Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 93. Kapal Pecah


__ADS_3

"Aku bantu cari tempatnya saja ah. Jadi nanti Natasya tidak perlu cari lagu," ide Angel.


Angel mencari tempat untuk menaruh sayuran. Dia pergi ke tempat penyimpanan barang. Matanya menatap wadah yang berada di atas lemari dapur. Dia ingin mengambil sebuah wadah yang terbuat dari kaca.


"Kayaknya ini bisa," ucap Angel bangga karena dia bisa membantu tanpa disuruh.


Wadah yang Angel maksud berada di lemari bagian atas. Dia sedikit berjinjit untuk mengambil wadah tersebut. Dia sedikit kesusahan mengambil barang itu. Setelah mengambil wadah tersebut Angel menutup kembali lemari. 


Sekali lagi, keberuntungan tidak berpihak pada Angel. Angel kehilangan keseimbangan. Akhirnya wadah yang ada di tangannya terlempar ke lantai sampai pecah belah. Dia yang kaget memundurkan langkahnya dan tidak sengaja mengayunkan tangannya ke arah belakang. Sayangnya tangan Angel mengenai sebuah blender yang terletak di sana. Blender itu jatuh di dekat kakinya. Angel menatap ngeri nasib blender yang tidak jauh dari telur. Blender sudah pecah.


"Angel, kamu tidak apa-apa?" tanya Natasya panik ketika mendengar suara pecahan kaca di dapur.


Angel jadi panik. Natasya mendekat bersama Rangga. Dia takut ketahuan memecahkan blender. Diantara panik Angel menendang blender yang dia rusak ke arah bawah meja. Untung saja meja itu menggunakan kain yang panjang hingga menutupi sampai mata kaki meja. Sehingga blender itu bisa disembunyikan. 


"Tidak apa-apa kok," jawab Angel sedikit takut jika ketahuan merusak blender.


Sedangkan Rangga menganga melihat dapur yang sudah berhamburan. Telur pecah yang mengotori lantai dan wadah ikutan pecah.


Rangga tadi sangat senang saat Natasya memanggilnya untuk membantu mereka memasak daripada mengurus dokumen. Sekarang dia lebih baik terjebak bersama Yongki di ruang kerjanya. 


"Jadi Natasya, maksud kamu aku membantu kalian, membantu membersihkan ini semua?" tebak Rangga.


"Kami hanya bermaksud meminta kamu membersihkan telur yang jatuh. Aku tidak tahu kalau Angel bakalan pecahin barang lain," sahut Natasya.


Rangga menepuk jidatnya. Angel belum lima menit berada di dapurnya. Sudah ada dua barang yang sudah pecah. Hanya saja mereka tidak menyadari jika blender juga sudah rusak di bawah meja.


"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" 


"Kamu tolong sapu pecahan kaca dan bersihkan telur itu. Setelah bersih sekalian di pel agar tidak bau amis," suruh Natasya. 


"Ini? Ini semua aku yang beresin sendiri?" tanya Rangga tidak percaya.


"Kalau bukan kamu siapa lagi. Kalau kamu tidak mau, kamu boleh menyusul mas Yongki lagi."


"Tidak, aku bereskan ini saja deh. Setidaknya badanku bisa bergerak daripada di sana duduk sambil membolak-balikkan dokumen," tolak Rangga cepat. 


Rangga segera mengambil sapu membersihkan pecahan beling terlebih dahulu. Baru setelah itu membersihkan telur.

__ADS_1


"Ayo, kita lanjut," ajak Natasya kepada Angel.


"Baik," sahut Angel lega dengan senyum dipaksakan.


Dia sangat lega jika dia tidak ketahuan telah memecahkan blender. Dia juga berharap Natasya tidak menyadari jika blender nya sudah hilang.


"Sekarang aku ingin tanya, apa kamu bisa pecahkan telur?" 


"Pecahkan telur kan mudah," kata Angel percaya diri.


Natasya mengambil satu papan telur dan meletakkan telur di atas meja. Dia juga mengambil mangkuk kecil untuk ditaruh telur. Lebih bagus memecahkan telur di mangkuk daripada langsung di wajan langsung. Nanti kalau sudah berhasil, baru dipindahkan ke wajan.


