Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 33. Shopping


__ADS_3

Keesokan harinya mereka berempat pergi ke Mall. Mereka ingin shopping untuk malam perpisahan seperti teman sekolahan lainnya. Mereka lagi melihat toko dan butik mana yang memiliki gaun gaun yang cantik. Mereka juga tidak mau kalah cantik daripada yang lain. Mereka ingin jadi pusat perhatian semua orang.


Natasya dan kawan kawan masuk dari satu pintu ke pintu lainnya. Rencana pertaman mereka adalah ingin mencari gaun terlebih dulu, kemudian beli sepatu, tas dan juga aksesoris yang sesuai sama baju.


Mereka mulai masuk ke butik yang biasa menjadi langganan Melisa, ini sudah entah pintu yang keberapa mereka masuki. Toko ini adalah toko yang menjual gaun terbaik dan tersedia beberapa pakaian Limited edition. Mereka mulai menjelajahi butik itu untuk berburu gaun, kecuali Natasya. Natasya ikut untuk menemani mereka saja.


Natasya merasa gaun gaun yang pernah Melisa beli bisa di pakai buat malam perpisahan. Jadi buat apa dia habiskan uang lagi, itulah yang ada dipikiran Natasya. Natasya lebih memilih duduk di kursi pengunjung karena kakinya sudah sangat lelah. Natatya bukanlah maniak shopping seperti teman temannya, jadi jika mereka sudah mutar mutar sana sisi, maka Natasya lebih memilih duduk di kursi pengunjung saja daripada buang buang tenaga.


Mereka mulai memilah milah pakaian, tapi belum menemukan gaun yang cocok untuk selera mereka.


"Mbak apa tidak ada gaun yang baru masuk? semua ini koleksi lama, yang paling baru hanya punya bulan kemarin," tanya Aura.


Aura sudah hafal dari pakaian merk merk terkenal keluaran terbaru, Aura tidak pernah tertinggal tentang pakaian terupdate. Bahkan Aura bisa menghafal semua harga pakaian pakaian tersebut.


"Maaf Mbak, untuk gaun gaun baru sudah di borong semua, hanya tinggal yang ini saja, apa Mbak masih ingin memilih?" tanya Rara.


"Gimana ini, apa kita cari di toko atau butik lain aja," tawar Melati.


"Tapi tadi kita juga sudah berkeliling beberapa toko tapi tidak ada gaun yang bagus," sahut Aura.


Aura kalau bagian fashion selalu ingin sempurna, tidak mau memakai sembarangan apalagi seperti malam perpisahan. Karena malam perpisahan adalah malam yang sangat penting.


"Kita makan aja dulu yuk, kita telah mutar mutar selama tiga jam," saran Angel yang sudah sangat lelah.


"Baiklah, kita makan dulu, baru habis itu kita ke butik lain saja," jawab Aura.


Mereka bertiga segera menemui Natasya yang lagi duduk.


"Bagaimana dapat?" tanya Natasya.


"Tidak ada gaun yang bagus di sini, semuanya model lama," keluh Aura.


"Bukankah yang itu juga termasuk bagus," tunjuk Natasya pada gaun yang ada sebuah patung manekin.


"Ya ampun Natasya, itu baju model lama, tidak mungkin kita pakai baju yang sudah kuno di malam yang penting," sahut Aura lebay.

__ADS_1


Menurut Natasya semua gaun juga sama aja.


"Sudahlah, ayo kita makan dulu, aku sudah sangat lapar, setelah ini kita cari lagi," tambah Aura.


"Lagi...," seru Natasya yang sudah mulai kelelahan.


"Iya dong Natasya, kan kita belum dapat gaunnya," sambung Angel.


"Sudah ayo kita pergi makan dulu," ajak Melati.


Mereka keluar dari butik tersebut. Baru beberapa langkah berjalan, HP Natasya berbunyi.


"Siapa," kepo Aura.


"Mana aku tau, lihat aja belum," jawab Natasya seadanya.


