
"Ini uangnya, kamu harus bisa memastikan jika kamu bisa membuat wanita itu di bikin malu, aku akan memberikan bonus buat kamu," kata Amanada sambil memberikan uang pada pria bertopi.
"Tenang saja Mbak, jika ada uang semuanya pasti beres," jawab pria bertepo.
"Sudah sana, kamu pergi laksanakan tugas kamu dengan baik," usir Amanda.
Pria itu pergi meninggalkan Amanda dengan menggenggam segepok uang yang diberikan oleh Amanda.
***
Natasha dan Yongki masih mengelilingi tempat itu untuk menghabiskan waktu sore hari berdua dengan kencan.
"Mas, Natasya pamit ke kamar mandi dulu ya," pinta Natasya.
"Kamu kenapa?" tanya Yongki khawatir.
"Tidak apa-apa kok Mas, Natasya hanya mau buang air kecil saja," jawab Natasya.
"Kamu hati-hati ya," ujar Yongki.
Natasya menganggukkan kepalanya.
"Mas tunggu di sini saja ya, Natasya tidak akan lama kok."
"Baik, Mas tunggu di sini saja."
Natasya pergi ke kamar mandi sendiri. Setelah bertanya sama orang, kamar mandi terdekat berada di pojokan belakang. Natasya bisa merasakan jika dia diikuti oleh seseorang. Natasya menoleh kebelakang untuk mencari tahu siapa yang mengikuti dia. Ketika menoleh, Natasya tidak menemukan siapapun yang mencurigakan.
'Sepertinya memang ada yang mengikuti aku. Sebaiknya aku bersembunyi saja,' batin Natasya.
Natasya saat mau belok ke kamar mandi segera berlari dan bersembunyi di balik tembok lain. Natasya mencoba mengintip siapa yang mengikuti dia.
Tidak lama kemudian muncullah seorang pria bertopi, pria bayaran Amanda. Pria itu memasuki ke kamar mandi perempuan setelah melihat ke kiri dan ke kanan.
"Pria itu sangat mencurigakan. Kenapa pria malah masuk ke kamar mandi perempuan . Pasti ada suatu yang tidak beres," ucap Natasya.
Karena Natasya sudah sangat kebelet ingin buang air, dia akhirnya mencari toilet lain yang sedikit jauh. Dia tidak mau pusing dengan pria yang masuk ke kamar mandi perempuan itu.
***
"Bagaimana? Apa kamu berhasil?" tanya Amanda saat pria itu menghampiri dia.
"Tenang saja Mbak, semuanya sudah beres. Tadi aku sudah mengunci dia di kamar mandi dan menyiramnya dengan air kotor."
"Bagus, kamu memang bisa diandalkan. Sekarang Yongki pasti akan jijik dengan istrinya yang bau itu," ujar Amanda.
__ADS_1
"Sekarang mana bonusnya."
"Ini," Amanda menyerah uang lagi kepada pria itu.
Setelah memberikan uang kepada pria itu, Amanda berjalan mendekati Yongki yang menunggu Natasya. Langkah Amanda terhenti karena melihat Natasya yang sudah duluan menghampiri dan memeluk lengan Yongki.
"Kenapa kamu lama sekali? apa terjadi sesuatu?" tanya Yongki.
"Maaf Mas, tadi kamar mandi yang di sana penuh, jadi Natasya mencari kamar mandi yang lain," jawab Natasya.
"Ya sudah kalau begitu, ayo kita lanjut jalan lagi," ajak Yongki.
Amanda menggenggam kedua tangannya dengan amarah. Amanda berbalik lagi ke arah pria bertopi tadi yang masih belum pergi dari sana. Pria itu masih menghitung uang yang diberikan oleh Amanda.
"Apanya yang berhasil, kamu lihat itu perempuan baik-baik saja," protes Amanda tidak Terima.
"Bukannya kamu bilang kamu sudah mengunci dia di kamar mandi dan menyiramnya dengan air kotor. Tapi apa, dia malah baik-baik saja dan tidak basah sama sekali," sambung Amanda dengan nada kesal.
