
"Sebaiknya Mas cuci muka dulu, sekalian ajak Miko, saatnya kita makan malam," suruh Dilla.
Yongki segera membangukan Miko dan membawa Miko ke kamar mandi.
Yongki sudah selesai cuci muka, dia duduk berlesehan di lantai dengan Miko di pangkuannya. Miko tidak mau turun dari pangkuan Yongki, Yongki tidak mempermasalahkan dan membiarkan Miko duduk tenang di atas pahanya.
"Kalau sudah begini Gea sama Miko mirip anak Kak Natasya sama Om deh, kita seperti sebuah keluarga kecil, Gea senang," ucap Gea.
Natasya dan Yongki merasa malu mendengar ucapan Gea yang polos. Mereka saling melirik, saat tatapan mereka bertemu mereka segera mengalihkan ke arah lain, malu malu kucing.
"Sudah ya, Gea lanjut makannya ya," Natasya segera memberi Gea makanan lagi agar Gea diam.
"Gea senang, seakan punya keluarga baru," tambah Gea sambil lanjut makan.
Malam ini mereka menikmati makan malam berempat dengan hangat seperti sebuah keluarga. Bahkan Miko tidak sungkan minta di suapkan sama Yongki.
Natasya sekarang sudah membereskan semua perlengkapan makan malam, saat ini dia sedang mencuci piring. Yongki, Gea dan Miko duduk sambil menonton Tv.
"Om, Om pacar Kak Natasya kan, tadi Mbak Natasya tidak mau mengaku, malu malu gitu?" tanya Gea.
Natasya yang mendengar pertanyaan Gea hanya mnghela nafas, anak itu memang tukang kepo. Dia akan tidak akan melepaskan apa yang ingin dia ketahui.
Yongki melirik ke arah belakang, kemudian melihat ke arah Gea lagi.
"Om memang bukan pacarnya Kak Natasya," jawab Yongki.
Yongki merasa aneh menyebut dirinya Om, padahal dia masih 26 tahun. Apalagi Gea memanggil Natasya Kakak sehingga Yongki seperti Paman Natasya saja.
"Alah tidak usah bohong, kalau bohong nanti hidungnya besar," tuduh Gea.
"Maksud Gea berhidung panjang," Yongki membenarkan perkataan Gea.
"Oh, bisa berhidung panjang maksud Gea, seperti Pinokio," ralat Gea seketika.
"Om jangan mengalihkan pembicaraan dong, ayo Om ngaku aja," sambung Gea.
Gea melipatkan kedua tangan dan menatap Yongki tajam. Yongki merasa lucu dengan sikap Gea.
"Om tidak bohong, jika tidak percaya tanya aja sama Kak Natasya," Yongki merasa senang bisa menjaili Gea.
"Kak Natasya Om nya nakal," adu Gea.
Natasya menggelengkan kepala, Gea dan Mas Yongki ada ada aja.
'Tumben Mas Yongki mau bercanda, biasanya selalu bersikap serius.'
"Sudah jangan ngambekan, memang benar Om ini bukan pacar Kak Natasya, tapi....," Yongki sengaja memjedakan kalimatnya.
__ADS_1
"Tapi apa Om?" tanya Gea penasaran.
"Om ini calon suaminya Kak Natasya," ujar Yongki.
Natasya yang mendengarnya tersipu, dia senang jika Mas Yongki mau mengakui hubungan mereka.
"Wah yang bener," ujar Gea kaget.
"Atau Om hanya bohongin Gea lagi, awas loh Om, nanti Gea aduin sama Kak Natasya," ancam Gea serius.
Yongki mengusap rambut Gea sekali lagi.
"Om tidak bohong, bahkan Om sama Kak Natasya sebulan lagi mau nikah," sahut Yongki.
"Kak Natasya," teriak Gea.
"Jangan berteriak keras keras Gea, Gea membuat Miko terbangun," tegur Yongki.
Miko kini sudah mulai terlelap kembali di pelukan Yongki. Anak itu tidak mau menjauh dari Yongki.
"Gea," Natasya juga ikut menegur.
Gea cemberut, masak dia di silahkan padahal menurut Gea Om nya yang nakal.
"Mas baringkan aja Miko di tempat tidur, biar Mas tidak capek," saran Natasya.
Muka natasya tersipu, kenapa Mas Yongki bisa menjawab seperti itu tanpa beban.
