Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 28


__ADS_3

Mereka telah sampai di salah satu restoran. Natasya dan Yongki memasuki restoran tersebut.


"Silahkan masuk Mas dan Mbak, untuk dua orang?" tanya Pelayan restoran.


"Iya Mbak," jawab Natasya karena Yongki hanya diam saja.


"Mari ikut saya Mas dan Mbak," ujar Pelayan lagi.


Mereka mengikuti Pelayan tersebut.


"Silahkan duduk Mas dan Mbak," suruh Pelayan.


Natasya dan Yongki segera duduk pada tempat itu. Mereka duduk di dekat jendela yang pemandangannya ke arah jalan.


"Ini buku menunya, nanti kalau sudah siap menukis pesanan, silahkan panggil Pelayan yang di sana, saya permisi ya Mas dan Mbak," pamit Pelayan itu.


Pelayan itu hanya bertugas mengantarkan pelanggan dan memberikan daftar menu. Sedangkan untuk bagian mengambil kertas pesanan dan mengantar mekanan adalah tugas Pelayan yang lain.


Natasya dan Yongki mulai memilih milih makanan. Natasya melihat harganya lumayan mahal mahal dan jika tidak memesan juga tidak enak. Akhirnya Natasya memilih beberapa menu yang harganya lumayan murah. Natasya segera menulis di kertas pesanan.


"Kamu sudah siap memilih makanan?" tanya Yongki.


"Sudah Mas, ini," Natasya menyerahkan kertas pesanan.


Yongki menerimanya. Yongki melihat dulu apa yang di pesan sama Natasya. Yongki hanya geleng geleng kepala dengan pesanan Natasya. Makan di restoran begini Natasya malah memilih nasi goreng toping telur mata sapi dan juice mangga. Yongki segera menuliskan pesanannya dan tidak lupa memesan es krim.


Yongki mengangkat tangan, Pelayan yang melihat ada yang mengangkat tangan segera dia menghampirinya.


"Sudah siap sama pesanannya Tu... maksud saya Mas...,"ujar Pelayan itu dengan genit.


Tadi pelayan itu datang dengan malas malasan, pas sudah melihat yang pesan adalah cowok terpopuler dan terkenal akan ketampanan dan kekayaan maka dia langsung bersikap ramah dan sedikit dayu mendayu.


"Mbak kami pesan ini ya, yang dessert tolong di antar setelah kami siap makan," ujar Yongki datar.


Pelayan itu mengambil sambil memegang tangan Yongki. Yongki segera menarik tangannya.


"Apa Mas mau pesan yang lainnya," kata pelayan tersebut dengan genit.


"Tidak ada Mbak, kami hanya pesan itu aja," jawab Natasya.


Pelayan itu melirik Natasya dengan tatapan sinis.


"Kalau begitu tunggu sebentar," sahut Pelayan dengan jutek.


Natasya menatap pelayan itu sampai masuk ke bagian belakang, setelahnya baru melihat ke arah Yongki yang berdecak kesal.


"Mas Yongki kenapa?" tanya Natasya.


"Mas tidak apa apa," jawab Yongki dengan muka masih kesal.


"Kalau tidak ada apa apa, kenapa mukanya jutek begitu?" tanya Natasya lagi.


"Atau Mas Yongki tidak suka ya makan sama Natasya, jika tidak suka lebihbbaik kita pulang saja ya," ujar Natasya salah paham.

__ADS_1


"Mas bukan kesal sama kamu," jawab Yongki.


"Terus kenapa juga," kata Natasya.


"Mas tidak suka saja sama Pelayan tadi yang genit," sahut Yongki.


"Oh begitu, Mas abaikan saja kan bisa, tidak udah dipedulikan," ujar Natasya singkat.


Tidak berapa lama Pelayan itu datang lagi, dengan segaja dia memiringkan tubuhnya ke arah Yongki, bahkan sempat berpura pura jatuh.


Yongki segera mendorongnya, Yongki sangat kesal dengan pelayan itu.


Pelayan itu pamit lagi mau mengambil minuman.


"Mas jangan gitu dong," saran Natasya.


"Mas tidak suka sama sikapnya, tidak sopan sama sekali, pakai pura pura jatuh segala," ujar Yongki.


"Ya wajar aja Pelayan itu cari perhatian sama Mas, soalnya Mas Yongki orangnya ganteng sih," kata Natasya polos.


Yongki yang mendengarnya jadi tersipu, dia berdehem sebentar agar dia tidak terlihat konyol di depan Natasya hanya karena pujian begitu saja.


Pelayan itu balik lagi. Natasya segera mengambil minuman jatah Yongki agar pelayan itu tidak membuat Yongki tambah kesal.


"Biar saya saja Mbak," kata Pelayan itu masih cari kesempatan.