"Tadi aku beneran mengikuti perempuan itu. Dia masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi perempuan hanya ada satu pintu yang dikunci, jadi aku pikir itu adalah perempuan itu," bela pria bertopi.
"Kamu jangan…."
"Kenapa kamu bisa begini?"
"Aku tidak tahu, tadi saat aku di dalam kamar mandi, tiba-tiba ada yang mengunci aku di dalam dan kemudian orang itu nyiram aku pakai kotor huhuhu…," kata seorang gadis yang basah kuyup dan bau.
"Ayo kita ganti baju dulu biar kamu tidak masuk angin," ajak kawannya yang lain.
Amanda yang mendengar percakapan itu kesal, dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Sekarang kembalikan uang aku. Kamu kerjanya tidak becus," pinta Amanda.
Pria itu segera memasukkan uang itu ke dalam saku jaketnya. Dia tidak terima jika uang yang sudah dia dapat diminta kembali.
"Enak saja, aku sudah menuruti perintah kamu jadi uang ini milik aku."
Amanda segera mengambil uang dia kembali dari jaket pria itu sendiri.
"Buat apa aku bayar kamu mahal-mahal tapi kerja kamu tidak becus. Jangan harap aku akan membayar kamu," hina Amanada.
Setelah berkata begitu Amanda pergi di sana dan memasukkan uang itu kembali kedalam tas.
Pria bertopi itu kesal karena uangnya di ambil kembali.
"Awas saja kamu, aku tidak terima diperlakukan begini," kata pria itu.
__ADS_1
Amanda dengan langkah kesal pergi dari sana, dia kembali mengikuti Yongki dan Natasya. Pria bertopi yang tidak terima dengan perlakuan Amanda, dia mengikuti langkah Amanda dari belakang. Dia akan menunggu kesempatan buat membalas perbuatan Amanda.
Kebetulan ada orang yang lewat yang sedang membawa air bekas cucian. Pria itu segera menarik ember tersebut dan menumpahkan air kotor itu di kepala Amanda.
Kemudian Pria itu mengambil tas Amanda dan memasukkannya ke dalam jaket tanpa satu orang pun yang melihat karena mereka sibuk menertawakan Amanda. Pria itu pun berlalu begitu saja.
"Hahaha lihat deh perempuan itu, bau dan menjijikkan."
"Kok bisa ya hahaha."
"Tidak tau, tau-taunya sudah seperti itu hahaha."
Amanda membuka ember yang ada di kepalanya dan melemparnya begitu saja ke sembarangan arah. Kemudian dia lari dari sana karena malu di tertawakan oleh orang banyak.
***
Natasya mengernyitkan alisnya saat melihat pria yang mengikutinya sekarang malah mengikuti Amanda. Natasya juga melihat saat pria itu menyiram Amanda dengan satu ember air kotor.
"Hahaha…."
Natasya tertawa lepas saat melihat ember itu sudah ada di kepala Amanda.
"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Yongki.
Yongki melihat ke arah pandangan yang dilihat oleh Natasya tadi tapi tidak tau apa yang lucu bagi Natasya.
"Lihat itu deh Mas," tunjuk Natasya ke arah Amanda berada.
Yongki segera melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Natasya. Yongki juga ikutan tertawa kecil melihat kondisi Amanda.
"Tapi siapa orang itu?" tanya Yongki.
"Natasya juga tidak tahu Mas. Tapi sepertinya pria yang memakai topi itu tadi yang mengikuti Natasya pergi ke kamar mandi," kata Natasya tanpa sadar.
"Apa maksud kamu dengan mengikuti kamu?" tanya Yongki khawatir.
"Natasya juga tidak yakin sih Mas, tapi pria itu masuk ke kamar mandi perempuan makanya Natasya pergi ke kamar mandi yang lain," ujar Natasya.
"Tapi aku tidak apa-apa kan?"
"Iya Mas, Natasya tidak apa-apa."
"Mungkin saja itu adalah karma buat Amanda."
"Bisa jadi Mas. Karma itu kadang datang bisa instan kadang bisa lama," ujar Natasya.
__ADS_1
Setelah puas menertawakan Amanda, mereka kembali melanjutkan acara kencan mereka tanpa gangguan Amanda pada hari itu.
Bersambung....