki pergi lagi. Beberapa kali hal itu terulang dan membuat sang kasir yang melihat aksi Yongki yang mencurigakan, dia meminta temannya untuk menghampiri Yongki. 


"Maaf Mas, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai minimarket itu kepada Yongki.


"Ah... ini... itu…," kata Yongki tidak jelas. 


Sang pegawai itu bertambah curiga melihat gelagat Yongki.


"Begini saya ingin membeli yang ini," tunjuk Yonggi pada pembalut.


Sang pegawai melihat ke arah Yongki dengan tetapan semakin mencurigakan. 


"Maksud saya, istri saya sedang ada tamu bulanan, jadi dia menyuruh saya untuk membeli itu," kata Yongki menjelaskan supaya sang pegawai tidak salah paham.

__ADS_1


Sang pegawai menganggukkan kepalanya, sekarang dia paham.


'Wajar jika dia bergelagat aneh, ternyata dia mau membeli pembalut buat istrinya. Sungguh pria penu tanggung jawab.'


"Jadi aoa ada yang bisa saya bantu Mas?" tanya pegawai itu lagi. 


Yongki melihat ke kiri dan ke kanan agar tidak dilihat sama orang lain lagi.


"Jadi begini, saya tidak tahu mau beli yang mana."


"Memangnya Mas tidak pernah melihat istri menyimpan barang itu?" tanya pegawai.


Yongki tersenyum kecut.


"Saya tidak pernah melihatnya," jawab Yongki. 


"Mau yang ada sayao atau tidak Mas."


'Kenapa harus ada sayap, memwng mau terbang.'


Karena tidak ada respon dari Yongki, pegawai itu akhirnya memilih kedua-duanya.


"Silakan Mas ikut saya ke kasir untuk membayarnya," ajak pegawai. 


***


"Yongki," panggil seseorang ketika Yongki mau memasuki mobilnya kembali.


Yongki membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya. 


"Amanda," seru Yongki.


Amanda segera mendekat ke arah yongki dan memeluk Yongki dengan sangat erat. 


"Aku tidak menyangka jika aku akan bertemu kamu disini. Kita sudah lama tidak bertemu, kamu apa kabar," ujar Amanda. 


Yongki segera melepaskan pelukan Amanda, dia sangat risih dengan pelukan Amanda sekarang. 


"Apa yang kamu lakukan," tegur Yongki. 

__ADS_1


"Kamu ini kenapa sih kamu dulunya sangat senang saat aku peluk, kamu berubah," kata Amanda merajuk sok imut. 


"Itu dulu, sekarang sudah berbeda. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang. Wajar jika itu semua berubah," ujar Yongki menjelaskan. 


Amanda dulunya adalah mantan Yongki ketika mereka masih SMA. 


"Beda apanya, bukankah kita sama-sama tidak pernah bilang putus," kata Amanda tidak terima. 


Amanda kembali mencoba merangkul tangan Yongki, tapi Yongki segera menarik tangannya kembali sehingga Amanda hanya memeluk angin.


"Kamu kenapa sih, sekarang kamu sudah berubah, kamu bukan Yongki yang aku kenal dulu," ucap Amanda pura-pura sedih. 


"Bukan aku yang berubah, tapi kamu yang berubah," sahut Yongki dengan nada yang ditahankan. 


"Maafkan aku jika dulu aku bertindak semau aku. Sekarang aku sudah sudah memikirkan dengan baik, aku ingin kita memperbaiki hubungan kita kembali," ujar Amanda dengan menetasjan air mata agar Yongki merasa kasihan.


"Memperbaiki hubungan kita kembali kata mu? seharusnya itu yang kamu katakan delapan tahun yang lalu saat kamu  meninggalkan dan mengkhianati aku," nada bicara Yongki sudah tidak bisa dia tahan.


"Ku mohon maafkan aku Yongki, aku benar-benar menyesal telah meninggalkan kamu dulu. Saat itu aku masih labil," kata Amanda mencari alasan.


"Aku telah memaafkan kamu tetapi aku tidak akan pernah bisa melupakan apa yang pernah kamu lakukan kepada aku. Memaafkan dan melupakan dua hal yang berbeda. Aku harap kamu menjauhi aku dan kehidupan aku."


"Tidak, tidak mau, pokoknya aku ingin terus bersama kamu, aku sungguh menyesal," Amanda kembali ingin memeluk Yongki. 


Yongki menghindari dari Amanda. 


"Sudah cukup, aku tidak mau kamu mengganggu kehidupan aku lagi. Sekarang kamu harus ingat, aku telah menikah jadi kamu tidak ada kesempatan lagi untuk bersama dengan aku." 


"Tidak Yongki, aku tidak mau. Aku yakin jika kamu masih menyukai aku, bukankah dulu kamu yang mengajak aku pacaran," bantah Amanda dengan keras. 


Dulu memang Yongki yang mengajak Amanda untuk berpacaran. Saat itu Amanda orangnya sangat baik dan cuek kepada Yongki. Keluarga Amanda hanya keluarga biasa saja, tetapi saat keluarga Amanda sudah berjaya, Amanda sudah berubah sedikit demi sedikit karena salah pergaulan. 


Yongki tidak bisa mengenali Amanda lagi, Amanda yang dulunya cewek baik-baik malah berubah total. Yongki berusaha menasehati Amanda, tapi hasilnya Amanda malah menyelingkuhi dia dan meninggalkan Yongki tanpa alasan yang jelas.


"Intinya aku tidak mau lagi barusan sama kamu titik."


Yongki kembali naik ke mobilnya, dia meninggalkan tempat parkiran tersebut. Amanda meremaskan kedua tangannya dengan kesal. Amanda tidak terima jika ditolak begitu saja. Selama ini tidak ada yang menolak keinginan dia. Senua laki-laki harus bertekuk lutut dibkakibdia.


"Tidak Yongki, aku tidak akan melepaskan kamu sampai kapanpun. Kamu harus tetap menjadi milikku, aku akan melakukan apapun untuk menghancurkan pernikahan kamu yang baru berjalan 1 hari itu. Aku janji, jika aku tidak bisa membuat kamu kembali padaku lagi, aku bukan Amanda namanya," ujar Amanda dengan senyum mengerikan.

__ADS_1


Amanda menghapus air mata palsunya dengan tangan kosong. Dia segera meninggalkan tempat itu, tampat yang menjadi saksi awal permulaan pertemuan Amanda sebagai perusak rumah tangga orang.


Bersambung….


__ADS_2