
"Natasya, terus bagaimana rencana kamu ke depan," tanya Angel.
Natasya diam sejenak. Dia sebenarnya belum ada buar rencana yang matang untuk masa depannya. Dulu dia hanya berfikir kuliah dan kerja saja. Tapi sekarang dia juga harus memikirkan tentang kemauan Mama Rangga.
"Rencana aku, aku akan ambil kuliah di luar negeri, karena aku sudah dapat beasiswa dan juga rekom dari sekolah. Setelah itu aku berniat menghilang dari keluarga Rangga," jawab Natasya tidak yakin.
Natasya mengambil keputusan yang dia sendiri tidak yakin apa ini pilihan terbaik buat dia.
"Lho Natasya, tidak bisa begitu dong, kamu sudah janji sama aku bahwa jika sudah lulus sekolah kamu akan menerima perjodohan ini," protes Rangga tak terima.
Bagaimana nanti masa depan Rangga jika Natasya kabur begitu aja, bisa bisa dia beneran tidak dianggap lagi sama Mamanya. Mamanya sudah ke pelet pengen Natasya jadi anaknya.
"Iya Natasya, apa kamu sudah memikirkan ini matang matang, aku kira keluarga Rangga tidak mungkin melepaskan kamu begitu saja, apalagi Kakek Rangga sudah sangat sayang sama kamu. Aku yakin, sampai ke ujung duniapun, pasti kamu akan mudah di cari dengan jaringan koneksi keluarga Rangga yang luas," jelas Bimo panjang lebar.
Natasya mengelus lengannya, dia tau pasti keluarga Rangga tidak akan membiarkan Natasya kabur begitu saja. Tapi Natasya tidak yakin bisa menjalani kehidupan seperti itu ke depannya.
"Sebenarnya apa alasan kamu menolak Mas Yongki sih Natasya?" tanya Melati akhirnya.
Melati penasaran kenapa Natasya ngotot sekali menolak pernikahan ini. Padahal dari sudut manapun, Natasya pasti akan sangat beruntung tidak akan ada ruginya. Apalagi Natasya sudah bisa merebut hati keluarga Rangga yang terkenal dingin dan susah didekatin, apalagi Mama Rangga dan Kakek Rangga yang paling super cuek dan gengsian.
"Iya Natasya, aku juga mau tau kamu menolak menikah sama Mas Yongki, aku harap alasannya yang masuk akal atau semua ini ada hubungan sama perkataan kamu kemarin, kamu bilang tipe kamu bukan berasal dari orang kaya?" tanya Rangga untuk memastikan keputusan Natasya, kenapa Natasya begitu kekeh menolak perjodohan ini.
Yang lain melihat ke arah Natasya, menunggu jawaban dari Natasya.
"Iya, alasan utama aku menolak rencana pernikahan ini karena Mas Yongki adalah orang kaya dan berada," jawab Natasya akhirnya.
"Tapi kenapa kalau sama orang kaya, kan kamu nanti tidak usah capek capek kerja lagi?" tanya Bimo ingin tau.
"Iya Natasya, apa kamu ada masa lalu yang buruk sama orang kaya?" Melati juga ikutan bertanya.
Semua melihat ke arah Melati, karena pertanyaan melati masuk akal, jika seseorang menolak begitu keras pasti ada pengalaman yang buruk.
"Natasya ayo dong cerita sama kami, bukankah kami adalah sahabat kamu, kami ingin kamu bisa bergantung sama kami. Kami juga ingin kamu berbagi sama kami baik itu hal baik atau hal buruk," kata Aura menenangkan.
"Iya Natasya, kamimu adalah teman kami, kamu harus percaya sama kami, jika kami bisa bantu kamu pasti kami akan bantu," tambah Angel.
Angel dan amAura mencoba mendekati Natasya.
__ADS_1
"Aku... aku... tidak ingin menceritakan masalah ini," tolak Natasya.
"Natasya jika kamu tidak bisa menjelaskan masalah ini, bagaimana mungkin nanti kami membantu kamu nanti," Dimas memberi nasihat untuk Natasya.
Natasya menimbang apakah dia harus bercerita atau tidak.
"Sebenarnya... dulu aku pernah pacaran sama anak orang kaya dan dia juga anak kuliahan. Hubungan kami baik baik saja. Sampai suatu hari orang tua mantan aku mengetahui hubungan kami, dia tidak terima jika anaknya pacaran sama orang miskin dan juga yatim piatu seperti aku," Natasya memutuskan untuk bercerita, dia membutuhkan sosok yang mau mendengarnya.
Natasya meneteskan air mata mengenang masa lalu yang membekas di hatinya.
