
Akhirnya hari hari yang di tunggu tiba juga. Angel, Aura dan Melati pagi buta sekali telah sampai di kontrakan Natasya. Padahal acaranya nanti malam jam 8 malam. Natasya yang masih tidur terbangun karena ulah mereka yang menelpon Natasya tidak berhenti. Mereka sengaja tidak mengetuk pintu takut membangunkan orang lain.
Dengan malas Natasya segera membuka pintu buat mereka. Tanpa disuruh masuk mereka langsung masuk dan menyamankan diri. Bahkan mereka belum juga mandi pergi ke sini. Aura yang pertama kali masuk ke kamar mandi.
"Kalian kenapa pagi pagi buta ke sini, acaranya kan masih lama," kata Natasya sambil menguap.
"Sebelum kita pergi ke sana, kami mau ajak kamu ke salon dulu, biar kita semakin cantik," sahut Angel.
"Tapi tidak jam segini juga kali," ujar Natasya lagi.
"Kami sekalian mau nebeng makan pagi di sini Natasya," teriak Aura dari dalam kamar mandi.
Angel dan Melati hanya tersenyum manis. Bukan hanya numpang mandi tapi juga numpang makan. Natasya pasrah dengan kelakuan teman temannya. Natasya lebih memilih ke dapur buat memasak sarapan pagi. Natasya memutuskan memasak nasi goreng, ikan sambal kado, ongseng sayur dan pelengkap lainnya
Saat Natasya selesai masak, mereka bertiga sudah siap mandi. Natasya segera meletakkan sarapan pagi sederhana di atas meja kecil. Setelah itu dia juga pergi mandi.
Setelah siap mandi, Natasya melihat mereka yang hampir siap makan tanpa menunggu Natasya.
"Natasya ayo duduk sini, nanti keburu habis makanannya," seru Aura.
Aura berkata seolah tidak bersalah sama sekali. Natasya tanpa berkata juga ingin makan, yang dia lihat hanya sisa sedikit lauknya saja. Tanpa komentar lagi Natasya segera bangun kembali.
"Kenapa tidak jadi dimakan?" tanya Aura.
"Noh lihat, lauk tinggal seupil doang, aku mau buat telor ceplok dulu," kata Natasya.
"Natasya buatkan buat aku satu ya, kalian mau nambah ngak?" tawar Aura ke Angel dan Melati.
Mereka berdua mengangguk. Akhirnya Natasya kembali memasak lima telur ceplok dan tiga bungkus mie instan.
Aura yang melihat Natasya menaruh mie rebus segera berdiri mengambil mangkuk. Mereka segera makan mie buatan Natasya yang baru matang. Natasya juga mulai ikut makan.
"Apa kalian tidak dikasih makan di rumah ya?" tanya Natasya menyindir.
Mereka tidak ada yang tersinggung sama sekali.
"Ada, cuma kalau di rumah sarapan pagi palingan roti doang, jika makan yang begini kenal omel mulu, katanya tidak baik anak gadis banyak makan nanti bisa gendut," jawab Angel.
"Iya, lagian masakan kamu sangat enak Natasya," sambung Melati.
Mereka akhirnya lanjut makan lagi. Tidak rugi Natasya masak tiga bungkus mie instan, semuanya pada ludes.
__ADS_1
Saat jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, mereka segera pergi ke salon untuk perawatan saja. Soalnya kalau untuk make up sudah ada yang bayarkan.
Mereka pergi ke salon dari pukul 8 sampai siang hari. Siang hari mereka habiskan nongkrong di kontrakan Natasya. Mereka sekarang suka duduk sini karena sudah lebih luas. Lemari sudah dipindahkan ke ruang sebelah jadi tidak terlalu sempit lagi.
Jam 7.40 malam mereka sudah siap pergi ke acara perpisahan. Mereka pergi dengan mobil Natasya, kali ini Melati yang menyetir.
Mereka segera turun begitu sampai. Banyak orang yang memperhatikan mereka yang turun dari mobil baru itu. Yang menjadi perhatian utama mereka Natasya, Natasya tampil sangat cantik dan dengan pakaian yang super wah. Natasya bagaikan upik apu yang sudah menjadi berlian.
Mereka terus berjalan tidak memperdulikan pandangan teman teman mereka yang lain. Dua siswi yang menghina Natasya dulu juga ikut terkagum kagum.
Mereka berpapasan sama Rangga, Dimas dan Bimo saat menuju ke pintu masuk hotel. Mereka juga kagum melihat betapa cantiknya Natasya dan kawan kawan.