Sedangakan Aura hanya tersenyum tidak jelas. Natasya melihat yang menelponnya adalah Mama Rangga.


"Assalamualaikum Ma," sapa Natasya.


Natasya hanya memutarkan matanya dengan malas melihat tingkat kepo temannya.


"Wa'alaikumsalam sayang, kamu lagi di mana Nak?" tanya Melisa.


"Natasya lagi ada di Mal Ma, kami lagi cari gaun buat malam perpisahan kami," jawab Natasya.


"Oh begitu ya, oh ya Mama sudah siapin semua perlengkapan Nak Cha Cha buat malam perpisahan. Mama sudah memilih gaun dan lainnya yang paling cantik buat calon anak menantu Mama. Kamu jangan beli gaun dan yang lainnya lagi ya sayang. Mama harap kamu mau pakai pilihan Mama, semuanya sudah Mama antar dua jam yang lalu, nanti kamu pakai aja gaun dan aksesoris yang sudah ada di patung manekin ya. Mama juga sudah memesan tukang rias buat kamu, jadi kamu tidak usah repot repot lagi nyalon diluar. Sudah ya sayang, Mama sudah ada tamu ni, bye bye sayang muach," Melisa segera menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Natasya.


Natasha hanya melihat panggilan itu berakhir begitu saja. Natasya bahkan tidak sempat bicara apapun kecuali menyapa saja. Natasya segera memasukkan kembali HP ke dalam tas.


"Apa jangan jangan Tante Melisa lagi yang sudah memborong semua koleksi gaun gaun terbaru ya, makanya kita tidak mendapatkan satupun model terbaru," prediksi Aura.


Insting Aura mengatakan jika Tante Melisa yang sudah duluan shopping di bandingkan mereka, sehingga mereka tidak mendapatkan satupun gaun yang bagus.


"Kamu kalau bicara yang serius dong, masak sih Tante Melisa yang memborong semua," kata Angel tidak percaya.

__ADS_1


"Ya siapa tau ajakan, soalnya Tante Melisa itu kalu belanja buat Natasya itu tidak tanggung tanggu, kamu lihat aja perhiasan yang di gunakan Natasya itu," terang Aura.


"Bisa jadi juga ya," jawab Angel.


Angel masih memikirkan perkataan Aura sebentar. Tiba tiba Aura dan Angel melihat Natasya dengan senyum merekah. Natasya yang melihatnya jadi merinding sendiri, seluruh bulu kuduknya seakan ikut berdiri.


"Kalian ngapain ngeliatin aku kek gitu, kalian menyeramkan tau tidak," terang Natasya.


Mereka mengabaikan omongan Natasya, mereka segera mengapit tangan Natasya agar tidak kabur.


"Natasya bagaimana jika kita segera ke kontrakkan kamu?" tanya Angel.


"Ngapain ke kontrakan aku, bukannya kita mau makan, habis itu kalian mau lanjut cari gaun," jawab Natasya melihat ada gelagat aneh dari temam temannya.


"Kita bisa pesan online saja, kami hanya penasaran, apa benar jika Tante Melisa yang sudah memborong semua koleksi gaun seri terbaru," kata Aura.


"Iya Natasya, jadi sekarang kita ke kontrakan kamu aja ya, kita buktiin apakah benar atau tidak. Sambil kita mau lihat bagaimana pilihan Tante Melisa," tambah Angel.


Natasya segera melirik Melati mau minta tolong.


"Maaf Natasya, aku juga penasaran mau lihat gaun yang akan kamu pakai pas malam perpisahan," ucap Melati meminta maaf.


Natasya hanya bisa menghela nafas pasrah jika ketiga temannya sudah satu pihak.


"Ya sudah ayo kita makan dulu setidaknya, aku sudah mulai lapar," pasrah Natasya.


"Kita langsung berangkat saja, biar makanan aku yang pesankan online," ujar Aura.


Aura segera mengambil HP dan memesan beberapa makanan online.


"Sudah siap, ayo lets go," seru Aura bersemangat.


Mereka berempat langsung menuju ke tempat parkiran mobil.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2