
Yongki dan Natasya kembali ke penginapan pada malam hari setelah puas berkeliling.
"Mas," panggil Natasya.
"Iya."
"Mas, pinjam Hp-nya dong," pinta Natasya.
Tanpa bertanya Yongki segera menyerahkan Hp miliknya kepada Natasya. Natasya segera mengambil salah satu gantungan yang dia beli yang berbentuk serigala dan memasangnya pada HP milik Yongki.
"Mas bagaimana, bagus tidak?" tanya Natasya sambil menggoyangkan Hp milik Yongki.
"Iya bagus," jawab Yongki tidak enak.
Yongki tidak mungkin bilang pada Natasya kalau dia tidak suka sama gantungan Hp. Apalagi yang berbentuk boneka, nanti dia bisa ditertawakan sama Putra dan yang lainnya.
Natasya menyerahkan kembali Hp milik Yongki kemudian dia memasangkan yang bentuk kucing pada Hp miliknya sendiri.
"Kalau punya Natasya yang berbentuk kucing," ujar Natasya sambil memasangkan pada HP.
"Sekarang kita punya barang yang couple Mas," sambung Natasya lagi.
"Kamu suka barang couple?" tanya Yongki.
"Suka Mas, maka dari itu jangan dilepas ya gantungan kuncinya," pinta Natasya.
"Iya Mas janji," janji Yongki.
Sekarang Yongki tidak peduli jika Putra dan lainnya menertawakan dia. Gantungan itu adalah hadiah pertama dari Natasya, jadi Yongki mau jaga baik-baik.
***
Beberapa hari berlalu begitu saja, selama 7 hari itu Amanda selalu mengganggu Natasya. Tetapi dia tidak pernah berhasil sekalipun. Natasya juga bersikap cuek sama Amanda karena Yongki juga tidak terpengaruh sama Amanda. Natasya tidak mau membuang tenaga dengan percuma.
Natasya dan Yongki sudah menyiapkan barang-barangnya ke dalam koper. Mereka pada hari ini akan kembali ke ke rumah karena sudah satu minggu di sana.
***
Melisa menunggu kepulangan Yongki dan Natasya di depan rumah, lebih tepatnya Melisa hanya menunggu Natasya. Mobil yang dinaiki oleh Natasya dan Yongki memasuki pekarangan keluarga Sudirman. Melisa segera menghampiri Natasya yang sudah turun dari mobil.
"Aduh anak Mama sudah pulang. Mama sangat rindu sama kamu," ujar Melisa.
Melisa segera memeluk dan mencium pipi Natasya.
"Natasya juga sudah kangen sama Mama," sahut Natasya dengan membalas pelukan Melisa.
"Kayaknya kamu sudah kurusan. Apa Yongki tidak memberi kamu makan di sana? atau dia membuat kamu lelah?" tuduh Melisa.
"Ma, Mas Yongki menjaga Natasya dengan baik kok. Natasya juga makan banyak. Yang ada Natasya merasa berat badan Natasya semakin naik," ucap Natasya.
"Ua sudah kalau begitu. Ayo kita masuk," ajak Melisa kepada Natasya dan mengabaikan Yongki.
"Yongki, kamu abaikan saja Mamamu itu. Mamamu sudah beberapa hari uring-uringan karena tidak bertemu sama Natasya," kata Hartato.
__ADS_1
"Iya Pa, Yongki paham," ujar Yongki.
"Ayo kita masuk juga. Jangan sampai Mama kamu itu bertanya macam-macam," ajak Hartato.
Yongki dan Hartato masuk mengikuti Melisa dan Natasya yang sudah masuk dalam rumah. Mereka berdua sudah duduk manis di sofa.
"Bagaimana liburan kalian?" tanya Melisa.
"Liburannya sangat menyenangkan Ma, kami mengunjungi banyak tempat."
"Mama senang jika kamu bisa menikmati liburannya."
"Oh ya Ma, Natasya ada hadiah buat Mama," ujar Natasya.
"Mana-mana?" tanya Melisa antusias.
Natasya segera mengeluarkan gantungan HP berbentuk boneka macan. Natasya menyerahkan kepada Melisa.
"Bagaimana Ma? apa Mama suka? tanya Natasya.
"Natasya juga punya yang berbentuk kucing," sambung Natasya.