"Biar saja saya Mbak, soalnya pasangan saya risih sama Mbak yang memepet dia terus," kata Natasya menekankan di kata pasangan.


Yongki hanya tersenyum saat Natasya mengatakan kata pasangan.


Karena di TV seringkali membahas dan menampilkan tentang Yongki bahkan tentang statusnya juga.


"Maaf ya Mbak, sepertinya Mbak sudah sangat keterlaluan, kami di sini mau makan bukan mengumbar status kami," kata Natasya yang juga kesal.


Natasya yakin jika Mas Yongki jauh lebih kesal dari dia sekarang.


"Situ aja yang ganjen sok ngaku ngaku pasangan segala, semua orang juga tau kalau Mas Yongki itu masih single," sahut Pelayan itu tidak sopan.


"Mbak, kenapa Mbak mengusik calon istri saya, memangnya Mbak siapa?" tanya Yongki menusuk.


Natasya hanya mengedip ngedipkan matang mendengar ucapan Mas Yongki.


"Jadi kalian beneran pasangan?" Pelayan itu malah bertanya balik.


"Jika Mbak masih mau kerja di sini lebih baik kerja yang profesional atau saya akan melaporkan masalah ini sama bos kamu," ancam Yongki dengan serius.


"Maafkan saya Mas, saya pamit dulu," Pelayan itu segera pergi buru buru.


'Ini adalah berita besar, ambil foto dulu, ini akan menjadi topik panas, Yongki pria idaman sebagai suami no satu sudah punya calon istri, tidak dapat orangnya, dapat uang darinya juga oke'


"Ayo Natasya kita lanjut makan, kenapa bengong begitu," kata Yongki.


"Iya Mas, Natasya hanya kaget aja Mas bilang alasannya Natasya ini calon istri Mas," ujar Natasya.

__ADS_1


"Kan tadi kamu duluan yang bilang kita ini pasangan," sahut Yongki.


Natasya baru menyadarinya, dia jadi malu sendiri.


"Maaf Mas, hanya itu yang ada dipikiran Natasya saat melihat Mas tidak nyaman sama Pelayan tadi."


"Iya, Mas tidak masalah kok, apalagi kalau jadi pasangan beneran," kata Yongki.


"Hah...," hanya itu respon Natasya.


"Ayo kita makan sekarang, nanti makanannya jadi dingin."


"Ah iya Mas."


Natasya dan Yongki segera makan makanan masing masing. Yongki malah memesan ayam goreng buat Natasya. Natasya dengan senang hati memakannya. Sesekali Yongki melihat cara makan Natasya seperti anak kecil, tidak ada jaim sedikitpun.


Tidak seperti cewek lain yang sering mengajak dia makan atau saat makan bersama dengan rekan kerja. Yongki hanya tersenyum simpul dan lanjut makannya. Natasya sangat fokus makan tidak menyadari kalau Yongki sering meliriknya.


Mereka telah siap makan makanannya, sekarang Yongki memanggil lagi Pelayan untuk menyuruh mengantar dessert. Untung saja Pelayan kali ini adalah laki laki bukan Pelayan wanita yang tadi.


"Ini Mas es krim, choco lava dan kopinya," ujar Pelayan.


"Iya terima kasih Mas," sahut Yongki.


Yongki segera mendorong choco lava ke arah Natasya. Tadi Natasya sudah mulai makan es krim tapi dia melihat Yongki yang menyodorkan cake.


"Ini buat Natasya?" tanya Natasya.


"Iya, choco lava ini kesukaan kamu saat kamu lagi di rumah mas, mungkin kamu sudah lupa," jawab Yongki.


"Ah... terima kasih Mas," ujar Natasya.


Natasya segera segera makan choco lava.


"Wah ini enak sekali Mas, rasanya melumer di dalam mulut," kata Natasya senang.


"Kata kata mu juga sama persis saat makan itu pertama kali," sahut Yongki.


Natasha jadi malu sendiri.


Yongki mengambil tisu dan mengelap pipi Natasya yang sudah berlepotan.


"Ah biar Natasya aja Mas," Natasya segera mengambil tisu dari tangan Yongki dan mengelap sendiri.


"Kamu ini makan kayak anak kecil, tidak ada anggun sedikit pun," kata Yongki sambil menikmati kopinya.


"Maaf deh Mas jika Natasya tidak ada anggun anggunnya," sahut Natasya sambil mencibir.


"Sudah, lanjut terus makannya," ujar Yongki


Akhirnya Natasya menikmati lagi makan es krim dan choco lava. Natasya sangat senang bisa makan choco lava.


Mereka lanjut menikmati dessert mereka masing masing. Setelah siap makan Yongki mengantar Natasya pulang sampai ke kontrakkan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2