Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 29


__ADS_3

Begitu tiba di rumah, langkah Rangga sangat lesu, teman temannya sungguh terlalu. Mereka makan seperti anak kelaparan dan lebih parah dari pada saat Natasya yang traktir, pesannya sangat banyak. Walaupun satu sisi Rangga beruntung, karena temannya mengajak makan di lesahan pinggir jalan dekat sekolah. Lesehan itu terkenal dengan lezatnya menu yang ditawarkan. Murah tapi berkualitas.


Rangga melihat kembali isi dompetnya, hanya tertinggal uang pecahan recehan. Rangga menarik rambutnya kesal.


'Kenapa Mas Yongki ngajak Natasya jalan sih, pokoknya Mas Yongki harus bertanggung jawab,' Rangga mendumel sendiri.


Baru saja Rangga berencana mau ke kamar, tapi kebetulan Mas Yongki baru pulang. Rangga langsung pergi mencegat Mas Yongki.


"Mas Yonggi," panggil Rangga.


Yongki melihat Rangga yang mendekatinya. Yongki melepaskan baju jas yang melekat di tubuhnya, tidak lupa melonggarkan dasi.


"Ada apa?" tanya Yongki.


"Mas minta uang lagi dong," kata Rangga langsung.


"Bukankah baru kemarin Mas kasih," sahut Yongki heran.


"Teman teman aku ngajak aku taruhan dan aku kalah, padahal tadi Rangga hampir menang, mereka juga curang masak satu lawan tujuh," curhat Rangga.


"Kalian sudah besar tapi masih suka main taruhan," sahur Yongki.


"Mereka nantang Rangga Mas, bukan Rangga yang punya ide, kan Rangga tidak mau dibilang penakut," bela Rangga.


Yongki yang kasihan sama Rangga mengeluarkan dompet dari saku celananya. Rangga yang melihatnya sangat senang.


"Yang banyak ya Mas," ujar Rangga senang.


"Kamu ini, kalau lihat duit langsung senang. Memang apa yang kalian pertaruhkan?" tanya Yongki.


"Tadi siang kan Mas nelpon Natasya, jadi kami taruhan untuk apa Mas Yongki telpon Natasya," kata Rangga.


"Terus, apa isi taruhannya," tanya Yongki kepo.


Yongki sudah mulai membuka dompet mau mengambil uang.


"Yah teman teman Rangga berpendapat bahwa Mas Yongki mau ajak Natasya jalan gitu, padahal aku yakin Mas hanya telpon biasa sama dia. Karena Mas Yongki dan Natasha beneran jadi jalan jadi Rangga kalah deh," cerita Rangga.


Yongki yang telah usai mendengar cerita Rangga memasukan kembali dompet ke saku, tidak jadi memberikan uang untuk Rangga. Apalagi tadi Rangga berharap agar Yongki dan Natasha tidak pergi.


"Lho Mas, kok di masukkan lagi ke saku, kan belum kasih uang ke Rangga," protes Rangga karena tidak jadi di berikan uang.


"Mas tidak jadi kasih kamu uangnya," jawab Yongki.


Yongki segera pergi ke arah sofa dan duduk di situ. Rangga mengikuti jejak Mas Yongki ke arah sofa.

__ADS_1


"Tidak bisa begitu dong Mas, Mas tadi mau kasih uangnya, kok tidak jadi," Rangga masih tidak terima.


Walau bagaimanapun Rangga sudah tidak punya uang lagi, jika Mas Yongki tidak memberinya uang, mau jajan pakai apa dia besok. Mau minta sama Mama pasti tidak akan di kasih. Kamu minta sama Papa ribet, harus sembunyi sembunyi dulu biar tidak ketahuan sama Mama.


"Yah terserah Mas lah, uang uangnya Mas," jawab Yongki santai.


Yongki melepaskan dasi yang sudah dia longgarkan tadi. Dasi dia letakkan di atas jas yang sudah duluan diletakkan di atas pegangan sofa.


"Mas kok gitu sih, jika Mas tidak kasih Rangga uang, Rangga mau jajan pakai apa Mas, apa Mas tega sama Rangga, nanti di sekolah Rangga bisa kelaparan Mas," Rangga masih berusaha merayu Masnya.


"Itu terserah kamu, lagian siapa suruh main ikut taruhan," sahut Yongki lagi.


Rangga berpikir sejenak di mana salahnya. Biasanya Mas Yongki tidak ada masalah jika dia main taruhan sama teman temannya, selama taruhan itu masih wajar.


