
"Kita hari ini jadi kan ngumpul ngumpul," ujar Aura.
Mereka berempat lagi ada di pekarangan kampus.
"Maaf ya Aura, aku lupa, jika hari ini aku ada janji sama Mas Yongki," ujar Natasya menyesal.
Dia lupa memberitahu kepada teman temanya jika hari ini dia sudah buat janji dengan Mas yongki.
"Ya sudah jika kamu sudah ada janji, kalian juga jarang ketemu," sahut Aura.
"Kalian memangnya mau ke mana Nat?" tanya Melati.
Natasya menggaruk pelipis yang tidak gatal. Dia dan Mas Yongki hari ini mau tes baju pernikahan. Angel, Aura dan Melati menunggu jawaban Natasya.
"Ah itu…."
"Itu apaan," kata Aura tidak sabaran.
Natasya menghela nafas.
"Kami rencananya mau tes baju pengantin," ucap Natasya akhirnya.
Natasya bukan bermaksud mau menyembunyikan hal ini sama mereka. Tapi dia malu untuk mengatakannya.
"Yang bener," ujar mereka kaget.
Natasya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Kenapa kamu tidak cerita kalau jadi nikah?" tanya Angel.
"Iya, kamu jahat," sambung Aura.
"Kalian yang tidak tanya," sahut Natasya.
Tit tit tit….
Nada suara HP Natasya berbunyi, ada pesan masuk dari Yongki.
"Aku duluan ya, Mas Yongki sudah di depan," pamit Natasya.
"Ikut," kata Aura dan Angel.
Mereka berdua mencegat tangan Natasya. Natasya melihat mereka yang penuh harap.
***
Natasya menghampiri mobil Mas Yongki dengan di ikuti sama Aura, Angel dan Melati di belakang.
__ADS_1
"Siang Mas," sapa Natasya.
"Siang Natasya, apa jadi pergi sekarang?" tanya Yongki.
Yongki melihat ketiga teman Natasya yang sudah tidak asing lagi.
"Ah itu Mas, apa mereka boleh ikut. Mereka ingin ikut katanya," tanya Natasya balik.
"Boleh, Mas tidak masalah jika teman Natasya ikut, tapi Mas kali ini hanya bawa mobil yang muat buat dua orang," kata Yongki sambil menunjukkan mobil Supercar nya.
Mereka semua melihat ke arah yang Yongki tunjuk. Mereka bertiga berdecak kagum sama mobil yang dipakai Yongki.
"Tidak apa apa Mas, kebetulan Melati membawa mobil. Nanti kami akan ikuti dari belakang," ujar Angel yang telah sadar dari rasa kagumnya.
"Kalian sudah tau tempatnya?" tanya Yongki untuk memastikan agar mereka tidak nyasar.
"Tau Mas, tadi Natasya sudah memberitahu kami tempatnya," jawab Melati.
"Ya sudah kalau kalian sudah tau, nanti kalian menyusul saja ya, ayo Natasya," ajak Yongki.
Yongki dan Natasya segera naik mobil itu. Mobil itu meluncur ke jalan dengan kecepatan standar.
"Gila itu Natasya, dia hoki banget bisa mendapatkan suami seperti Mas Yongki. Oh tuhan berikanlah aku calon suami seperti Mas Yongki juga," pinta Aura sambil merapatkan tangan dan menutup mata.
"Itu Dimas mau kau bawa kemana," sindir Angel.
"Kita jadi orang harus bersyukur Aura, kamu sudah mempunyai Dimas yang sangat baik fan setia. Apa kurangnya dia," ucap Melati.
"Iya iya maaf, tadi khilaf melihat Mas Yongki bawa Supercar. Aku hanya bercanda, sudahlah ayo kita segera menyusul mereka, takutnya nanti mereka sudah siap tes bajunya," kata Aura mengalihkan topik pembicaraan.
"Ayo," sahut Angel dan Melati.
***
Sekarang mereka sudah ada di butik tempat beli baju pengantin. Yongki dan Natasya sudajmh sampai duluan. Satu menit kemudian Aura, Angel dan Melati juga tiba. Mereka berlima masuk ke butik bersamaan.
Di dalam buruk sudah ada Mama Melisa dan juga Bambang. Melisa segera mendekati Natasya. Melisa tidak lupa mencium dahi Natasya sebentar.
Natasya dan lainnya segera memberi salam pada Melisa dan juga Bambang.
