Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 23


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 22.20, Natasya baru saja pulang dari tempat kerja. Dia segera memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan mencuci rambut. Saat sedang mengeringkan rambut Natasya melihat kartu nama mas Yongki yang mas Yongki berikan padanya tadi sore sebelum mereka berpisah.


____


"Natasya boleh mas minta No HP kamu" tanya Yongki to the point, Yongki memang bukan tipe yang suka basa basi.


"Hah" hanya itu respon yang Natasya berikan.


"Ini kartu nama mas, nanti kamu bisa hubungi mas kalau ada perlu sesuatu, jadi boleh mas minta No HP kamu" tanya Yongki sekali lagi.


"Tapi untuk apa mas" tanya Natasya.


"Yah, dulu mas pernah janji sama kamu mau mentraktir es krim sepuasnya, jadi nanti jika ada waktu luang mas mau mengajak Natasya makan es krim, karena mas bukan tipe orang yang ingkar janji" jelas Yongki.


"Tapi kapan mas Yongki janjinya, Natasya kok nggak ingat ya" Natasya berpikir, seingat dia memang dia nggak pernah ingit ada janji seperti itu bahkan bicara sama mas Yongki aja nggak pernah.


"Waktu itu kamu sedang sakit, walaupun kamu nggak ingat, mas tetap mau menepatinya, jadi boleh mas minta No HP kamu"


Ini sudah ketiga kali Yongki minta No HP Natasya. Biasanya jika cewek lain belum pun Yongki minta sudah di kasih tapi Natasya sudah berapa kali minta belum juga ada respon.


"Ah iya mas bentar" Natasya segera mengambil HP nya dan memasukkan No mas Yongki dan segera miscall. Setelah No Natasya masuk Yongki segera menyimpan No Natasya.


"Sudah mas simpan ya, nanti akan mas hubungi lagi"


"Iya mas Yongki"


Sebenarnya Natasya ingin memilih menolak ajakan mas Yongki tapi dia tidak berani. Kan Natasya sama mas Yongki nggak dekat dekat kali, jadi buat apa ajak Natasya makan es krim.


"Kalau begitu mas balik ke kantor lagi ya, sebentar lagi mas ada janji"


"Baik mas"


"Ini uang bayaran makanannya, yang lebih buat kamu aja, dah ya"


Yongki segera pergi dari sana, Natasya menatap uang di letakkan mas Yongki, uang tersebut cukup banyak lebih dari harga makanannya.


'Lumayanlah buat bayar uang kontrakan'


_____

__ADS_1


Natasya segera menyimpan kartu itu di dompetnya kemudian memutuskan tidur, hari ini sepeti biasa dia merasa sangat capek dan capek.


***


Natasya hari ini bangun kesiangan, entah kenapa dia bisa bangun telat. Dia segera berlari menuju sekolah begitu turun dari bus. Untung saja gerbang sekolah belum tutup, kalau tidak bisa gawat, pintu gerbang di tutup pas berbarengan Natasya baru masuk beberapa langkah, dengan nafas yang masih ngos ngosan Natasya menuju ke kelasnya takut jika guru sudah masuk.


Saat tiba di kelas Natasya segera duduk dan telungkup di meja, untung saja guru belum masuk.


"Tumben kamu telat begini Natasya, habis lari ya" Herry dengan kepekaan tingkat tak terlihat bertanya.


Padahal Natasya masih susah bernafas karena berlari tapi Herry masih tanya lagi. Natasya mengabaikan Herry sekarang lebih baik dia mengatur nafasnya.


"Kamu baik baik saja Natasya, ini minum dulu punya aku" Melati menyerahkan airnya pada Natasya, Natasya minum dengan senang hati.


"Makasih ya melati, kamu memang yang terbaik"


"Iya sama sama"


Natasya memfokuskan pandangan ke sekeliling kelas dan tanpa sengaja matanya bertubrukan dengan Angel, Angek segera merangkul Rangga dan meyenderkan kepalanya pada bahu Rangga. Angel ingin menunjukkan bahwa Rangga adalah miliknya.


'Syukur deh Rangga dan Angel baik baik saja'


Natasya pertama biasa aja tapi lama kelamaan dia jadi panas sendiri melihat kelakuan Angel yang kekanak kanakkan.


"Angel nggak usah bersikap gitu bisa nggak, aku nggak akan mengambil Rangga kok" Natasya sudah pada titik kesabaran.


"Memangnya kenapa, Rangga kan pacar aku jadi terserah aku dong, yah lagian siapa tau aja kamu jadi kecantol sama Rangga" kata Angel.


"Aku suka sama Rangga?" Tanya Natasya tak percaya.


"Angel dengar ya, walaupun Rangga adalah laki laki terakhir di dunia pun aku tidak akan pilih dia"


"Masak?"


Matanya memutar matanya. Angel dengan segala kebucinannya.


"Iya, jadi kamu nggak usah terlalu khawatir, aku nggak akan rebut dia dari kamu, jangankan rebut kamu kasih gratis aja aku nggak mau"


Rangga yang mendengarnya hanya bisa mendengus, apa dia sejelek itu di mata Natasya. Walaupun Rangga nggak berharap Natasya suka sama dia, setidaknya bisa nggak sih Natasya puji dia dikit kek

__ADS_1


"Bagus deh kalau gitu" setelah mendengar Natasya berkata begitu baru Angel melepaskan rangkulan pada Rangga.


"Lagian Rangga itu bukan tipe aku"


"Memang tipe kamu yang bagaimana Natasya?" tanya Aura.


Kawan Natasya yang lain juga penasaran dengan tipe Natasya, karena hanya Natasya yang nggak pernah bahas tentang cowok.


"Kenapa kalian menatap aku seperti itu"


Tanya Natasya merinding.


"Yah siapa tau aja kami bisa nyomblangin kamu"


"Apa aku sampai nggak selaku itu ya sampai harus di comblangin segala" Natasya merasa tersinggung.


"Yah bisa jadi" jawab Aura becanda.


"Jadi gimana tipe kamu Natasya, bukan kek Rangga kan?" tanya Angel balik.


Rasanya Natasya ingin muntah mendengar tipenya seperti Rangga yang sangat kekanak kanakan.


"Tipe aku itu ya yang dewasa nggak kekanak kanakan kek Rangga ini, tipe aku nggak usah yang ribet ribet cukup orangnya baik juga tampan dong, yang jelas dia bukan berasal orang kaya" jawab Natasya.


"Biasanya orang cari yang mapan tapi kamu memang beda sendiri, tapi kalau kamu sama Rangga atau yang seusia kita bisa jadi kamu kek pacaran sama brondong Natasya, soalnya di banding yang seumuran kita kamu lebih dewasa" ujar Dimas.


"Resek kamu Dimas"


"Mungkin itu karena Natasya sudah hidup mandiri sejak dulu, jadi Natasya bisa bersikap lebih dewasa di banding kita" tambah Melati.


"Udah ah bahas ini, geli tau, ayo kita balik ke kelas lagi" Natasya segera pergi dari sana dan di ikuti sama yang lain kecuali Rangga dan Angel.


Rangga jadi kepikiran sama tipe Natasya yang bilang bahwa dia nggak suka cowok yang kaya, kan mas Yongki itu super kaya, jadi apa nanti Natasya beneran bakalan menolak perjodohan itu.


"Sayang kamu kenapa" tanya Angel cemas.


"Nggak apa apa kok, ayo kita juga balik ke kelas" ajak Rangga.


Mereka juga menyusul kawan yang lainnya ke kelas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2