"Jadi Kak Natasya sama Om beneran mau nikah?" tanya Gea memastikan.
"Kan sudah Om bilang tadi, Gea ya yang tidak percaya sama Om," Yongki mencoba menyakinkan Gea.
"Kak nanti Gea diundangkan, Gea mau lihat Kakak pakai baju pengantin," Gea meminta ikut..
Natasya melirik ke arah Yongki. Dia sendiri belum yakin sepenuhnya apa mereka akan benar benar menikah.
"Iya nanti Om undang kalian semua," bukan Natasya yang jawab tapi malah Mas Yongki.
"Apa Mas yakin mau menikah sama Natasya?" tanya Natasya menatap Yongki dengan lekat.
"Iya, lagian semuanya sudah dipersiapkan, kita tidak mungkin mengubahnya lagi. Oh ya hari sabtu kita tes baju ya, Mama sudah pesan baju pengantinnya di butik temannya. Kita hanya coba untuk menjelaskan saja," jawab Yongki membalas menatap Natasya.
"Tapi sabtu pagi Natasya ada kegiatan di kampus Mas, siangnya baru tidak ada kegiatan," beritahu Natasya.
Sebenarnya Natasya sedikit sedih, Mas Yongki menikah dengan nya karena semuanya sudah siap. Natasya pikir Yongki sudah mulai menyukainya.
"Apa Mas Yongki belum bisa menerima Natasya ya'
__ADS_1
Natasya merasa sedikit sedih, dia segera beralih ke arah lain. Dia tidak mau yang lain melihat raut wajahnya yang sekarang.
"Tidak masalah jika kamu tidak bisa pagi, kita bisa pergi siang, siangnya Mas jemput ke kampus lagi ya. Mungkin Mas besok akan keluar kota lagi sampai jumat sore ya. Jadi kita tidak bisa jalan jalan," kata Yongki.
"Iya baik mas," jawab natasya dengan lesu.
Yongki sama sekali tidak peka dengan nada suara Natasya yang melemah. Natasya makin kecewa dengan mereka jarang bertemu. Dia jadi memikirkan perkataan Angel, jika sekarang Mas Yongki tidak banyak waktu buat dia, bagaimana jika setelah menikah nanti. Mas Yongki pasti akan sering meninggalkannya Natasya menjadi gusar.
Yongki masih saja berbicara sama Gea tentang pernikahan mereka. Gea bilang dia ingin makan kue yang banyak.
"Mas sebaiknya kita antar Miko dan Gea ke rumah mereka, ini sudah jam 9 malam," ujar Natasya memperingati Yongki sudah malam.
"Ah kak Natasya, Gea masih mau main sama Om, bentar lagi ya," tawar Gea.
"Tidak bisa sayang, itu adiknya Miko sudah dari tadi tertidur, Gea juga harus tidur," tolak Natasya.
Dengan cemberut Gea bangun dan berjalan ke arah luar menuju ke rumahnya. Natasya dan Yongki menyusul Gea di belakang.
"Maaf ya bu, mereka jadi lama bermain di tempat Natasya," ucap Natasya.
"Tidak apa apa, Ibu juga senang ada Natasya yang bantu jaga mereka, tadi Ibu juga lagi sibuk," kata Ibu itu.
Ibu itu segera mengambil Miko dari gendongan Yongki. Miko memegang baju Yongki dengan erat, inu itu beriaha melepaskan genggamannya.
"Kayaknya Miko suka bermain dengan temannya Natasya ya," ujar Ibu itu.
"Ah perkenalkan Bu, ini Yongki," Natasya memperkenalkan Yongki.
"Salam kenal Bu saya Yongki, saya calon suaminya Natasya bukan temannya," Yang ku meluruskan kesalahpahaman langsung
"Calon suami?"
"Iya Bu, kami akan segera menikah," jawab Natasya malu.
Natasya mengelus lengannya untuk mengusir rasa malu.
"Oalah, selamat kalau begitu."
"Terima kasih Bu."
Setelah mengantar Gea dan Miko, Yongki juga memutuskan pulang. Dia sudah tidak merasakan capek lagi setelah tidur cukup lama di tempat Natasya.
Bersambung....
Untuk beberapa hari ke depan up tidak tepat waktu ya, tapi akan di usakan up. Karena berhubung dekat lebaran jadi banyak kegiatan.
Jangan lupa follow dan masuk ke grup author ya.
__ADS_1
Terima kasih.