Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 41. Tidak Ada Perkembangan


__ADS_3

Sebulan berlalu begitu saja tanpa terasa sama sekali. Hubungan Natasya dan Yongki tidak ada kemajuan sedikit pun. Dimana Yongki sibuk dengan perusahaannya sehingga sering sekali keluar negeri atau kota. Jika ada di tempat pun maka akan lebih memilih kerja lembut di kantor.


Sedangkan Natasha yang merasa Yongki tidak ada tanda tanda mendekatinya akhirnya dia diam saja. Natasya beranggapan bahwa hubungan perjodohan telah berakhir. Karena Natasya sudah pernah bilang jika dia tidak mau menikah jika mereka tidak saling mengenal dan saling mencintai satu sama lain.


Sejak mereka terakhir bertemu, sehari setelah malam pertunangan mereka tidak ada komunikasi apapun. Baik itu bertemu langsung atau melalui sms dan telpon. Natasya sudah beberapa kali mencoba berinisiatif menelpon atau sms Mas Yongki tapi tidak ada balasan sama sekali. Jadi buat apa Natasya memikirkan hal itu lagi.


Natasya sekarang juga sudah sibuk mengurus masuk ke universitas bersama teman temannya. Mereka sering berjumpa di kampus walau beda jurusan. Mereka jika ada kesempatan akan ngumpul ngumpul bareng. Kadang lengkap kadang hanya ada beberapa anggota saja.


Mereka juga telah siap melewati masa orientasi yang sangat melelahkan. Para kakak leting dengan semena mena main hukum jika satu berbuat salah maka semua akan di hukum. Tapi dibalik itu semua mereka menikmati masa orientasi dengan bersenang senang.


Setelah siap orientasi mereka mengadakan pesta di restoran untuk menyambut mahasiswa baru. Ajang ini kadang dijadikan ajang pencarian jodoh dadakan. Ada juga yang cinlok semasa orientasi berlangsung.


Sekarang mereka lagi mengadakan ngumpul di kantin kampus. Ada Natasya, Dimas, Rangga, Angel dan Bimo. Sedangkan yang lain masih mengurus masalah akademik karena beberapa hari lagi mulai kuliah.


"Eh Nat, masih belum ada perkembangan?" tanya Angel.


"Lihat aja sendiri," ujar Natasya sambil memberikan HP nya.


Angel melihat daftar masuk dan keluar kotak pesan dan panggilan. Tidak ada satu pun yang masuk dari Mas Yongki. Entah kenapa teman teman Natasya yang sangat bersemangat menanyakan hubungannya dengan Mas Yongki.


Natasya dulu juga berharap agar hubungan bisa berjalan lancar, karena dia sudah nyaman sama keluarga Rangga yang menerima dia apa adanya minus kejutan mereka yang bikin jantungan. Tapi sekarang Natasya jadi ragu dan tidak berharap lebih lagi. Dari pada dia nanti kecewa lebih baik dia bersikap biasa saja.


Jika dihitung waktu sesuai perkataan Mama Melisa maka mereka seharusnya akan menikah kurang dari sebulan lagi. Tapi mereka belum juga saling menyukai satu sama lain menurut Natasya.


"Masih tidak dihubungi juga, padahal kamu ada nelpon sama SMS Mas Yongki, kenapa Mas Yongki tidak membalas sama sekali" kata Angel tak percaya.

__ADS_1


"Mas Yongki sekarang lagi sibuk banget, Mas Yongki juga sering keluar sekarang. Daerah yang Mas Yongki datangi kali ini pun memang tidak ada jaringannya, jadi wajar jika sekarang tidak ada balasan. Aku juga tidak tau dia pergi ke daerah situ untuk apa atau bisa jadi Mas Yongki ada membuka bisnis baru di daerah situ. Padahal setau aku daerah itu penduduknya sangat sedikit dan belum modern. Buat apa coba dia buka bisnis baru di daerah situ, pasti bakal cepat tutup itu usaha. Dan mungkin sekitar tiga hari atau seminggu lagi Mas Yongki baru balik," kata Rangga menjelaskan tentang keberadaan Yongki.


