
Masalah kesalahpahaman telah berlalu. Mereka sekarang menikmati waktu seperti biasa. Mereka juga telah siap mengerjakan tugas kelompok. Tinggal menghitung hari sampai mereka akan mengikuti ujian kelulusan.
Semua murid mencoba belajar lebih giat lagi agar bisa lulus. Mereka mulai mengambil les privat atau membuat belajar kelompok. Termasuk tim Natasya alias kawan kawan Natasya.
Mereka hari ini berencana belajar kelompok di rumah Angel. Angel yang mengusulkan buat belajar kelompok di rumahnya. Dia senang jika teman temannya mau mampir ke rumah. angel merasa kesepian jika di rumah, karena Angel merupakan anak tunggal. Kedua orang tua Angel sibuk dengan tugas mereka masing masing. Sehingga hanya ada Pembantu di rumah.
Maka oleh karena itu, Angel mengajak teman teman belajar kelompok ke rumahnya, sekalian bertamu. Semua pada setuju belajar di rumah Angel, tidak ada yang menolak. Natasya juga ikut pergi, dia bahkan sudah minta izin libur sama bosnya.
Mereka berdelapan sedang berjalan di lorong. Tiba tiba saja HP Natasya berbunyi.
"Siapa Nat?" tanya Aura.
"Tidak tau, ini No baru," jawab Natasya.
"Coba diangkat dulu, siapa tau penting," usul Angel.
"Iya, sebentar," jawab Natasya.
Natasya segera mengangkat panggilan masuk.
"Assalamualaikum, maaf ini dengan siapa?" tanya Natasya pada penelpon.
"Ini Mas Yongki, jadi kamu belum simpan No Mas?" tanya Yongki balik.
Angel dan Aura yang tadi ikut dengerin siapa si penelpon langsung senyum jail.
"Cie... yang lagi nelponan," goda Aura.
"Kayaknya lampu akan segera hijau deh," tambah Angel.
"Kalian apaan sih, ganggu aja," ujar Natasya malu.
Natasya segera menyingkir dari rombongan biar tidak diganggu lagi.
"Cie... cie... yang lagi kasmaran ei...," seru Aura.
"Kalian kenapa sih, kenapa kalian ngegoda Natasya gitu, memang siapa yang nelpon Natasya?" tanya Dimas.
"Natasya tadi di telpon sama Mas Yongki, mungkin aja mau diajak kencan," jawab Angel.
"Jadi Natasya di telpon sama Mas, kok bisa, apa mereka sudah tukaran No," ujar Rangga.
"Yah kan bisa aja mereka pernah jumpa, terus gantian No, biar tambah akrab," sahut Aura.
"Tapi kenapa Mas Yongki nelpon Natasya?" tanya Rangga lagi.
"Pasti mereka mau kencanlah, memang mau apa lagi," ujar Angel.
"Mas Yongki mau kencan? boro boro Mas Yongki kencan, biasanya dekat sama cewek aja kagak mau, aku tu kenal bagaimana sama Mas Yongki, jadi tidak mungkinlah mereka pergi kencan," Rangga mengeluarkan pendapatnya.
"Yah siapa tau aja kan," balas Aura.
"Aku yakin, mereka hanya membahas tentang perjodohan Mama saja," ujar Rangga yakin.
"Bagaimana jika mereka mau kencan beneran, apa mau taruhan, yang kalah harus traktir makan siang?" tanya Aura.
"Aku setuju," sahut Dimas.
"Nah siapa tim yang yakin bahwa Mas Yongki dan Natasya akan pergi kencan," ucap Aura sambil ancungin tangan.
Semuanya pada angkat tangan kecuali Rangga sendiri.
"Lho kok gitu, masak satu lawan 6," ujar Rangga tak terima.
__ADS_1
"Apa, kamu tidak yakin sama pendirian kamu Rangga, kalau kamu yakin lawan 100 orangpun kamu seharusnya tidak takut," pancing Bimo.
"Siapa takut, ok aku terima tantangan kalian semua, sekarang kita tunggu Natasya siap telpon, kalian pasti akan kalah," kata Rangga yakin.
"Oke, kita tunggu," sahut mereka semua.
***
"Kenapa ribut ribut Natasya?" tanya Yongki.
"Maaf Mas Yongki, teman teman aku pada rese semua," jawab Natasya.
"Oh Mas pikir ada terjadi sesuatu."
"Tidak ada kok Mas, tapi ada apa Mas Yongki nelpon Natasya."
"Hari ini mas ada waktu senggang, jadi bagaimana kalau kita makan siang sambil es krim sekarang, sesuai janji Mas dulu, Mas sudah tunggu di depan sekolah kalian," ujar Yongki.
"Loh, Mas sudah ada di depan, kenapa tidak dikabari dulu, Natasya ada rencana mau belajar bareng sama Rangga dan teman lain lainnya," jawab Natasya tidak enak.
"Ah... Mas pikir Natasya ada waktu, ya sudah kalau gitu, lain kali saja kita makan es krimnya," jawab Yongki dengan sedikit kecewa.
"Maaf ya Mas, Natasya udah ada janji duluan," sesal Natasya.
