Diburu Nikah

Diburu Nikah
Bab 51. Pernikahan


__ADS_3

"Aduh Natasha, kamu kemana saja. Mama sangat khawatir saat tau kamu hilang," kata Melisa begitu melihat Yongki dan Natasya memasuki ruangan tempat rias Natasya. 


Mereka semua sudah berkumpul kembali di sana karena mereka sudah mencari Natasya kemanapun tapi mereka tidak menemukan dia. 


"Apa yang terjadi sama Nak Cha Cha? kenapa harus digendong?" tanya Bambang. 


Natasya yang kini menyadari di mana dia berada, dia segera memukul bahu Yongki untuk menurunkan dia. Natasya jadi malu sendiri dengan yang lain. Yongki menurunkan Natasya dengan pelan-pelan. Natasha segera berjalan ke arah bangku dengan kaki yang sakit dengan tertatih, Yongki membantu Natasya duduk.


"Apa yang terjadi sama kamu? kenapa sama kaki kamu?" tanya Melisa khawatir.


"Cha Cha tidak apa-apa kok Ma," jawab Natasya. 


"Bagaimana tidak apa-apa, kamu jalannya saja seperti itu. Sini Mama lihat kaki kamu," pinta Melisa.


Melisa segera menyingkap gaun yang digunakan oleh Natasya agar bisa melihat kaki Natasya. Melisa menekan sedikit kaki Natasya, Natasya mengeluh kesakitan.


"Tuhkan seperti yang Mama bilang, kamu ini kenapa Nak?" 


"Tadi tidak sengaja keseleo Ma," sahut Natasya.


"Kenapa Nak Cha Cha bisa sampai keseleo dan kenapa tadi tidak ada ruangan?" tanya Melisa mewakili yang lain.


Natasya jadi salah salah tingkah mendengar pertanyaan Melisa. Jika ditanya seperti itu, dia tidak mungkin jawab kalau dia tadi berniat kabur dan terjatuh di tangga. 


"Ma, tadi Yongki tidak sengaja melihat Natasya yang terjatuh di tangga," sahut Yongki. 


Natasha terkejut dengan jawaban Yongki. Dia tidak mau Yongki memberitahukan alasan kenapa dia tidak ada ruangan itu. Natasya mencoba menggeleng memberikan kode pada Yongki. Yongki hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Tadi sepertinya Natasya ingin ke kamar mandi, tetapi dia malah kesasar," sambung Yongki.


Natasya menghela nafas karena Yongki mau berbohong.


"Kenapa kamu bisa begitu Nak? kenapa tidak minta bantuan kepada kami? Sekarang kamu membuat semuanya menjadi cemas," kata Melisa mengkhawatirkan keadaan Natasya.


"Maaf Ma," ujar Natasya menyesal.


"Iya tak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi."


"Jadi bagaimana acaranya ini?" tanya Bambang. 


Mereka semua melihat ke arah Bambang kemudian mereka melihat lagi ke arah Yongki dan Natasha. Yongki mendekati Natasya dan memegang bahu Natasya.


"Kami akan tetap melanjutkan pernikahan kami ini. Jika Natasya tidak bisa berjalan maka biar Yongki  yang akan mengendongnya," ujar Yongki dengan suara lantang.

__ADS_1


Natasha kembali tersipu malu mendengar ucapan Yongki. Dia jadi teringat kembali sama obrolan mereka di tangga. Natasya masih tidak percaya jika masih mencintai dia sejak pandangan pertama.


"Wahhh…," seru Aura heboh sambil mengatupkan tangannya. 


"So sweet banget," sambung Angel.


"Sudah-sudah, kalian jangan mengganggu teman kalian. Nanti kalau kalian menikah juga seperti itu," ujar Melisa.


"Ayo sebaiknya kita segera bergegas keluar sekarang dari sini. Tamu yang kita undang sudah hadir semua."


Tamu yang datang adalah keluarga, kerabat dan teman-teman dari pihak keluarga. Natasya sengaja meminta agar acaranya tidak terlalu ramai. Melisa mengiyakannya permintaan Natasya, tapi walaupun Melisa mengiyakannya, bagi Natasya orang yang hadir sudah cukup ramai yang datang. Tamu undangan ada lebih dari ratusan orang yang datang.


Yongki dan Natasya memasuki tempat acara. Mereka akan melakukan akad nikah dulu setelahnya baru dilanjutkan acara syukuran. 