"Tentu Mama senang dong. Inikan oleh-oleh dari menantu Mama. Sebentar, biar Mama pasangkan segera," kata Melisa.
Melisa segera mengambil Hp-nya dan memasang sendiri.
"Buat Papa tidak ada nih?" tanya Hartato pura-pura merajuk.
"Terus mana," pinta Hartato.
"Oleh-oleh nya masih di dalam koper Pa," jawab Yongki.
"Punya Mama kok langsung di kasih."
"Maaf Pa, Natasya beli ini khusus buat Mama. Natasya kira Papa tidak suka gantungan boneka," jawab Natasya tidak enak.
"Jadi ini spesial Natasya beli buat Mama?" tanya Melisa.
Natasya menganggukkan kepalanya.
"Aduh Mama makin sayang sama Natasya. Papa tidak usah cemburu, Papa ini seperti anak kecil saja," kata Melisa senang.
"Ayo Natasya ikut Mama. Mama mau membicarakan hal penting," ajak Melisa.
"Kenapa Mama tidak bicara di sini saja," ucap Hartato.
"Mama hanya mau membicarakan hal ini berdua saja sama anak gadis Mama. Ini masalah perempuan, yang laki-laki tidak boleh ikutan," jawab Melisa.
Melisa dan Natasya meninggalkan Hartato dan Yongki setelah berpamitan.
***
"Jadi bagaimana liburannya?" tanya Melisa penasaran.
__ADS_1
"Liburannya sangat menyenangkan. Kami banyak menghabiskan waktu bersama," sahut Natasya ulang.
"Bukan itu maksudnya Mama. Maksudnya apa kalian ada buat cucu buat Mama," tanya Melissa tanpa malu.
"Ma," panggil Natasya malu.
"Kamu ini tidak usah malu sama Mama. Ayo katakan saja sama Mama," kata Melisa kepo.
Natasya diam karena tidak tau harus jawab seperti apa.
"Jadi bagaimana?" tanya Melisa sekali lagi.
Natasya memilih menggelengkan kepala.
"Apa maksud kamu kalian tidak melakukannya?" tanya Melisa tidak percaya.
Natasya menganggukkan kepalanya lagi.
"Apa mungkin Yongki yang tidak mau melakukannya," tebak Melisa.
"Bukan seperti itu Ma. Tapi…."
"Tapi apa?"
"Natasya saat itu kebetulan datang tamu bulanan Ma," jawab Natasya sambil memainkan tangannya.
'Ah aku kurang beruntung. Kenapa bisa berpapasan begitu. Aku harus menunggu lagi untuk bisa dapat cucu.' batin Melisa.
"Ya sudah tak apa, kalian masih muda. Kalian bisa mencobanya lagi," kata Melisa pelan.
Melisa dan Natasya terdiam dengan pikirannya masing-masing.
"Ma," panggil Natasya pelan.
"Ya sayang," sahut Melisa.
"Apa bisa jika Natasya tidak memiliki anak segera?" tanya Natasya ragu-ragu.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang. Apakah kamu tidak ingin memiliki anak sama Yongki?" tanya Melisa tidak percaya.
"Bukan begitu Ma. Natasya kan baru tamat sekolah dan baru masuk kuliah jadi Natasya ingin menunda punya anak dulu. Natasya mau lanjut kuliah. Lagian Natasya sama Mas Yongki juga belum akrab betul, jadi Natasya harap sebelum kami punya anak kami sudah dekat dan saling memahami," terang Natasya menjelang.
Melisa menghilangkan nafasnya. Dia sangat ingin segera punya cucu segera. Tetapi dia tidak mungkin memaksakan kehendaknya pada Natasya. Jika Natasya sudah bilang seperti itu, maka memang benar jika Natasya dan Yongki memerlukan waktu bersama sebelum mereka mempunyai anak agar hubungan mereka semakin kuat.
'Tapi bisa saja nanti mereka jebol dan Natasya bisa hamil,' Melisa tersenyum d dalam hati membayangkannya.
"Ya sudah jika Nak Cha Cha ingin seperti itu. Mama tidak akan memaksa kalian lagi. Tapi kalau bisa kalian segera punya anak ya jika kalian sudah siap," kata Melisa tanpa sadar masih saja meminta Natasya untuk segera memiliki seorang anak.
Melisa tidak sesuai antara keinginan sama perkataan.
"Iya Ma," sahut Natasya.
Bersambung....
__ADS_1