"Kamu sampai juga akhirnya sayang, Mama sama Kakek sudah dari tadi nungguin kalian. Kalian mau istirahat dulu atau coba baju terus," kata Melisa to the point.
"Lebih baik kita langsung coba bajunya saja Ma," jawab Yongki.
"Kamu ini tidak sabaran sekali sih nak, siapa tau aja Nak Cha Cha masih capek. Kamu ini harus lebih perhatian sama calon istri kamu dong," tegur Melisa yang melihat berapa tidak pekanya Yongki.
Yongki memijat kepalanya yang tidak terasa pusing. Dia lupa akan Natasya yang mungkin saja sudah lelah.
__ADS_1
"Maaf Natasya, Mas tidak peka sama sekali. Mas tidak tau jika kamu lelah," ucap Yongki menyesal tapi ditutupi sama wajah datarnya.
"Iya tidak apa apa kok Mas, Natasya juga tidak capek kok," balas Natasya .
Natasya memang tidak capek, tadi di kamu hanya ada kegiatan ringan saja.
"Ya sudah jika kamu tidak capek sayang, sekarang ayo kita tes bajunya," ajak Melisa.
Natasya juga mengajak teman temannya ikut. Dia malu jika hanya dia sendiri. Sedangkan Bambang dan Yongki lebih memilih duduk di kursi pengunjung. Natibsetelah Natasya memilihbbajubyang cocok baru dia akan memilih jasnya.
Natasya memakai gaun pertama di bantu sama Melisa dan para pegawai. Teman temannya menunggu di luar tidak mau menganggu.
Setelah selesai memakai gaun pengantin Natasya keluar di bantu sama yang lainnya. Yongki dan bambang melihat gaun yang pertama dipakai sama Natasya dari atas sampai bawah.
"Bagaimana menurut kalian?" tanya Melisa.
"Can…."
"Ganti," jawab Yongki cepat memotong ucapan Bambang.
Natasya terkejut mendengar penolakan dari Yongki secara langsung.
Yongki tidak suka melihat gaun yang Natasya pakai sekarang. Gaun itu terlalu terbuka dan menampakkan lekuk tubuh Natasya. Yongki tidak mua Natasya memakai baju seperti itu. Pasti nanti semua laki-laki mata keranjang akan melihat Natasya dengan tatapan kagum.
Memikirkannya saja sudah membuat Yongki marah. Apalagi jika hal itu beneran terjadi.
Natasha yang mendengarnya salah paham dia mengira jika dia tidak pantas memakai baju itu. Natasya menggenggam gaun tersebut dengan erat.
"Kamu ini kenapa sih Yongki, baju cantik begini kamu tolak mentah mentah," protes Melisa.
Melisa merasa marah, dia bisa melihat Natasya yang menggenggam erat gaun tersebut. Natasya pasti merasa marahnya. Anaknya ini memang kalau bicara tegasnya Subhanallah.
"Ma, apa Mama tidak melihat, itu baju yang di pakai sama Natasya kurang bahan dan terlalu seksi. Yongki tidak mau tau, pokoknya ganti bajunya. Yongki tidak mau semua mata lelaki memandang Natasya dengan tatapan kurang ngajar," ucap Yongki sedikit emosi.
Kali ini Yongki tidak bisa menahan emosinya.
"Benar seperti yang dikatakan Yongki, Kakek juga setuju. Kakek tidak mau cucu menantu Kakek di tatap sama lelaki hidung belang," sambung Bambang.
Tadi bambang memang setuju Natasya menggunakan gaun tersebut dan terlihat cantik. Tapi mendengar jawaban Yongki dia jadi setuju. Dia tidak mau orang orang luar sana terlalu menaruh hati pada Natasya. Natasya hanya milik keluarga mereka.
Natasya yang mendengar ucapan Yongki jadi malu sendiri. Natasya tidak menyangka Yongki akan cemburu. Sebenarnya dia juga merasa risih sama gaun yang dipakai saat ini.
Ketiga teman Natasya menyenggol lengan Natasya. Mereka menggoda Natasya. Betapa posesif nya Yongki.
"Bilang aja cemburu kenapa susah sih. Tapi Mama juga tidak mau lelaki hidung belang di luar sana menatap menantu Mama dengan tatapan kurang ajar, ayo sayang kita ganti baju yang lain saja," ajak Melisa.
Bersambung....
__ADS_1