"Sekarang coba kamu pecahkan telur," perintah Natasya sambil meletakkan sebuah mangkok kecil di depan Angel.


"Oke," kata Angel.


Dengan cepat Angel mengambil telur. Kemudian telurnya dia lempar ke dalam mangkok.


"Sudah pecahkan," ujar Angel dengan polos.


"Huahahaha …." 


"Apa salah ya?" tanya Angel melihat reaksi Rangga.


"Secara konsep tidak salah sih. Cuma, tidak begitu juga," sahut Natasya menggaruk kepala.


"Maksudnya?" tanya Angel tidak nyambung. 


"Angel Angel. Kamu itu sudah benar. Benar-benar memecahkan telur. Hahaha ...,"  kata Rangga yang tidak bisa berhenti tertawa.


"Rangga, kamu bisa diam tidak. Atau kamu ingin aku pecahkan telur kamu juga," ancam Angel kesal melihat Rangga yang berguling-guling di lantai.


Rangga langsung berhenti berguling-guling. Dia reflek mengapit kedua kakinya. Ancaman Angel tidak main-main. Dia dengan cepat bangun dan melanjutkan membereskan telur yang berhamburan. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Angel mendengus kasar melihat Rangga yang sudah bangun. Dia sudah melakukan dengan benar. Yang namanya pecah ya pecah.


"Angel, maksud aku tadi, kamu pisahkan antara telur sama cangkangnya," ujar Natasya.

__ADS_1


"Ya mana aku tahu" sahut Angel malu baru mengerti maksud Angel. Pantesan saja Rangga tertawa puas. 


"Memangnya, kamu pernah makan telur yang ada cangkangnya," sindir Rangga.


"Kamu nyindir aku?" tanya Angel tajam.


"Tidak, aku tidak nyindir kamu kok. Wah, sepertinya ini sudah bersih. Bentar ya, aku mau cari kain pel," kata Rangga berdalih. 


Rangga segera kabur daripada dimarahi oleh Angel. 


"Terus, ini bagaimana Natasya?"


"Itu buang saja kita. Kita pakai telur yang baru. Sekarang kamu perhatikan bagaimana cara aku memecahkan telur."


Angel memperhatikan bagaimana Natasya memecahkan telur dengan seksama. Dia tidak mau kelewatan sedikitpun caranya.


"Kamu bisa menggunakan pinggiran mangkok ini untuk memecahkan telur atau pakai pisau. Tapi lebih aman kita pakai pinggiran mangkok saja. Takut nanti tangan kamu terluka kena pisau."


Angel menganggukkan kepalanya.


"Jadi begini, pertama telurnya kamu getok ke pinggir mangkok. Setelah retak seperti ini, baru kamu buka cangkangnya lebih lebar," ajar Natasya.


"Bisa?" tanya Natasya. 


"Sepertinya mudah," sahut Angel. 


"Sekarang coba kamu tes," kata Natasya memberikan mangkuk yang baru.


Angel dengan tangan gemetar memegang telur. Dia sudah sangat berfokus antara telur dan mangkok. Dia seakan berada di tempat pertempuran.


'Oke, ini hanya masalah kecil. Kamu pasti bisa Angel,' batin Angel menyemangati diri sendiri.


Angel mengayunkan telur ke arah mangkuk dengan cepat dan kuat. Sehingga telur pecah berhamburan di atas meja. Sedangkan nasib mangkuknya terbang melayang.


Mangkuk itu jatuh ke lantai. Untung saja itu tidak pecah dan mengenai mereka. Jangan Natasya seakan mau copot. Dia tidak menduga dengan cara praktek Angel.


"Buahha ha ha ha …."

__ADS_1


Lagi-lagi Rangga tertawa kesetanan. Dia baru saja tiba di sana lagi dengan tangan ada ember dan kain pel. Dia tidak menyangka akan melihat atraksi menakjubkan dari Angel.


Bersambung ....


__ADS_2