"Iya tidak apa apa, kalau begitu Mas pamit ya," kata Yongki.
"Iya Mas," jawab Natasya.
Natasya merasa tidak enak, padahal Mas Yongki sudah menunggu di depan. Tapi dia sudah duluan ada janji sama teman temannya.
Setelah menelpon Natasya kembali ke tempat teman teman tadi.
"Jadi Natasya apa yang kalian omongin tadi," Aura langsung bertanya saat Natasya sudah ada di dekat mereka.
Enam dari mereka tersenyum merekah dan Rangga yang dilanda murung.
'Yes makan gratis,' batin mereka.
'Yah kempes lagi dompet aku, tapi kenapa mas Yongki ngajak Natasya makan siang dan es krim, aneh, tidak biasanya'
"Tapi karena kita sudah janji mau belajar kelompok jadi aku menolaknya, padahal Mas Yongki sudah ada di depan gerbang," lanjut Natasya.
Sekarang keadaan terbalik. Rangga yang merasakan kemenangan. Dan yang lain berdecak kesal.
"Apa, Herry cepat cegat Mas Yongki sebelum kabur," ujar Dimas tiba tiba, setelah sadar situasi.
"Siap."
Tanpa menunggu lagi, Herry segera berlari mencari Mas Yongki.
'Jangan sampai tangkapan kita lolos,' batin mereka semua.
"Hei, tidak bisa begitu," protes Rangga tidak terima.
"Kalian kenapa sih?" tanya Natasya melihat teman temannya yang berperilaku aneh.
"Kita tidak apa apa kok," jawab Angel tersenyum lebat.
"Ayo kita kedepan, tidak baik lho Natasya menolak ajakan seseorang, apalagi dia sudah menunggu dari tadi," ujar Aura.
Angel dan Aura segera mengandeng Natasya ke arah gerbang dengan penuh maksud.
"Tapi aku sudah janji sama kalian mau belajar bersama," bela Natasya.
__ADS_1
"Belajar bersama masih bisa besok, sekarang kamu nikmati dulu waktu kalian bersama, nah itu Mas Yongki masih ada di depan," ujar Aura senang.
***
"Mas, Mas Yongki tunggu dulu," panggil Herry.
Tadi Yongki mau masuk ke mobil, tapi mendengar teriakan Herry tidak jadi masuk.
"Kenapa kamu lari lari begitu Herry?" tanya Yongki.
Herry menarik nafas dulu, dia cukup lelah berlari dari lorong ke depan gerbang sekolah
"Gini Mas, Mas Yongki mau ken... maksud Herry, Mas mau jalan jalan sama Natasya ya?" tanya Herry balik.
"Rencananya begitu, tapi kata Natasya kalian mau belajar kelompok, jadi kami tidak jadi pergi," jawab Yongki.
"Oh itu Mas, kami tidak jadi belajar kelompok, jadi kalian bisa pergi bersama. Mas Yongki tunggu aja di sini, sebentar lagi Natasya akan kemari," ujar Herry.
Tidak lama kemudian Natasya dan lainnya tiba di sana.
"Siang Mas," sapa mereka semua.
"Iya siang," jawab Yongki.
Aura dan Angel segera mendorong Natasya. Untung saja Natasya punya reflek yang bagus, sehingga dia tidak jadi menabrak Mas Yongki. Yongki segera membantu Natasya yang hampir terjatuh.
"Natasya kamu tidak apa apa?" tanya Yongki khawatir.
"Natasya tidak apa apa kok Mas, dia hanya terlalu senang saja diajak pergi sama Mas, ya kan Natasya?" tanya Aura.
Natasya segera mempelototi mereka tidak terima.
'Dasar teman pengkhianat.'
"Maaf Mas, Natasya tadi hanya tersandung," ujar Natasya.
"Ya sudah hati hati."
"Sudah, Mas sama Natasya sudah bisa pergi sekarang, kami juga mau jalan jalan, belajar kelompoknya batal, besok saja belajarnya," ucap Dimas.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya, ayo Natasya," aja Yongki.
Yongki segera membukakan pintu untuk Natasya, setelah Natasya masuk, Yongki juga menyusul masuk.
Mobil Yongki sudah mulai berjalan dan menghilang.
"Ayo kita juga pergi makan sepuasnya," ujar Bimo.
"Kalian curang," protes Rangga.
"Curang dari mananya, kan tadi taruhannya jika Natasya jadi pergi sama Mas Yongki maka Rangga yang akan traktir makan siang kami," sanggah Angel.
Angel juga ikut ikutan. Padahal tiap hari juga di traktir sama Rangga. Mungkin menyenangkan juga melihat Rangga kesal begini. Tambah imut.
"Seharusnya tadi mereka ntidak jadi pergi," sahut Rangga.
"Ayo kita segera pergi ke restoran kemarin," ujar Dimas mengabaikan Rangga.
Mereka semua langsung pergi meninggalkan Rangga, Rangga mau tak mau harus mentraktir mereka. Janji adalah janji.
"Selamat tinggal dompet gendut dan selamat datang dompet tipis," ujar Rangga pada diri sendiri.
Bersambung....
__ADS_1