
Mereka akhirnya telah siap memilih gaun, perhiasan beserta tas juga. Seperti yang dikatakan Natasya, mereka harus mencari sepatu sendiri. Mereka tadi sudah mencoba sepatunya dan ukurannya memang sangat sempit.
"Gaunnya mau kalian bawa pulang atau mau titip di sini saja, nanti kita bisa pergi bersama dari sini. Soalnya Mama Melisa juga telah menyiapkan penata rambut dan juga tukang make up," terang Natasya.
"Kamu memang teman terbaik kami Natasya," jawab mereka kompak.
"Kalau ada maunya aja kalian bisa kompak begini," ujar Natasya bercanda.
Mereka memutuskan untuk tidak membawa pulang gaun dan lainnya. Mereka memutuskan berangkat dari sini.
"Ayo kita makan dan minum dulu, makanan sudah sampai dari tadi," ujar Natasya.
"Hehehe... Jadi lupa kalau lagi laper melihat koleksi kamu Natasya, sekarang perut sudah berbunyi lagi, ayo kita makan," sahut Aura bersemangat.
Mereka mulai menikmati makan siang mereka, mereka makan sambil membahas tentang malam perpisahan. Mereka yakin akan menjadi yang paling tercantik kecuali Natasya.
Natasya menikmati makannya dengan nikmat, dia tidak mau ambil pusing. Lagian malam perpisahan bagi dia malam biasa saja.
Setelah siap makan Natasya membersihkan sisa makanan yang di bantu sama Melati. Sedangkan Aura sama Angel masih menggosip.
Tok tok tok....
Terdengar suara ketukan pintu. Natasya segera membuka pintu setelah menyerahkannya pada Melati.
"Maaf Pak cari siapa ya?" tanya Natasya.
"Benar ini dengan Natasya?" tanya tamu itu balik.
"Iya, saya Natasya, ada keperluan apa ya," ujar Natasya sopan.
"Maaf Mbak kami dari dealer mobil," kata mereka.
Angel dan Aura yang mendengar kata dealer mobil langsung duduk kembali dengan tegap dan memasang kuping baik baik. Padahal tadi mereka berniat ingin istirahat sebentar.
"Terus untuk apa Bapak Bapak kesini?" tanya Natasya lagi.
"Silahkan Mbak tanda tangan di sini sebagai bukti penyerahan," kata salah satu dari mereka.
"Penyerahan apa ini, saya bener benar tidak paham, sepertinya Bapak sekalian salah orang."
"Dari alamat dan nama sudah sesuai kok Mbak, ini mobil di beli oleh Bapak Hartato untuk Mbak Natasya," jelas Bapak itu.
"Pak Hartato, maksudnya Hartato Sudirman?" tanya Natasya memastikan lagi.
"Iya Mbak, silahkan Mbak TTD di sini, ini juga ada surat buat Mbak dari Pak Hartato."
"Sebaiknya mobil ini Bapak kembalikan saja ke Pak Hartato nya," suruh Natasya.
Natasya tidak tau kenapa tiba tiba Papa Rangga mau memberinya hadiah, padahal ulang tahunnya masih beberapa bulan lagi.
__ADS_1
"Maaf Mbak, kata Pak Hartato kami harus bisa memastikan Mbak untuk TTD dan menerima hadiah ini, atau kami yang akan di pecat."
Natasya pusing mendengar masalah ini, tidak hanya Mama Rangga yang berbuat ulah, kini Papa Rangga juga ikutan.
Natasya lebih memilih TTD kertas itu daripada Bapak petugas ini yang akan dipecat. Papa Rangga sama Mama Rangga pasti beda tipis pada tingkat keras kepala dalam memaksa.
"Ini Mbak surat surat mobil beserta kunci mobilnya dan ini adalah surat pribadi dari Bapak Hartato."
Setelah menyerahkan semua itu, para Bapak dealer segera meninggalkan kontrakan Natasya. Natasya masuk seperti sedang menyeret beban berton ton.
"Wih senangnya yang dapat mobil baru," ucap Aura yang tidak melihat raut wajah Natasya yang lelah.
Natasya segera meletakkan kunci dan surat surat itu di atas meja.
"Ini surat dari Om Hartato ya," kata Angel sambil membolak balik kertas itu.
"Iya, aku tidak tau lagi harus berkata apa, mereka tidak habis habisnya buat aku terkejut," jawab Natasya lesu.