"Tidak hanya itu, orang tua mantan aku juga menjelek jelekkan aku, dia selalu bilang bahwa aku menggoda anaknya karena harta dan juga membuat aku di pecat dari pekerjaan aku yang dulu. Tidak hanya sampai di situ saja, mereka juga menghinaku dan menghasut semua orang di kampung aku, sehingga semua orang kampung membenci dan mengucilkan aku. Sebelum aku pindah ke sini, hidupan aku dulu seperti di neraka," Natasya menyelesaikan ceritanya.
Natasya sekarang sudah menangis, yang cewek mencoba menghibur Natasya. Mereka sangat yakin bahwa Natasya mengalami hal yang sangat mengerikan. Di tambah selama ini Natasya hanya seorang diri, tidak ada yang menemaninya dan mensuportnya.
"Jadi Natasya, jika kamu bilang sebelum pindah kesini berati kamu pacarannya saat kelas satu dong?" tanya Dimas yang mencerna cerita Natasya.
"Iya," jawab Natasya seadanya.
"Berati kamu pacaran sama orang yang lebih dewasa dinog, kan kamu bilang kamu kelas satu, tapi kamu pacaran sama anak kuliahan, bagaimana bisa?" sambung Bimo bertanya.
"Mungkin kami merasa nyaman satu sama lain aja, saat itu dia baru pulang dari magangnya, kami sempat dekat dan jadian hanya bebebrapa bulan sebelum kami putus karena tidak direstui sama orang tua mantan aku "
Teman teman yang lain melihat Dimas dengan datar. Bukannya menghibur tapi malh membenarkan persepsi sendiri.
"Kalian kenapa sih?" tanya Dimas heran.
"Kamu itu yang beb, bukannya menghibur Natasya tapi malah itu yang kamu urus, tapi bener juga yang kamu bilang beb, Natasya lebih cocok sama yang lebih dewesa kayak mas Yongki gitu," Aura juga setuju sama pacarnya.
Yang lain juga mengakui jika Natasya sama sekali tidak cocok pacaran sama yang seusia, lebih cocok sama yang lebih dewasa.
"Tapi Natasya, apa pacar kamu tidak ada usaha untuk mempertahankan hubungan kalian?" tanya Angel.
"Dia sama sekali tidak membela aku, dia lebih menurut sama orang tuanya karena takut di hapus dari ahli waris."
"Itu jadi cowok kok tidak jantan banget, jika dia ada di depan aku sekarang, mungkin sudah ku tendang dia sampai babak belur, mau yang enaknya saja," kata Aura yang ikutan kesal.
Natasha hanya bisa terkekeh dengan sifat Aura yang sangat care sama temannya. Dia merasa beruntung punya teman seperti mereka semua. Teman yang bisa menerima dia, teman yang mau mendengar keluh kesah dia. Natasya merasa sangat bersyukur.
__ADS_1
"Nah gitu dong, jangan cemberut lagi," Melati mencoba menghibur Natasya.
"Iya Natasya kamu jangan bersedih lagi, nanti akan ada kok orang yang akan menerima kamu apa adanya, contohnya keluarga aku," kata Rangga menarik turunkan alisnya.
Yang lain ikut setuju.
"Tapi aku hanya anak yatim piatu dan miskin Rangga," sanggah Natasya.
"Natasya keluarga aku tidak pandang orang dari materi, buktinya aja keluarga aku menerima apa adanya tentang kamu, dan aku juga yakin, Kakek aku sudah menyelidiki semua tentang latar belakang kamu. Kamu tenang aja, mulai sekarang sudah ada keluarga aku dan kita semua yang menerima kamu apa adanya."
Natasya meras terharu, dia tidak tau harus bersyukur bagaimana lagi.
"Terima kasih ya kalian mau menerima aku apa adanya," ujar Natasya sambil meneteskan air mata.
Yang cewek sekali lagi berpelukan kayak teletabies.
"Sama sama Natasya, kamu adalah teman kami, tidak tidak, kamu adalah keluarga kami, ya tidak," Aura meminta persetujuan yang lain.
"Iya..." jawab semuanya kompak
"Terima kasih," Natasya sangat tersentuh.
"Jadi, jadikan nikah sama Mas Yongki," tanya Rangga lagi.
"Tapi..."
"Natasya sekarang kamu nikmati aja hasil dari kesabaran kamu selama ini, mungkin ini adalah hadiah dari cobaan kamu selama ini," ujar Melati bijak.
Yang lain setuju dengan perkataan Melati.
"Jadi bagaimana?" tanya Angel lagi.
Natasya hanya tersipu malu mendengar pertanyaan itu lagi....
"Cie... cie... yang mau nikah," ujar yang lainnya.
Natasya kini mencoba membuka lembaran baru. Seperti yang dikatakan Melati, mungkin ini adalah buah dari penantiannya. Natasya berharap keluarga Rangga bisa menerimanya dengan tulus.
__ADS_1
Bersambung....