"Apa Mas Yongki marah karena Rangga tidak ikut setuju Mas Yongki mau jalan sama Natasya?" tanya Rangga.


Karena menurut Rangga ini adalah satu satunya alasan yang masuk akal, walaupun dia sendiri kurang yakin dengan pendapatnya sendiri.


Yongki hanya melirik sebentar ke arah Rangga dan memilih diam.


"Ada apa ini ribut ribut," tiba tiba Melisa datang.


Melisa datang ke sana karena mendengar suara ribut Rangga dan Yongki.


"Apa kamu bikin ulah lagi Rangga?" tuduh Melisa.


"Kan kerjaan kamu memang bikin ulah mulu," jawab Melisa tanpa bersalah.


Melisa segera bergabung sama mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kalian ribut ribut. Mama dari kamar bisa dengar suara kalian," tanya Melisa.


"Itu Ma, Rangga minta uang lagi, padahal baru kemarin Yongki kasih Ma," lapor Yongki.


"Mas...," Rangga memberi kode ke Mas Yongki agar diam, Rangga tidak mau Mamannya tau.


"Selain kerjaan bikin ulah, kini kerjaan kamu habisin uang saja, sudah tidak usah di kasih," larang Melisa.


"Ma, Mama kok tega sama Rangga, Rangga mau makan apa besok Ma."


"Itu ya urusan kamu, makanya kerja dong, kamu kan bisa nanti bantu di perusahaan Mas mu."


"Mama kan tau, Rangga tidak suka kerja dini, Rangga mau menikmati masa muda Rangga sebelum Rangga dewasa."


"Halah, itu aja alasanmu, tidak kreatif, bilang aja malas, udah clear," ujar Melisa cuek.

__ADS_1


Rangga diam. Jika meneruskan lagi Mamanya akan semakin memojokkannya.


"Mas, ayo dong, kasih Rangga uang, Rangga janji deh, nanti kalau Mas mau jalan lagi sama natasya pasti akan Rangga dukung," rayu Rangga sambil membawa bawa nama Natasya.


"Jalan jalan? apa mama tidak salah denger, kapan Yongki jalan sama Nak Cha Cha?" tanya Melisa mengebu gebu begitu mendengar nama Natasya.


"Mama tidak tau, tadi siang Mas Yongki ngajak jalan Natasya, mereka makan siang juga mau main es krim katanya," jawab Rangga.


"Yang bener Mas, aduh Mama tidak menyangka kamu punya inisiatif sendiri ajak Nak Cha Cha kencan," ujar Melisa senang.


"Ma, Yongki hanya menepati janji saja, kan dulu Yongki pernah janji akan mentraktir Natasya makan es krim jika dia sembuh, bukannya pergi kencan," bantah Yongki.


"Itu pasti cuma akal akalan kamu aja kan. Mama ini Mama kalian, jadi Mama tau bagaimana sifat anak anak Mama, senangnya yang habis pergi kencan," goda Melisa.


"Mama apa apaan sih, sudah ah, Yongki mau ke kamar, sudah capek," Yongki segera pergi dari sana.


Kalau Yongki tidak segera pergi maka Mamanya pasti akan semakin menggodanya. Yongki lebih memilih jalan aman.


"Kok Mas pergi sih, kan uangnya belum di kasih buat Rangga," panggil Rangga.


"Tidak ada uang jajan buat kamu hari ini," setelah berkata begitu Yongki segera naik ke lantai dua, menuju ke kamarnya.


"Yah...," kata Rangga kecewa.


"Sudah jangan tunjukin muka jelekmu itu, buat mood Mama yang senang berkurang. Sudah sana ganti baju, besok Mama kasih tiga kali lipat dari uang jajan kamu, karena Mama lagi senang," ujar Melisa.


Melisa sangat senang jika Yongki anaknya sudah menunjukkan lampu hijau.


"Yang bener Ma," sahut Rangga untuk memastikannya


Rangga tidak mau nanti dia di PHP in sama Mamanya.


"Iya dong, mana mungkin Mama bohong, atau kamu tidak mau uangnya lagi," terang Melisa.


"Mau dong ma, janji ya tiga kali lipat."


"Iya, sana pergi ganti baju sebelum Mama berubah pikiran."


"Siap Ma."


Rangga segera berlari ke kamarnya, takut mamanya akan berubah pikiran.


"Hore, tidak dapat dari Mas Yongki dari Mama pun jadi,' batin Rangga senang.


'Akhirnya anakku mau juga dekat sama cewek, apalagi sama Natasya, semoga aja mereka sering kencan jadi semakin baik hubungan mereka."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2