
Natasya mencoba baju pengantin yang kedua, baju pengantin itu juga ditolak mentah mentah sama Yongki. Yongki rasa baju kedua yang di gunanya Natasya terlalu ribet. Bukannya kelihatan mewah tapi kelihatan heboh sendiri.
Kini Natasya memakai gaun yang ketiga (Anggap aja seperti yang di cover ya). Gaunnya memang simple tapi baju itu dihiasi sama berlian dan mutiara asli sehingga kesan mewahnya juga dapat. Baju itu juga tidak terlalu seksi dan nyaman dilihat.
Natasya yang memakainya juga merasa nyaman nyaman saja. Gaun ini lebih nyaman dia pakai daripada gaun pertama dan yang kedua.
"Nah kalau yang ini bagaimana, baju ini sengaja di design sesimpel mungkin, tapi tidak menghilangkan kesan mewah dan elegan pada gaun tersebut," kata sang Designer.
"Bagaimana Yongki sama gaun ini, Mama lihat gaun ini bagus lebih cocok sama Nak Cha Cha," kata Melisa.
"Menurut Yongki ini lebih bagus juga Ma, bagaimana dengan Natasya sendiri?" tanya Yongki meminta pendapat dari Natasya.
"Gaun ini lebih nyaman dipakai dibandingkan gaun gaun yang tadi," jawab Natasya.
"Kalau begitu kita bungkus gaun yang ini saja," sahut Bambang.
"Karena pengantin wanita sudah mencobanya, sekarang giliran pengantin prianya. Silahkan ikuti kami Mas" kata Designer.
Yongki mengikuti Designer tersebut.
"Apa kalian mau pakai gaun seragam buat acara Nak Cha Cha nanti?" tanya Bambang kepada teman teman Natasya.
"Iya Kek rencananya begitu, besok kami mau membelinya," Jawab Angel mewakili Aura dan Melati.
"Kenapa harus tunggu besok, kenapa tidak sekarang. Sana ukur gaun buat kalian sekarang dan pilih model yang cocok menurut kalian," perintah Bambang.
"Maaf Kakek, tempat ini rada rada…," Angel berhenti bicara, dia tidak tau mau melanjutkan perkataan nya bagaimana.
Angel sungkan menjawabnya. Dia yakin harga satu gaun di sini bisa menghabiskan beberapa bulan uang jajannya.
"Kalian ini menurut saja, saya yang akan bayar. Kalian ini teman cucu menantu saya, jadi kalian harus ada di samping Nak Cha Cha saat acaranya nanti. Kalian harus tampil cantik juga," kata Bambang.
Bambang peka jika mereka pasti harus menabung untuk membeli sebuah gaun di sini. Apa salah nya jika dia juga membayar gaun buat teman cucu menantu kesayangannya.
"Beneran Kakek," Ujar Aura senang.
Angel segera mencubit Aura yang tidak tau malu. Angel ingin menolak tawaran Bambang tapi Bambang sudah terlanjur memanggil Designer yang baru datang kembali.
Tadi Designer hanya memberikan setelannya saja, kemudian kembali lagi ke sini.
"Tolong buatkan gaun buat mereka bertiga juga," suruh Bambang.
__ADS_1
"Baik Tuan, mari ikut saya Dek," ucap sang Designer tersebut.
Angel ingin menolak lagi tapi Aura keburu menariknya. Aura tidak mau kesempatan emas dilewatkan begitu saja. Melati menyusul di belakang.
Yongki sudah selesai memakai setelannya. Natasya tidak bisa memungkiri jika Mas Yongki kelihatan sangat tampan dengan setelan itu.
"Bagaimana Ma?" tanya Yongki.
"Kok kamu tanyanya sama Mama sih, seharusnya sama Nak Cha Cha dong, kan kamu nikahnya sama Nak Cha Cha bukan sama Mama" saran Melisa.
"Nah nak Cha Cha bagaimana tampilan Mas Yongki?" tanya Melisa.
"Bagus Ma, kelihatan lebih gagah," Jawab Natasya malu malu.
Yongki senang dipuji sama Natasya. Dia juga bersyukur Natasya menyukai setelan yang dia pakai saat ini. Dia paling tidak suka jika harus gonta ganti baju, bikin ribet.
Mereka berdua kembali melepaskan gaun dan setelan jas.
"Lho sudah selesai tes nya," tanya Aura.
Mereka baru selesai mengukur untuk ukuran gaun. Mereka tidak sempat melihat Yongki mencoba setelannya.