"Apa lihat lihat, baru lihat bidadari turun dari langit ya," kata Aura.
Setelah berkata begitu Aura segera mengandeng Dimas masuk. Rangga juga mempersilahkan Angel mengandeng tangannya. Sedangkan Melati berjalan berdampingan dengan Bimo. Hanya Natasya sendiri yang berjalan sendirian.
"Kamu malam ini sangat cantik sekali," bisik Rangga pada Angel.
Angel tersipu mendengar perkataan Rangga.
"Kamu juga tampan malam ini," balas Angel.
Di depan pintu masuk ruangan acara mereka juga berpapasan sama Kakek Rangga, Bambang.
"Malam Kakek," sapa Natasya dan Rangga.
"Malam, oh ada cucu Kakek, kalian baru sampai juga," ujar Bambang.
"Iya Kek kamu baru sampai juga, kami tadi juga berpapasan sama Rangga,"
"Oh begitu, cucu Kakek hari ini sangat cantik sekali, Kakek jadi pangling," puji Bambang
"Terima kasih Kek, Kakek sudah kenal sama teman teman Natasya, mereka ini teman teman Natasya yang paling baik," ujar Natasya
Bambang melihat sebentar semua wajah mereka, walaupun tidak tau nama, Bambang sudah pernah beberapa kali melihat mereka.
"Kakek kenal, keluarga mereka partner bisnis Kakek," jawab Bambang.
"Kamu sendiri, tidak ada pasangan, sini sana Kakek saja," sambung bambang.
Bambang melihat hanya Natasya yang tidak ada pasangan, dia berinisiatif sendiri mengajak Natasya masuk. Natasya dengan senang hati mengandeng Kakek Brambang.
__ADS_1
Mereka semua masuk ke tempat acara. Lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena mereka kelihatan cantik tapi karena mereka datang bersama Bambang.
Bambang tidak melepaskan pegangan Natasya, dia masih saja membawa Natasya bersamanya kearah meja tamu penting. Natasya sangat ingin kabur sekarang, tapi Bambang memegang tangannya begitu erat.
Natasya sudah memberi kode pada Rangga untuk menolongnya tapi Rangga malah pura pura tidak melihat. Natasya hanya pasrah kini dia duduk di tempat tamu penting, seperti para investor dan alumni yang telah sukses.
Dari awal pembukaan acara perpisahan, Natasya belum ada kesempatan juga buat kabur. Kini acara untuk perpisahan sudah siap, semua orang dipersilahkan menikmati pestanya.
Bambang juga ikut menyeret Natasya bersamanya.
"Selamat malam Pak Bambang," sapa partner kerja Bambang.
"Malam juga," sahut Bambang.
Natasya tersenyum ramah ke partner bisnis Bambang.
"Siapa gadis muda di samping Bapak ini, kami belum pernah melihatnya," kata partner yang lain.
"Perkenalkan ini cucu saya, cucu menantu," ujar Bambang bangga.
Mereka yang mendengarnya kaget. Sedangkan Natasya masih mempertahankan raut wajahnya agar terlihat elegan.
'Kapan semua ini berakhir sih, aku kan juga mau gabung sama teman teman yang lain, mereka pada asyik mengobrol ria, sedangkan disini aku harus menahan lapar dan terus tersenyum.'
"Apa ini calon istri dari Yongki, pantes aja selama ini disembunyikan, kalian memang pandai menyimpan berlian," kata partner Bambang memuji.
"Bagaimana mungkin aku menunjukkan calon cucu menantu yang cantik ini pada orang lain, nanti dia akan direbut sama orang lain," sahut Bambang sambil tersenyum sedikit.
"Bapak bisa aja, wajar jika Bapak menyembunyikan nya."
Setelah usai berbicara sama partner yang ini, Bambang membawa lagi Natasya ke partner yang lain. Bambang dengan bangga memperkenalkan Natasya pada semua partnernya yang datang. Natasya sekarang sudah seperti barang dagangan saja.
Natasya ingin sekali kabur sekarang juga, dia sudah capek dari tadi senyam senyum tidak jelas. Tidak mungkin dia cemberut di depan partner Kakek Rangga.
Tidak lama kemudian Melisa dan Hartato datang.
Natasya sekarang merasa dia akan lepas dari cengkraman buaya dan akan di bawa oleh singa betina.
'Siapapun tolong aku,' terak Natasya dalam hati.
Bersambung....
__ADS_1