"Rangga, sebenarnya Mas Yongki dan Natasya jadi menikah atau tidak sih. Kenapa Mas Yongki masih sibuk sama pekerjaannya, padahal mereka sebentar mau menikah?" tanya Angel.


"Ya pasti jadi, keluarga aku sudah pada sibuk semua, kalau urusan Mas Yongki mana aku tau, dianya aja jarang pulang, kapan sempat aku tanya kalau jumpa aja tidak jarang. Kalau pulang pun pasti larut dan pagi pagi pergi lagi," sahut Rangga.


"Natasya sebaiknya kamu jangan mau nikah sama Mas Yongki aja, belum menikah aja kamu sudah di abaikan sama pekerjaan kek begini. Apalagi nanti setelah kalian menikah, bisa bisa kamu di madu sama kertas kertas itu," saran Angel yang ikutan kesal sama sikap Mas Yongki.


"Sayang jangan begitu dong bicaranya, jika mereka gagal nikah bisa brabe nanti urusannya. Bisa bisa kita tidak bisa menikah juga karena Mas Yongki yang sulit sekali mau menerima pernikahan," kata Rangga dengan panik.


Bisa tamat riwayat Rangga jika Natasya sama Mas Yongki gagal menikah. Mama dan Kakek nya sangat bersemangat merancang pernikahan Meraka sebagus mungkin.


Rangga takut jika Mamanya akan sedih dan ujung ujungnya dia yang kenak marah. Mamanya sekarang lagi ada dipuncak kebahagiaan jadi tidak boleh pernikahan itu batal.


Angel yang mendengar perkataan Rangga jadi bimbang. Karena tidak mungkin mereka menikah jika Mas Yongki juga belum menikah.


"Aku juga tidak tau sayang," jawab Rangga.


"Kalian ini baru mulai kuliah sudah memikirkan menikah, kuliah sama kerja dulu sana, baru mikir nikah. Mau kamu masih makan apa Angel nanti jika kamu tidak kerja Rangga," kata Dimas dengan sebal.


Dimas sebal karena tidak ada Aura di sini. Dia kan juga pengen ketemu sama pacarnya. Mereka sudah dua hari belum jumpa. Tapi temannya ini malah bermesra mesraan di depannya.


Rangga dan Angel yang mendengar perkataan Dimas jadi malu sendiri.


"Kamu lagi sibuk chat sama siapa sih Bimo, dari tadi sibuk ngechat aja?" tanya Natasya pada Bimo.

__ADS_1


"Tidak apa apa kok, aku pamit bentar ya mau telpon," kata Bimo.


"Kalau mau telpon kan bisa di sini, kami tidak akan mengganggu" sahut Angel.


Bimo mengabaikan perkataan Angel. Dia segera pergi dan mulai sibuk menelpon.


"Siapa sih yang dia telpon?" tanya Angel.


"Mungkin sama gebetannya kali," jawab Dimas asal.


Setelah selesai teleponan Bimo kembali duduk lagi di tempat semula, tidak lama kemudian datang Melati dan Herry bergabung. Bimo yang melihat kedatangan mereka menatap Herry dengan tajam.


"Kamu tidak ngapa ngapain adik aku kan?" tanya Bimo.


"Kak Bimo, jangan tuduh Herry yang tidak tidak. Herry selalu jaga Melati dengan baik kak," bela Melati.


Herry saat di tegur Bimo langsung bersembunyi di belakang Dimas. Herry selalu takut bila di tatap tajam sama Bimo. Tatapan Bimo sungguh menakutkan, bagaikan serigala yang sedang mengincar mangsanya.


"Kakak hanya tanya saja, karena kakak khawatir," ujar Bimo.


"Tapi tanyanya tidak begitu juga kak, kan bisa tanya baik baik," sahut Melati.


"Sudah lah, yang penting kamu baik baik saja, sini duduk dekat kakak jangan dekat dekat sama dia," suruh Bimo.


Melati menuruti kemauan Bimo. Takut kakak sepupunya ini marah lagi.

__ADS_1


Tiba tiba HP Natasya berbunyi, panggilan itu dari Mas Yongki.


Bersambung....


__ADS_2