
"Angel kamu di sini dulu ya, mama mau ke toilet sebentar"
Donita segera buru-buru pergi ke toilet terdekat. Angel dan Donita hari ini lagi berbelanja di mall. Angel memutuskan untuk duduk di kursi yang di sediakan di mall, ketika mau duduk Angel melihat mana Rangga. Angel yang melihat mama Rangga mau menyapa.
"Mel apa Natasya nggak terlalu muda jika menikah tamat sekolah" Tanya Yuli.
"Kenapa masih muda, kan nanti bisa juga setelah menikah pergi kuliah lagi"
Angel yang mendengar obrolan mama Rangga dan temannya tidak jadi menyapa, Angel memilih menguping pembicaraan mereka.
"Yah mau gimana lagi Yuli aku pengen sekali mereka cepat menikah dan aku bisa segera mendapat cucu"
Angel yang mendengarnya tidak kuasa menahan air mata.
"Tapi bagaimana jika mereka menolah menikah, kan kamu tau mereka tidak saling mencintai"
"Memang sekarang mereka belum saling mencintai, tapi aku yakin nanti mereka akan saling suka kok, apa lagi sifat Natasya yang juga lebih dewasa"
"Angel apa yang kamu lakukan di situ nak" tanya mama Angel yang sudah siap dari toilet.
Angel segera menghapus air matanya biar mamanya tidak khawatir.
"Nggak apa apa kok ma, tadi Angel pikir lihat teman Angel, ternyata Angel salah orang"
Angel segera mengandeng mamanya dan menjauhi mamanya dari sana, Angel takut nanti mamanya melihat mama Rangga.
***
Hari ini Angel pergi ke sekolah dengan suasana hati yang buruk. Setelah mendengar apa yang di katakan mama Rangga kemarin, yang membuat Angel yakin hubungannya sama Rangga tidak mungkin bisa di jalan lagi. Semalaman Angel menangis kembali sehingga matanya bengkak dan memerah.
"Hai Angel" sapa Rangga seperti biasanya.
Angel mengabaikan Rangga bahkan melirik pun tidak, Angel terus melangkah di ikuti dengan teman yang lainnya.
"Angel tunggu, ada apa sama kamu, kenapa muka mu bengkak dan memerah begini" Rangga, Angel dan lainnya kini sudah ada di kelas dan murid lain belum ada yang masuk, murid yang lain mereka lebih memilih ke kantin.
Angel ingin segera duduk di kursinya tetapi di hadang sama Rangga.
"Angel kamu kenapa lagi" tanya Rangga lagi.
__ADS_1
"Lepas" kata Angel dingin.
"Angel ada apa sama kamu lagi, apa kamu sakit" tanya Melati cemas.
Angel mengabaikan perkataan Melati dia ingin duduk lagi di kursinya tapi di hadang sama Rangga lagi.
"Minggir nggak"
"Angel jelaskan dulu sama aku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu marah marah nggak jelas begini"
"Minggir" Angel berusaha melepaskan geganam Rangga pada lengannya.
"Kenapa lagi sih kamu"
"Aku bilang minggir ya minggir dan lepaskan tangan aku"
"Angel kenapa kamu selalu begini jika ada masalah, kamu anggap aku ini apa selama ini hah" Rangga ikut emosi melihat sifat Angel yang lagi lagi kekanak kanakkan.
"Kamu tanya ada apa sama aku, kamu tanyakan saja sama diri kamu sendiri"
"Ada apa ini" tanya siswa saku kelas sama mereka.
Ada siswa lain yang hendak masuk tapi tidak jadi karena Bimo menghalangi jalan dan juga mereka mendengar ribut ribut dari depan.
Mereka segera pergi buru buru, siapa yang mau berurusan sama Bimo mantan ketua klub karate sabuk hitam. Sekarang tugas Bimo adalah mencegat siswa lain yang masuk. Bimo sengaja menarik sebuah meja sebagai tempat duduknya yang di temani Dimas dan Herry yang menjadi pendengar uanyang budiman, mereka nggak mau ikut campur masalah temannya jika mereka bisa menyelesaikan sendiri.