Seperti perkataan Yongki, Natasha datang dengan digendong oleh Yongki dari depan. Para tamu undangan takjub melihat pasangan Yongki dan Natasha yang begitu sempurna. Natasya malu dilihat sama banyak mata, dia menyembunyikan wajahnya di bahu Yongki.


Yongki mendudukkan Natasya pada tempatnya dan dia duduk pada tempat duduk sendiri. Sekarang mereka akan memulai Ijab kabul, karena Natasya tidak memiliki wali maka menggunakan wali hakim. Setelah lima belas menit berlangsung, acara ijab kabul berjalan dengan baik dan lancar.


Setelah ijab kabul selesai Yongki kembali membawa Natasya ke arah panggung untuk menyambut para tamu undangan. Para tamu undangan satu persatu menyalami Yongki dan Natasha. 


Aura, Angel dan Melati mereka dengan heboh memberi selamat kepada Natasya, lebih tepatnya yang paling heboh adalah Aura.


"Jangan lama-lama punya dedek bayi ya," ujar Aura saat bersalaman sama Natasya.


"Kamu ini mintanya jangan macam-macam," kata Angel. 


"Lah... ini itu pertanyaan biasa. Wajar dong jika mereka menikah aku bilang segera punya dedek bayi," kata Aura.


Melati dan Angel menepuk jidatnya, mereka rasanya malu punya teman seperti Aura. Aura memang teman lain daripada yang lain. Angel segera menarik Aura dari sana biar tidak membuat Natasya semakin malu. Aura masih sempat-sempatnya memberikan dua jempol dan mengedipkan matanya ke arah Natasya.


***


Herry mencoba mendekati Melati yang sedang bersama Aura dan Angel. 


"Kamu hari ini cantik sekali ya," puji Herry kepada Melati.


Melati tersenyum mendengar pujian dari Herry.  


"Terima kasih," ujar melati malu-malu.


"Ah rasanya aku juga ingin sekali cepat menikah sama kamu melihat Natasya yang juga menikah," ucap Herry. 


Melati semakin tersipu.

__ADS_1


"Kamu ini masih kecil mau ajak nikah anak orang," kata Aura meremehkan


"Namanya aja kita lagi berharap, tidak salah kalau kita bermimpi. Siapa tahu mimpi itu terwujud." 


"Mimpi terus, sekalian tidak usah bangun lagi," sambung Aura. 


"Siapa bilang kamu boleh menikah sama Melati," ujar Bimo yang tiba-tiba datang bersama dengan Rangga dan Dimas. 


Herry tersenyum kikuk melihat Bimo. Dia tidak menyangka jika bemo akan segera menghampiri mereka. 


"Eh ada calon Kakak ipar," kata Herry ketawa tidak jelas.


"Aku sudah bilang sama kamu, kalau aku tidak akan pernah merestui hubungan kamu sama Melati jika kamu belum bisa mengalahkan aku," ujar Bimo. 


"Kamu kan tahu sendiri aku tidak pandai ilmu bela diri dan sudah berapa kali juga aku bilang," ujar Herru sambil cemberut.


Jka kamu tak bisa, lebih baik kamu mengalah dan cari cewek lain saja," kata Bimo.


"Kak Bimo," tegur Melati tidak suka.


"Kamu jangan bela dia terus, dia tidak bisa menjaga kamu."


"Bimo kamu jangan egois begitu. Bagaimana jika mereka saling suka," tegur Dimas.


"Aku tidak peduli. Jika dia…," tunjuk Bimo ke arah Herry. 


"Tidak bisa tidak melindungi kamu, berarti aku tidak akan pernah setuju." 


"Kak Bimo jangan keterlaluan "


"Melati cukup, Kak Bimo tidak ingin kamu membela dia terus."


Bimo beralih ke arah Herry.


"Walaupun kita temenan, aku tetap akan tidak akan merestui hubungan kalian jika kamu tidak bisa melindungi Melati, ingat itu baik-baik," kata Bimo menekan bahu Herry dengan telunjuknya.


Herry memundurkan berapa langkah karena dia takut dengan tatapan Bimo saat ini. Tiba-tiba dia dan orang yang kebetulan lewat di belakangnya bertabrakan. Air yang dipegang sama cewek itu tumpah pada baju Herry dan si cewek itu.


"Herry," panggil cewek itu.


Bersambung....


Akan diusahakan up setiap jam 4 sore ya....

__ADS_1


__ADS_2