"Yah tidak sempat lihat model bajunya dong," sambung Aura sedikit kecewa.
***
Setelah dari sana mereka memutuskan makan siang bersama. Tapi saat sedang menikmati makan siang,Yongki mendapat panggilan sehingga dia harus segera pergi. Yongki pergi berserta dengan Bambang juga. Ada masalah di perusahaan.
Kini hanya tinggal mereka berlima. Mereka melanjutkan makan siang.
"Bagaimana hubungan kamu sama Rangga?" tanya Melisa kepada Angel.
Angel meletakkan sendok makanannya.
"Hubungan kami baik baik aja Tante," Jawab Angel canggung.
Angel tidak pernah menduga jika Mama Rangga akan bertanya pada dia tentang hubungannya sama Rangga. Biasanya Mama Rangga hanya mengabaikannya saja.
"Masih awet aja hubungan kalian. Dari masih pakai popok sampai sekarang masih aja nempel. Apa kalian tidak bosan apa, cari selingan lain gitu," kata Melisa cuek.
Angel tidak tau harus jawab apa. Dia takut salah menjawab. Dia memang tidak pernah bosan bersama Rangga.
__ADS_1
"Mama jangan gitu dong. Kan bagus jika mereka sudah kenal dari dulu dan mereka masih bersama, artinya mereka itu saling menjaga satu sama lain Ma," Ujar Natasya membela Angel.
"Seharusnya Mama lebih curiga Natasya dari pada Angel, karena Mama baru mengenal Natasya sedangkan Angel sudah Mama kenal sejak dari dia kecil dan juga keluarganya Mama sudah kenal baik," sambung Natasya.
"Bukan begitu maksud Mama sayang. Mama sangat percaya sepenuhnya sama kamu. Mama bertanya begini karena dia akan menjadi istrinya Rangga nanti jika mereka tidak putus," kata Melisa cepat takut Natasya salah paham
Muka Angel memerah seketika. Dia sangat kaget Mama Rangga berbicara begitu. Dia tidak menduga Mama Rangga sudah memberikan lampu hijau.
'Apa artinya Mama Rangga merestui hubungan kami selama ini,' batin Angel senang.
"Jadi Mama setuju hubungan Angel dan Rangga?" tanya Natasya memastikan.
Natasya tau jika selama ini Mama Melisa menolak keras hubungan Rangga dan Angel.
Melisa keceplosan bicara. Dia memang merestui hubungan mereka tapi Melisa hanya ingin agar Angel bisa memasak.
"Mama tidak pernah bicara jika Mama tidak merestui hubungan mereka," kata Melisa jujur akhirnya.
"Tapi tetap saja Mama tidak akan mengizinkan kalian menikah jika kamu belum bisa masak, ingat itu," sambung Melisa kepada Angel.
"Mama tenang saja jika masalah itu, Natasya akan membantu Angel agar pintar memasak," ujar Natasya.
Angel terharu mendengar omongan Natasya. Tapi satu sisi dia masih takut pergi ke dapur. Bisa bisa dapur kebakaran lagi.
"Bagus deh jika mau belajar memasak," Jawab Melisa.
Mereka melanjutkan makan siang sampai selesai. Setelah makan siang Melisa mengajak mereka shopping lagi. Melisa juga yang membayar semua belanjaan mereka. Biasanya jika Natasya pergi belanja sama teman temannya maka hanya dia yang merasa capek dan kelelahan. Tapi jika pergi sama Mama Melisa maka Aura, Angel dan Melati juga merasa sangat capek.
Mereka akui jika hobby shopping mereka kalah saing sama semangat Melisa. Mereka sekarang bisa merasakan apa yang Natasya rasakan selama mereka belanja selama ini.
Sambil menunggu Melisa belanja mereka memilih duduk di kursi yang disediakan sama pemilik toko. Natasya sudah duduk duluan di sana, dia sudah mulai capek dari tadi.
Bersambung….
Sekilas info
Maaf jika selama ini novel ini up nya lama karena fokus sama novel Nanny And Duda. Jadi kedepannya novel ini juga akan jarang up dibanding bulan puasa karena sudah ada kegiatan yang rutin kembali.
Novel ini akan up dua hari sekali atau setiap tanggal genap ya. Saya memutuskan lebih fokus ke Nanny dan Duda dulu. Novel itu Insyaallah akan Up tiap hari jika tidak ada halangan. Jika Novel itu duluan tamat baru novel ini akan lebih sering up.
Mohon dimaklumi ya.
__ADS_1
Terima kasih.