"Angel bagaimana aku tahu jika kamu tidak menceritakannya"
"Kamu tidak tau atau pura pura tidak tau heh" ujar Angel sinis.
"Angel aku benar benar tidak tau apa yang terjadi, kenapa kamu masih nggak percaya sama aku" kata Rangga melembut, karena jika bicara sama Angel sambil ngegas maka Angel akan meledak.
"Bagaimana aku percaya sama kamu jika kamu berbohong sama aku"
"Bohong? Bohong apa yang kamu maksud" Rangga tidak tau ke mana arah pembicaraan Angel, bukankah masalah kemarin sudah clear.
"Udah deh Rangga kamu jangan mengelak, kamu sama Natasya setelah lulus mau menikah kan"
"Apa" kaget Aura dan Rangga.
__ADS_1
Sedangkan Bimo, Dimas dan Herry hampir terjungkal dari meja mendengar perkataan Angel, tadi mereka lagi bercanda di atas meja dengan Herry yang berada di ketiak Dimas.
"Kenapa kamu juga ikutan terkejut" tanya Aura.
"Bagaimana aku tidak terkejut, aku aja nggak tau dan baru denger, Angel dari mana kamu mendapat berita nggak masuk akal begini"
'Apa maksud Angel, apa mama mau segera menikahkan Natasya dan mas Yongki setelah Natasya lulus sekolah, aku pikir mama hanya bercanda tapi jika ia dari mana Angel tau'
"Aku denger sendiri mama mu yang berbicara langsung kemarin sama temannya"
"Jadi kamu nguping pembicaraan mama aku"
"Jika aku nggak nguping bagaimana aku tau hal ini, jika pacar aku menipu aku"
"Angel tatap aku, apa aku pernah berbohong sama kamu, dan jujur aku juga baru tau jika mama mau menikahkan Natasya dengan ma......."
Rangga memegang kedua lengan Angel dan menatap Angel dengan serius. Hampir saja tafi Rangga kecoplosan menyebutkan nama mas Yongki.
Angel menatap mata Rangga yang menatapnya dengan serius. Angel yakin jika Rangga memang mengatakan hal yang sejujurnya pada Angel tapi dia juga yakin tidak salah mendengar apa yang mama Rangga katakan.
"Tapi aku denger sendiri apa yang kemarin mama kamu katakan Rangga"
"Ada apa ini, kenapa kalian duduk di pintu, kayak nggak ada kerjaan saja"
Natasya segera masuk, Bimo, Dimas dan Herry segera menyingkir dan memberi jalan untuk Natasya, orang yang lagi di omongin baru saja datang.
"Kalian kenapa sih pagi bagi ribut, aku yang dari depan loring bisa mendengar suara bisingan kalian, apa sih yang kalian ributkan lagi, dikit dikit kalian berantem, kalian kek pasangan suami istri yang lagi kurang uang belanja tau nggak, mending aku saranin kalian segera ke KUA aja deh"
Dengan tidak tau apa pun Natasya malah menesahati Angel dan Rangga, Natasya pikir mereka lagi ribut lagi.
Krik krik krik
Semuanya diam mendengar ucapan Natasya yang blak blakan, untuk sementara waktu hanya ada kesunyian.
Angel dan Rangga yang mendengar ucapan Natasya yang terakhir jadi tersipu malu. Sedangkan yang lain hanya diam saja.
"Kenapa kalian diam, nggak jadi di lanjutkan dramanya, padahal kebetulan aku ada bawa kerupuk ni, lumayan pagi pagi dapat tontonan gratis, kenapa diam saja ayo buruan mulainya"
Natasya segera membuka bungkusan kerupuk dan segera memakannya.
__ADS_1
Yang lain jadi sweatdrop melihat tingkah Natasya.
Bersambung....