"Kamu di kasih mobil tidak suka, jika saja ada yg mau kasih aku, aku pasti akan menerimanya lahir dan batin," jawab Aura meyakinkan.
Natasya dan Angel kompak mengambil tisu dan melempat ke arah Aura.
"Tapi kenapa tiba tiba Papa Rangga kasih kamu mobil Natasya?" tanya Melati.
Melati baru saja siap memberskan sisa makanan dan langsung ikut gabung sama mereka.
"Aku buka ya," pinta Angel.
Natasya mengangukan kepala sebagai pertanda setuju, dia terlalu malas buat menjawab sekarang. Aura dan Melati segera mendekat ke arah Angel yang mulai membuka surat tersebut.
"Untuk anakku, semoga kamu suka sama mobil yang Papa berikan, ini adalah sebagai hadiah untuk pertunangan kamu sama Mas Yongki," ujar Angel membaca isi surat tersebut.
Natasya segera merebut surat tersebut dan membacanya sendiri, mungkin teman temannya mau menjailinya. Tapi sayang isi surat itu sama persis seperti yang di ucap Angel.
"Apa maksud dari Papa Rangga, kapan kami bertunangannya?" tanya Natasya pada angin yang lewat.
"Kayaknya sebentar lagi kalian akan bertunangan deh," ujar Aura.
"Kamu jangan bercanda Aura, lagian mana ada orang yang mengirim hadiah pertunangan sebelum acara pertunangan aja belum jelas," kata Natasya tak habis fikir.
"Nah itu ada," jawab mereka bertiga kompak.
Natasya segera menepuk jidatnya mendengar perkataan teman temannya.
"Kalau gitu ayo kita lihat mobilnya," setelah berujar begitu Aura dan Angel segera berlari ke arah parkiran mobil.
Natasya dan Melati menyusul dari belakang.
"Di mana mobilnya, tidak kelihatan ada mobil yang baru, mobil di sini hanya ada beberapa dan butut semua," ucap Aura.
__ADS_1
"Kalau orang di sini punya mobil mewah, ngapain sewa di sini," sahut Natasya judes.
"Natasya mana kunci mobilnya," pinta Angel.
Angel segera menekan tombol dikunci mobil. Mereka mendengar suaranya tapi sedikit jauh.
"Kenapa suaranya jauh ya?" tanya Melati
"Apa mungkin parkirnya di depan ya," tebak Natasya.
Natasya segera pergi ke depan kontrakan di ikuti sama yang lain, tapi Natasya tidak melihat ada satu mobil pun. Saat Natasya ingin berbalik dia melihat seperti sebuah garasi, padahal itu adalah ruang penyimpanan barang barang yang sudah tidak terpakai.
Natasya segera menyuruh Angel untuk menekan lagi tombolnya, memang benar suaranya dari dalam gudang tersebut.
"Sepertinya suaranya dari dalam sini deh, tapi ini malah di gembok," ujar Aura.
Angel segera melihat kunci mobil lagi, di gantungan itu ada kunci lain. Angel segera mencoba kunci itu ke gembok tersebut. Ternyata memang kunci gembok itu. Mereka berempat berusaha menggeserkan pintu tersebut. Mereka tercegang melihat mobil tersebut.
(Gambar dari Google)
"Ini keren sekali Natasya, selera Papa Rangga ok juga," Aura berdecak kagum.
Natasya yang tidak tau dengan model dan harganya hanya melihat mereka yang mengangumi mobil tersebut.
"Natasya bagaimana jika kita coba sekarang?" tanya Angel.
"Iya Natasya ayo kita coba," tambah Aura.
"Boleh aja, tapi aku tidak bisa bawa mobil," kata Natasya.
"Biar aku aja yang nyetir," sahut Aura bersemangat.
Mereka semua melirik ke arah Aura dengan muka datar.
"Emang kamu sudah bisa nyetir yang bener?" tanya Natasya.
"Iya, jangan sampai mobil baru Natasya kamu masukkan ke got," tambah Melati.
Aura hanya memonyongkan bibir, padahal dia ingin terlihat keren dengan membawa mobil beginian. Tapi sayang dia tidak pandai menyetir. Sudah cukup mobil Dimas yang sudah jadi korban dengan masuk ke sawah orang.
"Aku aja yang nyetir boleh," minta Angel.
"Oke," jawab Natasya.
Mereka akhirnya memutuskan jalan jalan dengan mobil tersebut. Mereka memutar mutar kota sampai menjelang sore.
Bersambung....
__ADS_1